NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23.Badai di Rumah

   ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Perjalanan pulang dari rumah sakit terasa begitu panjang dan sunyi. Aisyah duduk di kursi belakang mobil, memeluk tubuhnya sendiri. Pikirannya masih berputar kacau memikirkan semua kejadian luar biasa hari ini. Ingatan Gus Aqlan yang kembali, panggilan sayang itu, cerita Bunda Maryam tentang janji masa kecil... Semuanya terasa seperti mimpi yang terlalu indah untuk jadi kenyataan.

Di sebelahnya, Avara kecil sudah tertidur pulas karena kelelahan. Di depan, Gus Fauzi dan Nova hanya diam, sesekali saling pandang dengan wajah yang tak kalah haru namun juga sedikit cemas. Mereka tahu, ujian terbesar bagi Aisyah belum selesai. Masih ada satu orang yang harus mereka hadapi di rumah.

Sesampainya di halaman rumah, mobil pun berhenti.

"Syah... Kakak masuk saja duluan ya sama Nova. Kami di sini aja, nganterin Avara," kata Gus Fauzi pelan sambil menatap adiknya dalam-dalam. "Yang sabar ya, Sayang. Bicarakan baik-baik."

Aisyah mengangguk pelan. "Iya Kak... Makasih ya."

Nova mencium pipi Aisyah singkat. "Kuat ya, Syah. Semuanya akan baik-baik saja."

Aisyah turun dari mobil dengan langkah yang berat. Ia tidak langsung masuk, melainkan berdiri sejenak di depan pintu, menarik napas panjang mencoba menguatkan hati. Ia tahu suasana pasti tidak akan enak, mengingat dulu Mama Laras sempat sangat marah saat tahu ia dekat dengan Gus Aqlan karena kesalahpahaman soal "pacar" itu.

KREET...

Pintu utama dibuka perlahan.

"Assalamu’alaikum..." bisik Aisyah pelan.

Namun, tidak ada jawaban. Yang menyambutnya justru suasana rumah yang terasa sangat dingin dan mencekam. Lampu ruang tamu menyala terang, dan di sana...

Tepat di tengah sofa ruang tamu, duduk tegap Mama Laras.

Wanita itu tidak sedang membaca atau menjahit seperti biasanya. Ia duduk dengan tangan disilangkan di dada, wajahnya datar namun tatapan matanya... Oh sungguh menakutkan!

Mata Mama Laras memancarkan amarah yang tertahan, alisnya terangkat tinggi, dan rahangnya mengeras. Suasana ruang tamu itu seakan membeku oleh aura kemarahan sang ibu.

Aisyah langsung mematung di ambang pintu. Jantungnya berdegup kencang, rasa takut langsung menjalar ke seluruh tubuh.

"Mama..." panggil Aisyah terbata-bata, suaranya nyaris tak terdengar. "Aku... aku pulang, Ma."

Mama Laras tidak menjawab segera. Ia hanya menatap putrinya itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala dengan tatapan tajam yang menembus jiwa. Hening yang tercipta membuat Aisyah semakin gemetar.

"Jadi..." suara Mama Laras akhirnya terdengar, berat dan dingin. "Kamu baru pulang ya? Darimana saja kamu seharian ini, hah? Daripada main sama orang itu lagi?"

Aisyah menelan ludah susah payah. "Bukan main, Ma... Tadi pak Aqlan pingsan di kampus, terus dilarikan ke RS. Aisyah cuma nemenin dia..."

"ALASAN!" bentak Mama Laras pelan namun sangat menusuk. Tangannya menepuk sandaran sofa keras-keras. "Selalu saja ada alasan! Mama kira kemarin kamu sudah sadar diri! Mama kira kamu tahu diri kalau dia itu sudah punya orang! Tapi nyatanya kamu masih saja nekat dekat-dekat sama dia!"

"Mama dengar dari orang, kamu bahkan nangis-nangis dan digandeng tangan dia di depan umum di RS! Aisyah! Kamu sadar gak sih posisi kamu itu apa?! Kamu itu gadis baik-baik! Jangan bikin malu keluarga karena memperebutkan laki-laki yang sudah punya calon!"

Amarah Mama Laras meledak. Ia benar-benar kecewa dan marah besar karena info yang ia dapat dulu adalah Gus Aqlan sudah punya pacar (yang ternyata Zea), dan ia tidak tahu menahu soal ingatan yang sudah kembali atau soal janji masa lalu itu.

Di mata Mama Laras saat ini, Aisyah terlihat seperti gadis yang sedang berharap pada laki-laki milik orang lain.

"Ma... Bukan begitu Ma... Bukan seperti yang Mama pikirkan..." Aisyah mencoba membela diri, air matanya sudah menetes lagi. "Semuanya sudah jelas sekarang, Ma... pak Aqlan dia..."

"DIA SUDAH PUNYA WANITA LAIN, AISYAH!" potong Mama Laras tak mau tahu. "Mama gak mau dengar alasan! Mulai sekarang, Mama larang kamu ketemu dia lagi! Larang kamu komunikasi sama dia! Kamu mengerti?!"

Aisyah terisak pelan, dadanya sesak sekali. Di satu sisi ia bahagia karena takdir indah itu terbuka, tapi di sisi lain ia harus menghadapi badai kemarahan ibunya yang tidak tahu apa-apa.

 

BERSAMBUNG....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!