NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Single Mom
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Naura hanya seorang gadis yang jatuh cinta terlalu dalam… dan harus membayar semuanya dengan kehilangan.

Ditinggalkan oleh lelaki yang ia cintai 'tanpa pernah tahu bahwa itu semua hanyalah kebohongan kejam'. Naura memilih pergi, membawa luka dan kehidupan baru yang tumbuh dalam rahimnya sendirian.

Selama delapan belas tahun, ia bertahan di tengah kemiskinan, mengorbankan segalanya demi satu alasan: anaknya, Genesis.

Namun saat dunia Genesis hanya tersisa ibunya… takdir kembali merenggut satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Kini, di antara sepi, kehilangan, dan batas tipis antara kewarasan dan kegilaan…

Satu minggu kemudian, Alexa datang menyelamatkan Genesis yang sedang terpuruk setelah Naura meninggal.

Namun ternyata, Alexa adalah Naura...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Pintu itu akhirnya terbuka.

Genesis berdiri di ambang dengan mata yang tampak lelah, lingkar hitam di bawahnya semakin jelas, sementara ekspresinya kosong seperti seseorang yang sudah terlalu lama tidak benar-benar hidup.

Ia menatap gadis di depannya tanpa reaksi, seolah otaknya butuh waktu lebih lama untuk memproses siapa yang berdiri di sana.

“Lo… siapa? Salah alamat.” tanyanya datar, suaranya serak, seperti jarang digunakan.

Tangannya masih menggenggam gagang pintu, tidak sepenuhnya membuka, seolah siap menutup kembali kapan saja.

Naura membeku di tempat.

Jarak itu begitu dekat, tapi terasa seperti dunia yang berbeda. Wajah Genesis tepat di depannya, lebih dewasa, lebih kurus, tapi tetap anaknya. Dadanya langsung sesak, napasnya tertahan, dan tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca.

“A-aku.. Aku..” suaranya keluar pelan, namun berhenti di tengah kalimat, karena tidak ada jawaban yang bisa ia berikan.

Genesis mengernyit, menatapnya lebih lama.

“Kalo mau minta-minta, jangan kesini, udah gue bilang lo salah alamat, salah rumah,” lanjutnya, nada suaranya dingin tanpa emosi.

Ia mulai menutup pintu, tidak tertarik memperpanjang percakapan, seolah kehadiran siapa pun di luar itu tidak penting baginya. Namun sebelum pintu itu benar-benar tertutup, tangan Naura refleks menahannya.

“T-tunggu! Tunggu sebentar! Tolong aku sekali ini aja..” ucapnya cepat.

Genesis berhenti, matanya langsung turun ke tangan itu, lalu kembali ke wajah gadis di depannya dengan tatapan lebih tajam.

“Apaan sih?” tanyanya, kali ini terdengar sedikit kesal.

Ia tidak melepaskan pintu, tapi juga tidak menutupnya sepenuhnya, memberi ruang kecil yang terasa menekan. “Emang lo kenal gue?”

Naura menggigit bibirnya pelan.

Pertanyaan itu menusuk lebih dalam dari yang ia kira. Ia ingin menjawab, ingin bilang bahwa ia mengenalnya lebih dari siapa pun di dunia ini, tapi semua kata itu tertahan di tenggorokannya.

“Aku… cuma… butuh tempat sembunyi sebentar,” jawabnya akhirnya, suaranya pelan, nyaris seperti permohonan.

Genesis menatapnya lama.

Tatapan itu tidak ramah, tapi juga tidak sepenuhnya menolak. Ada sesuatu di sana, sebuah rasa yang tidak bisa ia jelaskan, sesuatu yang terasa… familiar.

'Kenapa ya… Kok gue ngerasa kayak pernah lihat dia?' pikirnya singkat, alisnya sedikit berkerut.

Namun ia menghela napas kasar, menepis pikiran itu begitu saja.

“Sorry, ini bukan tempat penampungan,” katanya datar.

Naura menunduk sedikit, tangannya masih bertahan di pintu itu.

“To-tolong.. Aku nggak punya tempat lain…” ucapnya pelan, suaranya mulai bergetar, tapi ia berusaha menahannya.

“Aku bakal pergi… cuma… jangan sekarang…”

Genesis terdiam.

Ia tidak langsung menjawab, hanya menatap gadis itu lebih lama dari yang seharusnya. Wajahnya pucat, napasnya tidak stabil, dan matanya… ada sesuatu di sana yang membuatnya tidak bisa langsung menolak.

'cewek aneh… kenapa gue jadi kepikiran begini sih.' gumamnya dalam hati, merasa tidak nyaman dengan perasaannya sendiri.

“Lo.. kabur dari rumah?” tanyanya akhirnya.

Naura mengangguk pelan, meski itu bukan jawaban yang sepenuhnya benar.

“Iya…” jawabnya singkat, memilih kebohongan paling aman.

Ia tidak punya waktu untuk menjelaskan sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak mengerti. Genesis menghela napas panjang, lalu membuka pintu sedikit lebih lebar.

“Masuk,” katanya singkat.

Naura langsung mengangkat wajahnya, jelas terkejut. “Aku—”

“Jangan banyak ngomong,” potong Genesis, berbalik masuk tanpa menunggu. “Kalo mau numpang, diem aja, jangan berisik!”

Naura tidak menjawab. Ia hanya melangkah masuk perlahan, jantungnya berdetak lebih cepat saat ia kembali menginjakkan kaki di dalam rumah itu.

Semua terlihat sama, tidak ada yang berubah, tapi rasanya berbeda. Bau lembap yang familiar, dinding yang mulai mengelupas, dan udara sunyi yang kini terasa lebih berat.

Genesis berjalan ke dalam tanpa menoleh.

“Pintunya tutup sendiri,” ucapnya datar.

Naura menurut, menutup pintu dengan pelan, seolah takut suara kecil saja bisa menghancurkan sesuatu yang rapuh di dalam dirinya. Matanya berkeliling, menangkap setiap sudut rumah itu, dan berhenti pada meja makan.

Di meja makan itu ada dua piring, piring yang sama masih ada di sana.

Dadanya langsung terasa sesak.

Genesis menyadari arah pandangannya, tapi tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya berjalan melewati meja itu, lalu duduk di lantai seperti sebelumnya, bersandar pada dinding.

“Jangan sentuh apa-apa,” katanya singkat, menutup mata seolah kehadiran gadis itu sudah tidak penting lagi.

Naura menahan napas. Ia ingin mendekat, ingin mengatakan sesuatu, tapi kakinya terasa berat.

“Kamu… Apa kamu udah makan?” tanyanya pelan, suara itu keluar tanpa ia sadari.

Pertanyaan sederhana, tapi penuh kebiasaan yang tidak bisa ia hilangkan. Genesis membuka mata dan menatapnya lama.

“Lo siapa sih…?” tanyanya pelan, kali ini bukan dengan nada kesal, melainkan bingung.

“Kenapa cara lo ngomong… aneh banget. Kepo juga!.”

Naura membeku. Sesaat ia tak bisa langsung menjawab, hanya menunduk, mencoba menyembunyikan ekspresi yang hampir runtuh.

“Maaf…” ucapnya lirih, suaranya nyaris tidak terdengar.

Ia memutar otak, mencoba mencari jawaban yang tidak akan membuat semuanya hancur. Sementara itu, Genesis masih menatapnya. Ia tidak percaya bisa menampung orang lain di dalam rumahnya, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan.

'Kenapa ya… gue ngerasa…' pikirnya, tapi ia berhenti di tengah, menolak melanjutkan.

Ia menghela napas kasar, lalu mengalihkan pandangan.

“Di sana,” katanya sambil menunjuk sudut ruangan. “Tidur aja kalo lo mau.”

Naura mengangguk pelan. Ia berjalan ke arah yang ditunjuk, lalu duduk perlahan tanpa benar-benar berbaring. Matanya diam-diam kembali ke arah Genesis, memperhatikan setiap detail yang dulu begitu ia kenal. Cara duduknya, napasnya, bahkan cara ia menutup diri dari dunia.

“Gen…” hampir saja ia memanggil.

Namun ia langsung menggigit bibirnya, menahan kata itu sebelum keluar. Ia tidak boleh mengucapkan nama Genesis, jangan sekarang.

Genesis membuka mata lagi, seolah merasakan sesuatu. “Lo ngomong apa?” tanyanya pelan.

Naura langsung menggeleng cepat. “Ng.. Nggak… nggak apa-apa…” ia masih terlihat gugup.

Sunyi kembali memenuhi ruangan. Namun kali ini, sunyi itu berbeda. Tidak lagi kosong.

Melainkan penuh dengan sesuatu yang belum terucap.

Genesis bersandar kembali, menatap langit-langit tanpa benar-benar melihat.

'Aneh… harusnya gue usir aja dari tadi…' pikirnya, merasa tidak masuk akal dengan keputusannya sendiri. Tapi entah kenapa, ia tidak melakukannya. Sementara itu, Naura hanya duduk diam di sudut ruangan, ia menatap anaknya dari jauh. Menahan semua rasa yang tidak bisa ia ungkapkan.

Dan untuk pertama kalinya sejak ia kembali hidup… Ia berada begitu dekat dengan anaknya. Tapi tidak bisa menjadi apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa. Meski ada hal yang sangat ingin ia ucapkan tapi tidak sekarang atau mungkin.. Tidak sampai kapan pun.

1
Mak e Tongblung
insting gen hebat👍
Mak e Tongblung
kukira genesis itu perempuan 😄
zhafira: laki kak.. 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!