Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Sedangkan mata Nizam mendelik menatap Lara yang menolak tak mau akad nikahnya batal begitu saja.
" Ra apa sebenarnya yang kau mau dari ku. Aku ini bukan orang kaya, keluarga ku biasa biasa saja. Apa kau tak kasihan pada anakku yang masih kecil jika aku dan Nurul bermasalah" kata Nizam
" Kita asuh bersama anakmu itu nanti , kau hanya perlu menyingkirkan ibunya saja. Kita bisa bayar baby sister untuk mengasuhnya" kata Lara
" Apa !!" kata Nizam yang tak menyangka Lara sudah berpikir ingin menyingkirkan Nurul dari dirinya.
" Tidak bisa, ayo masuk kita bicara masalah ini di dalam mobil." kata Nizam yang tak mau jadi perhatian banyak orang. Jika mereka ribut didepan kost Lara.
Sehingga Lara pun masuk setelah Nizam masuk ke dalam mobil. Mobil pun dengan cepat meninggalkan kost Lara menuju jalan raya. Karna mereka harus pulang kekota B
" Aku tak mau bercerai dengan Nurul, aku menikahi mu hanya untuk sementara waktu saja" jelas Nizam
" Enak saja, emang kawin kontrak" protes Lara
" Anggap saja begitu" kata Nizam dengan wajah datar dan fokus menyetir mobil
" Sial....pasti dia terhasut oleh Nurul. Awas saja dia. Akan ku buat Nurul menyesal nanti" kata Lara dalam hati. Yang tak terima dipermainkan oleh Nizam. Karna saat bertemu dengan orang tuanya Nizam sudah berjanji menjadikanya istri kedua secara sah jika istrinya setuju. Tapi ternyata Nurul tidak mau memberinya izin yang membuat semuanya makin rumit.
" Terserah, tapi kita harus menikah dulu" kata Lara yang berpura pura melunak. Sambil mencari jalan keluar. Agar Nizam bisa menjadi miliknya seutuhnya.
Sedangkan disisi lain Nurul termenung seorang diri setelah menyuapi Aliya makan tadi. Dan sekarang putrinya itu sedang bermain.
" Pria itu memang hebat dalam berbohong. Tapi bagi wanita firasatnya juga akurat dalam menilai. Terserah apa yang ingin ade lakukan. Abang selalu mendukung Alin" kata Bram yang membuyarkan lamunan Nurul
" Bang ...." kata Nurul menoleh.Ketika Bram menghampirinya.
" Kenapa masih ragu membuangnya. Jika dia tak setia. Lalu untuk apa ade pertahankannya" Bram langsung duduk disebelah Nurul.
" Alin tidak tahu harus bersikap bagaimana bang, Selama ini Nurul sudah menutup semua celah agar tak ada penganggu di rumah tangga kami. Tapi sekuat apa pun Alin mempertahankannya. Rumah kami itu masih ada saja didatangi tikus penganggu yang bisa masuk kapan saja " kata Nurul lirih
" Bukan kamu yang membuka celahnya, tapi suamimu yang membuka jalan. Sehingga dia terperangkap dan terkena hama itu sendiri" kata Bram terlihat tenang.
" Apa menurut abang, Alin salah memilih pasangan hidup?" tanya Nurul
" Abang tak menyalahkan Alin, hanya saja ujian hidup itu datang dengan caranya masing masing. Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan menulis takdir untuk kita. Tapi seberat apapun itu, abang akan selalu membantu ade semampu yang abang bisa" kata Bram merangkul bahu Nurul. Karna Nurul satu satu nya adik kandungnya. Yang menjadi tangung jawabnya sepeninggalan orang tua mereka.
" Terimakasih bang, maaf jika Alin tak bisa menjadi adik yang baik selama ini" kata Nurul yang langsung memeluk Bram
" Huh.....tak perlu merasa bersalah, yang penting ade baik baik saja. Oh ya Bian sudah kembali ke kota A. Dia sedang mencari mu" kata Bram
" Bian !!" kata Nurul kaget, teringat teman kuliahnya itu. Yang dulu sangat akrab dengannya semasa kuliah. Tapi sayang pria itu pergi tak sempat berpamitan padanya saat orang tuanya mengalami kecelakaan. Dan Nurul juga tak sempat datang bertemu Bian lantaran ia sedang ujian skripsi saat itu.
" Hmm....kenapa, jika jodoh itu ada, kalian pasti akan bertemu lagi" kata Bram
" Tapi Alin sudah punya Aliya bang" kata Nurul lirih. Menyesal tak bisa bertemu Bian saat itu
" Jika dia punya hati besar dan tulus, pasti dia akan menerimamu apa adanya" kata Bram sambil mengusap kepala Nurul
" Hmm....entahlah bang, Alin tak terlalu berharap banyak. Semoga dia baik baik saja di luar sana." kata Nurul yang tak mendengar lagi kabar teman dekatnya itu. Bahkan Bian belum sempat mengungkapkan isi hatinya saat mereka berpisah. Karna kejadian saat itu kondisi mereka sama sama sibuk.Hanya saja Nurul sering curhat pada sang kakak. Sehingga Nurul merasa tenang walau punya banyak masalah.
" Berdoa saja, ok Abang akan keluar sebentar. Alin mau titip apa?" tanya Bram
" Ngak ada bang, Alin sudah ngantuk. Tuh tinggal nunggu Aliya selesai bermain" kata Nurul sembari melihat kearah Aliya yang bermain ditemani pelayan.
" Baik kalian istirahatlah, jika ada apa apa hubungi bang Bram. Besok pagi Abang sudah kembali ke kota B" kata Bram sembari beranjak dari sisi Nurul
" Ya bang, salam buat kak Hanum. Alin belum bisa menemui mereka" angguk Nurul yang tahu kakaknya itu sangat sibuk.
" Ya akan abang sampaikan" kata Bram lalu meninggalkan ruang tengah. Sedangkan mata Nurul hanya bisa mengamati punggung sosok sang kakak dari sofa.
" Huh...aku sudah mengecewakan abang, andai kak Nizam tak berubah. Pasti sekarang ia sudah dipanggil bang Bram untuk mengisi kursi direktur di perusahaan" batin Nurul yang menyesali kebodohannya suaminya. Namun nasi sudah jadi bubur, Sebab tak ada suatu penyesalan terjadi diawal cerita.
***********
Disisi lain seorang pria baru saja keluar dari lift bersama asistennya setelah menyelesaikan pekerjaannya. Ia melepas jasnya dan berjalan ke arah pintu gedung untuk pulang.
" Apa tuan muda tak ingin makan malam dulu?" tanya sang asisten
" Aku makan dirumah saja, " jawab sang pria yang tak lain adalah Bian.
" Apa tuan setuju kita bekerjasama dengan PT Anugrah Sakti ?" tanya asisten Bian lagi
" Ya kenapa tidak mereka sepakat akan menggelontorkan dana 5 trilyun untuk proyek besar ini. Jika kita tolak, pasti akan diambil pihak lain" kata Bian yang tak mau membuang kesempatan. Apalagi ia sudah bicara pada rekannya di Amerika untuk membantunya.
" Baik tuan, akan saya siapkan kontraknya secepatnya. Lalu kapan tuan muda akan bertemu pak Bram ?" tanya asistennya lagi
" Buat pertemuan secepatnya. Agar kita bisa memulai untuk proyek ini. Aku mau semua nya transparan dan jelas. Tanpa berbelit belit" kata Bian sembari masuk ke mobil yang sudah menunggunya sedari tadi.
" Baik pak, sampai bertemu besok" kata si asisten. Lalu menutup pintu mobil Bian. Mobil pun pergi meninggalkan halaman gedung perusahaan besar itu. Tak lama setelah itu mobil sang asisten pun datang.
" Kita langsung pulang!! " kata Asisten Bian sembari duduk dikursi depan ketika sopir membuka pintu untuknya.
" Baik tuan, apa tuan presdir baik baik saja?" tanya si sopir asisten.
" Dia baik baik saja, tetap awasi orang orang kita. Agar semua proyek berjalan lancar. Jangan sampa ada kesalahan. Karna jika ada kesalahan sedikit saja, aku akan jadi sasaran Presdir. Apalagi tuan muda akhir akhir ini sedang bad mood" kata si asisten
" Apa ada kendala di dalam perusahaan?" tanya si sopir menoleh pada sang tuan.
" Entahlah, jika mengenai perusahaan sepertinya tidak ada. Tapi masalah keluarga sepertinya iya. Sebab nyonya besar tua memaksanya untuk cepat menikah" kata si asisten
" Siasat lama, sepertinya nyonya tua kali ini makin memaksa saja" kata si sopir sambil menyetir
" Itu wajar, karna tuan muda harus punya pewaris. Jika tidak siapa yang akan mengurus perusahaan jika terjadi apa apa dengan tuan muda" kata si asisten yang tahu banyak rahasia keluarga Wiranata
" Ya kita doakan saja, tuan muda bisa menemukan wanita yang tepat" kata si sopir yang juga sudah kenal dekat dengan tuannya juga kerabat presdirnya.
*****
Maaf baru update, kemaren masih ada tamu jadi ngak sempat menulis.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍