NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:335
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 Kehilangan Lagi

Sehari, dua hari, sepekan hingga pekan berikutnya Abbas belum juga kembali. Artinya penjajah masih mengurung nya. Tidak tahu di penjara mana dan apa kesalahannya.

Perangkat desa sibuk mencari informasi kesana kemari untuk kejelasan keberadaan dan keadaan warganya di penjara militer zionis.

" Hei Hudail...." Panggil Rais ketika bertemu informan yang biasa bulak balik mendekati penjara tahanan warga setempat. Karena dia memiliki teman seorang wartawan, susah sekali bertemu orang ini.

" Assalamualaikum Hudail, kaifa haluk?" ( apa kabar mu)

" Waalaikumussalam. Alhamdulillah bikhoir.. Dan kau bagaimana Zay" jawabnya berjabat tangan dan berpelukan singkat.

" Ada masalah apa?" Tanya Hudail seolah tahu kalo orang di depannya ini butuh sesuatu darinya.

" Apa kau tahu informasi akan orang-orang yang ditangkap 2 pekan lalu di sekitar sauq?". Tanya Zayyan, Rais Abbas to the pint.

" Sebaiknya kita cari tempat yang aman. " Pintanya sambil matanya merotasi ke sekitar.

***

Akhirnya mereka duduk berdua di sebuah kedai lama yang tak terpakai di tinggal pemiliknya. Membicarakan perkara tahanan adalah salah satu pembicaraan yang sensitif. Khawatir akan terdengar warga lain dan memicu keributan lainnya.

" Apa yang ingin kau tahu tentang peristiwa itu?". Tanya Hudail langsung ke inti.

" Salah satu warga ku ada yang ikut terbawa. Apakah kau tahu informasi terlengkap nya?". Jawab Zayyan hati-hati.

" Maksud mu anak-anak atau pemuda? Aku mendengar bahwa 2 pekan lalu militer zionis membawa beberapa anak-anak dan pemuda dan di masukkan ke tahanan kota. Dan beberapa ke tahanan isolasi." Jabar nya menurut data yang di dapat dari teman wartawannya.

" Mereka di tahan atas tuduhan melakukan pelemparan kepada para militer zionis. Dan kau tau? Hukumannya tidak main-main. Bisa 20 tahun penjara. Itu yang ku dapat". Lanjutnya setengah berbisik.

" Wargaku yang tertangkap 2 anak-anak dan 5 pemuda."

" Tapi apakah anak-anak juga layak dipenjarakan kalau mereka tidak melakukan apa-apa?" tanya nya sangsi.

" Di penjara zionis. Jika sudah tertangkap tak akan ada pembebasan. Jangan kan yang terlibat dan berada di TKP. Mereka kerap kali menangkapi pemuda dan anak-anak yang tidak ada kaitannya. Pernah juga aku mendengar, seorang anak yang sedang bermain dengan saudaranya lalu tiba-tiba di tangkap dengan tuduhan terlibat pelemparan. Dan pemuda-pemuda yang ditangkapi di dalam rumah mereka dengan tuduhan yang tak jelas. Ini jelas misi khusus". Terang nya panjang lebar sambil matanya tetap awas ke sekitarnya.

Zayyan hanya termangu mendengar penjelasan Hudail. Informasi ini pasti valid. Tidak mungkin ada wartawan suatu berita membuat berita hoax belaka. Matanya memicing memandangi Hudail di depannya.

" Kau yakin jika mereka tak akan bebas?" Tanya nya ingin lebih meyakinkan.

" Tentu saja. Dari pertama adanya penangkapan hingga hari ini, belum ada info kalau mereka telah membebaskan tahanan. Banyak anak-anak yang terkurung dalam satu sel. Mereka tampak kurus karena kurangnya asupan makanan". Jawab Hudail meyakinkan.

" Dan para pemuda banyak mendapat siksaan. Terkadang aku sendiri mendengar jeritan dari dalam tahanan ketika tak sengaja melintas dan mereka sedang memukuli pemuda yang baru saja tertangkap." Pendengaran yang pedih untuk di ingat.

" Ya Allah.... Apakah mereka harus mendapatkan siksaan seperti itu. Apakah karena mereka melawan saat di introgasi?" Terus menggali info lengkap.

" Sebagian besar ya karena introgasi yang tak sesuai keinginan mereka. Dan yang ku dengar mereka menyiksa tahanan dengan sangat keji. Selain tak di beri makan, mereka juga kerap dipukuli, di siksa seolah mereka adalah tahanan dengan tuduhan berat. Ntah apa yang ada di otak mereka, perlakuan tahanan sipil lebih-lebih dari tahanan perang." Jabar Hudail dengan wajah penuh kengerian.

" Innalilah.. Hasbunallah.. ". Zayyan meraup wajah nya frustasi akan penjelasan Hudail di luar prediksi.

" Kita berharap kedepan akan ada pertukaran tawanan. Karena yang ku dengar, warga mereka juga banyak di tawan oleh tentara kita. Semoga saja tidak lama lagi. " Celetuk Hudail seperti memberi angin segar untuk sang Rais.

" Oh iya, kita sudah lama mengobrol. Aku sepertinya harus pergi, Zay. Masih banyak yang harus ku kerjakan untuk membantu teman wartawan ku itu." Putusnya sambil beranjak berdiri.

" Ternyata berteman dengan pemburu berita cukup seru, dan banyak info yang kadang di luar prediksi kita. Aku jadi terinspirasi untuk menjadi bagian pers juga.." kekeh nya sambil menepuk pundak Zayyan.

" Berhati-hatilah. Berurusan dengan hal berbahaya akan mengancam nyawamu. " nasehat Zayyan pada Hudail yang bersiap pergi.

" Tolong doakan aku selalu dalam lindungan Allah. Demi membela yang Haq (benar) aku rela menjadi samsak mereka" Pintanya dengan senyum getir tapi penuh semangat.

Zayyan menatap temannya itu. Dan mereka pun berpelukan berpamitan. Mereka berpisah dengan urusan masing-masing.

****

Setelah pertemuannya dengan Hudail. Zayyan membicarakan hal yang di dapat dengan perangkat desa lainnya. Informasi penting dan harus segera di sebarkan dengan hati-hati. Bertujuan agar para warga nya dapat bersikap lebih bijak lagi dan tidak terprovokasi keadaan.

" Ah sepertinya percuma kalau kita hanya diam saja Zay.... " Potong Hasan ketika mendengar penjelasan sikap yang di paparkan Zayyan.

" Mereka itu tidak akan segan-segan menculik warga kita jika mereka mau. Buktinya banyak dari anggota warga kita yang tiba-tiba di jemput paksa padahal tak ada kaitan apa-apa. Asal comot seenaknya. Dikiranya kita ini umpan anjing nya apa... " Lanjut nya lagi lebih sengit. Sudah benci sekali dia dengan tingkahnya zionis ini.

Zayyan dan yang lainnya diam menunduk. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Hasan. Bagaimanapun diamnya warga setempat jika mereka adalah sasaran penangkapan maka itu akan terjadi.

Hhhaahh....

Helaan nafas berat mereka lepaskan. Yah ini masanya penjajah yang mendominasi hidup mereka. Tak suka, tangkap. Terlibat keributan, maka siksaan sudah menanti. Sungguh pening kepala mereka. Satu perkara belum selesai tambah perkara lain yang semakin berat. Sepertinya solusinya cuma perang mengusir para penjajah itu.

Pertemuan itu berjalan lumayan alot. Bagaimana cara menyampaikan pada warganya, agar dapat di fahami tanpa menimbulkan pergerakan pemberontakan dari warganya. Mengingat begitu sensitifnya para penjajah ini. Tak di senggol pun membacok dia, apalagi kalau di senggol. Ah matilah sudah...

*****

" Rais bagaimana apa sudah ada kabar tantang Abbas" Tanya Laila penuh harap ketika Raisnya berkunjung ke rumah nya di sore hari.

" Laila kita harus perbanyak berdoa semua Abbas dan tahanan lainnya baik-baik saja. Di lindungi Allah, di sayangi Allah. Kita belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi terlepas dari itu, kita bisa menunggu adanya momen pertukaran tawanan dengan pihak tentara kita". Jelas Zayyan penuh ke hati-hatian.

" Maksud anda, Abbas tidak akan di bebaskan? " Simpulnya spontan.

" eehh... Tidak juga. Para tawanan akan di bebaskan. Hanya saja kita menunggu momen tadi. Karena saat itulah para tawanan akan bebas walau tidak sekaligus semua". Jelas nya lagi sedikit bingung. Khawatir membuat Laila drop.

Zayyan merasa, bahwa Laila masih sangat kehilangan atas wafat suaminya akibat penjajah itu. Dan kini putra sulungnya yang terkurung Ntah dimana itu, dan bagaimana keadaannya. Semoga saja ia akan kuat menghadapinya.

" Apakah anda melihat keadaan putraku?" Tanya nya penuh harap.

" Kami tidak bisa menembus masuk ke dalam sel. Karena itu adalah larangan tegas. Dan sangat berbahaya. " Tegasnya supaya Laila mengerti.

" Yah aku mengerti. Pasti sulit... Tapi aku berharap. Jika momen itu tiba. Putraku salah satunya. " Lirih nya getir dan harapan baik setinggi langit .

" Ya kita berharap semua begitu. Doakan lah yang terbaik. Insyaallah akan sampai pada anak mu. Allah tidak akan membiarkan hambaNya dalam kesusahan yang lama." katanya menenangkan.

Laila mengangguk pelan. Lalu Zayyan pamit karena waktu berbuka tidak lama lagi.

****

Setelah berbuka dengan beberapa biji kurma dan air minum. Keluarga Laila melakukan sholat berjamaah di rumah. Di Imami oleh Yaseer. Biar pun usianya baru 9 tahun kurang, tapi bacaan dan hafalan Qur'an nya jangan di tanya. Dia adalah salah satu murid terbaik ustad Yazid guru ngajinya.

Setelah sholat mereka makan bersama. Yah kebiasaan yang hampir sama di setiap negri bagi ummat Islam yang berpuasa.

" Ummi, tadi Rais datang kerumah kita ada apa?". Tanya Haniya saat di meja makan. Penasaran dia akan berita abangnya.

" Oh itu... Abang baik-baik aja. Kita perbanyak doa buat Abang supaya abang lekas di bebaskan." Jawab umminya.

" Tapi mi , aku dengar dari temen ku yang ayahnya kerja di kantor, katanya kalo sudah ditangkap itu sulit keluar lagi. Jadi Abang ga akan bebas dong mi... " Sangkal Yaseer mengemukakan pendapatnya.

" Sulit tapi kan masih bisa bebas. Cuma belum tau waktunya kapan." Laila berusaha menekan suaranya agar tidak bergetar di depan anak-anak nya.

" Ummi kalo Abang belum pulang, nanti kita lebaran cuma bertiga aja gitu mi?". Tanya Abia polos.

Pertanyaan polos Abia langsung menusuk ke hati Laila. ' lebaran ya... Sepekan lagi...' lirih batinnya. Matanya mulai berkaca.

" Iya, baba udah ga ada, sekarang Abang pun belum tau pulang nya kapan. Kita di uji berat begini Allah ga sayang kita ya mi?". Tanya Yaseer makin menambah sesak hati ummi nya.

Haniya melihat wajah umminya yang mulai mendung, dengan mata penuh kaca-kaca yang jika berkedip saja pasti jatuh air matanya.

" Kamu kalo bicara yang benar Yaseer. Tidak mungkin Allah ga sayang kita. Kita ini sudah muslim. Sudah berada di dalam agamaNya. Pasti Allah sayang kita dengan cara Allah sendiri." Tegur Haniya sedikit menekan.

" Kalo Allah sayang kita, kenapa kita selalu di timpa ujian kayak gini kak." protes Yaseer.

" Sayang nya Allah pada kita bukan hanya kita diberi nikmat nak, tapi ujian juga bentuk sayang Allah buat hambaNya. Tujuannya untuk mengukur seberapa ikhlas dan shobar nya hamba Nya ini. Apakah masih terus beriman pada Allah atau berkhianat atau berhenti dan berpaling dari Agama Allah. Surga itu untuk kita yang terus bersama Allah. Surga sebagai hadiah untuk hamba yang lulus dalam ujian Nya. Kalo hadiahnya surga yang kenikmatannya tiada akhir. Masa ujian nya cuma sakit gigi atau jatuh dari sepeda. Kan ga sepadan." terang ummi nya panjang lebar.

Haniya, Yaseer dan abia menganggukkan kepala nya tanda faham.

" Berarti kalo Abia puasanya lulus sebulan penuh, Abia boleh minta hadiah dong mi?". Binar mata Abia semangat akan hadiah.

" Boleh.. Abia mau hadiah apa, kalo ummi mampu, insyaallah ummi kasih untuk anak-anak ummi yang Sholah dan Sholehah ini..." Jawab sambil mengelus kepala Abia dan menatap bangga pada Haniya dan Yasser.

" Mau ketemu malaikat mi... " Seru Abia.

Eh.....

1
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
Ummi Adzkia
kira-kira Abang gimana nasib nya ya?. komen yuk
Ummi Adzkia
beli kurmanya cod ya Abia. ada2 aja ni si Abia.
Ummi Adzkia
gini nih yang bikin makin panik. lagi makan tiba2 dum.. rudal meluncur bebas ke atas rumah2 dan gedung2 tinggi. ga kebayang yg tinggal di sana kek gmn. .. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!