NovelToon NovelToon
Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bee-bee Qey

Cinta menyapa tanpa permisi,
Hati terjerat tanpa melihat kondisi,
Entah siapa yang merasa tersakiti,
Apa semua salah hati,atau memang takdir Illahi.

Tidak pernah terlintas dibenak Zahra bahwa dia akan menjadi istri kedua dari seorang ustadz tampan,, bagaimana dan kenapa terjadi yuk baca keseruannya di novel karya ke-dua ku
"Istri kedua ustadz tampan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bee-bee Qey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh pingsan

Selamat membaca...

▪️▪️▪️

Hasan dan Zahra tiba di kota P dengan selamat.Zahra bergegas menemui Sarah untuk memberikan oleh-oleh.

"Mba Sarah, Zahra kangen" berlari merangkul.

"Baru juga dua hari udah kangen"

"Ini mba, Zahra bawain oleh-oleh.semoga mba suka".

"Suka dong dek, apalagi kamu yang bawain" ucap Sarah.

Mereka berdua melepas rindu, keduanya seperti saudara. Jika ada yang melihat, pasti tidak akan menyangka kalo Zahra adalah madunya.

▪️▪️▪️

Sebulan lebih sudah Zahra menyandang status istri kedua dari seorang ustadz tampan. Sampai detik ini Hasan masih berusaha untuk menjadi adil bagi kedua istrinya.

Sarah dan Zahra tengah sibuk di dapur, menyiapkan makan siang. Bi Minah hanya membantu memotong sayurannya.

"Mba, coba cicipi ini" Zahra menyodorkan sendok berisi sayur asem.

Sruuupp

"Udah kok, udah pas asemnya"

"Udah ya, kok Zahra rasa belum ya"

"Masa sih dek, coba kasih bi Minah"

Zahra memberikan sesendok sayur asem pada bi Minah.

"Enak bu, pas rasanya".

"Gitu ya bi," apa mulut aku yang bermasalah batin Zahra.

Menu hari ini yang mereka persiapkan adalah sayur asem, kepiting asam manis, tahu tempe goreng, plus sambel terasi. Semua sudah tertata di meja makan. Bibi menyiapkan segala sesuatunya,sementara mereka berdua pergi melaksanakan shalat Dzuhur dulu.

▪️▪️▪️

Hasan tiba di rumah pukul 13.00, setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai dosen.

"Assalamualaikum, bi"

"Wa Alaikum salam pak" jawab bi Minah

"Mereka berdua kemana bi, Kok sepi"

"Ibu lagi shalat pak, sebentar lagi selesai"

Sarah turun menuju meja makan.

"Mas, udah lama pulangnya"

"Baru nyampe sayang"

"Zahra mana, kok belum keluar juga" tanya Hasan.

"Coba aku susul dulu mas"

Tok.. tok.. tok..

"Dek, ayo makan. Mas Hasan udah nungguin"

Tidak ada jawaban dari balik kamar. Sarah pikir mungkin Zahra masih shalat.

Karena Sarah dan Zahra tak kunjung datang, Hasan memutuskan untuk menyusul.

"Kenapa sayang, kok lama" tanya Hasan.

"Ini mas Zahra masih shalat kali, gak ada Jawaban dari dalam" jelas Sarah.

"Shalat, tapi kok udah lama banget" Hasan mulai khawatir.

Kret..

Hasan membuka pintu kamar dan betapa terkejutnya dia mendapati istrinya tergeletak di lantai samping ranjang mereka.

"Sayang, sayang, bangun sayang, kamu kenapa" Hasan mencoba membangunkan Zahra tapi tidak mendapatkan respon.

"Aku telpon dokter dulu mas" ucap Sarah.

Hasan menggendong Zahra dan meletakkannya di atas ranjang sambil menunggu dokter keluarga tiba.

"Kamu kenapa sih sayang kok pucat banget", Hasan berusaha menyadarkan Zahra dengan mengoleskan minyak angin ke hidung istrinya itu.

"Mas, kamu dah pulang ngajar. Aku kenapa ya tadi kok tiba-tiba pusing" tanya Zahra yang sudah mulai siuman.

"Kamu pingsan sayang"

"Astaghfirullah mas, Iya selesai shalat tadi kepalaku pusing banget" jelas Zahra.

Pintu kamar terbuka Sarah sudah datang bersama dokternya.

"Dok, Istri saya tadi pingsan, katanya tadi kepalanya terasa pusing" terang Hasan

"Iya pak, saya periksa dulu tekanan darahnya" ucap dr. Anita.

Semuanya tegang menunggu hasilnya. Hasan terus saja menggenggam tangan istri mudanya.

"Tekanan darah ibu rendah, hanya 90/70. Sudah berapa lama ibu merasa kurang nyaman kepalanya".

"Baru beberapa hari terakhir dok. Mulut saya juga agak pahit dok, kurang selera kalo makan" Zahra menjelaskan dengan detail pada dr. Anita.

dr. Anita tersenyum sembari membereskan peralatan nya.

"Sebaiknya besok ibu periksa ke rumah sakit dulu. Biar hasilnya jelas. Tapi ibu sama bapak tidak usah khawatir, ibu Zahra sehat kok tidak sakit berat" senyumnya dokter terus mengembang di bibirnya.

▪️▪️▪️

**Eng ing eng...😁**

***Bersambung...

Mohon dukungannya ya biar author semangat ngetiknya.

like n comments.

vote n rate di halaman sampul novel ini ya. ⭐⭐⭐⭐⭐

Terima kasih***.

1
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
mey
up ya thor🥹kangen alur ceritanya😍
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
mey
up yaa thor, kangen berat dgn alur ceritannya😁
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
mey
tolong up ya thor, masi setia menunggu ya😍
D'Tharifah Wira.AR
Syemangaaaattttt up Thor🥳🥳🥳

jangan lupa mampir di lapak aku guys🥳🥳
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Nisa
Ibunya ko ga ngomong suami ya malah dosen gt hiks
Nelly Ginting
ceritanya bagus sih cuma kayaknya terburu-buru banget jd ga ada dramanya dulu hehe
nazwajulianisaputri
udah ke tebak sih alur nyah kemna, pas awal² juga udah tau . 😁
mey
karyanya sangat bagus dan menarik
Sunarti
Alhamdulillah akhirnya update juga terimakasih Thor update,👍👍👍
Mia Pontoh
mantaaap lanjut
Rosida Oci
nyimak 😁
Asmi Mubarokah
ingat ustadz,fitnah terbesar laki-laki adalah wanita.....Hem....
Maulana ya_Rohman
di kompori mau² ajah🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Maulana ya_Rohman
😱😱😱😱😱😱
Maulana ya_Rohman
😢😢😢😢😢🤧
Maulana ya_Rohman
jadi kepo aku aku😱😱😱😱😱
Maulana ya_Rohman
😢😢😢😢🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!