Gadis cantik dan ramah yang hidup dengan Ayahnya, namanya Alira, dia dijodohkan dengan duda anak satu sebelum wisuda, setelah wisuda mereka menikah, perjodohan ini ada karena ada amanah dari almarhum Papah Reja. Sahabat Ayah Alira. Namun sebelum pernikahan berlangsung, Reja dan Alira membuat kesepakatan, yaitu, mereka akan menikah tetapi selama dalam dua bulan tidak ada tumbuh ya cinta, mereka akan resmi berpisah, Tanpa ada yang keberatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu lagi dengan calon keluarga.
Reja telah sampai di kantor yah, dan didalam ruangan ya sudah ada dua orang yang menunggu yah, ya itu Rati dan Joni.
"Gimana Ja, apa kata pak Rendi?" tanya Rati.
"Kata pak Rendi, putri yah setuju," ucap Reja. Belum selesai bicara omongan yah langsung di potong oleh Rati.
"Alhamdulillah," ucap Rati Dengan senang.
"Tapi ada syaratnya buk," ucap Reja lagi.
"Loh kok pakai syarat-syarat sih, ribet banget, apa syaratnya?" tanya Rati.
"Syarat yah, pernikahan di laksanakan setelah putri pak Rendi wisuda, dan acara di langsung kan di rumah pak Rendi, dan sebelum tiga hari pernikahan, putri bapak itu, tidak ingin bertemu dengan Reja, mau pun keluarga Reja," ucap Reja.
"Hmm, kok gitu sih," ucap Rati lesu.
"Wajar aja lah Bu, yang penting sekarang dia mau, mungkin dia seperti itu, biar dia lebih fokus pada skripsi yah mungkin," ucap Reja tidak mau ambil pusing.
Rati pun ber oh saja, seakan mengerti.
Jam sudah menunjukkan pukul Tiga sore, Rati dan Joni masih setia menunggu Reja pulang kerja.
sudah sore akhirnya kerjaan Reja kelar, dan kembali ke ruangan yah, disana Rati dan Joni sedang tertidur di sofa.
"Huf, pakai tidur segala, di suruh pulang bukan yah mau, malah milih nunggu disini," batin Reja, karena Reja sudah menyuruh Rati dan Joni pulang terlebih dahulu, tapi mereka tidak mau, kata yah mau ke taman tempat biasa bersama Reja.
Reja hanya menurut saja, permintaan ibu dan anak ya itu.
"Buk, bangun buk, Reja udah siap, ayok kita pulang," ucap Reja membangun kan Rati.
Rati mulai membuka matanya,
"Sudah kelar kerjaan ya nak?" tanya Rati dan duduk dari tidurnya.
"Sudah buk, ayok kita pulang, Joni yah gak usah di bangunin biar Reja gendong aja," ucap Reja.
"Hmm, kok pulang sih, ibu mau ketaman yang sering di ceritain Joni, dan juga ibu masih penasaran sama Tante Alira yang sering di sebut-sebut Joni," ucap Rati.
"Yah ibu, ini udah sore, Reja capek buk. Lagian Joni tidur," ucap Reja sambil menunjuk Joni, dan tiba-tiba mata Joni terbuka.
"Sudah siap Pah? ayok kita ketaman," ajak Joni langsung dan berdiri menarik tangan Reja keluar dari ruangan itu.
Reja menepuk jidat yah, sambil tarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
Kalau seperti ini dia tidak bisa mengelak lagi, hanya bisa menuruti saja keinginan Joni dan ibu yah.
Rati melihat Reja tersenyum.
Mereka naik ke mobil Reja, dan segera menuju taman yang biasa mereka kunjungi, kelihatan sekali wajah Joni bahagia, karena dia sudah sangat rindu dengan taman, mau pun Tante Alira, Joni sangat berharap jika Alira berada di taman.
Setelah sampai di taman Joni langsung berlari ke sebuah meja dan kursi di bawah pohon rimbun, yang biasa Joni dan Reja duduk.
Joni memerhatikan sekeliling, dan bola matanya mencari keberadaan Alira, dan ternyata tidak ada.
"Tante Alira yah mana? kata yah sering main kesini," ucap Rati.
"Pah, Tante Alira ya mana? Joni udah rindu sama Tante Alira, kata Tante itu kalau sore seperti ini dia akan main kesini, tapi kok gak ada Pah," ucap Joni sedih.
"Hmm, mungkin Tante Alira ya, lagi sibuk, kan udah papah bilang tadi kita pulang saja, nanti kalau Tante Alira gak sibuk pasti dia bakalan datang ngajak Joni main," bujuk Reja.
Namun Joni tetap saja cemberut, dan mata yah sudah berkaca-kaca,
"Joni kita pulang dulu yah, benar juga kata papah, mungkin Tante yah lagi sibuk," ucap Rati, membujuk Joni.
Akhirnya Joni menurut saja, dan di gendong oleh Reja, saat sudah sampai di parkiran mobil,
"Itu Tante Alira," tunjuk Joni menunjuk salah satu mobil yang baru saja parkir, dan Joni segera turun dari gendongan papah yah, dan berlari ke arah mobil.
"Joni," pangil Rati dan Reja kaget.
Dan ternyata betul saja keluar dari mobil itu adalah Alira.
"Tante," panggil Joni.
"Eh Joni, kok bisa disini? sama siapa nak?" ucap Alira kaget karena baru turun dari mobil sudah melihat Joni berdiri dekat mobil sendiri dan segera menggendong yah.
"Sama papah dan nenek, Tante dari mana aja? Joni kangen sama Tante," ucap Joni memeluk Alira.
Reja dan Rati menyusul Joni.
"Huff, Joni lain kali gak boleh lari-lari kaya gitu yah, entar kalau ada mobil Kamu kena tabrak gimana," ucap Reja memperingati Joni.
Namun Joni diam saja, terus saja memeluk Alira.
"Oohh, ini yang namanya Alira?" tanya Rati melihat Alira.
"Iyah buk, kenalin Alira," ucap Alira menyalim tangan Rati dan tersenyum.
"Ya udah duduk di sana yok," ajak Rati.
Alira hanya ngikut saja, sementara Reja sudah males dan sangat capek.
"Reja pulang duluan yah buk, mau istirahat," ucap Reja.
"Loh kok pulang duluan, nanti ibu pulang sama siapa? kamu mau buang ibu sama Joni disini?" tanya Rati.
"Bukan gitu buk, tapi Reja pengen istirahat badan Reja udah capek banget, kan udah ada dia," ucap Reja menunjuk Alira.
"Ya udah buk, biar aja Alira yang antar pulang, lagian kelihatan sekali anak ibu kecapean, biar lah dia pulang terlebih dulu," ucap Alira.
"Ya udah deh tidak apa-apa, kamu istirahat lah di rumah," ucap Rati pada Reja, dan akhirnya Reja pergi tampa pamitan. meninggalkan Rati, Alira dan Joni.
Di taman Alira dan Joni kelihatan sekali sangat akrab, bermain bersama, bercanda, bergurau bersama,
Rati memerhatikan Alira dan Joni, sangat akrab dan juga Joni kelihatan sangat senang bersama Alira.
Hari pun mulai sore, akhirnya Rati mengajak mereka pulang.
"Joni, Alira, sudah mulai magrip, ayok kita pulang," teriak Rati memanggil mereka.
Alira pun mengajak Joni, dan menyudahi permainan mereka,
"Ayok buk, Alira antar pulang," ajak Alira.
Didalam mobil hanya terdengar suara Joni yang sedang mengoceh, dan Rati mengajak Alira berbicara.
"Nak Alira tinggal dimana?" tanya Rati.
"Alira tidak jauh dari tempat pak Reja, sekitar Lima kilo meter lagi bu," jawab Alira.
"Oohh, nak Alira tinggal sama siapa disana, tidak apa-apa sudah sore begini baru pulang, karena ngantarin ibu sana joni pulang?" tanya Rati lagi.
"Gak apa-apa Bu, Alira hanya tinggal dengan Ayah di rumah, Kalau jam segini Ayah belum pulang," ucap Alira.
"Loh ibu kamu kemana, saudara-saudara kamu?" tanya Rati.
"Ibu Alira udah meninggal Bu, Alira anak tunggal," ucap Alira.
"Ooh, maaf yah ibu gak tau," ucap Rati merasa bersalah.
"Tidak apa-apa buk, kalau boleh tau, mamah yah Joni kemana yah?" tanya Alira.
Rati langsung melihat ke arah Alira, dia ingin menjawab tapi ada Joni di sana, jadi Rati hanya mengode agar Alira tidak membahas itu lagi.
Alira menunduk seakan mengerti.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya
terimakasih telah mampir dan membaca novel saya.
terus tungguin yah episode selanjutnya
terimakasih.