Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DENDAM
"Wah saya kira Nona Muda itu akan kena siram air minum yang dibawah oleh Tuan Muda Pertama Archi, tak tahunya malah terjadi sebaliknya"
"Benar, aku juga kira tadi Nona Muda de Fleur yang akan dipermalukan hari ini"
"Eh, bukankah Nona Muda de Fleur ini menurut rumor hanya akan diam saja ketika ditindas oleh orang lain, tapi sekarang, tampaknya rumor itu salah”
“Menurut rumor juga, Nona Muda de Fleur tak memiliki kekuatan apapun, tapi melihat ia bisa menghindar dengan cepat dari serangan Tuan Muda Pertama Archi, aku rasa kabar itu mungkin salah”
“Tak mungkin! Yang mengetes langsung Nona Muda de Fleur adalah utusan dari menara penyihir suci, itu tak mungkin salah!”
"Benarkah? aku rasa bisa jadi salah. Lagipula, aku juga pernah mendengar rumor menegnai menara penyihir suci jika...."
"Sttt, sebaiknya hal itu jangan kamu bicarakan jika tak ingin celaka"
Semua pengunjung restoran pun mulai berbisik-bisik dengan suara rendah yang nyatanya masih bisa didengar oleh semua orang.
Kini, bukan hanya rumor mengenai Charlotte de Fleur yang dipertanyakan, juga tentang menara penyihir suci yang kinerjanya beberapa tahun terakhir mulai banyak mendapatkan keluhan, integritasnya mulai dipertanyakan.
Mengabaikan bisikan disekitarnya, Diego Archi segera bangkit dengan kening lebam, dengan sorot mata tajam membunuh kearah Charlotte de Fleur.
Charlotte de Fleur yang merasa jika Diego Archi masih belum menyesal atas perbuatannya memberikan tekanan besar hingga kedua lutut pemuda itupun luruh kelantai.
Plop…
Diego Archi berlutut didepan Charlotte de Fleur, membuat semua orang kembali terkejut dengan kejadian itu.
“Hey, apa yang terjadi?”
“Kenapa Tuan Muda Pertama Archi berlutut didepan gadis itu?”
Kembali mendengar kasak kusuk para pengunjung restoran, membuat darah dalam diri Diego Archi mendidih.
“Kamu! Dasar Sampah! Apa yang kau lakukan padaku?!”, teriak Diego Archi murka.
Charlotte de Fleur memasang wajah innocent, “Bukankah kamu bilang aku sampah. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh seorang sampah sepertiku terhadap tuan muda terhormat dan berbakat seperti Anda”.
Ucapan Charlotte de Fleur bagaikan bensin yang dituang dalam kobaran api, membuat amarah dalam diri Diego Archi semakin berkobar.
“Kamu! Jika aku tak membalasmu, jangan sebut namaku Diego Archi!”, teriaknya marah.
Diego Archi yang ingin menggunakan kekuatan api dan petir untuk memberikan pelajaran kepada Charlotte de Fleur, terkejut ketika ia tak bisa mengeluarkan kekuatan api dari telapak tangannya.
Untuk berdiri ia juga tak bisa karena lututnya seperti tertanam di lantai, tak bisa dia gerakkan dan hanya bisa mengeram dengan marah.
Charlotte de Fleur yang menunggu serangan dari Diego Archi, menoleh kekanan dan kekiri seolah ia mencari sesuatu.
“Mana? Katanya ingin menyerangku?”, tanya Charlotte de Fleur polos, membuat semua orang hanya bisa menatap takjub dengan keberanian gadis itu yang terus menyulut kemarahan Tuan Muda Pertama Archi.
Satu detik, dia detik, hingga sepuluh detik, Charlotte de Fleur yang tak melihat ada pergerakan yang membahayakan dirinya pun memilih untuk duduk di tempat yang telah disediakan sembari menunggu pelayan restoran datang membawa pesanan miliknya.
Sementara, pengunjung lain yang melihat kejadian itu memilih diam karena mereka tak ingin menyinggung Keluarga de Fleur ataupun Keluarga Archi karena keduanya memiliki pengaruh yang besar di Kerajaan Matahari ini.
Hingga makanan yang tersaji diatas meja Charlotte de Fleur habis, Diego Archi masih belum bisa menggerakkan lututnya, akibatnya ia hanya bisa berlutut sambil mengumpat penuh amarah dalam hati karena kini ia juga tak bisa bersuara untuk mencaci maki gadis yang dengan santainya makan tanpa ada sedikit perasaan bersalah terhadapnya.
Sang prajurit yang mengawal Charlotte de Fleur, meski juga merasa kesal atas sikap tak sopan Tuan Muda Pertama Archi tersebut, ia juga merasa kasihan melihatnya terpaku ditempatnya seperti itu.
“Nona, apakah Anda tak berniat membebaskan Tuan Muda Pertama Archi?”, tanya sang prajurit.
Charlotte de Fleur mengusap mulutnya dengan saputangan dan segera menoleh, menatap sang prajurit yang masih menunggu jawaban darinya.
“ Kenapa aku? Apakah kamu melihat aku menyerangnya, tidak kan? Lagipula, semua orang di Kerajaan Matahari tahu jika aku tak bisa membangkitkan kekuatan dalam tubuhku sehingga tak memiliki kekuatan apapun. Lalu, bagaimana bisa aku membuat seorang jenius muda seperti Tuan Muda Pertama Archi menjadi seperti ini”, ucap Charlotte de Fleur dengan wajah polos.
“Mungkin ini hukuman dari langit karena Tuan Muda Pertama Archi terlalu sombong dan semena-mena terhadap orang lain. Jika ia mau bertobat, mungkin langit akan mendengar doanya dan mencabut hukuman itu”, Charlotte de Fleur kembali berkata dengan santai, membuat semua pengunjung yang sedari tadi menyimak peristiwa yang terjadi hampir menjatuhkan rahangnya karena syok.
Meski mereka juga tak yakin ini perbuatan Nona Muda de Fleur, tapi mengingat jika yang berkonfrontasi dengan Tuan Muda Pertama Archi adalah gadis itu maka secara tidak langsung tuduhan yang membuat pemuda itu seperti ini pasti akan melayang kepadanya.
Sang prajurit yang masih merasa jika ini merupakan perbuatan Nona Mudanya, sedikit merasa tak nyaman, takut jika nanti Charlotte de Fleur akan mendapatkan hukuman karena membuat Tuan Muda Pertama Archi seperti ini.
Charlotte de Fleur yang menyadari kegelisahan prajurit yang mengawalnya kembali bersuara. “Jika nanti Tuan Muda Pertama Archi merasa tak puas, ia bisa melaporkannya ke istana dan kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti, karena disini semua orang juga melihat jika aku tak melakukan apapun terhadapnya. Justru ialah yang ingin menyerangku terlebih dahulu. Lagipula, apakah semua orang meragukan kemampuan penyihir suci yang sudah mengetes diriku dan menyatakan aku tak memiliki kekuatan apapun. Lagipula, berita mengenai Tuan Muda Pertama Archi yang seorang jenius muda dapat dikalahkan dengan telak oleh gadis yang tak bisa membangkitkan kekuatan apapun, jika hal itu tersebar keluar, bukankah akan mencoreng nama besar Kediaman Keluarga Bangsawan Archi. Dan juga, jika ada kerajaan tetangga yang mendengar kabar ini, bukankah Kerajaan Matahari akan ditertawakan. Seorang Jenius Muda dari Kerajaan Matahari ternyata bisa dikalahkan oleh gadis tanpa memiliki kekuatan apapun. Lelucon ini bukankah akan menjadikan Kerajaan Matahari dipandang rendah oleh Kerajaan lainnya”, Charlotte mengucapkan kata demi kata yang keluar dari mulutnya dengan ekpresi serius, seolah ia memikirkan nama baik keluarga Archi dan juga Kerajaan Matahari tanpa disadari jika semua ucapannya merupakan pemerasan moral terhadap Diego Archi agar tak membesarkan masalah yang terjadi hari ini jika tidak ingin ditertawakan oleh dunia.
Uapan Charlotte de Fleur sangat menusuk, seperti sebilah pisau yang langsung menancap tajam dihati Diego Archi.
Benar yang gadis itu ucapkan, jika ia melaporkan hal ini, maka itu sama dengan melemparkan kotoran diwajah keluarganya.
Iapun berniat, jika sudah terbebas nanti, semua orang yang ada direstoran ini harus ia bungkam agar kejadian memalukan ini tak sampai tersebar.
Entah ilmu apa yang dimiliki oleh Charlotte de Fleur karena Diego Archi sendiri tak melihat gadis itu menggerakkan tangan atau anggota tubuh lainnya jika memang semua ini hasil perbuatannya.
Tapi jika bukan ulah Charlotte de Fleur, lalu siapa lagi?
Ketika Diego Archi dan semua orang tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing, Charlotte de Fleur dan pengawalnya sudah keluar dari restoran tersebut dan kini kembali melanjutkan jalan-jalan mereka di pasar, menikmati setiap kuliner yang menarik hati Charlotte de Fleur.
Begitu bayangan Charlotte de Fleur dan pengawlanya sudah menghilang, para pemuda bangsawan yang tadi datang bersama Diego Archi langsung mendekat dan menggunakan kekuatan mereka untuk membuat pemuda itu bangkit.
Namun sekeras apapun mereka berusaha, tubuh Diego Archi tak tergoyahkan, seperti di lem dengan kuat dilantai hingga tak bisa digerakkan oleh kekuatan apapun.
Lima menit setelah Charlotte de Fleur meninggalkan restoran barulah Diego Archi terlepas dari sihir yang memaku kakinya lantai dan membuat suaranya tak bisa keluar.
Karena terlalu lama berlutut di lantai yang dingin, kaki Diego Archi mati rasa hingga ia harus di bopong keluar untuk dibawa keatas kereta kudanya oleh teman-temannya.
Diego Archi yang merasa dipermalukan sedemikan rupa menyimpan dendam dalam hatinya dan akan membalas perbuatan Charlotte de Fleur berkali-kali lipat dengan rasa sakit dan malu yang ia rasakan sekarang.
Kejadian yang menimpah Diego Archi itu membuat sebagian orang yang melihat langsung kejadian di restoran sudah mengubah pandangan mereka tentang Nona Muda dari Kedianman de Fleur.
Perlahan-lahan apa yang Charlotte de Fleur lakukan akan merubah pandangan publik terhadapnya.
Charlotte de Fleur yang tadinya dianggap sebagai aib serta sampah dari Keluarga de Fleur perlahan- lahan akan dikenal sebagai berkah dan keberuntungan bagi keluarga itu melalui tindakan yang tak sengaja dibuatnya.