NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

...****************...

Malam itu suasana kantor pusat perusahaan Stone Group yang dimiliki keluarga Stone masih ramai oleh aktivitas para staf.

Di ruang rapat utama, Miranda Stone sedang memimpin pertemuan penting dengan beberapa direktur.

Wanita itu duduk di kursi paling ujung meja panjang dengan sikap elegan seperti biasa.

Wajahnya dingin dan penuh wibawa.

Seorang direktur sedang mempresentasikan laporan keuangan.

Namun tiba-tiba..

Pintu ruang rapat terbuka dengan tergesa-gesa.

Seorang sekretaris wanita masuk dengan wajah pucat.

"Ma.. maaf, Nyonya Miranda!"

Semua orang di ruangan langsung menoleh.

Miranda mengerutkan kening.

"Apa ini? Kita sedang rapat."

Sekretaris itu tampak gemetar.

"Ini darurat!"

Miranda mulai merasa tidak nyaman.

"Ada apa?"

Sekretaris itu menelan ludah sebelum akhirnya berkata.

"Nona Devne.."

Miranda langsung menegakkan tubuhnya.

"Apa yang terjadi dengan Devne?"

Suara sekretaris itu hampir bergetar.

"Nona Devne mengalami kecelakaan mobil."

Ruangan rapat langsung sunyi.

Miranda berdiri begitu cepat sampai kursinya terdorong keras ke belakang.

"Apa?!"

Sekretaris buru-buru melanjutkan.

"Mobilnya jatuh ke jurang di jalan pegunungan!"

"Dia sekarang dalam perjalanan ke rumah sakit."

Wajah Miranda langsung kehilangan warna.

"Mobil.., jatuh ke jurang?"

Tanpa berkata apa-apa lagi Miranda langsung mengambil tasnya dan berjalan cepat keluar ruangan.

"Batalkan rapat ini!"

Beberapa menit kemudian mobil Miranda melaju kencang menuju rumah sakit terbesar di kota.

Di dalam mobil tangannya terus gemetar.

Ia terus menghubungi ponsel Devne.

Namun tidak ada jawaban.

"Devne.., putriku."

"Angkat teleponmu sayang"

Namun hanya suara operator yang menjawab.

Setelah perjalanan yang terasa sangat lama.

Mobil Miranda akhirnya berhenti di depan rumah sakit pusat kota.

Miranda hampir berlari masuk ke dalam gedung.

Seorang dokter langsung menghampirinya.

"Nyonya Stone?"

Miranda langsung meraih lengan dokter itu.

"Di mana putriku?!"

Dokter itu tampak serius.

"Nona Devne sedang berada di ruang ICU."

Miranda langsung menuju lorong ICU.

Di depan ruangan itu sudah berdiri seorang pria muda dengan jas hitam rapi.

Pria itu tampak gelisah.

Dia adalah Gabriel Stone, putra sulung Miranda.

Begitu melihat ibunya datang, Gabriel langsung mendekat.

"Ibu!"

Miranda hampir terjatuh saat berhenti di depannya.

"Gabriel..!, dimana adik mu..!"

"Saat aku sampai"

Gabriel menggeleng pelan.

"Dokter masih menanganinya, semoga lukanya tidak parah."

Miranda menatap pintu ICU dengan napas berat.

Beberapa menit kemudian.

Pintu ruang ICU terbuka.

Seorang dokter keluar.

Miranda langsung menghampirinya.

"Bagaimana kondisi putriku?!"

Dokter itu terlihat ragu sejenak sebelum menjawab.

"Kondisinya sangat kritis."

Miranda merasa jantungnya berhenti berdetak.

Dokter melanjutkan dengan suara serius.

"Nona Devne mengalami banyak luka serius."

"Luka bakar."

"Dan benturan keras di kepala."

Miranda langsung masuk ke dalam ruang ICU tanpa menunggu izin lagi.

Begitu melihat kondisi putrinya.

Miranda langsung membeku.

Devne terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Seluruh tubuhnya dipenuhi perban.

Alat medis mengelilinginya.

Suara mesin monitor berbunyi pelan.

Beep.. beep.. beep..

Devne tidak bergerak sama sekali.

Matanya tertutup.

Wajahnya pucat.

Miranda perlahan mendekat.

Tangannya gemetar saat menyentuh tangan putrinya.

"Devne?, sayang.., putriku sayang.., bangunlah nak."

Tidak ada respon.

Air mata mulai jatuh dari mata Miranda.

"Bangun.., kumohon bangun nak"

"Devne.., bangun.."

Dokter yang berdiri di belakangnya berkata pelan.

"Nona Devne saat ini dalam keadaan koma."

Miranda langsung berteriak.

"TIDAAAK!!"

Tangisnya pecah.

Wanita yang selama ini terlihat kuat itu akhirnya runtuh.

"Putriku..!, tidak mungkin..!!"

Tubuh Miranda tiba-tiba lemas.

Ia hampir jatuh.

Untungnya Gabriel yang berdiri di dekatnya segera memeluk ibunya.

"Ibu!"

Miranda menangis histeris di pelukan putranya.

"Kenapa ini terjadi?!"

"Kenapa..?!"

Gabriel memeluk ibunya dengan wajah tegang.

Matanya juga terlihat merah.

"Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini."

Miranda masih menangis di bahunya.

Beberapa saat kemudian tubuh Miranda benar-benar kehilangan tenaga.

Ia jatuh pingsan di pelukan Gabriel.

"Ibu!"

Para dokter segera bergegas membantu.

Sementara di ruang ICU.

Devne tetap terbaring tak sadarkan diri.

Mesin monitor terus berbunyi pelan.

Beep.. beep.. beep...

Dan di tempat lain di kota yang sama.

Alicia Roses duduk tenang di apartemennya.

Layar komputernya menampilkan satu notifikasi baru.

Email telah dibaca oleh: Miranda Stone.

Sudut bibir Alicia terangkat sedikit.

Perang yang ia mulai.

akhirnya benar-benar menyentuh hati musuhnya.

...****************...

1
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!