NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Ternyata benar kamu bekerja di sini," sahut Roy sembari memandang Lily dari atas ke bawah.

Lily meremas troli dengan cengkraman kuat. Urat tubuhnya menegang dan sorot matanya semakin tajam.

"Aku tidak menganggu anakmu. Aku tidak berharap apapun lagi dengannya! Aku tetap memegang prinsip yang sudah ku lontarkan. Jadi, tolong jangan mengusikku lagi!" ucap Lily dengan suara gemetar.

Roy menyinggung senyumnya. "Hm, bagus," sahutnya santai.

Roy terdiam beberapa saat menatap Lily dengan senyum tipis dan misterius yang sulit diartikan.

"Sebenarnya apa yang menarik darimu, sampai membuat putraku tergila-gila?" tanyanya penasaran dan ingin tau jawaban Lily.

Lily menatapnya dingin dengan penuh penekanan ia berucap. "Dia tidak menyukaimu karena kau jahat, jadi mungkin dia mencintaiku karena aku baik.

Roy menyinggung senyumnya mendengar pernyataan itu. "Baiklah. Tapi, sebaiknya kau tetap seperti ini. Jangan sampai kalian berhubungan lagi, atau kau akan tau akibatnya!" ucapnya memperingati.

Kmudian berlalu melewati Lily begitu saja.

Setelah ia lewat, Lily segera mendorong trolinya berjalan cepat pergi dari sana. Suara langkah dan derit ban roda yang bergerak tak beraturan membuat Roy menoleh menatap punggung Lily.

"Huh, entah apa yang Axton lihat darinya, sampai membuatnya tergila-gila," gumam Roy menggelengkan kepala dan masih penasaran, sesaat kemudian melanjutkan langkahnya.

Sementara Lily masuk ke toilet, duduk dengan tangan yang gemetar.

"Kenapa aku masih saja bertemu dia?" gumam Lily

memejamkan mata yang membuatnya, semakin ia teringat kenangan kelam yang ingin dia hapus dalam hidupnya.

"Dia pembunuh. Dia pembunuh berdarah dingin," gumam Lily meremas rambutnya sendiri.

Kejadian yang sudah bertahun-tahun terjadi, dan ia selalu berusaha berdamai, demi kebahagiaan keluarganya. Hingga nyaris melukan bayangan kelam itu. Nyatanya setelah bertahun-tahun, ia tetap mengingatnya jelas.

Air mata Lily jatuh tanpa henti, tubuhnya gemetar tak terkendali. "Tenang Ly, tenang. Jika kamu melawan ibumu dan Luna akan dalam bahaya. Sekarang hanya mereka yang kamu punya."

Lily semakin meremas rambutnya, dan berulang kali melakukan pukulan di kepalanya sendiri. Tekanan untuk melindungi keluarganya, dari ancaman orang-orang membuat nyaris kehilangan kewarasan.

**

Sementara itu Axton yang mengetahui kedatangan ayahnya, kesal dan menyambut dengan nada ketus.

"Kenapa kau ke sini! Ini perusahaanku! Pergi saja ke perusahaan kotormu itu!"

Roy menarik kursi, duduk santai di hadapan Axton yang hanya terhalang meja.

"Lily bekerja di sini ..."

"Bukan urusanmu! Dan jangan mengganggunya!" sahut Axton tegas.

"Masih belum melupakannya. Bukannya dia sudah memiliki anak."

Axton menggebrak meja "pergi dari sini. Sebelum aku membunuhmu!" sahutnya penuh penekanan.

Roy menghela nafas panjang, menyandarkan tubuhnya di kursi. "Apa sih yang begitu sulit kamu lupakan. Dia hanya gadis biasa, yang tidak memiliki apapun."

Axton berdecih, dengan ketus menyahut. "Aku tidak seperti dirimu! Aku mencintainya dengan tulus!" Lalu melanjutkan dengan tegas.

"Tapi dia sudah mengkhianatimu!"

Axton mengepalkan tangan, sorot matanya menajam. "Aku tetap mencintainya, dan kau tidak akan bisa membuatku melupakannya!"

Roy berdecih. "Liana Tendra jauh lebih baik."

"Aku tidak tertarik, dan kau tidak berhak mengatur itu!" bentak Axton.

Roy menatap putranya yang selalu emosi dalam bicara padanya. "Tiga tahun kamu tidur dengan karyawannu hanya sebagai pelampiasan sakit hatimu, dan sekarang aku dengar kau memacari wanita arogan yang tidak kalah rendah dengan Lily. Kenapa seleramu begitu buruk!" sahutnya sinis.

Axton menghela nafas panjang berulang kali, lalu menyahut. "Pergi dari sini, sebelum aku akan meminta orang membunuh anak harammu!" Usirnya.

Roy bangkit dari duduknya. "Aku ke sini ingin menyampaikan langsung kalau keluarga Tendra akan ke rumah, kau harus pulang! Dan berhenti berhubungan dengan wanita-wanita itu!" sahutnya tegas.

"Dan sudah ku bilang kau tidak punya hak mengaturku!" sahut Axton dengan tegas, dan tak gentar sama sekali dengan pendiriannya.

Roy mendelik jengkel, menatap putranya yang tak bisa patuh, dalam benaknya bergumam. "Aku sudah membuat Lily menyerah, hingga memalsukan tentangnya, kenapa anak ini tetap saja tak melepaskan perasaannya."

Roy memicingkan mata, menghela nafas pelan, tanpa mengucapkan apapun, ia pergi dari sana.

Setelah Roy pergi dan menghilang, Axton kembali duduk dengan dengkusan pelan. "Dasar tua bangka, terus saja mengusik hidupku!" gerutunya.

Axton menyandarkan tubuhnya, memejamkan matanya perlahan. "Sampai kapanpun aku tidak akan menikah, kecuali bersama orang yang mengambil pengalaman pertamaku ..., Lily."

"Pertama, hanya membuat pria itu pergi dari Lily, kedua membuat Lily memohon dengan menggunakan Maria, dan dia akan kembali jadi milikku," batin Axton dengan penuh rencana.

Saat ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Suara ketukan di pintu terdengar membuatnya menoleh dan melihat Aline datang.

"Masuk," sahutnya membuat Aline melangkah masuk.

"Ini dokumen tawaran kerja sama Pak Leonardo," ucap Aline meletakkan laporan yang sudah sangat Axton tunggu.

"Terima kasih Aline," ucap Axton menyentuh tangan Aline, membuat wanita itu menatapnya.

"Aku membutuhkanmu," lanjut Axton membuat bola mata Aline melebar, karena telah beberapa hari mereka tak melakukannya.

"Tapi, bagaimana dengan Maria Pak?"

"Tidak perlu pikirkan dia."

Axton menarik Aline ke pangkuannya, mulai mencumbu titik titik sensitif Aline membuat Aline mendesah.

"Aku sangat butuh saat ini, dan Maria sangat membosankan," batin Axton semakin mencumbu semangat, sembari membayangkan wajah Lily.

"Lily, aku sangat merindukanmu. Apapun yang terjadi, kamu harus kembali jadi milikku."

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!