NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Anak Genius / Nikah Kontrak
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 19

"Bagaimana, apa kau sudah selesai berbicara?" tanya Lin Wu yang kembali bersua setelah dia terdiam membisu.

Yanshen mengangguk pelan, lidahnya begitu keluh tak dapat lagi berbicara. Kini, dia akan memberikan kesempatan pada Lin Wu yang mulai bersua. Saat ini dia hanya pasrah dan ikhlas menerima keputusan sang istri walau terasa pahit.

Namun, saat Lin Wu ingin berbicara tiba-tiba datanglah Fen Ang yang memanggil Yanshen karena ada hal penting mengenai perusahaan. Tentunya hal itu tidak dapat diwakilkan, termasuk Fen Ang yang merupakan asisten Yanshen. Awalnya Yanshen menolak keinginan asistennya itu, tapi saat Lin Wu yang berbicara membuat lelaki itu meralat ucapannya.

"Permisi Tuan, ada beberapa berkas yang harus anda tinjau dan tanda tangani. Dan itu penting karena hari ini Perusahaan Dokyu menginginkan proposal itu untuk segera dikirim," ucap Fen Ang memberanikan diri mengatakan hal tersebut pada bosnya.

Sementara Yanshen masih terdiam mematung di tempat. Sebelum kemudian, lelaki itu akhirnya membuka suara memberi jawaban pada asistennya itu.

"Pergilah, tunggu aku di ruanganku. Lima menit lagi aku akan kesana," seru Yanshen dingin. Lelaki itu kembali menunjukkan setelan awal yang seperti beruang kutub utara.

"Tapi Tuan, ini ...." belum selesai Fen Ang melanjutkan ucapannya segera mungkin Yanshen memotong ucapan lelaki itu.

"Fen Ang, apa kau ingin aku memecat mu, hah,?" Yanshen memutar tumitnya menatap tajam pada wajah Fen Ang yang sedang berdiri tepat di hadapannya. Sedangkan yang ditatap merasakan hawa dingin juga peluh mulai bercucuran membasahi wajah lelaki itu.

Dengan berat hati, Fen Ang pun melangkahkan kakinya kembali ke dalam lobby menuju ruangan Presdir. Namun, baru beberapa langkah tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara yang familiar memanggilnya.

"Fen Ang, tunggu!"

Lelaki itu memutar tubuhnya sambil menunduk sopan.

"Ya, Nyonya ... ada yang bisa saya bantu?" tanya Fen Ang.

"Temani bos mu dan masuklah bersama dengannya. Dia akan segera menandatangani berkas itu," ucap Lin Wu dengan tegas.

Yanshen terkesiap mendengar ucapan sang istri, sebelum akhirnya lelaki itu menoleh menatap pada wajah Lin Wu yang terlihat tenang tanpa beban. Sungguh perempuan itu luar biasa, begitu tangguh meskipun ada masalah yang datang menghampirinya.

"Apa maksudmu?" tanya Yanshen berkerut alis dalam.

"Pergilah Yanshen, dan segera tanda tangani berkas itu. Jangan sampai seseorang menunggumu hanya karena masalah pribadi mu ini. Belajarlah lebih dewasa lagi, dan kemana sikap mu yang begitu mengutamakan pekerjaan dari hal apapun," ucap Lin Wu penuh dengan penekanan di akhir kalimat.

Yanshen menghela napas, menatap lekat wajah yang sangat dirindukannya. Jujur kali ini dia merasa bingung, pergi atau kah tetap di posisinya sekarang, berdiri yang terus mengharap sebuah permintaan maaf dari istrinya.

"Baiklah kalau itu kemauan mu, aku akan pergi sekarang dan menjalankan tugasku sesuai dengan keinginan mu." Dengan terpaksa Yanshen mengiyakan ucapan istrinya itu karena dia tidak ingin terlihat buruk di hadapan perempuan yang sangat dicintainya itu.

"Aku pergi, jaga dirimu baik-baik disana," lanjut Yanshen sebelum dia melangkah pergi meninggalkan perempuan yang masih berdiri di tempatnya.

"Hem," sahut Lin Wu sambil mengangguk pelan tanpa menatap lelaki itu.

Yanshen sendiri merasa berbunga, seolah ribuan kupu-kupu menyeruak ke dalam benaknya. Meskipun terkesan cuek tapi, Yanshen merasa bahagia karena setidaknya sang istri sedikit menunjukkan perhatian pada dirinya dan perusahaannya itu.

Usai mendengar jawaban istrinya, Yanshen bergegas pergi menuju ke arah lobby. Disisi lain Lin Wu hanya menatap kepergian Yanshen hingga punggung lebar itu menghilang dari pandangannya.

🥕🥕🥕

"Mommy ... Mommy baru pulang, darimana saja Mom?" tanya Ji Chan yang sok kepo, berlari ke arah Lin Wu yang baru saja tiba di rumahnya.

"Iya sayang, Mommy tadi baru selesai mengantar catering ke Chen Group" Belum selesai bicara, secepat kilat Ji Chan memotong ucapan sang Mommy.

"Oh, pasti perusahaan milik Om ganteng itu ya," ucap Ji Chan yang teringat dengan seorang lelaki datang ke rumah makan J-TWIN'S.

Lin Wu terkesiap menatap tidak percaya pada putrinya yang langsung menebak begitu saja, terlebih mengatakan tampan pada salah satu klien nya selaku CEO dari Chen Group yang sering order makan siang untuk rapat penting di perusahaannya. Selain itu, tak jarang lelaki itu datang ke rumah makan J-TWIN'S untuk memesan menu makan siang khusus untuknya.

Hal itu lah yang membuat Ji Chan pernah bertemu dengan lelaki itu ketika si kembar pulang sekolah yang langsung ke rumah makan J-TWIN'S. Sejak itu lah Ji Chan tampak akrab dengan lelaki itu, terlebih Ji Chan yang sangat rindu akan sosok figur seorang Ayah. Bersama lelaki itu, Ji Chan terlihat nyaman layaknya seorang Ayah dan anak.

Tuk!

Jun Jie mengetuk pucuk kepala Ji Chan membuat gadis kecil itu meringis kesakitan karena ulah saudara kembarnya.

"Abaaang, apa-apain sih. Datang-datang main ketuk kepala princess aja, sakit tahu!" pekik Ji Chan dengan suara cemprengnya memenuhi ruangan. Tangan kecilnya mengelus lembut pucuk kepalanya yang sedikit terasa sakit.

"Lagian kamu, kecil-kecil ngomongnya kek gitu. Giliran orang tampan dan makanan nomor satu, langsung cepat tuh otak. Tapi giliran pelajaran radak lola," balas Jun Jie sambil melirik sekilas ke arah Ji Chan yang saat ini mulai mengerucutkan bibirnya.

Sungguh Jun Jie gemas sendiri, tangannya sudah gatal. Jujur bocah lelaki itu ingin sekali lagi menguncir mulut bebek saudara kembarnya itu.

"Enak aja, Ji Chan nggak lola kali bang. Buktinya ulangan kemarin Ji Chan dapat seratus banyak, wleeee ...," ucap Ji Chan tidak terima sambil menjulurkan lidahnya pada saudara kembarnya.

"Banyak berapa? Orang cuma dapat tiga aja bilang banyak." Kembali Jun Jie meladeni adiknya yang masih kesal akan ucapannya barusan.

Sementara Lin Wu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua anaknya yang saling beradu omongan. Keduanya sama-sama pintar omong dan tidak ada yang ingin mengalah. Gaya bicaranya sudah seperti orang dewasa saja, tidak seperti anak kecil pada umumnya. Ya, mereka di dewasakan oleh keadaan yang mengharuskannya hidup mandiri. Meskipun ada nenek yang menemani mereka, namun tetap saja keduanya lebih memilih untuk hidup mandiri tidak bergantung pada siapapun, termasuk Mommy nya. Karena mereka tahu bahwa selama ini Mommy nya lah yang telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sedangkan neneknya sudah tua. Mereka tidak ingin menyusahkan nenek yang telah menjaganya selama ini.

"Eeeh, sudah ... sudah jangan berantem terus. Kalian itu ya, hobi banget berantem. Setiap kali bertemu pasti aja bawaannya berantem mulu, udah kek Tom and Jerry aja kalian itu," lerai Lin Wu yang merasa pusing dengan tingkah laku kedua anaknya itu.

Meskipun begitu, Lin Wu merasa bahagia telah dianugerahi anak kembar yang sangat cerdas dan menyayangi nya. Baginya tak ada hal yang lebih penting selain kedua anaknya itu dalam hidupnya. Saat ini, dia tidak ingin lagi memikirkan seorang lelaki yang hanya membuat hidupnya sengsara. Cukup dengan memiliki mereka, hidup Lin Wu sudah jauh lebih baik.

"Ayo, lebih baik kita makan dulu ya. Mommy bawain makanan kesukaan kalian nih." Lin Wu menggandeng tangan si kembar menuju meja makan. Kemudian mulai menyiapkan piring untuk mereka makan.

🥕🥕🥕

Malam hari suhu di kota Hangzhou terasa dingin, terlebih saat ini sedang turun salju tentu saja membuat jalanan sedikit sepi, bahkan jalanan tampak penuh dengan salju. Tapi, ada sebagian orang yang keluar untuk pergi entah untuk mencari makanan atau camilan untuk menemani mereka di dalam rumah saat hawa dingin seperti ini.

Sama halnya dengan bocah perempuan yang saat ini sedang duduk di depan TV sambil makan beberapa camilan kesukaannya. Ya, bocah perempuan itu tak lain adalah Ji Chan tukang makan sampai body nya hampir sama dengan galon di rumahnya.

Sementara Jun Jie sendiri sedang berkutat dengan beberapa buku di atas meja ruangan keluarga. Meskipun terdengar suara TV yang menyala, tak membuat bocah laki-laki itu hilang konsentrasi. Jun Jie tetap mengerjakan tugas sekolahnya tanpa menghiraukan saudara kembarnya yang tengah sibuk menonton TV dan ngemil.

Tak lama kemudian terdengar bunyi bel rumahnya, membuat Lin Wu beranjak dari tempatnya. Melangkahkan kaki menuju pintu utama sambil mencepol asal rambutnya.

Ceklek

"Kau ...."

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Rara Kayla
haseeeek....
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor akhirnya bisa ketemu dan bersatu kembali
Jia Li: tunggu kelanjutannya ya kak 😊
total 1 replies
Rara Kayla
kira² si Lin Wu diajak pulang mau pa g nih?
Jia Li: terus pantengin aja ya kak 😊
total 1 replies
ResThy55
cerita nya seru, alur nya menarik
Rara Kayla
nabrakkah?
Kaizy celine
Ceritanya seru, bikin pembaca ikut terombang ambing dengan alur ceritanya...pemula wajib nonton sih soalnya ceritanya ga ngebosenin dan banyak kejutannya😍
Kaizy celine
Aduhhhh kenapa lagii ini😮‍💨 baru aja happy🥺
Kaizy celine
Lanjuttt mulaiii seruu nihh aroma2 happy ending mulai kebaca .. hehe
Reni Anjarwani
waduh baru ketemu masak kecelakan kaaihan bgt
Rara Kayla
aq mau ikut, bisa ajak aq aja g? 🤣
Rara Kayla
anaknya matre🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kaizy celine
Anak pinter🤣🤣🤣🤣, pdahal itu bapaknya kaya raya🤣
Kaizy celine
Aduhhh🤣🤣🤣🤣
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Soraya
mampir thor
Jia Li: makasih kak sudah mau mampir 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Kaizy celine
🤣🤣🤣🤣 itu bapakmuu 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!