Leann Audina putri, gadis berlesung pipi dengan wajah cantik dan pintar, mendapatkan kesempatan untuk kuliah di jurusan kedokteran di salah satu universitas negri di kota x. Jalan hidupnya akhirnya mempertemukan nya dengan pengusaha sukses yang kaya raya ,ganteng tapi arogan dan berhati dingin.
perbedaan gaya hidup dan pola pikir menjadi polemik dalam hubungan mereka.
bagaimana kisah mereka? akan kah Leann bisa menakluk kan hati sang bule tampan?
cerita ini akan menemanimu dengan tawa dan kadang ada air mata..
semoga suka...terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadian
"Ga ah, siapa juga yang mau jadi kekasihmu? aku ga Sudi jadi mainan mu!"
"Aku serius, dan aku ga ingin mendengar penolakan!"
Leann membuang muka, tidak ingin menatap mata Daniel yang seakan ingin menelannya.
Daniel menarik tangan Leann duduk di sofa.
"Dengar, aku serius menyukaimu. Aku ingin kau mencoba menyukaiku. Akan ku penuhi setiap kebutuhanmu"
Leann hanya menunduk diam. Daniel memegang pipi Leann dengan kedua tangannya, memaksa Leann menatap matanya. Lama mereka saling menatap, sampai Daniel mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Leann. Dengan lembut Daniel mencium bibir Leann, membujuk bibirnya untuk terbuka, mengecap rasa manis yang ditawarkan gadis itu.
Seperti magic,, rasa bibir gadis itu sungguh memukau Daniel, seperti candu yang membuatnya ketagihan, perlahan Leann terhanyut dengan ciuman itu.
Dengan malu, Leann membuka mulutnya, membalas ciuman Daniel yang mendesak, mengikuti instingnya membalas ciuman Daniel. Lama bibir mereka saling berpagutan, hingga Daniel menghentikannya, membiarkan Leann menarik nafas. Daniel menatap gadisnya dengan lembut, dan menarik nya dalam dekapannya.
"Oh Tuhan, aku sungguh sangat menyukaimu" bisiknya mempererat pelukannya.
Leann tersenyum bahagia. Disukai pria seperti Daniel tidak pernah ada dalam mimpinya. Dari awal melihat wajah Daniel diruang kerjanya, saat dia meminta maaf, Leann sudah terpukau dengan ke tampanan dan tubuh atletis Daniel. Begitu sempurna dimatanya.
"Le, kamu harus percaya sama ku, aku tidak akan melakukan hal yang buruk padamu, sayang. Aku ingin kau selalu ada disisi ku" Daniel mengurai pelukannya, menatap tajam pada Leann. Memaksanya menerima keputusan apa pun yang diambil Daniel atas hidupnya.
"Ayo tidur, sudah malam. Kamu pasti lelah"
Daniel menarik tangan Leann beranjak menuju kamar. Didepan pintu kamar, Leann berhenti.
"Aku tidur di sofa aja ya"
Leann takut akan terjadi yang tidak diinginkannya.
"Aku ga mau diajak *** *** sama pria mesum ini. Enak aja, kuliah juga belum kelar, apa kata orang tua ku nanti" batin Leann
"Kamu ga usah takut, aku ga akan menyentuh mu tanpa seizin mu, sayang"
Malam itu, Leann ga bisa menolak lagi untuk tidur bersama dikamar itu. Daniel yang berbaring disebelahnya menarik Leann dalam pelukannya, mencium keningnya, dan mencium kepala Leann.
Perasaan yang nyaman membuat Leann terbuai dalam mimpi.
***
Leann terbangun dan hampir berteriak melihat pria yang tidur disampingnya sambil memeluknya. Untunglah sebelum suaranya keluar, dia mengingat kejadian mulai dari club malam hingga dia ada diperlukan pria itu pagi ini, ditempat tidurnya!
Leann mencoba menarik diri dari pelukan Daniel, namun susah. Akhirnya dia membangunkan Daniel dengan menggoyang- goyangkan tubuh Daniel.
"Dan, ayo bangun, ini udah jam enam pagi, aku ada kuliah pagi hari ini"
"Mmm..kuliah jam berapa?"
" Jam delapan"
"Sebentar lagi ya sayang, masih keburu kok nanti" Daniel semakin mengeratkan pelukan nya. Ini adalah kali pertama Daniel bisa tidur dengan seorang gadis tanpa bercinta.
"Ih, lepasin..aku ga bisa nafas"
Daniel mengurai pelukannya,membuat ruang diantara mereka, memandang wajah cantik yang ada didepannya. Seolah mimpi, Daniel masih belum percaya akhirnya dia bisa mendapatkan gadis yang selama ini dicarinya.
Daniel mencium bibir Leann sangat dalam. morning kiss yang mesra, Sebelum dirinya beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"Sayang, tolong pilihkan baju dan jas kerja aku ya sekalian dasi dan jangan lupa daleman aku" Daniel tersenyum menggoda.