Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Bantuan Kuat
Gelombang energi menyapu bersih apa saja yang dilewati seperti pepohonan,batu besar, bahkan sebagian besar orang-orang yang berusaha keluar dari distrik Durma telah menjadi abu tak tersisa. Semua yang selamat terbelalak melihat kejadian yang begitu cepat.
"Harap tenang!" kesatria Zarra berusaha menenangkan warga yang panik.
"Pengawal!! lebih cepat memacu kudanya! Kita pergi ke rumah keluargaku yang ada di kota Jinsi," seru tuan Lou memberi perintah pada kusirnya.
"Tapi tuan Lou... Bagaimana dengan warga yang selamat? Bukankah kita harus tetap bersama mereka?" Tanya paman Gram selaku penasehat wedana.
"Serahkan saja pada prajurit kerajaan. Biarkan mereka mengungsi ke distrik terdekat, aku dan keluargaku akan ke kota Jinsi untuk meminta saran dan bantuan ke penguasa kota tentang masalah ini." Wedana Lou pun berbelok memisahkan diri dari gerombolan warganya yang masih dalam keadaan ketakutan serta diselimuti rasa cemas akan keselamatan nyawa mereka.
"Tuan Wedana! Berhenti sebentar!!" kesatria Gidou mengejar penguasa distrik Durma.
"Ada apa?" tuan Lou tampak tidak senang karena merasa dihalangi.
"Anda harus tetap bersama kami-" kesatria Gidou mencoba menjelaskan.
"Tidak! Jika aku harus bersama kalian. Nyawa diriku dan keluargaku dalam bahaya, apa kau tidak tau aturan bahwa pemimpin suatu tempat harus diutamakan keselamatannya dibandingkan rakyat biasa." Tuan Lou menyela dengan ekpresi tidak senang.
"Tunggulah sampai-" kesatria Gidou masih berusaha sabar. Andai tidak ada peraturan yang mengikat, mungkin ia sudah memukul kepalanya dengan gagang senjata dan jika saja ia adalah kesatria yang berada ditingkat bulan mungkin sudah lain cerita, sebab hanya kesatria bulan sampai holy knight yang bisa menghukum pejabat dibawah gelar Duke tanpa proses pengadilan mahkamah kerajaan.
"Tidak!" Penguasa Durma tetap bersikeras.
"Gidou. Biarkan saja," ucap kesatria Zarra menepuk pundak rekannya itu.
"Silahkan jalan tuan Wedana, tapi demi keamanan anda dan keluarga supaya kami tidak disalahkan. saya meminta tuan Wedana bersedia dikawal oleh dua prajurit kami. biarlah untuk urusanan warga Durma saya meminta anda memberi mandat ke tetua Gram agar nanti anda atau kami tidak disalahkan oleh kepala Karesidenan." pinta Zarra memberi usul. Kemudian ia memanggil dua prajurit berkuda untuk mengiringi kereta kuda keluarga Lou.
"Saranmu lebih baik. Ayo bergegas!" Wedana Lou setuju . Ia pun meminta kusir memacu kudanya segera berangkat dari tempat tersebut.
"Cih... Vedebah yang hanya cari aman saja," gerutu kesatria Sergei melihat kepergian tuan Lou yang dikawal oleh prajurit distrik Valen.
"Huh... Bukankah dia adalah salah satu pejabat wilayah anda tuan Sergei?" timpal Li Jiang yang tidak terlalu peduli dengan masalah kerajaan.
"Bukannya perilakunya itu harus dilaporkan ke atasan anda? Biarkan tuan Residen yang melanjutkan laporannya pada Duke atau mahkamah kerajaa. Apalagi sebagai pemimpin dia dengan seenaknya melepas tanggung jawab dan pergi seenak untuk mencari aman sendir,dia seolah tidak menghargai perjuangan prajurit kerajaan yang mengorbankan nyawa untuk wilayahnya. Padaha bukankah dia sendiri yang meminta bantuan ke karesidenan Zolford? Bukankah semua itu sudah cukup membuatnya turun dari jabatannya?"Nada Li Jiang seperti mengandung kompor.
"Anda benar tuan Li. Tapi ada satu hal yang tidak anda tau-" ungkap kesatria Sergei.
"Apa itu?" sela Li Jiang penasaran.
"Mungkin Wedana Lou hanya pejabat tingkat distrik. Tapi latar belakang keluarganya yaitu keluarga Lou mempunyai pengaruh dan reputasi cukup besar di wilayah bagian barat kerajaan Serena dan asal kau tau saudara kandung Wedana Lou pemimpin distrik kota Jinsi, lalu pamannya adalah seorang penasehat Duke wilayah barat dan satu hal lagi salah satu keluarga Lou adalah pemimpin kesatria bulan di wilayah Duke bagian timur. Jadi intinya akan cukup rumit," jelas kesatria Sergei. Li Jiang mulai paham dengan perkataannya.
Rombongan kembali berjalan dan baru berhenti setelah tiba di distrik Murdan yang jaraknya sekitar dua puluh mil dari distrik Durma. Namun mereka pun dikejutkan dengan keadaan distrik tersebut yang telah luluh lantah bahkan lebih parah dari distrik Durma dan nyaris tanpa sisa.
"Ada apa ini? Apakah distrik Murdan telah diserang?" Kesatria Gidou menatap penuh tanya.
Lalu mereka menemukan rombongan petani yang sepertinya adalah warga asli penduduk distrik Murdan dan menanyakan kejadian sebenarnya. Salah seorang petani menjelaskan bahwa distrik Murdan hancur oleh energi yang muncul dari barat dan tiba-tiba meledak memusnahkan semua segala yang ada di distrik termasuk manusia tanpa terkecuali.
Li Jiang dan kesatria Gidou saling tatap, begitu juga yang lain. Mereka menyadari penyebab kehancuran distrik Murdan adalah gelombang yang berasal dari bukit goa lumut yang juga memusnahkan sebagain kelompok mereka.
"Ini terlalu gila. Apakah monster itu setara dengan seorang ketua sekte?" Lee Ming berkeringat dingin menatap bekas ledakan gelombang yang menciptakan kawah cukup besar.
Desiran angin lembut menerpa pikiran-pikiran tak karuan dari semua orang yang tengah termenung.
"Burung magic pembawa pesan?" gumam Li Jiang ketika burung sihir hinggap di bahu dan membaca isi pesan yang langsung ditransmisikan ke pikirannya.
"Para tetua sekte kabut bersama kelompok kesatria bulan telah tiba di Karesidenan kota Zolford dan akan segera tiba kemari, kita semua diperintah untuk menunggu di sini.Jadi..."
"Lee Ming, Yu'er, kesatria Gidou, kesatria Zarra. Tolong bantu aku untuk mengerjakan sesuatu," lanjutnya.
Dengan bantuan tiga kultivator tingkat Spirit menengah, ia mulai membuat pola melalui arahan dan batu spiritual yang dibawa oleh burung sihir tersebut.
'Dasar para tua bangka. Dalam keadaan seperti ini seenaknya saja menyuruhku membuat pola gerbang teleportasi, padahal aku bukanlah seorang master array. Seluruh aura dalam tubuhku hampir terkuras habis,' umpat Li Jiang dalam hati. Ia dan empat orang lainnya nampak kelelahan setelah menyelesaikan pola sihir yang dibuat d atas tanah dengan menghabiskan waktu sekitar empat jam.
"Astaga... Kau lama sekali. Aku hampir tertidur menunggumu membuat portal darurat sederhana seperti ini saja, padahal sudah ku kasih bahan-bahan berkualitas." Tetua sembilan datang dengan celotehannya. Lalu ia menyempurnakan pola menggunakan ke ahlinya sebagai master Array tingkat empat dan menjadikannya salah satu master array terbaik di benua Marxis. Meski masih tak ada satupun Master Array di benua Marxis yang bisa membuat gerbang teleport jarak jauh seperti ahli tingkat sembilan, namun pencapaian mereka dalam membuat teleport jarak tertentu sudah menjadi kebanggaan bagi suatu negara.
Sepuluh menit kemudian muncul kakeknya Ah Jun yakni tetua kedelapan dan ia sangat terkejut melihat cucu kesayangannya dalam keadaan terluka parah. Selanjutnya dijeda waktu yang sama semua orang muncul, mulai dari: Tetua Li Wen, tetua kedua dan tetua ketiga. Ketiganya adalah kakek dari tiga murid terbaik murid sekte kabut dan terakhir kelompok kesatria bulan berjumlah sepuluh orang. Aura keempat belas orang yang baru datang bagi seorang prajurit biasa terasa begitu kuat, tapi membuat mereka lebih tenang dari sebelumnya.
````
Tingkat binatang spiritual dari 1->9 dan binatang suci
5 Binatang suci :Naga, Phoenix, Garuda[ICARUS], Pegasus, Harimau putih bersayap cahaya. (Setara dua SG puncak)
Bisa berubah wujud sempurna sesuka hati (setara kultivator EG->Supreme God)
setara Emperor God (bisa berubah bentuk Hybrid)
Setara Emperor 2->5 (bisa bicara+berubah Hybrid)
Setara Saint tingkat atas->Emperor tahap 1 (bisa bicara)
5.setara Spirit tahap 7-> Saint 2 (paham bahasa manusia)
4.Setara Spirit 3->6
3.Setara Spirit 2->3
2.Setara BS 7->9 -> Spirit 1
1.Setara Body Strengh 1->6