Dewi seorang remaja berumur 15 tahun,kelas 3 Smp sekolah agama memiliki 3 saudara kandung'kakak laki laki dan kakak perempuan,seorang gadis remaja yang baru mau memulai hidupnya menjadi tingkat dewasa
Hasby seorang remaja lelaki berumur 16 tahun juga kelas 3 smp berbeda sekolah dari Dewi
pertemuan tidak disengaja itu menjadi awal ceritanya,mengubah hidup seorang Dewi menjadi wanita yang harus bersabar dalam menjalani kehidupan
penasaran???????
ini novel pertama yang aku tulis,semoga menghiburr selamat membaca❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan
Dewi memasuki kamar nya dengan nafas tersenggal.
dia menutup pintu dan langsung menguncinya.
dewi meletakkan tangannya didada merasakan detak jantung ny yang cepat.
"Apa yg aku lakukan, kenapa aku tidak tega menolaknya seperti itu " Gumam dewi bingung dengan perilakunya.
Dewi melangkah, memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya .
setelah selesai semua dewi keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan.
Hari ini dewi masuk kuliah pagi jadi harus cepat bergerak.
15 menit kemudian dewi selesai.
karena lauk semalam masih bnyak tinggal dipanaskan saja.
Dewi menunggu bryan di meja makan.tapi yg ditunggu belum muncul.
5 menit dewi menunggu akhirnya bryan turun dari tangga,dengan setelan kerja dan jas dilengannya.
menghampiri dewi yg masih duduk dimeja makan.
"Pagi "Sapa bryan ramah.
"Pagi "Jwab dewi menunduk.
"Ayo kita mulai sarapan nya " perintah Bryan.
Dewi langsung mengambil piring Bryan dan menyendok nasi dan lauk pauk nya.
Bryan tersenyum kecil melihat perhatian dewi kepadanya.
"Silahkan " Kata dewi menyerahkan piring tsb.
"Makasih " ambil Bryan dan mulai makan.
Mereka makan dengan hening.
"Terima kasih untuk semalam " Kata Bryan yg telah menyelesaikan acara makannya dan lngsung disuguhi kopi hitam oleh dewi.
" Iya pak eh Bryan " Kata dewi canggung.
Bryan hanya diam menatap dewi yg masih menunduk.
"Ya sudah saya akan langsung kekantor,jangan banyak pikiran.
Saya tidak pulang malam ini.
dan jaga diri kamu baik2 " Titah Bryan bangkit dari duduknya.
dewi hanya menggangguk patuh.
Bryan meninggalkan dewi didapur dan dia keluar apartemen menuju parkiran.
Dewi mengambil piring kotor sisa makanan dan mencucinya di wastafel.
Dewi mulai membersihkan seluruh apartemen dan bergegas pergi kuliah.
Dewi memasuki area kampus. sambil membaca buku yg dia beli kemarin sore.
Saat sedang asik membaca , dewi berhenti tiba2 karna ada yg menghadang jalannya.
Dewi mendongak dan melihat seorang wanita cantik. berambut panjang,dengan baju kemeja ketat dan rok jins pendek sepaha . sedang menatapnya garang.
"Kenapa ? Tnya dewi bingung.
"Kenapa kata loe,Eh dasar pelakor lo mau ambil pacar gw hah !! bentak rena kakak tingkatnya.
"Maksud kamu apa ? Tanya dewi makin bingung.
"Ngak usah pura2 bodoh deh lo,loe yg ngegoda Reno kan biar nganterin loe pulang kemarin !! " Bentak Rena.
"Hah ? Maksudnya kak reno tingkat akhir ? Tanya dewi.
"Iya.Ngaku loe berani2 nya loe ganggu pacar gue.
"Marah Rena.
"Aku ngak minta dianterin dia kak,kak reno yg mau nganterin aku kemarin "
"Dan loe mau !! .Dasar cewek murahan !! " Sakas Rena sambil mendorong dewi
.Dewi yg tak siap pun langsung terjatuh ke tanah dan tangan nya tergores tanah berbatu.
Dewi mencoba bangkit dari jatuhnya dan mau menghajar Rena yg dengan angkuhnya tangan berlipat didada dan memandang jijik Dewi.
"Sekali lagi loe ganggu Reno gue,gue hancurin hidup loe " Bentak Rena sambil meninggalkan Dewi .
Orang2 sekitar yg melihatnya tak ada yg berani menolong .dan hanya menatap iba Dewi.
.karna mereka tau bhwa yg berhadapan dengan dewi adalah anak donatur terbesar dari kampus.
dan mereka takut dikeluarkan dari tempat kuliahnya karena bukan hanya sekali rena berbuat kejam jika ada yg mengganggu kesenangan nya .
Dewi bangkit dari jatuhnya dan membersihkan sisa pasir yg melekat di celana jinsnya.
"Kamu ngak papa ? Tanya seseorang sambil memberikan sapu tangannya.
"Ngak papa "jwab dewi mendongak melihat disiapa pemilik sapu tangan tersebut.
Dewi melotot tak percaya saat ini dy sedang melihat pria yg selalu berada dihatinya selama beberapa tahun ini.
"Habsy " Lirih dewi pelan.
"iya,aku habsy,kamu dewi yg dulu sekolah di SMA X bukan ? Tanya habsy menatap dewi.
"i i iyaa "Kata dewi terbata bata.
"Tangan kamu berdarah,ayo aku bantu obati.
Kita ke UKS " kata habsy masih dengan aura dingin nya seperti dulu.
Dewi mengikuti langkah Habsy yg lebar menuju UKS.
Habsy masuk dan menggambil kotak P3K dan mengambil Betadin dan kapas.
"Duduk Sini " Kata Habsy menepuk Kasur didepannya.
Dewi hanya menurut perintah Habsy untuk duduk dipinggir Brangkar.
Habsy mulai mengobati tangan dewi yg tergores dan mengeluarkan darah di telapak tangannya.
Dewi hanya diam melihat Habsy yg merawat tangannya dengan raut wajah tenang dan terkesan dingin.
Jantung dewi berdegub kencang,dewi rasanya ingin menangis.
dan matanya pun sudah brrkaca2.
selama ini penantiannya untuk bersama habsy seperti sudah dibayar hari ini.
Dewi ingin memeluk habsy erat dan tak ingin melepasnya lagi.
tapi terlalu gengsi untuk dewi.dia masih bisa mengontrol emosinya.rasa sakit ditangannya pun sperti tak dirasakannya.
Dewi menangis menahan air mata yg dari tadi sudah berkumpulan di kelopak matanya.
akhirnya air mata dewi sudah tak bisa lagi dibendung dan langsung melencur dipipinya yg lembut.
Habsy mendongak keatas melihat ada air mata yg jatuh ke punggung tangannya
.dan habsy terkejut melihat dewi menangis menatap dirinya.
"Apakah segitu sakitnya luka ditangan kamu "Tanya Habsy bingung.
Dewi menggeleng dan mengusap air matanya di pipi.
"Kenapa kamu menangis,mana yg sakit ? Tanya Habsy lagi.
Dewi memegang dadanya sebelah kiri dengan tangan kanannya yg tak terdapat luka.
Habsy masih bingung.dan dewi yg melihatnya makin menangis kencang sambil menutup mukanya dengan 2 tangan.
terserah habsy mau menilai nya cengeng atau apa.Hanya Dewi yg tau rasanya bagaimana perasaannya selama ini.
Habsy hanya diam bingung akan melakukan apa.
setelah melihat dewi agak tenang.
Habsy memberanikan diri menanya keadaan dewi.
"Apakah sudah baikan " Tanya Habsy menatap dewi yg masih sedikit sesegukkan.
"iya " lirih dewi menunduk.
Karna perasaan dewi yg dari dulu masih belum terungkapkan,Dewi bertekad akan memberitahukan perasaan dewi selama ini kepada habsy.
walaupun nanti akan menerima penolakan atau apapun itu.
Dewi sudah tidak bisa membendungnya lagi.Dewi ingin bebas dari belenggu hati yg masih mengikatnya kencang hingga saat ini.
Dewi memberanikan diri untuk berbicara.
"Bisa kita bicara nanti malam di cafe X ? tanya dewi langsung.
"Hah ? tnya Habsy terkejut.
"Bisa kita bicara ? tnya dewi lagi.
saat ini dewi mengenyampingkan rasa malu nya .
"iya nanti saya temui kamu dsana.jam 8 malam ! "Kata habsy
"Baiklah ! nanti aku tunggu kamu disana malam ini ! " Jwab dewi semangat.
"Ya sudah kalau sudah mendingan,kamu balik kelas sana jam pelajaran sudah dimulai " Kata Habsy lagi.
"Baiklah " Jwab dewi turun dari ranjang dan melangkah ke kelasnya..
Dewi melihat jam ditangannya sebentar lagi dosen akan datang dewi pun langsung berlari.
Saat dewi menunggu ojek online nya smpai, dewi menunggu didepan gerbang kampus.
Tiba2 berhenti sebuah mtor ninja hitam.pria itu turun dan membuka helm nya menegur dewi.
Dewi yg melihatnya hanya diam dengan tatapan yg sulit diartikan.
Dewi masih mengingat kejadian pagi tdi dimna rena melabraknya dan menyebut dirinya pelakor.
dewi sedikit kesal tapi masih bisa bertahan.
"Wi ayo pulang kakak antar " kata Reno menawarkan diri.
Terdengar cuitan2 netizen yg memandang dewi dan reno dengan tatapan tidak suka dan ada yg menggeleng seperti memberi isyarat dewi untuk menolak.
"Maaf kak,Aku ngak bisa .
ojek online ku sudah hampir sampai." Kata dewi menolak.
"Di cancel aja biar aku yg ganti ongkosnya "Bujuk Reno lagi.
"Ngak usah kak,makasih.
aku duluan karna onjek nya sudah smpai." Kata dewi. langsung meninggalkan reno yg sedang mengepalkan tangannya kesal karna ditolak.
Dewi langsung melaju digonceng abang berjaket hijau tersebut ke jalan raya menju rumahnya.
kasihan Dewi ...Bryan. bagaimana nasibnya kalau tidak kau nikahi dan juga nasib anakmu setelah lahir nanti
Kamu harus berani jangan lemah...ikuti kata hatimu.
Harusnya dia lebih memilih Dewi karena ada benih dalam.peeut nya dan itu darah daging Bryan.
kalau mengatakan yg sebenarnya bahwa ada.Dewi yg telah hamil habislah Bryan.
Liat aja kelakuan si Meri belum nikah aja sikapnya udah otoriter gitu gimana nanti kalau udah nikah.
Bryan....kamu harus berani dan tegas sebagai lelaki.
Kamu bilang aja kalau saat ini kamu udah punya calon buah hati , siapa tau dengan adanya penerus keluarga ini papa dan kakekmu akan mendukung paling yg menentang mamahmu.
Jangan bilang itu untuk acara nikahan Bryan yg udah disiapin sama momynya.
sekarang Bryan mau nikahan, semoga nikahan Bryan gak jadi...