NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Menyentuhku 09

"Mas, jadi gimana. Apa yang kamu lakuin setelah ini. Kalau denger dari ceritamu tentang dia kemarin malam, katanya dia minta kamu yang ngurus soal cerai."

Malam datang, Amar nampak lelah sekali dengan semua yang terjadi hari ini di perusahaan. Farrah menawarkan makan malam, akan tetapi Amar menolak karena dia ingin mandi lebih dulu.

Selepas mandi, Farrah kembali menawarkan makan malam. Tapi Amar menolak lagi. Dengan dalih tidak memiliki selera, ia ingin segera tidur.

Ketika berada di atas ranjang lah Farrah berani bertanya tentang kelanjutan hubungan suaminya dan sang istri. Dia mendengar dengan jelas bahwa Arimbi ingin segera bercerai, namun Amar tampaknya masih tenang saja.

Karena terlalu penasaran, akhirnya Farrah memberanikan diri untuk bertanya.

Memang benar, diawal dia tidak masalah dengan status dan posisinya sebagai yang kedua bahkan tersembunyi seperti ini. Namun yang namanya keserakahan tetaplah menjadi sifat dasar manusia.

Mendengar bahwa Arimbi telah mengetahui tentang hubungannya dengan Amar dan bahkan meminta Amar untuk mengurus perceraian, terang saja membuat Farrah bersemangat. Dalam hati terdalamnya tak dipungkiri ingin Amar segera bercerai dengan Arimbi agar dia bisa menjadi istri satu-satunya, dan juga istri sah Amar.

"Aku lagi mikirin soal itu. Nggak bisa juga buru-buru. Soalnya kalau pihak laki-laki yang mengajukan gugatan, prosesnya itu bisa lebih panjang. Pokoknya kalau yang ngajuin laki-laki itu prosesnya lebih lah dari pada wanita yang ngajuin. Maka dari itu harus ada alasan yang jelas. Dan prosesnya akan semakin panjang kalau ada sengketa harta gono gini. Kamu tahu kan kalau FAE itu adalah milik bersama. Yakni milik aku dan Arimbi. Jadi jelas sekali Arimbi nggak akan bisa nglepasin FAE."

Degh!

Penjelasan yang diberikan oleh Amar cukup mengejutkan bagi Farrah. Ia pikir hanya tinggal satu tahapan lagi yang mana akan membuatnya lepas hidup dalam bayang-bayang.

Tapi ternyata tidak demikian. Farrah harus kembali bersabar menahan dirinya. Dia harus bertahan lebih lama lagi untuk bisa mendapatkan apa yang namanya 'kebebasan'.

Meski sebenarnya dirinya sudah tidak lagi sabar, tapi mau tidak mau Farrah harus menerimanya. Tak banyak yang bisa dilakukan selain hanya menunggu.

"Ya udah Mas, gimana baiknya aja,"ucap Farrah dengan senyum simpul. Senyum tersebut adalah senyum yang sangat dipaksakan. Bagaimana tidak, dia benar-benar ingin segera menyandang gelar istri sah. Akan tetapi itu akan sedikit lama didapatkannya.

Malam ini Farrah dan Amar tidur begitu saja. Tanpa ada pelukan dan tanpa ada sentuhan manis.

Amar tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Dimana Farrah tidak tahu apa yang tengah dipikirkan oleh suaminya. Sedangkan dia, memilih untuk tidak menganggu.

Padahal malam ini Farrah sudah tampil dengan begitu cantik. Ia mengenakan lingerie warna merah kesukaan Amar. Akan tetapi Amar bahkan tidak melirik barang sedikitpun.

Jujur Farrah merasa kecewa. Alhasil setelah Amar tertidur dia memilih untuk mengganti lingerie tersebut dengan piyama.

Keesokan harinya, Amar pergi ke perusahan lebih pagi. Dia lagi-lagi melewatkan makan. Semalam Amar sudah melewatkan makan malam, lalu pagi ini dia juga melewatkan sarapan.

Ketika hendak menyantap sarapan, ponselnya berdering. Entah apa yang dikatakan si penelpon sehingga membuat Amar terburu-buru.

"Kok hampa banget ya, huft." Farrah menghela nafasnya panjang. Dalam menjalin hubungan selama ini, tak pernah ia diperlakukan seperti ini oleh Amar. Sesibuk-sibuknya pria itu, ia akan berlaku manis terhadap Farrah.

Sedangkan di perusahaan, Amar langsung menuju ke ruang rapat. Di sana sudah duduk Arimbi di kursi utama. Arimbi hari ini sungguh sangat berbeda dengan hari kemarin.

Jika kemarin wanita itu nampak pucat dan lusuh, maka hari ini Arimbi terlihat begitu segar dan cantik. Ya Arimbi nampak sangat berbeda dari hari kemarin. Tak hanya penampilannya tapi juga sorot matanya. Sorot mata itu nampak tajam dan tegas. Bahkan sekarang ini para peserta rapat tak ada yang berani menatap langsung wajah Arimbi.

"Bagus, Anda sudah datang Pak Amar. Rapat bisa dimulai. Bu Dina, sampaikan apa yang sudah saya sampaikan kemarin sore,"ucap Arimbi. Ia melihat Amar sekilas lalu menatap Dina. Dina adalah kepala HRD perusahaan FAE.

"Baiklah, untuk saudara-saudara yang namanya saya sebutkan, mulai hari ini Anda semua tak lagi menjadi bagian dari FA Express."

APA??

Ternyata enam karyawan yang dipanggil ke ruang rapat pagi ini mendapat PHK dari Arimbi. Keenam orang tersebut berasal dari bagian yang berbeda. Dua berasal dari bagian keuangan dan empat lainnya dari bagian gudang. Surya dan Tasya juga ada di sana. Mereka ada di sana untuk memperkuat alasan mengapa enam orang tersebut di PHK secara bersama-sama.

Ternyata mereka selama ini tidak bekerja dengan baik. Tidak hanya sekedar malas-malasan namun mereka juga mengabaikan tugas mereka.

Tak hanya itu lebih parahnya dua orang dibagian keuangan ternyata juga mengambil uang perusahaan. Ya mereka berdua bekerja sama dengan Amara untuk melakukan hal tersebut.

Tidak ada yang berani membantah. Semua bukti penyelewengan terhadap kerjaan mereka sudah sangat jelas. Alhasil mereka keluar dari ruangan tersebut dengan begitu lesu tanpa membela diri sama sekali.

"Sebenarnya apa yang kamu lakukan hah! Kenapa kamu tiba-tiba kayak gini?" ucap Amar.

Merasa bahwa pembicaraan antara dua majikan itu akan lama, Surya, Dina dan Tasya memilih untuk undur diri. Mereka jelas tidak ingin terlibat di dalam perang argumen keduanya.

"Kenapa, keberatan? Ini seharusnya adalah tugas mu. Enam orang itu kan semua orang yang direkomendasikan ibu dan adikmu. Seharusnya kamu yang ngawasin mereka terus ngasih hukuman ke mereka. Jelas-jelas salah masih aja di bela. Inget ya, aku nggak suka nepotisme. Kamu boleh bawa orang mu, kalau kerjanya bagus aku bakalan apresiasi. Tapi kalau kerjanya buruk bahkan sampai korupsi maka aku harus tebang hingga akar. Ini perusahan, bukan badan amal. Cam kan itu!"

Sreeet

Arimbi memundurkan kursinya. Dia beranjak dari sana dan kemudian melenggang pergi meninggalkan Amar. Akan tetapi langkahnya terhenti saat Amar memegang pergelangan tangannya.

Secara reflek, Arimbi mengibaskan tangan pria itu. Mata Arimbi menatap dengan sangat tajam menunjukkan rasa benci dan jijik yang mendalam.

"Jangan pernah lagi menyentuhku saudara Amar Subagyo. Tanganmu itu sangat menjijikan. Bahkan wajahmu pun sebenarnya enggan bagiku untuk melihatnya. Kita sudah tidak berada dalam hubungan yang saling menyentuh. Jadi singkirkan tanganmu dari tubuhku. Kamu seharusnya mengerti dan paham kan,"ucap Arimbi sengit.

Degh!

Amar terperangah. Dia benar-benar terkejut dengan ucapan Arimbi. Sungguh, Amar tidak pernah menyangka bahwa Arimbi bisa bicara dan bersikap seperti ini. Ucapan jijik Arimbi, benar-benar terefleksi di ekspresi wajah dan tatapan matanya.

"Arimbi."

TBC

1
Shee_👚
mungkin ini harusnya Farhan bertemu dengan dina ini ya kak??
Mardiana
aku mah setuju dengan sikap Arimbi....dia lebih berfikir positif dan elegan menghadapi mantan dan pelakor
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
rata2 pelakor ya begitu apa lagi ini pelakor syar'i berlagak maha benar 🤣🤣....padahal kasian bener sama hidup nya 🤣
nunik rahyuni
huh....selalu merasa paling benar mak pelakor...
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
dewi rofiqoh
Arimbi 👍 👍
Dew666
🍭🍭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heyyy km itu playing victim bgt sih yg JD korban sebenarnya siapa sih?
I Love you,
😤😤😤😤 onono warek kalakuanya..plakorrrrrr😭😭😡😡😡
I Love you,
anah emang yg pegg nyawa anak loh Arimby?😤😡
Lee Mba Young
Arimbi diam mlh kelihatan sok iyes, hrse mlh gk usah datang lbih bagus.
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
Eni Istiarsi
mungkin maksudnya pemakaman bukan pernikahan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hey,lu tuh ya JD orang g terima takdir padahal tanpa Arimbi ikut campur KLO anak lu dah azalnya y ada yg nolak
Nurminah
jalang menunjukkan kedok busuknya haha
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ka lelayu apa afira sih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: baru paham lelayu itu meninggal
innailaihi wainnailaihi rojiun
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mending g usah dari pada km mlh ditolak dan merasa bahwa km menyindir
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sebenarnya karma tapi NNT dia blng itu kutukan sumpah berasal dari Arimbi
Lela Angraini
haahhh sungguh picik sx kamu farrah,,sungguh farrah pikiranmu
Lela Angraini
khaaaannn bner dugaanku msti di kaitkan sma arimbi.
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
innailaihi wainnailaihi rojiun
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik
Lee Mba Young
lagian ngapain datang, trus di maki maki pelakor berani nglawan balik gk. coba kita lihat arimbi berani nglawan gk 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!