Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Isi Rumah Berantakan
Keesokan hari semua penghuni rumah Samsuri membereskan barang-barang yang berserakan di lantai . Mereka tidak tahu kalau makhluk ghaib yang melakukan semuanya bukan seorang pencuri .
Samsuri merasa aneh karena tidak ada barang yang hilang bahkan tidak ada jejak orang masuk rumah padahal lantainya merembes seperti mengembun .
Murni membereskan dapur dan mencuci peralatan yang kotor dan merapikan ke tempat semula . “Kenapa bisa semua barang dapur ikut berserakan bahkan bukan seperti gempa dahsyat ini seperti di lempar saja bahkan piring tidak ada yang pecah sama sekali tapi itu apa ya ?" Murni mendekati sebuah bungkusan berwarna hitam .
Bungkusan itu murni membuka dengan tangan bergetar . Matanya melebar sempurna ketika melihat isi yang ternyata sebuah foto usang dan barang berharga milik almarhumah neneknya .
“Kok bisa di sini siapa yang mengambil ?" tanya Murni pada dirinya sendiri . Abdul keluar membawa sampah dari dalam kamarnya ke dapur , ia melihat ibunya heran mendekatinya .
"Itu apa Bu ?" tanya Abdul . Murni terkejut Abdul sudah ada di dekatnya ." Ini barang milik nenek kok bisa ada di sini padahal ibu sudah simpan di tempat aman loh ,“ jawab Murni .
Abdul membuang sampah di belakang rumah lalu mengambil air minum dan meneguk sampai habis . "Memangnya apa saja Bu ?"tanya Abdul penasaran melihat isi dalam bungkusan yang di bawa ibunya .
“Ini foto siapa ?' tanya Abdul mengambil bingkai foto kecil . "Itu nenek waktu masih muda ," jawab Murni duduk di kursi yang ada di dapur .
"Sangat cantik ... mirip ibu ,“ Abdul mendekatkan bingkai foto di dekat wajah ibunya . Murni merasa tersanjung wajahnya bersemu .
“Masa sih ?" Murni melihat wajahnya melalui cermin kecil di lemari makanan dan membandingkan wajahnya dengan wajah neneknya . "Kamu memang benar tapi wajah ibu agak bulat kalau nenek kan wajahnya agak oval ," katanya sambil senyum .
"Kalian sedang apa ?" tanya Samsuri membawa sampah keluar lewat pintu belakang rumah . "Ini ada foto nenek di dapur ," jawab Murni .
Samsuri mencuci tangan lalu mendekati anak dan istrinya . "Mana bapak mau lihat ?" tanya Samsuri penasaran mengambil bingkai foto di tangan Abdul . Ia melihat wajah nenek mirip dengan istrinya lalu membandingkan di dekat wajah istrinya .
"Benar sekali ini foto mirip denganmu , seperti pinang di belah dua , ternyata istriku sangat cantik sekali ," Samsuri memuji istrinya sambil senyum senang kepada istrinya.
Wajah murni semakin merona mendapat pujian dari suaminya tersenyum malu , ia pergi dari dapur menuju kamar dan melihat wajahnya di cermin yang ada di lemari berukuran besar .
"Benarkah aku sangat cantik ?" tanya Murni pada dirinya sendiri . Tiba-tiba ada sosok hitam seperti asap dengan mata menyala seperti sedang marah muncul di dalam cermin .
"Keluar dari rumah ini , keluaaaaaarrr ," kata makhluk itu dengan suara melengking membuat Murni terkejut lalu ia pingsan .
Samsuri masuk kamar karena akan mengambil pakaian untuk ganti , ia akan mandi namun ketika masuk ia melihat istrinya pingsan mendekatinya dan membangunkan agar sadar .
Karena tidak juga sadar ia membawa ke tempat tidur lalu mengambil minyak gosok dan membalur di bagian tubuh . Beberapa menit kemudian Murni sadar , ia langsung berteriak .
"Pergi , pergi dari sini , pergi ," Murni dengan kencang mengusir makhluk yang ia lihat . Samsuri menepuk pipi istrinya dan mencubit tangan agak keras . Akhirnya Murni sadar dan melihat sekeliling tidak ada makhluk mengerikan lalu ia memeluk suaminya .
"Kemana perginya itu makhluk ?' tanya Murni dengan napas memburu . Samsuri mengerutkan dahinya heran dengan perkataan istrinya .
"Makhluk apaan , ini sudah siang mana ada makhluk aneh , bangun Murni , bangun kamu mimpi kali ," kata Samsuri tidak percaya pada perkataan istrinya .
"Tadi aku melihat ada makhluk seperti asap di cermin itu matanya seperti api menyala sangat terang sekali ," jawab Murni dengan jujur .
Samsuri menduga kalau itu adalah kiriman dari Pamungkas untuk mengusir keluarganya ."Kamu tenang ya , makhluk itu sudah pergi ," kata Samsuri menenangkan istrinya .
Manaf yang sedang membereskan kamarnya mendengar sesuatu mencari di semua sudut kamar namun tidak ada wujudnya . Tiba-tiba kulitnya merinding merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya .
“Jangan ganggu aku , aku tidak pernah mengganggumu jadi pergilah ," bisik Manaf dalam hatinya sebenarnya sangat takut . Ia teringat kejadian beberapa waktu lalu .
Makhluk itu berubah wujud dengan menulis pada cermin di lemari miliknya . "Pergi dari rumah ini ,“ Manaf terkejut melihat tulisan tersebut langsung berlari keluar dari kamar sambil berteriak meminta tolong .
Semua penghuni rumah keluar dan melihat Manaf berdiri di ruang tengah dengan wajah ketakutan. "Ada apa Manaf kenapa kamu berteriak kencang sekali ?" tanya Murni mendekati anaknya .
“Itu , itu ," kata Manaf terbata sambil menunjukkan arah kamarnya . Semuanya berjalan masuk ke dalam kamar Manaf dan melihat isi kamar itu namun tidak ada apa-apa , mereka menoleh ke arah Manaf dengan tatapan aneh .
"Aku tidak bohong tadi ada tulisan "Pergi dari rumah ini , begitu ," kata Manaf menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Deg
Mereka terkejut mendengar pengakuan Manaf mendadak merasa takut . "Semuanya tenang ya , bapak pastikan itu hanya kelakuan orang jahil , jangan takut dan jangan pergi dari rumah , bapak akan atasi masalah ini secepatnya jadi bapak mohon sama kalian semua tenang dan bersikap biasa saja jangan memperlihatkan kalau kalian takut pada makhluk apapun itu , kalian harus bisa melawan itu semua , oke " kata Samsuri memberi arahan kepada istri dan anak-anaknya .
Semua setuju dan nurut dengan perkataan Samsuri lalu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk membereskan yang masih berserakan .
Di kamar Alif sedang merapikan pakaian yang semuanya jatuh di lantai . Saat akan memasukkan ke dalam lemari bagian bawah ia melihat papan mirip dengan bentuk sebuah pintu .
Alif mengetuk beberapa kali siapa tahu ada orang di bawah sana namun sudah beberapa kali lagi tidak ada sahutan dari dalam kemudian ia mencoba menarik papan itu dengan sekuat tenaga dan akhirnya bisa di buka .
Alif melihat ada sedikit celah ia mendorong kayu ke bawah dan akhirnya terbuka dengan sempurna , Alif menuruni sebuah tangga yang terbuat dari batu yang di susun dengan begitu rapih .
Perlahan dengan rasa penasaran ia masuk ke dalam . Matanya melebar jantungnya berdegup sangat kencang melihat isi didalam ruangan bawah tanah tersebut .
"Ini kamar apaan di sini , siapa pemiliknya ?" tanya Alif pada dirinya sendiri berjalan mendekat ke arah kamar pertama dan membuka dengan mudah karena tidak terkunci . Ia masuk ke dalam melihat isi dalam kamar tersebut seperti kamar miliknya hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil .
Kemudian keluar dan melihat kamar di sebelah dengan sangat hati-hati .