NovelToon NovelToon
Setelah Berpisah

Setelah Berpisah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Tamat
Popularitas:466.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahma AR

Mikayla Zaneta bertemu lagi dengan Nicholas Jayandru, mantan pacarnya waktu SMA yang sudah menenggut kehormatannya.

Tapi laki laki itu sudah bertunangan, dan sebentar lagi akan menikah

Mikayla membencinya. Semudah itu Nicholas mendapatkan pasangan, sedangkan Mikayla sudah insecure. Ngga mungkin ada laki laki yang mau menerimanya yang sudah tidak virgin lagi.

Semoga suka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diinterogasi

Mikayla berusaha tenang saat sedang ditatapi ketiga temannya. Mereka sudah selesai makan dan masih punya cukup waktu untuk mendengarkan penjelasan Mikayla.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Alea lebih dulu sebelum Nala sempat membuka mulutnya.

"Aku dipindahkan ke ruangan pak bos."

"Wow," respon Alea dan Rumi takjub.

"Maksud kamu satu ruangan dengan pak bos?" Nala memperjelas situasinya.

"Ya. Tapi ada Rido juga, asistennya."

Ketiga temannya speechless.

"Kamu yang ngga mau dekat sama pak bos, malah satu ruangan sama dia," kekeh Nala. Alea dan Rumi jadi ikut tertawa juga, setelah keterkejutan mereka hilang.

"Kamu buat amalan apa, sih, Mika, sampai beruntung kayak gitu......" Rumi menggeleng gelengkan kepalanya, ngga habis pikir.

Dia dan Nala yang sangat ingin bisa berdekatan dengan pak bos, malah gagal total. Tapi Mika yang ngga kepengen sama sekali malah dengan mudah diberikan jalan. Satu ruangan lagi sama pak bos. Dunia memang suka bercanda.

"Sama seperti kalianlah," jawabnya malas.

Mikayla biasa saja menanggapi keheranan dan kekaguman mereka.

Ketiga temannya tidak tau saja, batin Mikayla. Dia ngga bisa membayangkan bagaimana reaksi mereka kalo rahasianya terungkap.

Mereka pasti akan marah besar.

Mikayla ngga tau sampai kapan rahasia ini bisa dikeep.

"Tapi kenapa harus kamu, ya, Mika? Kenapa bukan staf lama. Mereka pasti lebih pengalaman, kan," Rumi masih tetap penasaran, dan tetap merasa ada yang salah.

"Tanya aja sama Bu Irma," sahut Alea membela Mika. Dia juga merasa ada yang disembunyikan. Masih kabur dan sulit untuk ditebak.

Mika beneran ngga tau apa apa?

Atau dia belum mau cerita?

"Memang aneh, karena Bu Irma malah ngajuin kamu, Mika. Padahal ada mba Gladys atau mba Nova. Mereka, kan, leader kita," sambung Nala.

"Jangan remehkan, Mika, Nal. Bu Siska pasti sudah merekomendasikannya pada Bu Irma. Kemudian Bu Irma ngajuin Mika pada pak bos," bela Alea masih tetap membela Mikayla.

Hanya itu alasan masuk akal yang terpikir olehnya.

"Iya juga, sih. Kamu yang terpintar di antara kita," angguk Nala setuju.

"Mungkin juga Bu Irma masih belum bisa percaya dengan staf lama," imbuh Rumi.

Divisi yang mereka masuki terlibat korupsi sangat besar hingga bos utamanya harus masuk ke rumah sakit karena serangan jantung, batin Rumi menganalisa.

"Kalo memang Bu Irma butuh yang terpintar dan bersih dalam tanda kutip, Mila memang pantas," lanjut Rumi meyakinkan.

"Tapi apesnya Mika harus satu ruangan dengan orang yang ngga dia suka. Seandainya kita bisa bertukar posisi," manyun Nala

"Sudahlah, ikhlasin aja," kekeh Rumi.

Alea juga tergelak.

Mika hanya tersenyum garing. Ganjalan di rongga dadanya semakin berat saja.

"Mika."

Ketiga temannya yang masih tertawa serentak menghentikan suara tawa mereka saat melihat Bu Irma sudah ada di dekat mereka.

Mereka semua menatap Mika.

"Ya, bu."

Bu Irma tersenyum membuat Mika bisa bernafas lega. Tapi saat mendengar suara Bu Irma, dia merasa oksigennya seperti diikat dengan sangat kuat hingga dirinya sulit untuk bernafas.

"Kerjaan kamu bagus," pujinya senang. Raut masamnya hilang. Kini dia mulai percaya, intuisi pak bos memang bemar.

"Makasih, bu."

"Saya yang makasih sama kamu. Awalnya saya sudah su'uzon saja. Tapi sudah terbantahkan, kinerja kamu memang perfect."

Ketiga temannya ikut senang mendengar pujian buat Mika.

"Mika memang pintar banget, bu," timbrung Alea.

"Bu Siska sangat percaya dengan Mika," tambah Nala.

"Pokoknya Mika yang terbaik, bu," sambung Rumi menimpali.

Mikayla agak mengernyit.

Kenapa ketiga temannya seperti mendukung paslon kampanye....

"Ya, ya, saya sekarang percaya sama kamu." Bu Irma mengangguk setuju.

"Bekerjalah dengan baik sama pak bos. Soalnya dia orang yang sangat teliti."

Sudah tau, bu, jawab Mikayla dalam hati

Setelah melebarkan senyumnya, Bu Irma berjalan menjauh.

"Kamu hebat, Mika. Bu Irma sampai muji kamu, padahal selama ini dia lebih sering nyari kesalahan kita," tawa Alea.

"Betul. Beliau takkan sembarangan memuji pegawainya kalo ngga kompeten," lanjut Nala juga terrawa lagi.

"Kamu makan apa, sih, sampe bisa naklukin bu Irma sama pak bos?" tanya Alea dalam derai tawanya.

"Sama kayak kalianlah. Memangnya aku makan batu."

Ketiganya tergelak.

"Oh ya, Mika, jantung kamu aman waktu berdekatan dengan pak bos?" tanya Nala kepo.

"Aman aja."

"Dia pasti semakin tampan, ya, kalo dilihat dari dekat. Untung kamu ngga suka dia, jadi bisa tetap kerja maksimal. Kalo aku ngga bakalan bisa," cerocos Nala kemudian tergelak lagi.

"Auto dipecat, dong," tawa Rumi mengejek.

"Ada baiknya juga aku ngga kepilih. Mending tetap konsen ngumpulin berlianlah," sahut Nala apa adanya, sama sekali ngga tersinggung.

"Tapi tetap aja iri dengan Mika," rengek Nala melanjutkan ucapannya yang rupanya belum selesai.

"Dasar," ejek Alea dan Rumi bersamaan.

Mika melebarkan senyumnya. Kalo teman temannya bisa mencermati, senyumnya tampak miris.

Mungkin kalo dia ngga mengenal Nicho, dia ngga akan menjadi target.

"Ohya, nanti kirim pesan aja, jangan telpon kalo jam kerja, ya," pesan Mikayla.

"Maaf, ya, Mika. Pasti kamu ngga enak, angkat telpon depan pak bos." Alea yang menyahuti dengan perasaan menyesal.

"Iya. Aku juga masih baru, jadj akan lebih gampang dipecat kalo melakukan hal yang ngga dia suka," jelas Mikayla lagi.

Sekarang di pikirannya yang ada, semua sisi negatif Nicho yang dulu ngga pernah dia tau.

Nicho mungkin nanti ngga akan segan segan menyemprotnya dengab kata kata kasarnya.

"Betul, sih," jawab Nala mulai mengerti.

*

*

*

Liza saling tatap dengan Ben saat dia membuka matanya. Laki laki itu sudah lebih dulu terjaga darinya

Dia tersenyum pada Ben yang nampak agak kesal.

Nicho, andai kamu tau. Aku baru aja bercin ta dengan Ben, yang kamu pikir ngga mungkin, tawanya dalam hati

"Jangan menuntut pertanggungjawaban dariku. Kamu yang memaksa. Lagi pula Kamu udah ngga virgin," dengus Ben sambil bangkit dari tempat tidur.

Liza malah tertawa.

"Tadi malam aku hanya iseng. Tapi kamu malah ganas," sindirnya santai.

"Aku mabuk, nona. Memangnya kamu ngga takut diputusin Nicho kalo dia tau apa yang sudah terjadi." Ben jadi heran melihat kesantaian Liza.

"Jangan dikasih taulah," jawab Liza enteng.

Gila, nih, orang, kecamnya dalam hati.

"Nicho sudah tau kalo.aku ngga virgin lagi. Aku melakukannya dengan pacarku waktu kami masih SMA."

Ben menyimak sambil mengenakan celananya. Dia ngga wajib menghakimi. Alkohol dan rayuan Liza membuatnya menid uri calon istri sahabatnya.

"Setelah itu aku ngga melakukannya lagi. Baru sekarang sama kamu."

Ben menatap ngga percaya.

"Jangan bohong!"

"Aku ngga bohong. Nicho hanya suka menci um bibirku saja."

Ben terdiam, kepalanya masih terasa pengar, efek.dari minuman alkohol. Tapi dia ingat sesuatu yang sangat penting.

"Tadi malam aku ngga pake apa apa, Liz."

"Memang kamu ngga pake.baju, kan?" Liza gagal paham.

"Bukan itu," bantahnya cepat dan kesal.

"Aku ngga pake apa apa di a nuku. Aku juga menumpahkan banyak calon anakku di ra himmu."

Liza yang awalnya tenang jadi panik

"Ini bukan minggu suburmu, kan?"

Liza ngga menjawab.

Semoga belum terlambat.

Dia mengambil stok obat pencegah hamil, yang dia sudah lama siapkan jika Nicho ingin ti dur denganya.

Harusnya tadi malam, sungutnya dalam hati.

Ben hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat gadis itu buru buru menelan dua buah pilnya sekaligus.

1
Akbar Razaq
bagus cetitanya gak kerasa tiba tiba tamat aja.
makasi ya thor smoga sukses slalu.aamiin
Rahma AR: aamiin.... sama2...
total 1 replies
Akbar Razaq
penyakit hati emang mengerikan dan merugikan.Hm bs jadi pelajaran yg berharga
Akbar Razaq
bagis itu siapa siapa sj yg jahat sama Mika bikin stroke ja thor hehe
Akbar Razaq
ternyata kekuarga mama Astari iblis smua penghisap darah melebihi kang kredit.
Akbar Razaq
Smoga setelah tahu Mika dan Nicho balikam.mama Nastiti makin berat strokenya
Bukan jahat atau gmana tapi mama.Nastiti mmg benar benar anti Mika makanya bikin stroke permanen sj 😄
Akbar Razaq
bagus klo stroke uda gak usah d sembuhin thor tukang recok aja mama Nastiti.Kuwalat tu sm keluarga Mika
Akbar Razaq
segitunya liza padahal tanpa Nicho pun kamu kaya orang tuamu jg kaya.Daripada merendahkan diri begitu kaya ga ada harga diri sj.Yang Mika aja biasa sj di petmalukan banyak orang
Akbar Razaq
Aku yakin mama Ringgo pasti tdk lebih sama dg mama Nicho mungkin lebih bar bar reaksinya saat tahu Ringgo dekat dg cewek biasa.Apalagi klo di kompori sama mama Nastiti.
Akbar Razaq
tante Nastiti klo mati bawa hartanya sekalian dlm kubur siapa tahu nanti bs bantu ringankan siksa kubur.😄
Akbar Razaq
aduh pinter bangey si othor mendeskripsikan laki ampe aku ikutan bayangin kayak.apa si si Nicho😄
Akbar Razaq
yaj tinggal nolak aja krnapa sih atau kasih yg sewajarnya sj.Jangam maulah jadikan sapi perah terkecuali jk kondisi mereka mmg memprihatinkan
Herlina Anggana
aku kok muak bgt emosi soalnya keluargaku jg toxic KY gni dan suka banget ngorbanin aku
Novano Asih
wah kerjaannya oma dan opa ini 🤭🤭lgsg turun tangan biar nyahok itu tantenya
Novano Asih
nanti kalau tantenya tahu suaminya Mika CEO tambah kejang"dia😄😄
Novano Asih
harusnya Nicho yg beliin dresnya🤭
Novano Asih
mantannya Ringgo y
Novano Asih
oo ternyata di provokasi maminya Nicho
Pujierde
wah....para oma berebutan cicitnya coba kembar yaks seru jd ngebayangin para oma milih cicit utk di panggil jupiter dan mars padahal namanya asli bukan itu 🤣🤣
makasih authot cerita seru tp masih kurang banyak pengen liat adik"nya bumi eh salah sky (tp nama usulan dr opa rangga bagus sky tinggi dan lembut 🫢🫢)
Pujierde
harusnya bersyukur wlo bukan pewaris tapi yudhis sayang dengan jane tante suwir bukannya insya masih aja iri 🙆🙆
Pujierde
syukurlah jane tidak seperti mamanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!