(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19 - Sekertaris Genit
Pukul 12 siang Hilya telah rapi dengan pakaian santainya, ia sedang duduk dikursi roda sambil melihat kearah cermin dimeja rias,dia mulai bosan berada dikamar.
"Apa aku boleh keluar kamar ini? aku ingin mengelilingi setiap sudut masion ini" Tanya Hilya pada Nurul yang tak lain adalah perawatnya itu.
"Iya Nona, mari saya antar" Ucap Nurul kemudian mendorong kursi Hilya mengelilingi masion itu, sesampai dilantai dasar ia melihat para pekerja sedang mengerjakan tugasnya masih masing.
Bi Ela yang melihat Hilya pun mendekat dan menyapanya. "Selamat siang Non, perkenalkan saya Ela pembantu di rumah ini" Ujar Bi Ela dengan sopan.
"Selamat siang juga Bi Ela, senang bisa mengenal anda" Ucap Hilya sembari tersenyum ramah pada Bi Ela.
"Ternyata Nona sangat cantik jika dilihat dari dekat"
"Terima kasih atas pujiannya Bi Ela"
"Iya Non sama sama, kalau begitu saya permisi mau melanjutkan pekerjaan saya" Hilya pun hanya mengangguk sembari tersenyum menatap punggung Ela.
Kemudian ia pun kembali mengelilingi masion milik Gian yang membuat Hilya terkagum kagum dibuatnya.
•
•
•
•
Di kantor
Tepatnya diruangan CEO. Gian tengah mengecek berkas berkas yang belum ditanda tangani hari ini.
Karna sedari tadi ia terlalu fokus pada pekerjaannya ia merasa tenggorokan nya kering lalu Gian pun memutuskan untuk menelpon sekertaris.
Krinngggg......
"Hallo dengan Angel disini" Ucap Angel yang langsung menerima panggilan telpon itu.
"Tolong ambilkan saya kopi"
"Baik Pak" Angel yang sudah mengenal suara boss nya pun segera mengambilkan kopi yang diminta.
Tok Tok Tok
Terlihat Angel yang sedang membawa secangkir kopi di tangannya kemudian berjalan mendekati Gian sembari berlenggak lenggok.
"Ini tuan kopinya" Meletakkan kopi itu di atas meja kerja Gian.
"Terima kasih" Ucap Gian yang menatap kopi itu sekilas kemudian menatap berkas berkasnya kembali.
"Apa ada lagi yang Bapak perlukan? "
"Tidak" ucap Gian tanpa menoleh ke arah Angel sedikitpun.
Angel yang merasa diacuhkan sedikit kesal dengan sifat bossnya itu, tapi dia mesti sabar karna ini adalah salah satu strategi untuk mendekati atasannya.
*L*ihat saja, nanti pasti dia akan memohon mohon mengharapkan aku untuk jadi pendamping hidupnya, sabar sebentar angel. batin Angel
Pukul 17.30
Gian melihat kearah jam tangannya ternyata sudah sore, waktunya dia pulang ke masion.
Sesampai di masion Gian langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian, setelah itu ia turun kebawah menuju sofa yang ada di ruang keluarga.
Disana masih ada David yang berdiri di dekat sofa.
"Panggilkan perawat itu kemari" Suruh Gian pada David setelah duduk di sofa.
"Baik Tuan" David pun segera naik ke lantai dua menuju kamar Hilya untuk memanggilkan Nurul.
Tak lama kemudian Nurul dan David pun datang mendekati Gian yang sedang duduk di sofa.
"Maaf Tuan, apa Tuan memanggil saya?" Tanya Nurul
"Ya, apa saja yang dilakukan nya hari ini? "
"Nona hilya hanya istirahat, makan dan tadi sempat berkeliling masion karna mengeluh bosan"
"Hmm baiklah... Kau boleh pulang sekarang. Besok datang lagi tepat waktu untuk menjaga Hilya"
"Baik Tuan saya pamit pulang, selamat malam" Nurul pun pulang kerumahnya karena dia di tugasnya hanya menjaga Hilya saat Gian sedang bekerja saja.
Lalu Gian pun naik ke atas menuju kamar Hilya.
Clekk....
Pintu kamar Hilya pun terbuka
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe