NovelToon NovelToon
Dinikahi Pria Asing Yang Mengubah Hidupku

Dinikahi Pria Asing Yang Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: fhadilah

Saat semua jalan terasa tertutup, sebuah tawaran pernikahan dari pria asing menjadi satu-satunya harapan Felisyah untuk menyelamatkan ayahnya. Akankah keputusan itu menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya, atau justru awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fhadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertanyaan yang kembali datang

Kevin benar-benar berada di persimpangan yang sulit. Dengan frustrasi, ia mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Aku harus pilih yang mana...?" gumamnya lirih.

"Kalau aku bilang yang sebenarnya, apa Garendra bakal memaafkanku? Tapi kalau aku tetap diam, aku yang bakal sengsara...."

Pandangannya kembali jatuh pada kunci mobil yang masih berada di tangan Bu Sena.

"Padahal... itu mobil impianku sejak lama."

Kevin mengembuskan napas panjang. Kepalanya terasa semakin pening. Untuk pertama kalinya, ia berharap bisa menghilang dari situasi yang begitu menyiksa.

"Gimana, Kevin?" Bu Sena memecah keheningan sambil mengangkat kunci mobil itu sedikit lebih tinggi. "Kamu sudah lihat sendiri, kan? Kunci ini akan berpindah ke tanganmu kalau kamu mau bicara."

Kevin menggigit bibir bawahnya. Bibirnya terbuka, tetapi tak satu pun kata berhasil keluar.

"Ta-tapi, Tante..."

Belum sempat ia melanjutkan, Bu Sena kembali menyela.

"Kevin..." ucapnya dengan nada yang jauh lebih lembut. "Tante bukan mau mencelakai Garendra."

Wanita itu menatap Kevin dengan sorot mata yang sulit diartikan.

"Tante hanya ingin tahu siapa wanita yang membuat Garendra sampai berubah seperti ini. Kamu juga tahu, kan? Oma sudah lama berharap Garendra segera menikah."

Bu Sena berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Kalau memang ada perempuan di sampingnya, Tante dan Oma harus mengenalnya. Kami hanya ingin memastikan Garendra tidak memilih wanita yang salah atau sengaja mendekati perempuan sembarangan hanya untuk menghindari perjodohan."

Ucapan itu membuat Kevin kembali terdiam.

Di satu sisi, perkataan Bu Sena terdengar masuk akal. Namun di sisi lain, ia teringat jelas pesan Garendra agar tidak membuka apa pun kepada siapa pun.

Kini, Kevin benar-benar merasa terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama berat.

"Apa... aku jujur saja, ya?" batin Kevin mulai goyah.

Ia menundukkan kepala sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Lagian... apa yang Tante Sena bilang ada benarnya. Oma memang sudah lama ingin Garendra menikah. Mereka cuma ingin tahu perempuan seperti apa yang berhasil membuat Garendra berubah...."

Namun, bayangan wajah Garendra tiba-tiba muncul di benaknya.

"Tapi... gimana nanti aku menjelaskannya ke Garendra? Apa dia bakal percaya kalau aku terpaksa bicara karena Tante Sena terus menekanku? Apa dia mau mengerti kalau aku benar-benar nggak punya pilihan?"

Kevin mengembuskan napas panjang. Dadanya terasa sesak. Semakin dipikirkan, semakin ia merasa terjebak.

"Kevin!"

Suara Bu Sena yang tegas membuat tubuh Kevin tersentak.

"Kenapa malah bengong? Cepat katakan, seperti apa wanita yang bersama Garendra itu."

Kevin menelan ludah. Bibirnya bergerak pelan, tetapi tak ada satu kata pun yang keluar. Tatapannya bergantian antara wajah Bu Sena dan kunci mobil yang masih berada di tangan wanita itu.

Untuk sesaat, ia benar-benar tidak tahu harus memilih kesetiaan kepada Garendra atau mengakhiri penderitaannya sendiri.

Saat Kevin masih bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba suara seseorang memecah keheningan.

"Ada apa ini?"

Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar dari arah pintu.

Suara yang lembut, tetapi mampu memecah keheningan ruang keluarga.

Bu Sena dan Kevin yang sejak tadi masih membahas Garendra sontak terdiam.

Keduanya saling berpandangan sejenak.

Suara itu...

Terasa begitu familiar.

Hampir bersamaan, mereka menoleh ke arah sumber suara.

Dan seketika...

Keduanya terpaku.

Seorang wanita berdiri anggun di ambang pintu.

Kulitnya putih bersih, rambut panjang bergelombang jatuh rapi di kedua bahunya. Wajahnya begitu cantik dengan senyum tipis yang menghiasi bibirnya, membuat siapa pun yang melihatnya sulit mengalihkan pandangan.

"Astaga..."

"Kamu?" seru Bu Sena dengan mata membulat.

Nada suaranya dipenuhi keterkejutan sekaligus kebahagiaan.

Di sisi lain, Kevin pun tak kalah terkejut.

Jika beberapa saat yang lalu matanya masih tampak berat menahan kantuk, kini kedua matanya terbuka lebar.

Ia bahkan sampai menelan ludah pelan.

"Monica..." batinnya tak percaya.

Wanita itu tersenyum semakin lebar.

Tanpa ragu, ia melangkah menghampiri Bu Sena.

Belum sempat berkata apa-apa, Bu Sena sudah lebih dulu memeluknya erat.

Pelukan hangat itu seolah melepas rindu yang telah lama tersimpan.

"Apa kabar, Tante?" tanya Monica lembut setelah pelukan mereka terlepas.

Bu Sena masih belum bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Dengan kedua tangan yang masih memegang bahu Monica, ia menatap wajah gadis itu lekat-lekat, seolah memastikan bahwa semua ini bukan mimpi.

"Ya ampun, Monica..."

"Kapan kamu datang?"

"Kenapa tidak memberi kabar dulu pada Tante?" tanyanya penuh antusias.

"Kalau aku kasih tahu dulu, nanti namanya bukan kejutan lagi, Tante," ucap Monica sambil tersenyum manis.

"Rencananya aku memang mau datang pas ulang tahun Oma."

"Tapi... aku sudah terlalu kangen sama kalian."

"Jadi aku memutuskan pulang lebih cepat."

Mendengar itu, wajah Bu Sena langsung berbinar.

"Ya ampun..."

"Sudah lama sekali kamu di luar negeri."

"Tante sampai berpikir kamu nggak jadi pulang."

Monica menggeleng pelan.

"Mana mungkin, Tante."

"Bagaimanapun juga, rumah ini tetap rumahku."

Jawabannya membuat Bu Sena tersenyum haru.

Di tengah obrolan itu, pandangan Monica perlahan beralih ke arah Kevin.

Seketika dahinya sedikit berkerut.

Rambut Kevin tampak berantakan, matanya memerah, dan lingkaran hitam di bawah matanya terlihat begitu jelas.

Wajah pria itu juga terlihat jauh lebih lelah daripada biasanya.

Kevin yang menyadari dirinya sedang diperhatikan ikut menatap Monica.

Untuk beberapa saat...

Tatapan mereka saling bertemu.

Tak ada satu pun yang berbicara.

Melihat suasana itu, Bu Sena tersenyum kecil.

Beliau segera menarik tangan Monica agar duduk di sampingnya.

"Sudahlah, jangan dipikirkan."

"Memang begitulah Kevin."

"Sukanya bikin Tante emosi."

"Makanya sekarang Tante lagi kasih dia sedikit pelajaran."

Bu Sena melirik Kevin sekilas sambil menyunggingkan senyum penuh arti.

Sementara Kevin hanya mengembuskan napas pelan.

Jangankan menjelaskan keadaan dirinya...

Memikirkan cara keluar dari dilema yang sedang dihadapinya saja sudah membuat kepalanya terasa ingin pecah.

"Oh ya..."

Monica memecah keheningan yang mulai tercipta.

"Tadi, waktu aku masuk..."

"Aku sempat dengar Tante dan Kevin sedang membahas Garendra."

Ia memiringkan kepalanya sedikit.

"Dan... seorang wanita."

Seketika...

Suasana ruang keluarga berubah hening.

Senyum di wajah Bu Sena perlahan memudar.

Tatapannya langsung beralih kepada Kevin.

Kevin yang merasakan tatapan itu hanya bisa menelan ludah.

Perlahan, ia mengangkat kepalanya.

Tatapan mereka bertemu.

Seolah sedang saling mengirim pesan tanpa kata.

"Jangan sampai bicara."

"Cepat jawab."

Kevin kembali mengacak rambutnya dengan frustrasi.

Satu pertanyaan dari Bu Sena saja sudah cukup membuat kepalanya pening.

Sekarang...

Monica ikut menanyakan hal yang sama.

"Ya Tuhan..." batinnya.

"Kenapa semuanya menyerangku sekaligus begini?"

Ruangan kembali dipenuhi keheningan.

Semua mata kini tertuju kepada Kevin.

Menunggu...

Satu jawaban yang bisa mengubah segalanya.

Apakah Kevin akan membocorkan rahasia Garendra?Bagaimana reaksi Monica jika mengetahui Garendra sudah bersama wanita lain?

1
Alia Chans
Hadir thor, like + bunga🌹
semangat✍️😉
fhadilah: Masha Allah, makasih 😍😍komentar pertama.. bkn hsru😍🙏🙏makasih sayang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!