NovelToon NovelToon
SUAMI KONTRAK MILIK GADIS KONGLOMERAT

SUAMI KONTRAK MILIK GADIS KONGLOMERAT

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Nikah Kontrak / Kaya Raya / Romansa / Bad Boy / Tamat
Popularitas:236.1k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Florencia terpaksa harus mencari suami kontrak demi memuluskan jalan sang adik yang akan menikah. Dia tidak enak hati menyuruh adiknya yang sudah dilamar untuk menunda pernikahan mereka sampai menunggu ia menikah terlebih dahulu. Sementara dia sendiri belum mempunyai kekasih, apalagi mempunyai target menikah dalam waktu dekat.

Sampai akhirnya Florencia menemukan ide menyewa seorang pria untuk menjadi suami kontraknya, agar adiknya bisa segera menikah. Pria itu bernama Daniel Garcia, pria berdarah Indonesia-Spanyol yang ia jumpai pertama kali di dalam sebuah lift di apartemennya.

Bagaimana lika-liku perjalanan sandiwara pernikahan Florencia dengan sang suami kontrak? Apakah mereka akan mengakhiri kontrak pernikahan itu setelah batas waktu yang ditentukan berakhir? Atau mereka berdua malah saling tertarik dan saling jatuh cinta satu sama lain? Atau, justru Daniel akan memanfaatkan Florencia, setelah ia mengetahui ternyata Florencia adalah seorang Milyuner?


IG rez.zha29
Tik tok @rez

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Kesepakatan

Florencia merasa seperti mendapatkan angin segar ketika ia membuka pintu apartemen dan mendapati sosok orang yang ia harapkan benar-benar datang di hadapannya. Daniel ada di depannya saat ini. Ini suatu kebetulan atau suatu pertanda jika ia memang harus meneruskan sandiwaranya, ia juga tidak tahu. Namun yang pasti ia sangat senang sebab tak harus susah payah mencari-cari di mana keberadaan Daniel.

"Hai," sapa Daniel, meskipun ia agak heran, sebab Florencia sama sekali tidak merasa terganggu dengan kemunculannya saat ini. Awalnya ia berpikir Florencia akan menyambutnya dengan umpatan apalagi terakhir berpisah, Florencia melarang ia mengikuti wanita itu.

"Masuklah ...!" Florencia membuka lebar daun pintu apartemennya untuk mempersilahkan Daniel masuk.

Tentu saja Daniel merasa heran dengan sambutan Florencia yang tidak terduga menurutnya. Sungguh aneh dan sangat-sangat aneh sambutan Florencia padanya. Terkesan sangat bersahabat, dan ia tidak tahu apa yang membuat Florencia berubah seperti itu.

"Apa aku tidak salah mendengar?" tanya Daniel bernada menyindir.

"Duduklah, aku ingin bicara denganmu!" Tak menanggapi ucapan Daniel, Florencia justru menyuruh Daniel duduk di sofa ruang tamu.

Kedua alis Daniel bertautan hingga dahinya berlipat, namun pandangan matanya terus mengarah kepada Florencia yang berbicara dengan nada serius kepadanya.

"Ada apa?" tanya Daniel kemudian.

"Aku ingin buat kesepakatan denganmu." To the point Florencia menyatakan tujuannya pada Daniel.

Kening Daniel masih memperlihatkan guratan, "Kesepakatan apa?" tanyanya.

Florencia menghempas nafas panjang seraya memalis wajah, sebab ia tidak ingin melihat senyum Daniel yang akan meledeknya jika ia ceritakan apa yang dia rencanakan saat ini.

"Ryan sudah mengatakan pada Mama soal kamu, dan Mama menyuruh aku untuk membawa kamu ke Jakarta dan mengenalkan kamu ke keluargaku," paparnya.

"What? Kamu ingin membawaku pergi ke Jakarta?" Tawa Daniel pun seketika pecah mendengar perkataan Florencia. "Apa aku masih berperan sebagai kekasihmu?" tanyanya masih diselingi tawa.

Ekor mata Florencia melirik ke arah Daniel yang sedang tertawa menyindirnya, tak bisa ia bayangkan jika ia harus hidup bersama Daniel dalam ikatan pernikahan. Untung saja dirinya jauh dari keluarga, jika sampai dia menjalankan pernikahan palsu dengan Daniel, ia tidak harus tinggal serumah dengan Daniel dan tak akan ada keluarganya yang tahu.

"Aku minta kamu jangan bersikap buruk jika berhadapan dengan keluargaku!" Florencia segera mengultimatum agar Daniel tidak bersikap kurang sopan, karena pasti sang Mama akan melarangnya berhubungan dengan Daniel jika pria itu tetap berlaku seperti biasa.

"Hehe ... apa kamu yakin aku mau bertemu dengan orang tuamu?" Tentu saja Daniel tidak serius bertanya seperti itu, sebab ia ingin tahu seberapa kaya orang tua Florencia, terlebih ia juga mempunyai niat pergi ke Labuan Bajo dalam waktu dekat

"Aku bersedia membayar jasa kamu kalau kamu mau melakukan hal itu." Florencia sudah mulai memperlihatkan kuasanya menggunakan uang untuk membuat orang tunduk kepadanya.

"Wow ... sepertinya itu pekerjaan menarik, berapa kamu berani bayar aku?" Daniel menantang Florencia.

"Berapa yang kamu minta?" Florencia balik menantang.

"Satu milyar, apa kamu sanggup?" Daniel menyebut angka yang cukup fantasis yang akan tentu saja tidak ia miliki secara pribadi jika nilai itu berbentuk dolar Amerika.

"Apa kamu gila?!" hardik Florencia.

"Hahaha ... tenang dulu, Sayang. Aku tidak mengatakannya senilai dolar, beri saja aku satu miliar rupiah." Melihat kepanikan Florencia, Daniel menjelaskan maksud dari jumlah yang ia tawarkan.

"Oke, deal." Tanpa berpikir panjang, Florencia langsung menyetujui nilai yang diminta oleh Daniel.

Satu alis lebat Daniel terangkat, tak menyangka Florencia menerima angka yang ia tawarkan tanpa membutuhkan waktu untuk berpikir. Satu miliar rupiah bukanlah jumlah yang sedikit tentunya, dan lagi-lagi Florencia dengan mudahnya mengeluarkan uang sebanyak itu. Semakin yakinlah ia jika dirinya tidak salah mendekati Florencia.

"Kau tidak ingin menawar? Aku akan kasih potongan tapi jangan banyak-banyak." Dengan menyeringai Daniel meledek Florencia.

"Tidak, tidak perlu!" tegas Florencia, "Aku butuh kerjasamamu. Aku sudah cerita padamu soal rencana orang tuaku yang ingin menjodohkan aku dengan Ryan, kan? Mama ingin aku menikah secepatnya, tapi aku tidak ingin terikat dalam ikatan pernikahan dalam waktu dekat. Jadi, apa kamu bisa bantu aku untuk berpura-pura jadi suami aku?" tanya Florencia memohon.

Daniel terbelalak mendengar permintaan Florencia. Ya, dia sendiri sempat bercanda mengucapkan kalimat tersebut pada Florencia saat Florencia memintanya menjadi pacar pura-pura. Dia tidak menduga jika Florencia merespon candaannya itu.

"Wow, menjadi suami pura-pura? Apa kita juga harus menikah?" Daniel tentu saja tertarik.

"Iya, tapi hanya sementara. Yang penting aku sudah menikah lebih dulu, setelah itu kita bercerai, agar adikku juga bisa menikah tanpa merasa melangkahi aku," jelas Florencia.

"Apa kau yakin, Sayang? Apa kau tidak takut jatuh cinta padaku?" goda Daniel.

"Itu hanya sementara dan kita tidak akan tinggal satu atap, hanya status saja." tegas Florencia sekali lagi menangkis pertanyaan Daniel jika dirinya akan jatuh cinta.

"Maksudmu kita tidak akan melakukan hubungan suami istri?" Rugi bagi Daniel jika menikah tanpa melakukan hal tersebut, apalagi dia seorang yang senang bercinta.

"Apa kamu lupa kalau ini sandiwara?" Florencia kesal sebab Daniel seolah tak juga mengerti penjelasannya.

"Sayang sekali aku menikah tanpa hubungan in tim suami istri." Daniel mendramatisir dengan memasang wajah sedih.

"Aku tidak akan melakukan hal itu dengan pria yang tidak aku cintai." Florencia tak ingin menyerahkan kesuciannya pada sembarang pria. "Bagaimana, apa kamu bisa bantu aku?" Florencia minta kepastian apakah Daniel bersedia atau tidak.

"Apa kita juga tidak tinggal bersama? Bagaimana kalau orang tuamu tahu?" Daniel masih berusaha agar bisa tinggal bersama dengan Florencia, jika ditempat yang sama akan lebih mudah baginya menaklukan Florencia.

"Keluargaku tidak tinggal di sini, mereka tidak mungkin tahu seandainya kita tidak tinggal di tempat yang sama," jawab Florencia.

Daniel menarik dua sudut bibirnya ke bawah dan mengedikkan bahunya. Ini adalah kesempatan besar baginya, tak mungkin ia sia-siakan begitu aja, meskipun hanya berpura-pura, namun ia mempunyai cara bagaimana harus menundukkan Florencia.

"Oke, deal." Akhirnya ia memberi jawaban, "Kapan kita ke Jakarta?" tanyanya kemudian.

"Lusa," jawab Florencia.

"Oke," sambut Daniel.

"Aku minta nomer telepon kamu." Agar lebih mudah baginya menghubungi Daniel, Florencia meminta nomer ponsel pria itu.

Daniel menyeringai mendengarnya, ia pun berkata dengan meledek pada Florencia, "Biasanya pria yang minta nomer telepon wanita, suatu kehormatan kau yang meminta nomer teleponku lebih dulu."

"Tidak usah berpikir macam-macam! Aku minta nomer teleponmu agar aku bisa menghubungimu jika aku butuh jasamu." Florencia langsung menepis anggapan Daniel.

"Berapa nomermu? Biar aku hubungi nomer teleponmu saja." Daniel mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk menyimpan nomer Florencia dan melakukan panggilan

Florencia menyebutkan nomer ponsel miliknya pada Daniel. Matanya memperhatikan tato di lengan kanan Daniel, tentu saja itu akan mengganggu jika orang tuanya melihat tato itu.

"Apa kamu bisa menghilangkan tatomu itu?" tanya Florencia berharap Daniel mau menghilangkan lukisan di kulit lengan pria itu.

"Kenapa? Kau ingin aku menghilangkannya? Tidak, aku tidak akan menghilangkan tato ini hanya untuk pernikahan palsu," jawab Daniel santai.

"Kalau begitu tutupi saja, jika bertemu keluargaku, jangan perlihatkan tatomu di depan mereka." Florencia memohon.

"Oke, tidak masalah." Daniel bisa mengenakan pakaian lengan panjang untuk menutupi tatonya, sebab ia memang tak berminat menghapus tatonya. "Ada lagi?" tanya Daniel kemudian memastikan apa ada lagi syarat yang diminta oleh Florencia.

Florencia mencoba mencari apa lagi hal yang tidak akan membuat orang tuanya menghalangi niatnya berhubungan dengan Daniel, hingga akhirnya ia ingat soal keyakinan karena sang Mama pasti akan menentang jika pria yang berhubungan dengannya tidak seiman dengannya.

*

*

*

Bersambung ...

Happy Reading❤️

1
gia nasgia
fix nggak bisa pindah ke lain hati 😍😘
gia nasgia
Welcome to the World mt baby Boy😍🥰semoga sehat dan sukses selalu Kak Rez-sha 🤲😇
gia nasgia
Next
gia nasgia
lanjutkan kak Rez-sha🙏🙏
gia nasgia
siap kak Rez-zha untuk semua karya mu 😘✌
gia nasgia
Semangat kak Rez- zha 💪💪
gia nasgia
Yg tanam siapa yg mau di miripin siap 🤣🤣
gia nasgia
senang lihat perubahan Daniel 😍😍
gia nasgia
wah Gadis nggak tahu klau susunya buat bumil 😂
gia nasgia
Saking bucin nya sampai Niel yg ngidam
gia nasgia
congrats Niel dan Flo😍🥰🥰
gia nasgia
Selamat Flo dan kudanil akhirnya kecebong nya si bule otw juga
gia nasgia
Di kamu pasti kaget kalau tahu flo melanggar isi perjanjian nya sendiri 🤣
gia nasgia
Nggak papa juga flo memberi kesempatan kudanil untuk memperbaiki kesalahannya
gia nasgia
konflik di depan mata
gia nasgia
Flo membuat jiwa travelling ku meronta 🤣🤭
gia nasgia
Aku di pihak mu Niel
gia nasgia
Flo ingat juga nasehat mama Farah
gia nasgia
lagi"Honeymoon 😍😍😍🥰🥰
gia nasgia
kudanil jangan membuat Gagah makin yakin dgn kecurangan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!