🧭 96 km Season 2
⏰
21+
"Mengapa kita begitu rumit?!" ujar Mina.
Kisah cinta langit timur (Mina) dan langit barat (Nagi) kembali berlanjut. Mereka terbawa kembali ke masa di saat pertama kali bertemu.
Nagi berhasil membalikkan waktu dan berusaha menghilangkan jarak 96 kilometer di antara mereka.
Namun Mina justru berusaha melupakan kisah cintanya bersama Nagi, karena masih terikat pada seseorang dari masa depan.
Apakah dengan mesin waktu, mereka bisa bersatu lagi di tengah rasa ragu dan bimbang?
Ayo ikuti kisah romansa di dalam mesin waktu ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Iridescent
..."Hidup ini bukan hanya tentang satu warna....
...Ada senang, ada sedih....
...Ada hujan, baru muncullah pelangi....
...Ada kamu? Pastinya ada aku!"...
Hari Selasa,
Mina, si overthinker yang terus saja memikirkan perkataan Nagi, saat ini ia benar-benar bingung.
Aku maunya kamu.
Apakah ia serius dengan perkataannya?
Mina telah duduk di dalam kelas dengan beberapa temannya yang telah datang. Bangku di sampingnya masing kosong.
Ah! Tapi bisa saja suatu saat perasaannya bisa berubah kan? Dulu dia meninggalkanku, terus tiba-tiba muncul lagi ... seperti siluman!
Sebelum itu terjadi, aku ngga boleh menyukainya ... ataupun memberi harapan padanya!
Lalu, seseorang yang digibah dalam hatinya pun muncul. Mina menunduk dan memilih memainkan handphone-nya. Orang tersebut segera duduk di sampingnya, meletakkan tas punggung, dan bersiap mengobrol dengan Mina.
"Mi, gimana tugas biologi mu? Sudah selesai?" Pertanyaan Nagi membuat Mina teringat bahwa minggu lalu Nagi tidak masuk sekolah.
"Jawab dulu pertanyaan ku! Minggu lalu kamu kemana?" tanyanya, memaksa Nagi untuk berpikir keras.
Nagi melancarkan serangan balik pada Mina. "Emangnya kalau kamu tahu alasannya, kamu bakal bilang kangen ke aku?"
Sejenak mereka berada dalam suasana hening di antara ramainya suasana kelas unggulan pertama.
Tak lama, Mina bersuara. "Ya 'kan, aku harus tahu kamu kemana! Karena tadi kamu tanya pelajaran biologi. Kalau nanti tiba-tiba guru minta tugasnya dikumpulin sekarang, kamu bakal jawab apa?" dalihnya.
"Ya ... ngga apa sih, Mi. Nanti aku bakal jawab kalau aku lagi galau dan butuh belaian darimu," tuturnya yang ditambah dengan rayuan halus.
Mina mengambil buku dari dalam tas sembari mengumpat. Ih! Harusnya tadi aku ngga usah mengajaknya berdebat!
"Ini!" Mina melempar buku catatan biologinya kepada Nagi, tepat di wajah Nagi!
Terima kasih atas jawaban fisika mu, Nag.
Nagi mengaduh kesakitan. "Aduh! Santai dong, Yang~" Dia membuka buku milik Mina dan membacanya.
"Namaku Mina!!" protesnya
Nagi mengalihkan pembicaraan. "Ini ... dikumpulkan dua minggu la-gi. Hm," ucap Nagi dengan nada semakin merendah. Oalah, Mi. Jadi masih ada waktu seminggu lagi buat ngumpulin.
"Iya, Jaf. Tuh! Aku sudah selesai," ucapnya dengan keagaan.
"Oke! Thanks, sayangku!" Nagi segera menyalin jawaban ke buku catatannya. Mina membiarkan pria di sampingnya itu dan memilih memainkan handphone-nya.
Jam pelajaran terakhir,
Guru Biologi memasuki kelas unggulan pertama. Beliau segera memberitahukan hal yang cukup penting.
"Semuanya, mohon perhatiannya ya ...," titah beliau kepada para siswa kelas unggulan pertama.
"Hari ini saya berhalangan untuk mengajar, karena ada acara di luar kota. Minggu depan, jangan lupa kumpulkan tugas taksonomi."
Semua menjawab, "Iya Bu."
Guru biologi juga memberi tugas untuk membuat kelompok. Setiap kelompok harus membuat produk olahan fermentasi. "Untuk produk fermentasinya, tolong dikumpulkan hari Rabu minggu depan saja ya!"
Setelah guru meninggalkan kelas, suasana kelas kembali ramai, seramai pikiran Mina.
Aku akan satu kelompok dengannya? batinnya sembari menoleh ke samping. Ternyata Nagi juga menoleh dan menggenggam tangan Mina.
"Ish! Lepas!" bisik Mina, tapi tindakannya berisik.
Nagi tak peduli, ia justru mengajak Ratna dan Eni untuk berkelompok dengan dirinya dan Mina.
"Maaf, Nagi. Aku sudah satu kelompok sama Beby," ucap Eni.
"Oh ... ngga apa En." Nagi memaksakan senyumnya dibalik perasaan kecewanya. Ia khawatir takdir yang ini tak bisa berubah, oleh karena itu ia ingin mengubahnya.
"Lepas!" bisik Mina sembari melepaskan genggaman Nagi yang melemah.
Gimana ini? Masa' dia mau satu kelompok? Ngga, ngga mungk-- kata hati Nagi terpotong oleh ucapan Ratna.
"Eh! Kelompok kita sudah lengkap anggotanya loh!" Tiba-tiba Ratna membuat mereka berdua kaget dengan meminta orang itu menjadi satu kelompok dengan mereka.
Salam Hangat dari "Sebuah Kisah Cintaku" 😆🙏🏼
Sungguh luar biasa
Apalagi bila bisa buat sesuatu yang positif 👍👍👍
semangatt yaa
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks