" Liat saja nanti, akan ku buktikan kalo aku bisa berhasil !! " batin Hania. Kata kata mencemooh dari tetangga bagaikan makanan dan vitamin bagi Hania.
" Cerita tentang seorang gadis dari keluarga broken home. Yang tidak mau mengenal cinta karena perceraian orang tua. "
Tapi apakah hatinya baik baik saja ketika ada yang menawarkan cinta untuknya ?
Ini karya pertama.. dan sedang dalam review untuk kontrak dengan platform ini.
Cerita ini tidak terbit di platform lain...💙
Mohon dukungannya...Semoga berkenan..
Enjoy.. 💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ReeRee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
" Gimana menurut lo Ram ? Kalo menurut gw sih tempat ini cocok yah..." kata Reza
" Bener kak.. Area ini sangat luas untuk gedung klinik mungkin kita bisa bikin beberapa kamar untuk berjaga jaga jika ada yang harus mendapat perawatan sebelum dirujuk di RS kan.. " kata Vina
" Itu juga yang gw pikirkan.. Area ruang tunggu untuk pasien juga kita harus pikirkan.. Harus dibuat lebih luas supaya nyaman.." Jawab Rama
" Pembicaraan kalian ama pemilik tanah ini gimana ? Gak ada masalah kan dengan tanah ini.. Harga juga kemarin setelah gw cek masih masuk akal..harga pasaranlah.."
" Udah sih..pemiliknya juga lagi butuh uang jadi dia maunya diproses cepat.." jawab Hendra
" Yaudah, nanti kita ketemu kontraktor dan bicarain design yang kita butuhkan..."
" Lo ama Bara modalin dulu bisa kan Ram..hehehe" Kata Reza
" Aman.." Jawab Bara sedangkan Rama hanya mengangguk tapi matanya melihat ke arah Hania
drrrt...drrt..drrt
Ponsel Rama berbunyi. Rama mengambil ponselnya dan melihat nama Mami Tia sedang menghubunginya. Dahi Rama mengkerut.
" Ya Mam.."
" Halo Ram, mami gak punya nomor Hania..Jadi mami telpon kamu..Mana Hania.."
" Ckk.. Han, ini ada yang mau ngomong.." ponsel Rama disodorin ke Hania.
Hania menatap bingung tapi tetap menjawab telponnya..
" Halo.."
" Hania, ini Mami Tia..mami bisa minta tolong gak ?"
" Iya tan..."
" Ish..panggil mami aj mulai sekarang.."
" iya mi..." Hania menjawab dengan menundukkan kepala karena wajahnya udah memerah karena malu
Selain Rama, mereka pada saling menatap bingung.Tapi tidak dengan Hendra, dia malah tersenyum tipis.
" Gini Han, mami kan mau beli birthday cake buat temen mami, tapi mami lagi sakit kepala jadi gk bisa keluar skarang.. Mami minta tolong Rama tapi dia pasti bingung milihnya.. Ntar di pilih yang biasa aja lagi...sedangkan temen mami kan bukan biasa biasa aja..hehe..Hania bisa bantu mami gak?"
" Hmm..kenapa gak online aja mi ? "
" Ish..entar nyampe sini rusak Han..udah udah..nanti mami suruh Rama antar kamu beli cake nya... Mana Rama" "
" Ini..masih mau ngomong katanya.." Hania mengembalikan ponsel Rama
" Iya mam..Thanks yah.." Hania menatap curiga
" Maksudnya sama sama mam.."
Hendra dan Reza udah cekikikan di blakang, karena mereka udah tahu kalo ini akal akalan Rama.
" Gw nanti pulang bareng Hania, mami gw nitip sesuatu.." kata Rama
" Gw juga nanti pulang bareng Vey.." Kata Bara
" eh.." Vey kaget mendengar omongan Bara
" Kita mau nnton Vey..lo tdi udh blang ok.."
" Kirain bukan hari ini..gw gak dandan.."
" Udah cakep..gk usah dandan2.." dih..Bara posesif
Reza menatap Hendra minta dikasihani..karena dia gak bawa mobil.
" Gw pulang bareng Vina Reza.." Hendra mengedipkan matanya ke Vina
" Mobil gw gimana ? " tanya Vina
" Gw yang bawa, Reza pulang dengan mobil gw..nanti gw ambil di cafe bro.."
" Sierra tega deh..." Batin Reza sambil mencebik karena tiba tiba di malam minggu ini dia gak ada pasangan.
" Yaudah...nanti kabar kabari aja gimana yah kelanjutannya.."
" Siap bos.." jawab Hendra
plakk..
" bas bos...elo yang bos. ."
" Yaudah kami cabut yah.." kata Rama sambil menarik tangan Hania
Hania menarik tangannya dengan kasar. Karena dia kaget dan malu. Tetapi Rama menarik tangannya kembali dan menggenggamnya dengan erat.