NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Triyani

Sakit hati karena merasa dibohongi oleh semua orang, membuat gadis cantik bernama Ghayana Lestari Herlambang atau biasa dipanggil Ana memutuskan hidup seorang diri dinegara yang begitu asing.

Ana memutuskan untuk hidup seorang diri dinegara sakura, Jepang. Namun tanpa diduga duga, disana Ana bertemu dengan seorang pemuda bernama Reynaldi.

Seorang pria yang jauh lebih muda dari Ana, yang selalu saja bersikap konyol saat bersama dengannya namun hal itu membuat hati Ana kembali menghangat setelah sekian lama membeku karena sakit hati oleh pria bernama Revan.

Namun disaat Ana ingin mulai membuka hatinya kembali, Ana malah dipertemukan kembali dengan Revan yang saat ini sudah menyandang status duda tanpa anak.

Lalu, apakah Ana akan memilih untuk bersama kembali dengan Revan setelah pria itu kembali sendiri dan menyatakan perasaan cintanya??


Atau memilih bersama dengan Reynaldi yang sudah jelas jelas menyembuhkan luka hatinya??

Yukk ikuti kisah mereka disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.19

***

"Abang kangen sama kamu Dek," bisik Ghafin saat membalas pelukkan Ana yang begitu erat membelit ditubuh kekarnya.

"Maaf, maafkan Ana Bang. Maafkan atas sifat kekanak kanakan Ana selama ini,"

"Ssttt, tidak sayang. Kamu tidak salah. Seharusnya Abang yang minta maaf,"

"Kita lanjut ngobrolnya di rumah yukk Bang. Ga enak kalau, disini dilihatin orang,"

"Baiklah, Abang menginap dirumah kamu, boleh?"

"Boleh, tapi dirumah Ana hanya ada satu kamar tidur,"

"Tidak apa apa, Abang bisa tidur di sofa,"

"Baiklah, yukk kita pulang. Ah iya, lalu, bagaimana dengan Rey?"

"Kita pulang satu mobil saja. Kita antar Rey dan Revan pulang ke apartemen Rey dulu nanti kita baru pulang ke apartemen kamu, gimana?"

"Kita pulang sama sama saja Bang. Kebetulan kita tinggal dalam satu gedung apartemen," sela Rey yang mendengar pembicaraan Ghafin dan juga Ana.

"Begitukah, baiklah kalau begitu. Ayo masuk semua, kita pulang sekarang,"

Namun saat Ana melepas pelukkan nya ditubuh Ghafin, seketika netranya bertemu dengan sepasang mata yang menatap ka arahnya dengan tatapan sendu, penuh dengan kerinduan.

Ana pun menampilkan senyum manis yang biasa dia perlihatkan pada sosok itu. Senyum yang selalu memberi kedamaian dan ketenangan bagi pria yang kini memasuki usia 30 tahun itu.

"Hai Bang, apa kabar?" sapa Ana dengan perasaan yang bercampur aduk. Namun kini sudah jauh lebih ringan dan tanpa adanya lagi rasa sesak yang dulu pernah membuat Ana kesulitan meski hanya sekedar untuk bernafas.

"Baik An, kamu sendiri, bagimana?"

"Seperti yang Abang lihat. Aku baik baik saja dan masih sibuk dengan pekerjaan,"

"Sudah sudah, kita lanjut dirumah saja ngobrolnya biar lebih santai,"

"Baiklah,"

Semuanya pun kompak masuk kedalam satu mobil yang dibawa Ghafin. Ana duduk dijok bagian depan berdampingan dengan Ghafin yang tengah memegang kendali akan lajunya kendaraan roda empat itu.

Sedangkan Rey dan Revan duduk dijok bagian belakang. Sepanjang pejalanan menuju ke apartemen Ana suasana didalam mobil masih terasa begitu canggung.

Ana sendiri lebih banyak diam dan hanya sesekali saja mengeluarkan suaranya itu pun saat Ghafin bertanya.

Selanajutkan, akan kembali terdiam dan lebih memilih untuk menyimak pembicaraan ketiga pria yang ada bersama dengan nya dalam satu mobil.

Dan setelah 30 menit berkendara, mobil Ghafin pun mulai memasuki area baseman gedung dengan menggunakan kode akses dari Ana.

Setelah memarkirkan mobilnya di tempat yang masih kosong, ketiganya pun turun dari mobil dan langsung beranjak menuju ke lift yang akan membawa mereka ke lantai dimana unit milik Ana dan Rey berada.

"Kalian bertetangga?" tanya Ghafin saat tiba di unit milik Ana yang ternyata disamping nya itu adalah unit milik Rey.

"Iya, aku baru tinggal disini. Awalny aku tinggal di asrama kampus, tapi karena harus magang dan lokasi kampus cukup jauh dari perusahaan tempat aku magang jauh jadi aku pilih apartemen yang dekat dengan perusahaan dan harga nya juga terjangkau untuk kami para mahasiswa yang keuangan nya masih terbatas. Dan salah satu rekan kerjaku merekomendasikan tempat ini, dan tidak disangka. Aku tinggal bersebelahan dengan Ana," jelas Rey panjang kali lebar.

"Ya udah kalau begitu, kita berkumpul ditempat Ana saja. Sudah lama kita tidak kumpul bareng jugakan? Gimana An, bolehkan kalau kita kumpul ditempat kamu?" ajak Ghafin pada Reyy dan juga Revan. Dan juga meminta ijin pada sang pemilik unit yang akan mereka tempati untuk berkumpul.

"Iya boleh, ayo. Masuk saja,"

Akhirnya ketiga pria itu pun ikut masuk kedalam unit milik Ana. Ketiganya langsung menempati ruang keluarga yang merangkap sebagai ruang tamu juga.

Ana sendiri langsung masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai dan nyaman untuk digunakan dirumah.

"Abang buat minuman saja dulu, Ana ganti dulu baju. Nanti habis itu Ana akan masak untuk makan malam kita,"

"Baiklah, apa lebih baik kita pesan saja? Kamu terlihat cape, jangan sampai kamu terlalu lelah Dek,"

"Enggak kok Bang, lagi pula aku sudah terbiasa masak sendiri. Jadi tidak masalah, sebentar ya, aku ganti baju dulu. Dikulkas ada makanan, keluarkan saja, lumayan untuk teman mengobrol,"

"Baiklah, Abang ambil ya?"

"Iya Bang,"

Ana pun langsung melesat kedalam kamarnya. Sementara itu Rey dan Revan tampak duduk disofa, menunggu Ghafin yang tengah membuatkan mereka kopi.

Setelah beberapa menit berlalu, Ana pun akhirnya keluar dari dalam kamar dan langsung menuju ke arah dapur untuk membuat menu makan malam.

Melihat kesibukan yang dilakukan Ana, Rey pun akhirnya bangkit lalu menghampiri ANa yang tampak repot sendiri di mini dapur miliknya.

"Sini biar aku bantgu potong sayuran nya," ucap Rey sembari mengambil pisau yang ada ditangan Ana lalu memulai memotong motong sayuran yang ada di atas meja.

"Ayo, kamu yang masak biar aku yang memotong semua bahan nya," lanjut Rey saat melihat Ana hanya diam menatap tak percaya pada pemuda itu.

Terbangun dari lamunannya, Ana pun mulai bergerak kearah kompor untuk memulai acara masak memasaknya.

Kedua orang yang tengah berjibaku didepan kompor itu, terlihat begitu kompak dan itu tidak luput dari kedua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya.

Dan saat melihat bagaimana kompaknya Ana dan Rey yang tengah berkegiatan didepan kompor, membuat Revan merasa tidak suka melihat kedekatan keduany.

Bahkan Revan tiba tiba merasa kesal sendiri saat Ana tetawa lepas saat bersama dengan adiknya itu.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagus👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
Anna........ ternyata nasib cintamu sungguh menyakitkan dan menyedihkan
Mira Hastati
bagus
Lala Al Fadholi
dulu aja ana di kalahkan oleh sahabatnya sekarang baru tahu kan rasanya cinta d kalahkan org dekat
hallo assalamualaikum, maaf sebelumnya kak, sepertinya author nya tidak terlalu salah akan hal ini, ini menurut pendapat ku, tor lain kali kalo buat cerita jangan di tunda tunda, lasung saja ke inti dari apa yang ingin kamu buat dalam novel, dari bab bab ini kamu seperti memancing perasaan pembaca
🌸 Triyani 🌸: waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. terima kasih kak, karena sudah mampir dan baca karya aku. sebelumnya, mohon maaf jika ceritanya buat nggak nyaman, hanya saja. mengenai alur cerita, ini semua atas saran editor pada saat itu. jadi, mohon maaf sekali lagi kalau alurnya bikin penasaran dan terima kasih karena sudah mampir 🙏🤗
total 1 replies
Sri Ariyanti
thor untuk visualnya knp gak disini aja, soalnya gak punya ig.
Sri Ariyanti
ok
Fano Jawakonora
tinggalkan sj dia, tendangkontolnya sdh duda itu kmu masih prawan masa mau kasi prawan mu sma duda bau
Fano Jawakonora
kelahi sj kalian berdua, habis itu ana dapat laki"yg syg sama dia
Fano Jawakonora
sok dewasa sok keren lagi dasar tengiik
Fano Jawakonora
yg satu ingusan sok ngatur yg satu duda suka cemburu, jadi tendang mereka berdua semoga ana dpt laki"yg brnar syg dn peduli sama dia biar bikn hti revan sakit sesakitnya yg ana rasakn dulu
Fano Jawakonora
sdhlah revan apa yg kmu lskukan juga sangat menyakitkn buat ana dan ana juga hny senyum sebagai sebagai seorg kk buat rey bau kentut itu
Fano Jawakonora
Rey kentut bau konyol juga bau sok tbtb dok akrab sok ngatur sok tau bau paling jengkel
Fano Jawakonora
krnapa ada org yg sok tau sok akrab gitu ya rasanya trllu lebay cerita terkait seorang rai yg hny pegawai magang, heran aj org seperti itu yg suka mksa kehendak org lain bikin gatal tangn ini bila ada di dunia nyata sdh aku hajar sampai pingsan
Ami Juwita
sangat menarik
echa purin
👍🏻
Uniie Gentra
kenapa juga abangnya nyembunyiin status revan sama kaila??aneh ni kakak koq lebih bela sahabat drpd adik sendiri
Nency Neny
rey aj lebih baik
Ema
bagus
Ray
selalu begitu, gimana kalo Kaila baik, pasti gak inget sang cadangan 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!