Usia Alexius Calandra memang sudah tidak lagi muda. Dan dia dijodohkan dengan seorang gadis yang pemarah dan arogan. Bagaimana cara dia menghadapi gadis muda itu yang punya sikap sangat menjengkelkan menurutnya.
Beberapa kali Sarah dan Alex berusaha menggagalkan perjodohan tetapi selalu gagal karena Ibu Alex sangat pintar dan berpendirian teguh.
Dengan sangat terpaksa akhirnya mereka menikah agar tidak dicoret dari daftar warisan keluarga.
Selalu ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga Alex dan Sarah di setiap harinya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru semakin mendekatkan hubungan mereka.
Sebuah rahasia terungkap saat Alex mulai mencintai Sarah begitupun sebaliknya. Bagaimana jika tiba-tiba mereka harus bercerai karena anak kandung Adolf Chavali yang hilang telah kembali dan mengambil semua haknya yang dipinjam Sarah selama ini, termasuk perjodohannya dengan Alex.
Bagaimana sikap Alex selanjutnya? Dan akankah kedua orang tua Sarah tetap menyayangi gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Sierra menampilkan wajah kecewa pada pasangan suami istri yang berada di hadapannya. Sarah dan Alex mengunjungi rumah Rose serta Adolf sekedar memberitahukan maksud mereka untuk pergi berlibur.
Sebenarnya itu adalah keinginan Alex, dia bersikeras untuk mengajak pergi Sarah ke negeri cinta tersebut. Siapa yang tidak tahu negara dengan ikon terkenal sebagai lambang cinta?
"Mama tidak setuju! Sebaiknya kalian tunda dulu. Sierra butuh teman untuk membiasakan diri di rumah ini." Rose berkata, dan demi Tuhan Alex merasa kesal dan dia melihat senyum puas di bibir Sierra.
"Lagipula kuliahmu sudah hampir menuju kelulusan," ucap Rose lagi yang hanya dijawab anggukan oleh Sarah.
"Itu benar, Sayang! Lebih baik kau fokus pada pendidikanmu saja!" Kali ini Marina juga ikut menimpali ucapan Rose.
"Tidak bisa!! Aku dan Sarah tetap akan pergi!!" Alex kembali menegaskan keinginannya untuk pergi bersama Sarah.
…
Sungguh Alex tidak suka tatapan menuntut dari Sarah. Gadis itu memicingkan mata, apakah Sarah itu bodoh atau polos, bisa saja gadis itu berpura-pura tidak mengerti. Sarah mengeluh tentang menunda liburan ke Paris, gadis itu lebih mendengar ucapan Marina dan Rose.
"Kenapa? Jangan menatapku seperti itu! Kita sudah bicarakan ini ratusan kali, dan aku tidak akan mengubah keputusanku." Sarah mengerucutkan bibir saat mendengar ucapan Alex.
"Lihatlah, Tuan Putri sedang bicara dengan ibuku. Entah kenapa aku tidak suka melihatnya." Alex dan Sarah mengalihkan perhatian pada Sierra dan Marina. Kedua wanita beda usia itu terlihat akrab.
Alex bukan pria bodoh yang bisa ditipu, baginya Sierra tampak seperti seorang penjilat. Sesekali wanita itu melirik kepadanya.
"Tidak bisakah kau melihat kebaikan seseorang? Pikiranmu terlalu buruk," ketus Sarah yang semakin membuat Alex kesal.
"Terserah!!" Alex menarik tangan Sarah, dia membawa gadis itu untuk menjauh dari orang-orang yang akan menyakiti hatinya.
...
Alex kembali berdebat dengan ibunya. Ternyata benar, sekali lagi Marina ingin mengatur hidup Alex. Dengan tenang sang ibu meminta dirinya untuk pergi makan malam dengan Sierra.
Marina ingin Alex lebih mengenal Sierra. Untuk apa? Pertanyaan itu terus keluar dari mulut Alex saat dia berdebat dengan sang ibu.
"Aku tidak mau!!" tegas Alex, sungguh dia tidak bisa untuk memenuhi keinginan wanita itu. "Aku bukan boneka yang bisa Mama permainkan."
"Ini hanya makan malam. Mama rasa Sarah tidak akan keberatan kalau kau pergi dengan kakaknya." Marina berusaha meyakinkan Alex.
"Jangan memperalat istriku! Mama tahu Sarah tidak akan menolak keinginan kalian semua karena dia tahu caranya memposisikan diri." Alex berkata dengan sedikit amarah dalam ucapannya.
"Itu bagus! Artinya dia sangat tahu diri." Sungguh Alex tidak mengira Marina begitu tega mengucapkan itu pada menantunya sendiri.
"Mama, aku bukan pria bodoh yang bisa Mama bohongi. Katakan saja sejujurnya apa yang Mama inginkan dariku?" Alex bertanya dengan emosi yang tertahan. Dia hanya berharap tidak mendengar jawaban yang sama seperti apa yang sedang dia pikirkan.
"Ini sulit dijelaskan, tetapi tetap saja ini menyangkut wasiat mendiang Papamu," jawab Marina.
Alex ingin sekali membunuh seseorang saat ini, dia tahu ke arah mana pembicaraan sang ibu akan berlanjut. Dia marah dan kesal, begitu mudahnya Marina atau keluarga Chavali mengatur jalan hidupnya, mereka mengatur segalanya, menyuruh untuk menjalin atau memutus hubungan dengan orang-orang yang Alex sayangi.
'Sarah ….'
Alex memikirkan Sarah, gadis itu akan terluka. Sungguh Alex tidak tega untuk melukainya. Pria itu tidak mau meninggalkan istri kecilnya yang baru dia cintai.
Cinta??
Alex mencintai Sarah, itu yang dia rasakan saat ini. Walaupun dia sendiri tidak tahu apakah gadis itu membalas cintanya atau tidak. Alex hanya ingin melindungi Sarah setelah terbuang dari keluarganya sendiri.
Alex berpikir seperti itu karena melihat Sarah diperlakukan berbeda dengan Sierra. Hidup Sarah berubah drastis setelah Sierra kembali. Dia tidak peduli siapa Sarah, dari mana gadis itu berasal, atau siapa orang tuanya.
Dua puluh tahun lalu Sarah diadopsi dari panti asuhan oleh Rose karena tidak berhasil menemukan Sierra. Gadis itu dibuang orang tuanya setelah dilahirkan. Rose memang sengaja mengadopsi bayi baru lahir supaya bisa dia didik.
"Apa Mama ingin aku berpisah dengan Sarah? Aku sudah meninggalkan kekasihku demi kalian semua, dan sekarang kalian ingin aku meninggalkan istriku juga?" marah Alex. Bagaimana bisa orang-orang memisahkan tali suci pernikahannya dengan Sarah yang baru berjalan dua bulan.
"Alex, bukankah sebelumnya kau tidak mau menikah dengan Sarah? Sekarang adalah kesempatan untuk kalian lepas dari beban. Kalian tidak saling mencintai." Ucapan Marina menohok perasaan Alex.
"Mama sudah bicara dengan Sarah, dia tidak keberatan dengan itu semua."
"Apa? Itu tidak mungkin!" Alex tidak percaya pada ucapan ibunya. Dia juga terkejut mendengar ucapan Marina. Sarah tidak mengatakan apapun saat mereka pulang dari kediaman keluarga Chavali.
"Mama dan mertuamu sudah bicara dengannya kemarin," jelas Marina.
…
Mobil mewah Alex membelah jalanan sepi di kota London, Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera pulang untuk menuntut jawaban pada gadis kecilnya.
Kenapa Sarah tidak mengatakan apapun padanya? Kenapa gadis itu menyanggupi keinginan orang tuanya untuk berpisah tanpa persetujuan Alex sendiri.
Kemarahan Alex memuncak, dia marah pada keadaan yang memaksa gadis itu untuk melakukan apapun yang orang lain inginkan. Hati Alex terasa begitu sakit, dia memahami posisi Sarah. Akan tetapi jika Sarah begitu peduli pada perasaan keluarganya, kenapa dia tidak peduli pada perasaan Alex?
…
Sarah memijat kepalanya yang berdenyut, kenapa dia merasa segalanya semakin rumit. Setelah pembicaraan dengan Rose dan Marina kemarin, dia merasa gelisah dan tidak tenang.
'Sayang, kami ingin meminta sesuatu darimu.'
'Maafkan Mama yang sudah memaksamu menikah dengan Alex. Sekarang Sierra sudah kembali. Kau bisa mendapatkan kebebasanmu lagi.'
Sarah sangat memahami maksud dari ucapan Rose. Sejak awal dia memang sudah berjanji pada ibunya, jika Sierra kembali suatu hari nanti dengan suka rela dia akan berpisah dengan Alex.
Sekarang adalah waktunya untuk dia menepati janji tersebut, padahal usia pernikahannya baru seumur jagung. Akan tetapi itu lebih baik sebelum perasaannya terhadap Alex semakin mendalam.
Sikap Alex memang berubah sejak beberapa waktu terakhir, terlebih setelah pria itu mengetahui jati dirinya. Sarah berpikir mungkin kebaikan Alex hanya sebatas rasa iba karena ternyata dia bukan anak kandung keluarga Chavali.
Sarah berpikir Alex masih sangat mencintai kekasihnya, dan sekarang sudah waktunya pria itu hidup bahagia dengan orang yang sangat dia cintai. Setidaknya jika Alex tidak mau menikah dengan Sierra maka dia bisa kembali pada kekasihnya.
Namun, kenyataan tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Mengingat itu semua Sarah merasakan sakit luar biasa dalam dadanya. Dia menyadari perasaan cinta tumbuh begitu saja dalam hatinya.
Gadis itu mungkin tidak berpengalaman dalam cinta, tetapi dia bukan gadis polos yang tidak memahami arti debaran di jantungnya karena Alex.
Sarah menangkupkan tangan, dia hanya bisa berdoa supaya Tuhan memberikan yang terbaik untuk semua orang.
...
Alex segera menuju kamar setelah sampai, bahkan dia mengabaikan sapaan para pelayan yang menyambut kepulangannya. Dia tidak ingin menunggu untuk mendapat jawaban.
Brak …
Sarah terlonjak saat pintu kamar terbuka dengan suara yang mengejutkan. Alex masuk tanpa mengetuk pintu. Raut wajahnya menyiratkan kemarahan.
"Kau sudah pulang?" Sarah menyapa suaminya yang baru pulang kerja.
"Aku ingin bicara denganmu!" Suara Alex sarat dengan kemarahan. "Apa benar kau ingin berpisah denganku?"
Sarah tampak terkejut dengan pertanyaan Alex. "Kenapa kau membuatku seperti orang bodoh di hadapan ibuku sendiri? Kau merencanakan segalanya, tetapi kau membiarkanku mengetahui ini dari orang lain?"
Alex menarik tubuh Sarah, dia mengguncang bahu gadis itu. Sarah hanya menundukkan wajah. "Jawab aku, Sarah!!" bentak pria itu.
"Maafkan aku," ucap Sarah pelan.
"Kenapa?" Alex kembali bertanya.
"Ambil sisi baiknya! Jika kau tidak mau menikah dengan Kak Sierra kau bisa kembali pada kekasihmu," ucap Sarah dengan menatap Alex. Matanya sudah memerah.
"Apa? Kau pikir begitu? Sudah kubilang aku tidak peduli siapa dirimu, aku tidak- …."
"Itu tidak penting!!! Aku tahu kau hanya kasihan padaku," potong Sarah pada ucapan Alex. "Aku tidak butuh belas kasihanmu."
"Apa yang kau katakan?" Alex semakin terpancing emosi. "Jadi semua ini karena Sierra? Aku sangat mengerti posisimu, tapi apakah kau pernah memikirkan perasaanku?"
"Aku- … mencintaimu …."
Sarah terdiam seolah perkataan Alex meresap secara perlahan pada pikiran juga hatinya.
Alex pergi meninggalkan Sarah sendirian, mungkin dia memang ditakdirkan tidak beruntung dalam cinta, tetapi kali ini rasanya begitu sakit. Alex tidak pernah merasa sesakit seperti yang tengah dia rasakan saat ini.
Menyadari sesuatu Sarah segera sadar dari rasa putus asanya. "Alex …!!" Gadis itu tidak mendapati suaminya lagi.
"Alex …!!" Sarah segera berlari untuk menggapai orang itu. Ternyata dia ada dalam kisah cinta Alex. Selama ini dia selalu berpikir bahwa kisah mereka tidak akan pernah ada, tetapi sekarang dia ingin memastikannya lagi.
To be continue
Deuh maaf ternyata chap di Paris mungkin chap depan 🤭🤭 sorry gaes ...
See u next chap
I love u all 💗💗💗
dan lihat 37 bab
ku pikir
berhenti di tengah jalan atau Hiatus atau pindah ke aplikasi lain nya karena ada tulisan end
eh ternyata emang bener di bab 37 tamat
keren bisa tamat
walaupun hanya 37 bab
semoga bisa berkarya lagi ya Thor 🤲 Aamiin 🤲
tetap semangat berkarya yah thor....🤟💪💪💪👍👍👍👍👍🎉🎉🎉🎉