Cinta tidak bisa meleleh saat Pandu memberinya perhatian khusus, berkhayal jika dia bisa dicintai oleh pria paling tampan di tempat kerjanya.
"Stop Cinta, jangan kebanyakan berhalu, tau dirilah lo itu siapa," monolog Cinta untuk dirinya sendiri.
Seorang gadis sederhana yang hanya bisa berhalu mendapatkan pangeran tampan yang mencintainya dengan tulus.
Apakah seorang Cinta bisa mendapatkan pria yang benar-benar tulus mencintainya, mengingat wajahnya yang pas-pasan dan dia bukan anak orang kaya?
Tapi menurut Pandu dan yang lain, Cinta itu cantik, Cinta itu unik, sehingga membuat orang didekatnya merasa ingin tertawa.
Inilah Sepenggal Kisah Cinta, kisah cerita ringan tanpa banyak konflik
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Happy Reading.
Karena cara pertama Thalia gagal untuk bernegosiasi dengan Pandu, dia menggunakan cara yang kedua, yaitu menggoda Pandu dengan tubuhnya.
Thalia mendekat ke arah Pandu, memajukan wajahnya dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Pandu. Wanita itu mencium Pandu seketika, Pandu yang terkejut langsung mendorong tubuh Thalia menjauhkan tubuhnya.
Brukk!
Pandu dan Thalia menolah ketika mendengar suara benda jatuh.
Deg!
Pandu panik saat melihat Cinta ada di sana, gadis itu langsung berlari keluar gedung membuat Pandu meremas rambutnya kasar.
"SIAL!!" teriak Pandu frustrasi, dia hendak lari mengejar Cinta tetapi Thalia menahannya.
"Lepasin gue, sialan!" seru pandu dengan tatapan dingin, melepaskan cengkraman Thalia dengan kasar.
"Kalau lo pergi nyusul Cinta, gue bakal bilang ke cewek itu siapa lo sebenarnya!" ancam Thalia lagi.
Pandu benar-benar emosi menghadapi cewek satu ini. "Jangan melewati batasan lo, Thalia!" ucap Pandu dingin menatap tajam Thalia, kemudian beranjak pergi keluar dari gudang.
"Sial!! Harus dengan cara apa lagi gue ancam Pandu!! Dia anak orang terpandang dan juga kaya raya, kalau gue macam-macam apa dia bakan ngelakuin sesuatu ke gue! Aaaarrgg!! Sial!!" gerutu Thalia frustasi sendiri.
Sedangkan Pandu sudah berlari mencari Cinta tetapi dia sudah tidak melihat wanita itu, pasti Cinta melihat dia yang dicium oleh Thalia.
'Bodoh! Kenapa juga kamu ladenin Thalia, Pandu! Udah tahu kalau dia itu wanita berbisa!!' batin Pandu kesal.
Sedangkan Cinta sudah masuk kedalam kubikel nya dengan dada yang bergemuruh, entah kenapa dia merasa sesak sekali saat melihat Pandu dan Thalia berciuman.
'Apa aku cemburu!' batin Cinta masih memegang dadanya.
Tapi bukankah dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Pandu, selama ini Pandu memang bersikap baik padanya karena memang pria itu baik.
Jadi Cinta selama ini hanya merasa ke ge-eran saja, padahal Pandu sudah memilih Thalia.
'Sudahlah, tidak perlu patah hati lagi! Aku gak akan jatuh cinta lagi kalau jadinya seperti ini!'
Cinta memang sempat baper dengan sikap Pandu padanan, tapi dia tidak harus mencintai pria yang sudah memiliki kekasih, bukan?
"Cinta!" Pandu masuk ke dalam kubikel nya dengan berlari, menghampiri meja Cinta dengan terengah-engah.
Bahkan beberapa orang yang ada di sana menatap Pandu terperangah. Cowok idola ditempat kerjanya mencari Cinta.
"Pandu, ada apa?" Cinta mendongak, menatap Pandu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Berusaha untuk tidak menangis karena dadanya terasa sesak, apalagi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri jika pria di depannya ini baru saja berciuman dengan wanita yang paling memusuhi nya.
"Aku ingin kita bicara," ucap Pandu.
Cinta melirik Sisil yang ada di sampingnya, kemudian pura-pura melihat jam dipergelangan tangannya. "Waktu istirahat tinggal 10 menit lagi, aku juga ada kerja yang harus diselesaikan," jawab Cinta berusaha tenang.
Pandu kehabisan akal, sepertinya Cinta kali ini benar-benar marah padanya, apalagi setelah melihat kejadian di dalam gudang tadi.
"Oh, iya, tadi kamu ke gudang nyariin aku?" tanya Pandu yang kali ini menemukan alasan untuk berlama-lama dengan Cinta, mumpung waktu jam masuk kerja masih tersisa beberapa menit lagi.
Jantung Cinta berdetak kencang lagi, sungguh dia merasa begitu malu karena ketahuan sedang mencarinya. Mungkin ini kelakuan Afi.
"Aku kebetulan sedang jalan-jalan dan penasaran dengan suara yang ada di gudang. Takutnya ada orang yang sedang enak-enak disana, eh ternyata benar apa yang kulihat!" sindir Cinta.
Pandu membeku, ternyata benar jika Cinta berada di sana dan melihat ketika Thalia sedang menciumnya.
Bersambung.