NovelToon NovelToon
Great Pretender

Great Pretender

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Misteri / Tamat
Popularitas:56.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aoxue

Hiatus kecuali 50 pembaca minta update.

Alex, seorang yang mengalami perjalanan waktu dari masa depan karena dirinya mengalami kematian di masa depan.

Dia kembali memasuki sebuah lembaga misterius dengan sebuah tujuan, yaitu menghancurkan lembaga misterius itu.

Lembaga yang membuat Alex mengalami kematian di masa depan, itu artinya apakah dia sedang memulai rencananya untuk balas dendam?

Ayo, baca sekarang! Kisah Alex dalam rencananya untuk mengubah takdirnya di masa depan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aoxue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Setelah mendapatkan jam tangan itu, Bell menjualnya kepada seorang pria yang nyatanya pria itu adalah mata-mata yang sama seperti pria yang memberikan Roti kepada Alex atau Bell.

"Hei! Aku mau menjual ini! Berapa yang bisa kudapatkan?" tanya Bell kepadanya.

"Oh! Asal usul barang ini tidak jelas! Tidak ada harganya!" serunya membalas.

"Kumohon! Aku membutuhkan uangnya!"

Disaat mereka asik tawar menawar, ada seorang gadis yang perlahan mendekat ke arah mereka berdua.

"Baik! Baik! Ini!" seru pria itu dan langsung memberikan Bell 100 dollar kepadanya.

"Terimakasih, Tuan!" jawab Bell dengan hormat dan pria tadi pergi meninggalkannya.

"Wow! Hebat juga Kamu! Barang imitasi seperti ini bisa menghasilkan 100 dollar!" puji seorang gadis yang baru saja sampai di sebelah Bell.

Rhapaela, gadis cantik berusia 23 tahun. Seorang fotografer tidak memiliki pasangan karena pekerjaannya sebagai fotografer hanyalah pekerjaan untuk menutupi pekerjaan utamanya.

Meskipun namanya Rhapaela tapi dia lebih sering dipanggil Rhea oleh siapapun yang mengenal dirinya.

"Ka-kau—" kata Bell terkejut karena seorang gadis itu bisa mengenali jam tangan barusan dan perkataannya dipotong dengan jari telunjuk Rhea yang menutup mulut Bell.

"Ternyata Kamu seorang penipu!" bisik Rhea agar orang lain tidak mendengarnya.

"Jika Kamu membocorkan—" kata Bell yang melepaskan dirinya dari mulutnya yang tertutup oleh jari telunjuk Rhea, ya meskipun setelahnya perkataannya dipotong lagi dengan cara yang sama dilakukan oleh Rhea.

"Tenang saja! Aku tidak akan membocorkannya!" ujar Rhea.

"Ikutlah denganku atau aku akan berteriak!" kata Rhea.

Karena terpaksa Bell mengikuti Rhea dibelakangnya, sebenarnya bukan karena terpaksa Bell melakukan itu.

Bell melakukan itu karena ini adalah rencana dia untuk perlahan masuk ke dalam organisasi yang sebelumnya pernah memiliki rencana besar untuk menguasai dunia.

Setelah sampai di sebuah hotel, Bell diajak untuk pergi ke kamar Rhea, maksudnya ke kamar tempat para gadis berkumpul.

Rhea mempersilahkan Bell masuk ke dalam hotel dan langsung menutup pintu kamar hotel setelah Bell masuk ke dalamnya.

Bell melihat seorang gadis yang duduk di salah satu kursi dan meja yang berada di depannya, gadis yang begitu manis dan cantik.

"Alex! Ingat! Jangan tergoda dengan gadis-gadis ini! Ingat! Wanita yang ku cintai adalah Tasya!" batin Bell mantap, dia memiliki prinsip untuk teguh dalam pendiriannya, orang yang dia cintai satu-satunya adalah Tasya.

Xiao Zhiyu, gadis cantik yang berasal dari negeri bambu, dengan usia 20 tahun. Belum bekerja karena dia adalah salah seorang mahasiswa Universitas yang ternyata jauh dari tempatnya saat ini. Tidak memiliki pasangan, dia biasa dipanggil Zhiyu karena Xiao hanyalah nama keluarganya.

Selain Xiao Zhiyu, Bell juga melihat gadis lainnya yang berada tidak jauh darinya. Iya, dia habis selesai dari kamar mandi.

A Yeong, seorang gadis yang berasal dari Korea. Gadis dengan umur 20 tahun sama seperti Zhiyu. Seorang mahasiswa juga yang ternyata dia mahasiswa yang sama dengan Zhiyu di satu universitas yang sama.

Dia juga tidak memiliki pasangan karena pekerjaannya tidak memiliki waktu untuk mencari kisah romansa dengan lawan jenisnya.

"Hm? Satu orang lagi sebenarnya lagi keluar! Baiklah! perkenalkan namaku Rafaela, panggil aku Rhea!" ujar Rhea dengan senyum manisnya.

"Hm, namaku adalah Xiao Zhiyu! Seharusnya Kamu berasal dari China?" tanya Zhiyu kepada Bell.

"Oh, uhm.. sebenarnya aku adalah anak yang terlantar di San Diego sebelumnya, disana aku menjadi seorang buronan kecil, hehe.. " ujar Bell membalas.

"Namamu?" tanya Rhea penasaran.

"Oh, namaku Bell!" jawab Bell.

"Namaku Alex! Alex yang sangat tampan!" batin Bell.

"Oh iya, perkenalkan nama dia adalah A Young, sebenarnya dia pemalu terhadap seorang pria, apalagi pria yang tampan sepertimu!" seru Rhea yang mulai memuji ketampanan Bell.

"Jadi, Aku mengundangmu kesini untuk menawarkan pekerjaan, bagaimana?" kata Rhea to the point.

"Pekerjaan? Pekerjaan apa itu? Tentu saja aku mau!" seru Bell dengan bersemangat.

"Jadi, kami adalah empat orang gadis yang bekerjasama dan membentuk kelompok penipu! Apakah Kamu mau menjadi penipu bersama Kami?" kata Rhea.

"Penipu? Bukankah menipu bisa melakukan seorang diri? Lagipula hasil dari menipu tidaklah banyak!" ujar Bell yang merasa tidak tertarik dengan pekerjaan itu.

"Itu karena Kami adalah kelompok penipu terbaik nomor dua di dunia!" kata Rhea dengan memberitahu bahwa mereka adalah nomor dua.

"Nomor dua? Tunggu dulu! Ini salah! Seharusnya aku mendapatkan penawaran dari kelompok penipu terbaik nomor 1 di dunia!" teriak Bell di dalam batinnya.

Bell kemudian berlari untuk segera melihat ke jendela, melihat ke bawah hotel.

Bell matanya terpaku dan tubuhnya mematung saat melihat sosok pria yang tidak asing baginya.

"Itu adalah Holmes si penipu! Si*alan! Aku terlalu cepat menyetujuinya!" teriak Bell di dalam batinnya.

"Eh? Kenapa?" tanya Rhea penasaran.

"Ada apa dengan pria yang dilihatnya? Siapa dia?" tanya Yeong kepada Rhea.

"Aku tidak tahu! Aku tidak mengenal pria yang dilihatnya saat ini!" sahut Rhea.

"Dia! Dia adalah penipu nomor 1 di seluruh dunia! Kalian bahkan tidak mengetahuinya? Ah! Gagal rencanaku untuk bergabung ke kelompoknya!" lirih Bell yang ternyata didengar oleh ketiga gadis itu.

"APAAA!? KAU BILANG DIA ADALAH PENIPU NOMOR 1 ITU? HOLMES SI PENIPU BUKAN?" teriak ketiga secara bersamaan.

"Eh-hem.. Dia adalah Holmes si Penipu?" jawab Bell sedikit gugup.

Ketika mereka melihat Holmes sudah pergi dari sana dengan menaiki sebuah taksi. Mereka semua menghela nafas dengan kasar.

"Huft! Gagal sudah rencanaku!" ujar Bell.

"Oh iya? Karena gagal bergabung dengan kelompok penipu terbaik nomor satu di dunia, kenapa Kamu tidak ikut dengan Kami?" tawar Yeong dengan pipinya yang sedikit merona.

"Tidak! Itu tidak perlu!" ketus Bell.

Rhea sudah mengunci pintu kamar hotel, seharusnya seorang pria yang dikunci di dalam kamar hotel bersama dengan tiga wanita cantik akan merasa senang dan terangsang.

Berbeda dengan Bell yang terkejut karena dirinya ditahan, "Hei! Buka pintunya!" Bell meminta agar pintu nya segera dibuka agar dia bisa keluar dari dalam sana.

Rhea melepaskan jaketnya, terlihatlah pakaian minimalis yang kekurangan bahan itu di kenakan oleh Rhea.

"Cukup! Sebenarnya apa mau Kalian?" tegas Bell.

"Kami ingin merekrutmu Bell!" kata Rhea yang menjalankan jari jarinya menyentuh dada Bell dan turun kebawah, belum sempat sampai ke bagian intim Bell, dia sudah memundurkan tubuhnya.

"Baiklah! Aku akan jujur kepada Kalian! Sebenarnya aku ini adalah seorang mata-mata! Jika kalian—" perkataan Bell terpotong karena tawa yang dikeluarkan oleh ketiga gadis itu secara bersamaan.

"Sudah gagal bergabung dengan penipu terbaik nomor satu, sekarang bahkan mengakui dirinya adalah seorang mata-mata! Hahaha! Sungguh pria yang menarik!"

1
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
syahz,sebuah dua botol bedak bayi itu mksdnya gimnaa🙏
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
baru baca bab awal di paragraf pertama syahz kek nya kurang kata "mereka"
salah seorang diantara menyalakan senter

🙏
bagus
mak josss waye lahhhh
bagus
seng penting semangate
Kleinaa
langsung berbinar matanya pas dapet yg gratis, persis seperti emak² +62 🗿🗿
Kleinaa
alex said: nih anak kepo mulu, ganteng ya gw

🤣🤣🤣✨
Kleinaa
visualnya imut mirip jungkook 🐰, lanjutkan kak novelnya keren
Kleinaa
mngkin dia dimanfaatkn dengn hipnotis atw obat makanya gak tau nama sndiri 🗿☕
Wong kam fung
Alex menangis. Hanya saja tangisan Alex
Wong kam fung
waduh pikiranku melayang
Wong kam fung
Alex pun mencatat, "Dear Diary hati ini sakit ketika melihat mantanjalan sama pacar barunya hiks, hiks ...."
Wong kam fung
ke kamarnya
Wong kam fung
disini aja sih. kaya mau nembak aja
Wong kam fung
ruangan ini kalau kentut mantap tuh
LR
ganggu makan aja😇 padahal lagi enak-enaknya
LR
typo nih😇
LR
konflik ✨😇
LR
cerita ini akan menarik, genre tentang komputer emang paling the best 😇✨
LR
ngarep banget 😇 kedengeran otw tangkap lo
LR
akhhhh aku tau film yang visual itu, aku tau✨ serius filmnya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!