[ SEASON 1 ]
Siapa kau??
> Kau yang siapa?!
Mereka saling tunjuk menunjuk satu sama lain, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mengapa wajah kita sama???
Sebuah kisah masa lalu antara perselisihan keluarga akan terungkap.
[ SEASON 2 ]
Pertikaian antara saudara berujung kerusakan jalinan hubungan antara adik dan kakak. Terlihat dua anak kecil menabrak gadis nan cantik . kedua anak kecil itu pun tertunduk kepala sambil memelas mata meminta tolong. gadis nan cantik itu memeluk dua bocah kecil itu, Ia pun membantu mencari mama mereka. tampak terlihat perempuan yang dimaksud adalah mama kedua bocah itu. tapi kenapa gadis itu merasa familiar dengan mama kedua bocah itu.
Terimakasih yang sudah baca Novel ini, harap pastikan karangan nama tokoh, tempat kejadian adalah fiksi buatan author sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ĹAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter:19
Keesokan harinya seperti biasa anak remaja ( Anak telah berusia awal ) , menuju ke kampusnya dengan bergonta gonta ada yang jalan kaki, ada yang menggunakan alat transportasi seperti mobil, kerta dll.
Pagi yang cerah ini tampak sebuah mobil sport berwarna merah gelap yang memparkir Mobilnya itu ( Cittt) , keluar lah dua bak pangeran dari mobil itu, ada yang membuka kacamatanya dengan tangan kanan sambil menatap kampus yang ada di depan matanya. Yang satu lagi baru keluar mobil sambil menarik tas Ransel dengan satu tangan dan menaruh di pundaknya . Dengan cekatan pria itu menutup pintu dengan kaki kiri satunya, kehadiran dua cowok itu membuat semua perhatian tertuju pada meraka, apalagi anak cewek .
Banyak yang bergosip, "Eh mereka siapa yah??.{ 1} "Entahlah aku juga tak tahu, baru lihat mereka."{2} . "Sepertinya mereka murid baru deh..."{3} . "Iya kayaknya gitu dech." {1} ganteng banget mereka berdua, mereka kayak artis kpop aja."{4}. " aku mau mereka jadi pacar aku."{ 3} . " Jangan mimpi deh loh, ngaca dulu sonoh!!! { 1}.
"Gitu aja banyak yang kerumunin mereka yakk." ucap hector.
"Iya, Cih!!. Lihat deh gaya mereka itu bikin...," ucap Kristoffer menatap tak suka.
"Gaya mereka cool banget dimata," ucap Tiara.
"Yes Tiara, you good. Mereka benar benar sangat ganteng, apalagi hidung mancung mereka deh...lihat!!!" ucap Kesya menatap kedua cowok itu dengan kekaguman.
Seketika Kristoffer dan Hector menatap kedua perempuan itu dengan tidak percaya. "Ah!! " ucap mereka serempak. *Duh bisa jadi saingan ini) pikir Kristoffer berani kau ngambil Kesya dariku. Berani cari mati dechh) pikir hector *
"Lihat deh kita ini seperti artis aja," ucap Leon menatap kerumaan itu.
"Sudah lah," ucap kelvin melangkahkan kakinya meninggalkan tempat mobil mereka. " bikin risih kek gini."
"Lah weyy tunggu gue." ucap Leon yang melihat kelvin sudah pergi.
Pov Melena~
"Sepertinya di parkiran rame banget deh," ucap Melena.
"Sepertinya begitu." ucap Alvin yang baru tiba.
"Kau tahu gak vin, ada apa disana rame?!." ucap Melena penasaran.
"Entahlah , aku gak tahu pasti. Sepertinya kita kedatangan murid baru," ucap Alvin.
"Ohw benarkah begitu." ucap Melana. "Gih aku mau pergi dech, lihat bagaimana rupa mereka cowok / cewek."
"Eh sorry yeals guys. Gue duluan," ucap Melena bangkit dari duduknya.
"Kemana len," ucap amanda melihat temannya Melena hendak pergi.
"Tidak, aku hanya mau ... Yah. Biasa!!." ucap Melena tersenyum salah tingkah.
"Gasar Melena, mau tahu aja." gumam Alvin.
Tepat saat Melena jalan di lorong kelas ia melihat penampakan Perempuan dan pria sambil ber pojokan di dinding, "Ah, ngapain urusin mereka mendingan aku pergi deh. Gak mau jadi ganggu, gak, gue gak lihat." ucap Melena yang terus berjalan tanpa melihat kedua pasangan itu.
"Apa apaan sih loh. Lepaskan!!." ucap Mara berontak.
" aish gadis manis, kita baru ketemu tadi malam tapi sayangnya kita gak ngbrol. Jadi mari kita ngobrol bentar." ucap Leon tersenyum penuh arti.
"Ngobrol, ngbrol. Tapi gak kayak gini kali!!." ucap Mara kesal.
"Gak nyangka ketemu lagi, gue jadi gak nyesel pindah kampus." batin Leon.
"Tapi aku yang pose bicara kayak begini." ucap Leon.
"Ini orang, kenapa ketemu lagi. dan dia... Uh bagaimana aku bisa terlepas dari dirinya." pikir Mara.
"Buggg" ditendang bongkong Leon sampai tersungkur dinding dengan pose pipi dan badan menempel. Sedangkan Mara dengan cekatan sebelun tubuh Leon menimpahnya ia menyingkir dari sisi kiri.
Argghhh erangan sakit dari lontaran bibir Leon , dengan kesal ia M***** . "Apa apaan sih loh, main tendang aja. Gak punya otak apa loh ahhh ***** !!!." ucap Leon yang membalik tubuhnya dengan tampak kesal , tapi betapa terkejut ia melihat siapa yang menendang bokong kesayangannya. Yang tak lain ( Melena)
"Apa ahhh, mau marah. Makanya jangan gangu perempuan Playboy, Ckckckck pria seperti mu seharusnya tidak ada di dunia ini." ucap Melena mencibir.
"Apa loh bilang!!!, luh tahu siapa gue." ucap Leon yang sudah ada empat langkah di depan wajah Melena, dengan kesal ia sambil menunjuk tangan kanan menggunakan jari manis.
"Yang pasti gue gak mau tahu siapa loh, dan apa status loh. Yang terpenting gue belah teman gue, jika you Disturb Friend I'm luh cari masalah sama gue. Apa!!! Jangan pake ancaman, gak mempan tahu. Gasar cowok tahunya menggoda, nghambur uang Uh.." ucap Melena , ia menarik tangan mungil Mara dengan paksa. Meninggalkan Leon yang sendiri disana, diam membisu tak bisa berkata-kata.
"Gasar cewek aneh, ku tarik balik kata kata ku sepertinya aku tidak suka pindah kampus. Dih awas aja luh perempuan bakal ku balas dia kali lipat dari ini." ucap Leon yang masih kesal , Mengebah-ngebah.
"Eh, itu. Mahh.. Makasih atas bantuannya tadi." ucap Mara malu sambil menundukkan kepalanya.
"Aish, kamu ini yah. Jika ada orang kayak begitu hajar, hajar dan hajar saja. Jangan diam, kau tahu tidak . jika cowok tuh di diamin aja atas perilakunya padamu. Dia pasti akan ngulanginnya lagi." ucap Melana mengoceh tidak karuan.
"Ah!!, iya. Itu... Aku, lain kali tidak akan diam terimakasih atas nasihat mu akan aku ingat." ucap Mara tersenyum senang.
"Sama sama," ucap Melena. Mereka pun ngobrol tak terasa mereka sudah akrab walau Mara orang yang jarang berkomunikasi dan tidak banyak teman. Ia mampu membuat Melena terkesan sama dirinya. "Lain kali jika ada pria yang menganggu panggil saja aku, aku bakal hajar. Otot ku ini kan kuat, hehehehe."
Ditempat Ruang Musik, tampak seorang pria yang memainkan piano dengan irama yang merdu. membuat semua mendengar pasti akan terkesima, tangan jari jemarinya mem-mencet Key ( Tuts ) dengan cekatakan. Ia memainkan piano itu dengan rasa senang, setiap melodi yang ia mainkan membuat ia lupa akan segalanya. Melodi itu memsuki diri dari hatinya, setiap melodi setiap pencetannya. Membuat rasa puas yang terpancar dari wajah lekat gantengnya.
Dari bilik terbuka pintu ( setengah terbuka) tampak perempuan manis nan cantik memandang pria itu dengan rasa kagum yang amat luar biasa, setiap melodi yang ia denger membuat ia terbawa akan rasa senang, sedih, tawa itulah yang dirasakannya. " Setiap irama, setiap pencetannya pianonya sangat menakjubkan." ucap amanda yang memandang Kelvin yang masih asik bermain pianonya. Yah dialah Kelvin dia bermain Piano di ruang musik, begitu banyak alat di ruang musik itu. terdapat alat-alat musik, diantaranya; Gitar, biola, drum, piano, dan lain-lain.
"Mengapa ia ada disini, aku baru lihat dirinya ada disini." ucap amanda penuh tanya.
"Hey, amanda." ucap Melena menepuk pundak belakang amanda.
" Ah," ucap amanda spontan berbalik badannya melihat siapa itu, ternyata itu adalah temannya yang tak lain Melena.