NovelToon NovelToon
MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:155.2k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Aku dan Dia, dipertemukan Tuhan dengan status sebagai 'MUSUH BEBUYUTAN'.

Hari pertama masuk sekolah menengah atas, Aku dan Dia sudah menjadi couple 'TOM AND JERRY'.

Setiap hari kita ribut dan bertengkar tiada henti.

Sampai suatu hari...

Kita adalah MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH.

Pernikahan yang seumur jagung, tapi berdampak luar biasa sampai usiaku kini 25 tahun.

Hingga suatu ketika, Tuhan mempertemukan kita kembali di cottage sebuah kota yang jauh dari keramaian kota.

Pertemuan yang membuka kembali kenangan lama Aku dan Dia. Semua kisah lama, akankah mendekatkan kembali Aku dengan JANDAKU dimasa lalu?

🙏🙏🙏Mohon dukungannya di MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH, please...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBTM 18 (Puncak Keributan)

"Bangun, bangun!"

Sontak aku terkejut kaget. Ibuku membangunkanku dengan kekuatan supernya.

"Apaan sih, Bu? Inikan hari minggu. Sekolah libur! Gatot masih ngantuk!"

"Bangun, Tot! Ada yang mau Ibu tanya!"

Dengan malas-malasan aku membuka kembali mataku, tetapi tubuh masih merebah.

"Bangun!!!" teriak Ibu membuatku langsung hilang ngantuknya dan bangkit dari tidur.

"Iya, ini bangun!"

Mataku memicing menatap layar handphoneku. Baru pukul 07.23 WIB.

Tumben-tumbenan Ibu bangunin aku di jam segini di hari Minggu!

"Tot! Jadi kamu minta cerai karena gak tahan perlakuan keluarganya Alifah?"

"Hah?!? Apaan sih, Bu? Ga ngerti deh maksudnya apa!"

"Ibu tadi denger dari tetangganya! Kamu di sana disuruh ini itu khan sama mereka? Sampe disuruh angkut beras sekarung gede segala. Iya khan? Pantesan kamu minta cerai di hari kelima!"

Hah?!? Gosip apa ini?

"Siapa yang bilang sama Ibu?"

"Ada. Pokoknya orangnya berani pertanggungjawabkan ucapannya!"

"Siapa, Bu? Gak bener itu! Orangtuanya Alifah malah baik banget sama aku, koq!"

"Jangan ditutup-tutupi lagi! Udah! Sekarang juga kita selesaikan semua!"

"Apaan sih, Bu? Selesein apaan?"

Aku kaget. Ibu menarik tungkai lenganku. Mendorongku keluar kamar dan menyuruhku segera mandi.

"Ayo, cepetan!!!" tukasnya setelah melihatku keluar dari kamar mandi.

"Mau kemana kita?"

"Cepetan pake baju yang rapi! Ayo cepet! Ibu udah ga sabar ini! Kesel banget dengernya!" gerutu Ibuku sepertinya sangat marah sekali.

"Bu, cerita dulu yang bener Bu! Siapa yang udah ngomong gitu sama Ibu! Siapa orangnya, sebut!" tanyaku penasaran.

"Ayo cepet, pake baju dulu. Tar Ibu ceritain sambil jalan! Ayah kamu udah berangkat ke rumah Uwak Gimin sih dari pagi. Kalo engga', biar sekalian kita omongin semuanya! Ga suka banget Ibu, anak Ibu semata wayang gak pernah Ibu suruh-suruh. Sama mereka seenaknya dibegituin!"

Haish! Ibu gue ga jelas banget ini! Apaan sih? Siapa pula yang udah nyuci otak sama pemikiran Ibu sampe jadi kayak gini?

Aku hanya bisa menelan saliva.

Ibu mendorongku agar cepat menyalakan mesin motor. Meminta segera berangkat ke rumahnya si Belut Buntelan Kentut.

..............

Entah mengapa suasana suram seketika menyeruak diantara Ibuku dan juga Mamanya Alifah.

Keduanya sama-sama memancarkan aura kusam dengan wajah datar bahkan terkesan dingin.

"Anak-anak sebaiknya kita sudahi hubungannya sampai di sini!" ucap Ibuku dengan suara pelan tapi tegas.

"Tentu! Lebih baik ya gitu!"

Jujur aku kaget mendengar keduanya bersahutan seperti saling mengisyaratkan tentang kejelasan hubunganku dengan Alifah.

"Pernikahan ini memang dari awal sudah gak benar!" kata Ibu.

"Memang! Dan yang paling dirugikan disini adalah anak perempuanku, pastinya!" tambah Mama Alifah.

"Jangan Ibu fikir putra kami juga gak rugi! Banyak sekali! Bahkan bisa menghambat kepada mentalitas juga psikologis anak saya!"

"Eh? Emang Ibu gak fikir gimana kelanjutan hidup putri saya karena kelakuan bejad anak Ibu? Hah? Seenaknya ngomongin kerugian mentalitas, psikologis! Anak saya perempuan, Bu! Ga Ibu bayangin apa yang akan anak saya hadapi nanti? Jadi bahan gunjingan orang sekampung karena awalnya adalah kelakuan abnormal anak Ibu!"

"Eh sembarangan! Anakku normal!!! Anakmu aja kali yang abnormal! Nyuci baju di WC umum hanya sarungan tanpa pakaian! Itu khan namanya perbuatan abnormal! Ya wajar, memancing syahwat kaum pria! Kebetulan aja yang ada saat itu anak laki-laki saya yang kebelet mau buang air besar karena di rumah ga ada air segayung pun. Listrik padam total seharian dari pagi. Makanya anak saya mau BAB di toilet umum!"

"Jaga mulutmu ya Nyonya Besar yang sok punya attitude! Anakku jga baru kali itu nyuci seragam sekolahnya di toilet umum. Dan kami juga kena pemadaman listrik serentak. Sanyo air ya gak bisa nyala karena listrik mati. Dan anak saya itu sudah duluan pakai toilet umum. Anakmu itu yang minim attitude nyerobot masuk toilet sembarangan padahal ada orang di dalam! Jangan-jangan, emang anakmu itu punya kebiasaan mengintip orang di toilet!"

"Eeeh, makin kurang ajar mulutnya!"

"Situ duluan yang kurang ajar! Situ kurang manner! Sok gaya orang kaya padahal mah sama, orang pelit pedit merki! Anak saya cuma dinikahin pake cincin tiga gram! Cuih!!! Dasar ga punya pikiran!"

"Yang gak punya pikiran itu Anda ya!!! Dikira nikah itu main-main, sembarangan terus bawa seserahan banyak! Mikir pakai otak! Situasi itu bukanlah situasi pernikahan yang harus wah! Tahu sendiri situasi darurat, bahkan terkesan paksaan! Bagaimana mungkin Saya sama Suami bisa senang-senang belanja ini itu untuk pernikahan dadakan macam begitu! Rencana nikahan anak saya nanti ya gak gitu lah! Pasti akan saya adain di gedung resepsi yang lumayan mewah! Anak saya cuma satu, jadi saya gak akan sia-siakan masa depan juga kebahagiaannya!"

"Aku juga lah! Anakku perempuan cuma satu. Gak terima kalo ada orang yang cuma mainin perasaan juga keperawanannya doang!"

"Makanya punya anak gadis itu dijaga! Jangan sampe mandi sembarangan di toilet umum!"

Haish! Pusing kepalaku melihat puncak keributan ini.

Keduanya membuat otakku terasa mau pecah dan Alifah hanya bisa menangis dipojokan saja.

"Alifah!" panggilku padanya.

"Sini kamu! Hei, talak anakku sekarang juga! Talak Alifah! Ceraikan sekarang juga!"

Tiba-tiba Mamanya Alifah menarik tanganku juga tangan Alifah. Sehingga kami berdua kini ada ditengah-tengah arena.

"Eh, tarik anakku sembarangan! Ayo, Gatot! Ucapkan talak nikah! Kamu bilang, kamu resmi ceraikan Siti Alifah, gitu!"

"Stooop!!! Kenapa sih kalian berdua?!!" teriakku membuat semuanya diam.

Ada seseorang yang diam-diam memperhatikan kami sedari tadi. Dialah Bu Rukiyah tetangga Alifah.

Bibirnya menyeringai. Dan dibelakangnya ternyata ada anak laki-lakinya yang sedang merekam kejadian keributan antara Ibu dengan Mamanya Alifah.

"Bu Rukiyah, mau ikutan ribut juga? Sini! Masuk sini, biar makin seru!" kataku dengan suara lantang.

Pasti ini biang keroknya!

"Ayo!!! Ceraikan Alifah seperti keinginanmu tiga hari lalu, Tot!"

Seketika ambyar hatiku. Mata Alifah terbelalak kaget setelah mendengar ucapan Ibuku.

Plak!

Telapak tangan kanannya menampar pipi kiriku.

Pedasnya tak terlalu, tapi malunya itu. Luar biasa!

"Bagus!!! Itu tamparan yang bagus sekali, Lipah!" pekik Mamanya mendukung.

Sementara Ibuku menerjang tubuh Alifah, tetapi segera kulerai dengan menangkap tubuh Ibu dan menjauh dari Alifah serta Mamanya.

"Siti Alifah! Aku ceraikan kamu, dan kita... kita, sekarang kita bukan suami istri lagi!"

Tuhan! Beginikah rasanya sakit hati yang sangat pedih? Sungguh sakit rasanya! Hik hik hiks...

Baik aku maupun Alifah, hanya bisa menangis dalam diam. Lelehan airmata, jadi penutup kisah kami yang aneh tapi nyata ini.

Kisahku dengan Alifah, berakhir sampai di sini.

Itu sangat menyakitkan dan menyesakkan dada.

Dan kisah kami..., cukup sampai di sini.

...❤BERSAMBUNG❤...

1
Wy Ky
n
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😁
Embun Kesiangan: makasih 🫰🥰
total 1 replies
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
maaf bru lnjut lg Thor 🤣🤣🤣
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
backstreet aja alias pcran diem2
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
galau kan tot knp ga bilang
Mom La - La
waahh... visualnya sangat serasi.
Mom La - La
emang yg namanya jodoh pasti bakal ketemu lagi
Mom La - La
hiks hiks hiks...
Mom La - La
akh... ku jadi ikutan tegang thorrr
Mom La - La
cemburu nih ye...
Mom La - La
hi hi hi... jdi bingung sendiri
Mom La - La
hi hi hi pasti bi minahnya kaget
Mom La - La
hmm senjata sakti guru2.
Mom La - La
ya emang gitu bang. tpi kesempatan...
Mom La - La
hi hi hi... itu masa depqn kalian tot.
Mom La - La
cie... mulai cemburu nih...
Mom La - La
hmm... sesuatu apakah itu????
Mom La - La
wkwkwk...
Mom La - La
hi hi hi... gmna reaksi tmnx klw tau mrka udah nikah.
Mom La - La
hmmm kuturut prihatin gatot. asalkan jgn gagal total. he he he....
Mom La - La: hi hi hi... nti ku mampir myicil lgi.
kita sling dukung ya...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!