Aisyah adalah mahasiswi Kedokteran semester 7 di salah satu Universitas ternama di Jakarta, ia di jodohkan oleh orang tuanya dengan anak teman papanya. Ferro adalah lelaki yang tampan, dermawan, dan juga sangat baik, tetapi dibalik sifatnya yang seperti itu ia sangat dingin dan cuek terhadap semua wanita, ia bekerja sebagai seorang CEO diperusahaan milik orang tuanya. Awal mula mereka bertemu adalah saat acara reuni Papanya, masing-masing pemilik perusahaan membawa anak mereka, dan kebetulan Ayah Aisyah adalah sahabat Papanya Ferro.
Bagaimana cerita selanjutnya setelah pertemuan itu?
Yuk simak cerita selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqy Pramudhya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Mulai mencintai
Setelah selesai mengobati kaki Aisyah Ferro langsung memggendong Aisyah dan membawanya ke kamar mereka
"Mas turunin aku bisa jalan sendiri kok" ucap Aisyah sambil mencoba untuk melepaskan tububnya dari Ferro tapi hasilnya malah nihil
Sesampainya di kamar Ferro langsung menurunkan Aisyah di tempat tidur
"Mas aku tuh tadi bisa jalan sendiri gak perlu di gendong segala kan jadi malu sama mama sama Bi Jum" ucap Aisyah
Ferro tidak menjawab kata kata Aisyah sama sekali dan dia langsung berbaring di sebelah istrinya itu dan memeluknya
"Mas kamu kenapa sih, aku gak apa apa mas" melihat tingkah suaminya yang manja
"Aku mau kamu tetep di samping aku" ucap Ferro berbisik di telinga Aisyah lalu memeluk istrinya itu
Aisyah dibuat bingung dengan tingkah suaminya, dia terlihat manja sekali dengan Aisyah
" Mas besok aku mau keluar sama temen-temen aku, boleh kan mas" izin Aisyah
"Mau kemana" tanya Ferro lalu melepaskan pelukannya
"Ke kampus sekalian ambil beberapa buku buat referensi tugas aku mas" jawab Aisyah
"Ya udah besok mas anter ke kampusnya sekalian mas berangkat ke kantor" ucap Ferro membelai kepala Aisyah
"Eh gak perlu aku pergi sendiri aja nanti mas jadi repot" tolak Aisyah
"Mau durhaka sama suami karna membantah ucapannya" ucap Ferro dengan sedikit memicingkan matanya
"Gak mas bukan gitu maksud aku" ucap Aisyah takut
"Iya aku ikut mas aja sekalian mas ke kantor" dengan gaya patuhnya
"Kamu masih datang bulan" ucap Ferro tiba-tiba dan membuat Aisyah terkejut
"Iya mas masih, kira-kira 5 hari lagi baru bersih" ucap Aisyah
'Sial aku harus menahannya 5 hari lagi' batin Ferro
"Kenapa mas kok tiba-tiba nanya gitu" ucap Aisyah memandang wajah Ferro
"Gak gak apa-apa" ucap Ferro salah tingkah
'Mas apakah kamu mencintai aku' batin Aisyah
'Mas apa yang kamu lakukan ini atas dasar cinta atau hanya ingin menyenangkan hatiku' sambung Aisyah
Mereka saling berdekatan dan dengan posisi yang sama Aisyah menyandarkan kepalanya pada bahu Ferro dan Ferro membelai kepala Aisyah mereka sambil menonton televisi di kamarnya
Tak terasa hari sudah petang, Aisyah melihat jam yang ada di dinding dia terkejut
"Mas udah sore, aku mandi dulu ya" ucap Aisyah sambil beranjak dari kasur tapi Ferro memegang tangan Aisyah lalu Aisyah langsung menoleh ke arah Ferro
"Kenapa mas" tanya Aisyah
"Aku mau ikut mandi" ucap Ferro mesum
"Mas, aku malu" jawab Aisyah dengan pipi yang sudah merah karna ucap Ferro barusan
Ferro langsung menggendong tubuh Aisyah dan membawanya ke kamar mandi
"Mas turunin aku, aku bisa jalan sendiri" sambil memukul dada Ferro pelan
Sampai di kamar mandi Ferro langsung menurunkan Aisyah di bathtub
"Mas, mas Ferro keluar dulu ya aku mau mandi dulu nanti kalau aku sudah mandinya nanti mas baru mandi juga" ucao Aisyah agar Ferro tidak melakukan sesuai omongannya tadi
"Gak" ucap Ferro singkat lalu membuka bajunya
Aisyah langsung memejamkan matanya, Ferro hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya itu
"Udah gak perlu malu, aku kan sekarang suami kamu" ucap Ferro
"I..... i...... iya mas" lalu membuka matanya
Aisyah terpana sejenak melihat pria yang berdiri di depannya itu dengan bertelanjang dada
"Buka baju kamu" ucap Ferro
"Gak mau, mas Ferro keluar dulu" ucap Aisyah
"kalau kamu gak mau buka biar aku yang buka" paksa Ferro lalu Aisyah membuka hijabnya terlebih dahulu
Lalu ia membuka kancing gamisnya karna gamis yang ia pakai menggunakan kancing di bagian depannya
Ferro yang melihat itu hanya bisa menelan liurnya dia merasa tergoda dengan bentuk tubuh istrinya yang putih bersih dan mulus itu
"Udah sekarang mas Ferro keluar dulu aku mau mandi ni nanti keburu maghrib" ucap Aisyah lalu menutup kembali tubunnya dengan gamis yang ia pakai
"Masih mau membantah, mau jadi istri durhaka" ucap Ferro mengancam
"Bukan gitu mas tapi aku malu kalau mandi sama mas" ucap Aisyah menundukkan wajahnya
"Ya sudah, kali ini mas maafkan tapi lain kali tidak ada kata penolakan" ucap Ferro lalu keluar kamar mandi
"Syukurlah mas Ferro tidak jadi berbuat" ucap Aisyah mengelus dadanya
Aisyah melanjutkan mandinya dan setelah selesai Aisyah keluar hanya dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian dada hingga pahanya saja
Ferro yang tadinya melihat layar ponselnya langsung memalingkan wajahnya melihat ke arah Aisyah yang berdiri di depan lemari dengan handuk yang masih terlilit ditubunya Ferro hanya bisa menelan liurnya sekali lagi. Ferro langsung masuk ke kamar mandi karna juniornya yang sudah menegang
Setelah mandi Ferro langsung memakai pakaiannya yang sudah di siapka Aisyah sebelumnya dan memakai sarung lalu dia membaca Al Quran sambil menunggu adzan maghrib tiba
.
.
.
Bersambung
.
.
.
Apakah cinta Ferro tulus pada Aisyah atau Aisyah hanya untuk pelampiasannya selama ini??
Tunggi di episode berikutnya. Stay tune terus ya
mohon diperhatikan .. biar jln ceritanya lebih mengalir gak berasa loncat2
hehee...mf y Thor..✌️