Lin Fan merupakan seorang dewa yang hendak menerobos alam dunia keabadian berada. Namun dia tidak menyadari akan terjadi kecelakaan di lorong dimensi yang membuat tubuhnya terdampar di sebuah dunia yang asing.
Bagaimana Lin Fan menghadapi cobaan tersebut, dapatkah dirinya mengungkap misteri dari dunia asing tersebut?
Staytoon yah!!
Note : Ini adalah novel pertamaku yang kubuat sesuai imajinasiku sendiri, jika ada kesalahan kata, atau hal sebagainya mohon dimaafkan
Jangan lupa follow
ig : @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reinkarnasi
Di sebuah tempat yang sangat jauh dari pemukiman manusia, Lin Fan kini berhenti di sebuah padang yang cukup luas, tidak ada pepohonan hanya rumput yang tumbuh disana.
"Hey Dao Surgawi kenapa?, apa salahku sehingga membuat kamu marah?, apakah kamu tidak cukup puas membuatku menderita kehilangan orang yang aku sayangi?, kalau memang dari awal kamu berniat untuk membunuhku, silahlan saja!, tetapi sekarang bukan waktu yang tepat!, aku sudah memiliki ibu,ayah,Mie'er dan Xue'er" teriak Lin Fan yabg tidak terima dirinya di dihukum petir surgawi tanpa alasan.
Dao Surgawi yang kesal dengan perkataan Lin Fan pun langsung memunculkan petir dari langit.
Bommm......
"Arghkkk.... uhukk" darah segar keluar seteguk dari mulut Lin Fan. Lin Fan kini sangat kelelahan dan kekurangan tenaga dalam dan yakin bahwa dirinya kali ini akan mati.
"Kenapa!?, apakah kamu memang dari awal ingin membunuhku?, kenapa tidak langsung membunuhku?!, haa?!!" ucap Lin Fan kemudian petir yang lebih dahsyat pun menyambar tubuh Lin Fan.
BBooooommm....
"Argghh, haaaa...haaaa." semua darah mencucur diseluruh tubuh Lin Fan bahkan nafasnya pun terengah engah.
"Hahaha, Doa Surgawi kalau memang memang kamu mau membunuhku kenapa?, apa alasan dari semua ini, bahkan kamu sengaja melemparku ke dunia ini, apa lagi yang kau rencakan!!!, lebih baik aku mati saja!" teriak Lin Fan yang tidak terima kenyataan bahwa dirinya harus berpisah dengan orang yang dia sayangi.
Mendengar perkataan Lin Fan pun akhirnya awan berbentuk pusaran sama seperti di alam dewa, semua petir berwarna merah hitam berkumpul menjadi satu, kemudian menyambar tubuh Lin Fan.
BBBBoooOooOmmm....
"Arrrgkkk.........."
Tubuh Lin Fan menjadi debu menyisakan cincin ruangnya yang tergeletak di tanah, tetapi tidak lama kemudian, cincin ruang tersebut terbang ke tinggi ke sebuah tempat.
*
Di sebuah benua tepatnya di benua bagian barat, di kota bintang tepatnya di kediaman klan Lin terdapat seorang pria tampan yang terbaring dan tidak sadarkan diri di kamarnya.
"Uhuk.. aku ada dimana?" ucap Lin Fan yang melihat sekelilingnya dan kemudian melihat 3 orang yang tidak jauh dari dekatnya.
"Fan'er kamu tidak apa apa nak?" ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut, kemudian dihampiri oleh suaminya dan berkata "Nak bagaimana keadaanmu? kamu membuat kami khawatir saja".
"Ah.. aku ada dimana?, ugh" tiba tiba sebuah ingatan muncul di kepala Lin Fan.
Mereka adalah orang tua Lin Fan, dan wanita yang tidak jauh dari kedua orang tuanya adalah istrinya beberapa hari ini menikah dengan Lin Fan.
"Fan'er apakah kamu tidak ingat kalau waktu selesai acara pernikahan kamu tersambar oleh petir?, apakah kamu lupa?" tanya Lin Meng ibu dari Lin Fan.
"Ibu ayah, aku juga tidak tau kenapa waktu itu aku tersambar oleh petir, tetapi untung saja aku masih hidup dan masih bisa melihat kalian berdua" ucap Lin Fan tersenyum kepada orang tuanya.
"Nak kamu harus istirahat, jangan banyak bergerak dulu, kalau begitu ayah dan ibumu akan keluar mengurus acara pernikahan kalian yang baru saja selesai dilaksanakan" ucap Lin Hao kepada Lin Fan agar tidak terlalu memaksakan diri.
"Fan'er jangan buat ibu dan ayahmu khawatir lagi nak, lihat kamu sudah memiliki istri yang sangat cantik dia pasti sangat mengkhawatirkanmu" ucap Lin Meng. "Iya ibu ayah terima kasih, tidak perlu khawatir aku suah baik baik saja" ucap Lin Fan agar ibunya tidak khawatir.
"Nak kalau begitu kami pergi dulu" ucap Lin Hao yang beranjak pergi bersama Lin Meng. Tidak lama kepergiannya Wang Yun pun angkat bicara.
"Kamu sudah sadar?, ini bubur aku bawakan untuk kamu, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Wang Yun sangat dingin kepada Lin Fan.
"Terima kasih Yun'er, tapi kamu mau pergi kemana?, kan kita sudah resmi menjadi suami istri, kenapa kamu harus pergi?" tanya Lin Fan heran terhadap sikap Wang Yun.
"Ada urusan apa kamu menanyakan kemana aku pergi?, kamu baru saja pulih, lebih baik kamu istirahat saja tidak perlu mencampuri urusanku" ucap Wang Yun dingin kepada Lin Fan.
"Hei kamu itu istriku, kenapa kamu tidak sopan didepan suamimu?" tanya Lin Fan yang heran dengan tempramen Wang Yun.
"Haaa.. apakah kamu tau?, aku menikahimu dipaksa oleh ayahku, mana mungkin aku rela menikah dengan orang yang tidak bisa berkultivasi sama sekali, percuma kamu sangat tampan, percuma kamu anak dari patriak klan Lin kalau anaknya tidak bisa berkultivasi sama sekali!, apakah kamu mengerti?" tanya Wang Yun sangat dingin kepada Lin Fan.
"Huff.. apakah kekuatan dapat mendapatkan sebuah pengakuan?, apakah dengan aku harus bisa berkultivasi pantas dianggap suami?" tanya Lin Fan yang heran dengan pemikiran Wang Yun.
"Aku terpaksa menerima pernikahan ini karena aku tau kamu bukan pria yang bejat seperti yang lainnya, seandainya kamu pria bejat, aku pasti akan bunuh diri sebelum menikah denganmu" ucap Wang Meng dingin kepada Lin Fan.
"Kalau begitu kita bercerai saja gimana?, aku juga tidak pantas untukmu, aku hanya pria tak berguna yang tidak bisa berkultivasi, kalau kita berpisah pasti kamu bebas" ucap Lin Fan yang tidak mau memperpanjang masalah tersebut, walaupun istrinya sangat cantik dan menawan tetapi Lin Fan tidak menyukai wanita yang hanya memandang kekuatan orang lain.
"Tidak!, kalau bercerai tidak bisa!, apa yang akan aku jelaskan kepada ayah dan orang tuamu kalau kita bercerai?" tanya Wang Yun tidak menerima keputusan Lin Fan.
"Bilang saja apa yang kamu katakan kepadaku, bahwa kamu tidak suka pria sampah sepertiku, dan kamu juga terpaksa menikah denganku" ucap Lin Fan yang tidak mau pusing.
"Kamu...., pokoknya tidak ya tidak!" ucap Wang Yun menggertakkan giginya kemudian pergi dari kamar Lin Fan, Lin Fan pun tidak menanahannya melainkan masih melamun tentang yang terjadi di benua Zhanshi.
"Apa yang baru saja terjadi?, kenapa aku berada di tubuh pria ini dan menggunakan nama yang sama denganku?, apakah aku bereinkarnasi ke tubuh ini?, dan kalau begitu aku ada di dunia mana?, energi alam disini sama seperti dunia rendah di dunia asalku, tetapi energi disini masih lumayan daripada di benua Zhanshi" bathin Lin Fan yang kebingungan yang terjadi kepada dirinya.
"Ha?, dunia jiwaku masih ada walaupun berbeda tubuh?, dan cincin penyimpananku juga ada di tanganku?, ada apa sebenarnya ini, apa yang kamu rencakan Dao Surgawi!!!" gumam Lin Fan yang sangat marah karena merasa dipermainkan oleh Dao Surgawi.
"Untung saja, isi dunia jiwaku masih ada sedikit karena waktu itu aku tidak sempat memasukkan semuanya kedalam cincin untuk Mei'er, jadi sisanya masih ada di dunia jiwaku, dan cincin penyimpananku isinya masih sama dan aku lupa memberikan cincin ini kepada Mei'er, hufff... sudahlah lebih baik aku beristirahat dulu daripada terus memikirkannya" gumam Lin Fan yang kini tertidur di kamarnya.
apakah setelah ketemu muridnya ling mey... lupa akan harta rampasannnya....?
hadech .
secara di kln besar taya si'yun mask gk tau xixiixixiix