Udah Tamat, lagi di Revisi.
Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.
Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.
Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.
Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.
Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.
Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.
Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.
Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 19 (Revisi)
Aku memasukkan Rose ke penjara.
Setelah pemakaman adikku, aku langsung menyelidiki semua orang yang ada di istana.
Yang pertama aku selidiki, sudah jelas orang yang ada di tempat kejadian, yaitu Rose.
Aku menggeledah seluruh tempat, tidak ada yang tidak terjamah sama sekali. Lalu ketika aku menggeledah kamar Rose, aku menemukan sesuatu....
Yaitu surat yang berisikan—
AKU AKAN MELAKUKAN TUGAS KU,
MAKA DARI ITU JANGAN KAU USIK DIA.
APAPUN AKAN AKU LAKUKAN JIKA MENYANGKUT DIA.
AKAN KU BUNUH SEKARANG JUGA JIKA ITU MAUMU.
Bahkan bukan hanya surat itu yang aku temukan, tetapi aku mempunyai saksi mata yang lain.
Yaitu pengasuh Putri Raisya.
Dia bilang, dia melihat sendiri bahwa Rose menusuk adikku, saat sekarat pun dia bilang
Putri Raisya terus menunjuk ke arah Rose.
Ketika aku bertanya, kepala pengasuh Raisya, Kenapa dia tidak ada di sana, waktu itu.
Dia bilang, dia pergi untuk memberi tahuku, selagi dia bisa melarikan diri.
Aku sempat tidak percaya. Namun alasan itu di perkuat oleh ayahku yaitu raja saat itu.
Dia bilang bahwa pengasuh itu datang kepadanya, dan memberi tahu semuanya tentang apa yang dia lihat, dia memberi tahu Raja dengan tubuh yang gemetar.
Tapi raja tidak terlalu peduli dengan anaknya.....
Dia hanya menghukum pengasuh itu dengan hukuman cambuk 100 kali, dan di usir dari kerajaan, karena dia telah lalay.
Bukti lainnya adalah.
Racun yang menyebar di tubuh adikku sama dengan racun yang ada dalam lemari pakaiannya.
Setelah aku selidiki siapa yang membuat racun tersebut, dan dari mana racun tersebut.
Tensis bilang racun tersebut tidak di kenali, bahkan racun itu baru pertama kali muncul.
Itu menandakan bahwa racun tersebut di buat sendiri oleh Rose. Itu sudah cukup membuktikan bahwa dia bersalah dalam kasus ini.
Tapi, ibu suri membantunya, ibu suri menggoda Pak Tua (Raja), dia bilang akan lebih baik jika Rose menjadi ratu di kerajaan ini, Ibu Suri bilang jika di hukum mati itu tidak akan cukup.
Aku sedikit setuju, namun jika soal menikah, aku tidak mau menikah dengan orang yang telah membunuh adikku.
Jadi Pak Tua (Raja) menutup kasus ini, dia bilang tutupi kematian Putri Raisya, jika ada yang bertanya mengapa adikku meninggal. Maka jawab saja, bahwa dia jatuh tenggelam di kolam.
Makanya cerita kematian adikku, di anggap tabu di istana.
Aku sangat marah saat aku harus berbohong tentang kematian adikku. Tapi pak tua itu selalu mengancamku dengan hak suksesi.
Ketika aku menolak untuk menikah dengan Rose, Nenek Sihir itu pun mengancamku dengan hal yang sama, yaitu hak suksesi.
...----------------...
[ kembali kekenyataan ]
" Jadi seperti itu, jangan bertanya lagi. itu sama saja seperti kau membuka luka yang sudah kering. " Ucap Brayen dingin.
" Maaf, aku penasaran saja. " Ucap Alex.
" Apa ada tempat yang belum kau geledah? " Tanya Alex memastikan lagi.
" Entahlah, aku cukup pusing hari ini, lebih baik kau kembali saja ke istana mu. " Brayen mengusap keningnya.
" Baiklah, aku akan kembali ke istanaku. Tapi, apa aku boleh menjenguk Ratu Rose? " Tanya Alex serius.
" Kau tidak boleh mengunjunginya!! Dia sedang sakit!!! " Brayen menjawab Alex dengan nada tidak enak.
" Dasar pelit!!!! " Pekik Alex.
" Sudah sejak pesta kau terus mendekati Ratu. Kenapa kau melakukan itu? " Tanya Brayen curiga.
" Karena aku sangat tertarik dengan Ratu. Dia cantik, pintar, lembut dan ramah. Yang jelas tidak sepertimu. " Alex bicara sembari tersenyum.
" Apa kau menyukai dia? " Brayen bertanya dengan sangat serius.
" Yaaa, jika kau tidak mencintainya, lebih baik kau lepaskan dia. Aku dengan senang hati menerimanya. " Ucap Alex dengan wajah serius.
Brayen diam, tapi tangannya terlihat mengepal, entah mengapa dia merasakan hatinya sakit mendengar kata melepaskan, tapi dia tidak mengerti arti dari perasaan itu.
" Pergi kau dari sini!! Aku ingin istirahat... Brayen tidak merespon perkataan Alex, dia terlihat mengalihkan pembicaraan.
" Baiklah.... " Jawab Alex seraya mengangkat bahunya.
Alex pun pergi dari kamar Brayen.....
...----------------...
BERSAMBUNG................
SLOW UPDATE
JANGAN LUPA LIKE AND COMMEN
BYE ....BYE..........BYE......