Impian yang dibangun Luna selama bertahun-tahun bersama kekasihnya harus kandas.
Kekasihnya itu pamit tanpa memberikan alasan yang dapat dimengerti.
Luna hancur, padahal kekasihnya itu sudah berjanji akan mengenalkannya pada keluarga besar sang kekasih, setelah ia lulus kuliah.
Tapi malang tak dapat ditolak, kekasihnya itu membatalkan janji dan sumpahnya, tepat sebulan sebelum kelulusan Luna.
Setelah beberapa tahun berlalu, pria yang dulu membuat Luna patah hati kembali datang ke hidupnya.
Luna muak dan semakin membenci pria tersebut.
Akankah cinta Luna tumbuh kembali?
Atau Luna salah mengerti kenyataan? Karena ini adalah cinta yang baru.
Follow ig @poel_story27
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan
Luna sangat kesal karena Gio terus menguntitnya, kenapa? Karena itu membuat kenangannya dulu kembali menari-nari di pikirannya. Kenangan yang susah payah dia coba lupakan selama lima tahun ini.
Hari-hari bahagia saat mereka bersama dulu, adalah sesuatu yang harus dilupakan Luna. Bukan karena Geovanni sudah tidak ada di hatinya. Tidak, sosok Geovanni tak pernah pudar dari hatinya. Rasa cintanya masih sama, tak berkurang sama sekali, meskipun Geo mencampakkannya tanpa alasan yang jelas.
Hanya satu yang membuat Luna tidak habis pikir, mengapa pria itu seolah tidak mengenalnya sama sekali. Malahan pria itu mendekatinya seolah belum pernah terjadi apa-apa di antara mereka.
Menyebalkan, itulah yang Luna rasakan. Pria itu terus menggodanya dengan berbagai rayuan dan gombalan yang membuat Luna semakin muak. Seingatnya mantan kekasihnya itu dulunya tidak pintar menggombal, Geovanni memang lebih pandai mengekspresikan cintanya dengan perbuatan, alih-alih dengan gombalan seperti yang ditunjukkannya saat ini.
"Apa dia mengalami kecelakaan lalu amnesia? Lalu kehidupannya berubah menjadi bad boy. Huh ... mungkin itulah yang membuatnya terlatih merayu wanita. Ah, konyol sekali pikiranku. Meskipun dia tidak mengalami amnesia, dia tetaplah pria brengsek. Buktinya dia mencampakkanku begitu saja. Ya, kan ...." Luna bicara sendiri, terlalu banyak hal yang membuat Luna bingung dengan mantan kekasihnya itu.
Di sisi lain terbesit keingingan di hati Luna untuk menanyakan secara langsung pada Gio. Tentang apa saja yang dilalui pria itu selama lima tahun ini. Benarkah dia amnesia? Atau pria itu hanya berpura-pura lupa, dan sengaja ingin mempermainkannya?
Luna membuka laci nakas di samping ranjangnya, dia mengambil sebuah kotak perhiasan dari sana. Cincin ini ada sepasang, dulu mereka membelinya sama-sama, satu untuknya dan satu untuk Geovanni.
Lama Luna memandangi cincin berbahan platinum itu, sampai akhir Luna memutuskan untuk mengenakan kembali cincin yang sudah ditanggalkannya selama lima tahun itu.
***
Pagi sekali Gio sudah bersiap-siap untuk berangkat, tujuannya adalah Paris untuk mengikuti Luna.
"Paris, kota cinta, ya. Semoga saja kota teromantis di dunia bisa menjadi awal hubunganku dengan macan betina itu," gumamnya sambil menyeringai lebar.
Saat ini Gio sedang mempacking apa saja yang ingin dibawanya ke Paris. Setelah selesai dia pun bergegas keluar dari kamar, untuk sarapan bersama ke dua orang tuanya.
Mommy Delia dan Daddy Lucas memandangi langkah semangat putranya menuju meja makan. Bahkan dari kejauhan sudah tampak raut wajah Gio yang berseri-seri.
"Lihatlah anak itu. Sepertinya dia sudah menemukan semangat hidupnya kembali," ujar Mommy Delia.
"Sepertinya begitu, ini adalah hal yang patut diayukuri," sahut Daddy Lucas.
Monny Delia mengangguk sambil tersenyum senang, sejurus kemudian Gio pun sudah tiba di ruang makan.
"Pagi Mom, Dad," sapanya penih energi.
Gio mengecup pipi sang mommy sebelum mendudukkan diri di sampingnya.
"Mom, Dad. Hari ini aku mau berangkat ke paris!" ujar Gio seraya mengolesi rotinya dengan selai.
"Paris? Mengapa kau tidak mengatakan sebelumnya?" tanya Momny Delia.
"Itu, Mom. Memang sedikit mendadak, rencananya juga baru terlintas kemarin!" sahut Gio.
"Apa itu urusan yang penting?"
Gio menyeringai lebar lalu mengedipkan sebelah mata pada Mommynya. "Sangat penting, do'akan aku Mom. Agar sepulang dari sana aku bisa memberimu menantu?"
"Gi, dengarkan daddy. Dad tidak suka kau terus bergaul dengan wanita-wanita liarmu itu. Ingatlah kau sudah semakin dewasa, apa kau ingin mendapat penyakit terlebih dahulu baru ingin berhenti?" sela Daddy Lucas.
"Tenang saja, Dad. Kali ini aku tidak bermain-main lagi. Aku serius dengan pilihanku sekarang," sahut Gio dengan sangat yakin.
Gio segera berpamitan setelah menghabiskan sarapannya.
"Sepertinya kau perlu mencari tahu siapa gadis yang di susulnya ke Paris," ujar Mommy Delia.
Sementara sblm geovani meninggal blm sempet kasih tau siapa cewek yg harus di jaga gio
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu