Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Saat sedang berkeliling wana bermain..
Asha melihat sebuah antrian masuk kedalam rumah hantu..
Asha pun memiliki ide jahil..
" Dirga.. "
" Ya ? "
" Masuk ke sana yuk ? " Asha menunjuk ke wahana rumah hantu
" Rumah hantu ? "
" Hmm " Asha mengangguk
" Boleh aja, siapa takut "
Dirga yang percaya diri pun jalan lebih dulu dan Asha mengikuti Dirga di belakang
Setelah membeli tiket, mereka pun ikut mengantri bersama dengan lainnya
" Kamu yakin nih nggak takut Sha ? "
" Enggak, biasa aja "
" Kalau takut, kamu peluk aku aja Sha "
" Idih modus banget "
Setelah menunggu beberapa antrian, kini tibalah giliran Asha dan Dirga.
Asha dan Dirga pun masuk kedalam wahana itu..
Saat keduanya sedang berjalan santai, hantu pertama pun muncul secara tiba-tiba
" Astaga Asha " Dirga langsung memeluk Asha
" Dirga kamu takut ? "
Dirga langsung melepas pelukannya
" Kaget "
" Oh kirain takut "
Mereka kembali berjalan, hingga hantu kedua keluar
" HAAAAHH " Dirga berteriak cukup kencang
Asha tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya
" HAHAHA aduh sakit perut Dirga "
" Ga lucu Sha "
" Loh kamu bilang nggak takut tadi "
Dirga menggenggam tangan Asha dengan erat..
" Kamu yang jalan duluan " ucap Dirga sambil memejamkan matanya
Asha tak menyangka jika Dirga masih takut dengan hantu seperti ini
Terlebih dulu jika mereka menonton film horor, Dirga akan menutup matanya sepanjang film berlangsung
Setelah keluar dari wahana, Dirga pun langsung membuka matanya dan bersikap biasa saja
" Ekhm " Dirga berdeham
" Ayo kita cari yang lain " Dirga langsung berjalan meninggalkan Asha
Asha menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
Dirga melihat studio photo booth disana..
Ia pun mengajak Asha untuk mengantri dengan lainnya
" Foto ? " tanya Asha dan Dirga mengangguk
" Ayoo Sha "
" Iyah Iyah, ayok "
Mereka ikut mengantri dengan lainnya..
Berbagai diantaranya ada pasangan sepasang kekasih
Seperti di depan Asha dan Dirga saat ini, sepasang kekasih yang terus berpegangan tangan.
Bahkan Asha dan Dirga pun bisa mendengar apa yang sedang pasangan itu bicarakan
" Pokoknya aku mau kamu nikahin aku cepet yah "
" Iyah nanti kalau ada rezekinya juga aku nikahin "
" Ya kapan? Nanti nanti terus "
" Sabar ya sayang "
Dirga dan Asha saling menoleh dan bertatap
" Nikah yuk Sha " ucap Dirga dengan santai
Entah itu hanya candaan atau serius..
Tapi Dirga berhasil membuat jantung Asha berdebar dengan kencang
" Dirga.. "
" Apa sayang "
" Dirga diam.. "
Dirga tertawa kecil melihat Asha yang salah tingkah..
Setelah mendapat giliran, Asha dan Dirga pun masuk..
Pose pertama mereka masih terlihat normal
Pose kedua, Dirga mulai berani merangkul Asha
Pose ketiga Dirga menatap Asha
Pose keempat, Asha yang tiba-tiba memeluk Dirga
Setelah selesai mereka pun keluar untuk mengambil hasil cetak foto mereka
Diam-diam Dirga mengambil salah satu fotonya dan menyimpannya, Asha yang melihatnya pura-pura tidak tau
" Sha.. "
" Hmm "
" Makan yuk "
" Mau makan apa Dirga ? "
Dirga melewati tempat makan yang tidak terlalu ramai
" Disini aja "
" Yaudah boleh "
Mereka pun masuk kedalam, begitu melihat menu Dirga pun bingung makan apa
" Kamu mau makan apa Sha ? "
" Mie instan kayaknya enak "
" Sha, mie instan kamu bisa masak dirumah "
" Tapi kan beda Dirga "
" Yaudah aku juga "
" Kamu mau makan mie instan ? "
" Hmm, kenapa ? Aneh emang ? "
" Nggak aneh sih "
Asha pun memesan dua porsi mie instan dan es teh manis
Setelah memesan makanan, Asha dan Dirga duduk untuk menunggu pesanan mereka
Asha terus memperhatikan Dirga yang sedang memainkan ponselnya
" Dirga.. "
" Ya, Sha kenapa ? " Dirga langsung mematikan layar ponselnya dan menyimpannya kembali
" Makasih ya "
" Makasih untuk ? "
" Semuanya, makasih karena kamu juga masih percaya sama aku "
Dirga menggenggam tangan Asha, dan mengusapnya dengan lembut
" Sha.. "
" Aku udah kehilangan tujuh tahun yang berharga sama kamu.. "
" Dan aku mau menciptakan tujuh puluh tahun bersama kamu nantinya "
Asha tertawa kecil
" Tua dong "
" Iya, karena aku mau kita menua bareng Sha "
" Kira kira ya Sha, kalau tujuh tahun kemarin kita masih bareng-bareng. Sekarang kita lagi apa ya "
Asha berpikir sejenak
" Mungkin lagi rebutan gendong anak " ucap Asha
" Atau mungkin lagi main suruh suruhan siapa yang cebokin anak " ucap Dirga yang membuat Asha tertawa
" Kalau itu sih biar kamu aja nanti Dirga "
" Nggak apa apa, aku siap dua puluh empat jam untuk kamu dan anak kita "
" Gombal "
Dirga tertawa kecil
Saat Asha memperhatikan sekeliling, ia melihat seseorang memakai topi dan kacamata hitam lengkap dengan masker sedang memperhatikan mereka berdua
" Sha.. Kamu liatin apa ? Serius banget ? "
Dirga ikut melihat kearah yang Asha lihat, namun orang itu sudah menghilang
" Nggak ada Dirga, cuma lagi liatin sekeliling aja " jawab Asha berbohong
Asha tau persis saat ini ia dan Dirga sedang diawasi dengan seseorang
..
Setelah selesai makan, Dirga dan Asha memilih menaiki bianglala
Asha memperhatikan Dirga yang sedang mengambil pemandangan dari ponselnya
" Dari dulu nggak berubah ya " kata Asha
" Maksudnya ? "
" Ya iya, kamu selalu ngambil pemandangan langit dari dulu "
Dirga tersenyum
" Jadi kamu masih ingat Sha ? "
" Masih lah "
Dirga pun tersenyum dan menggenggam tangan Asha
" Makasih karena masih mengingat hal receh ini "
" Sama sama Pak Dirga "
" Sha.. "
" Hahaha "
Setelah turun dari wahana bianglala..
Cuaca mendadak gelap, dan hujan pun turun dengan derasnya secara tiba-tiba
Beruntung saat itu di dekat mereka ada gazebo yang kosong, segera mereka berteduh di sana
" Perasaan tadi terang, ko jadi gelap ya Dir "
" Entah Sha, aku juga nggak tau "
Asha mengusap lengannya berkali kali karena rasa dingin, melihat itu Dirga pun melepas jaketnya dan memakaikan kepada Asha
" Dirga.. "
" Kamu kedinginan pasti "
" Tapi kamu juga kedinginan kan ? "
" Enggak ko "
" Makasih ya Dirga "
" Sama sama Sha "
Keadaan cukup hening untuk beberapa saat, hanya suara hujan yang terdengar diantara keheningan mereka
Dirga merapihkan rambut Asha yang basah karena hujan
Asha pun menoleh, hingga keduanya saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat
Jarak itu cukup dekat bahkan sangat dekat, hanya menyisakan beberapa inci saja
Perlahan Dirga mendekatkan wajahnya, begitu juga dengan Asha yang tanpa sadar memejamkan matanya..
Driing.. Dring.. Dring..
Suara dari ponsel milik Dirga, keduanya pun langsung menjauh satu sama lain
Dirga pun mengangkat panggilan vidio dari sahabatnya itu
[Reza : Wih lagi dimana tuh Dir ?]
[Bayu : Lagi di luar kayaknya, kasih tau dong dimana ?]
[Kevin : Pacaran atau mantanan ? ]
[Dirga : Kalian ganggu tau nggak ]
[Bayu : wih ganggu katanya, OHH atau jangan-jangan kalian lagi ... ]
[Reza : Mantan masa ciuman Bay, ga mungkin lah]
[Bayu : Mungkin aja kalau itu Dirga dan Asha ]
[Reza : Balikan dulu kali Dir]
[Bayu : Balikan atau Asha jadi pacar gue]
[Kevin : Jadi pacar gue aja, kalau sakit bisa langsung gue obatin]
[Dirga : Nyesel gue punya sahabat kayak kalian ]
Dirga langsung mematikan panggilan vidio itu, sedangkan Asha ia sendiri tak bisa menahan rasa malunya
...
Saat hujan mulai reda, mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah
Dirga menutupi kepala Asha dengan jaket miliknya agar Asha tidak kehujanan
" Dirga.. "
" Ya..?? "
" Kamu nanti sakit "
" Engga Sha, aku kuat "
Mereka pun berhasil sampai di dalam mobil mereka
Segera mereka pun meninggalkan taman dan pulang menuju rumah Dirga
Sepanjang perjalanan hanya musik yang memecahkan keheningan diantara Dirga dan Asha
Tak ada sindiran dari apa yang akan terjadi tadi
Keduanya saling tenggelam dalam perasaan masing masing
Setelah menempuh perjalanan pulang, mereka pun sampai di rumah Dirga
" Sha.. "
Panggil Dirga sebelum Asha masuk kedalam kamarnya
" Ya, Dirga ? "
Dirga mendekatkan dirinya kepada Asha
" Soal hadiah tadi, boleh aku minta sekarang ? "
Asha gugup..
Jantungnya berdebar-debar dengan kencang..
" Ha..hadiah ? "
" Iyah, boleh ? "
" Kamu mau minta hadiah apa ? "
Dirga mengusap lembut bibir Asha..
" Boleh Sha ? "
Asha menundukkan kepalanya..
Perlahan ia pun mengangguk kecil
Dirga tersenyum..
Dengan jantung yang berdebar, Dirga mengangkat wajah Asha yang sedang menunduk
Perlahan bibir Dirga mulai menyentuh bibir bibir Asha..
Bukan ciuman yang penuh hasrat ataupun nafsu
Sebuah ciuman dari dua orang yang saling merindukan satu sama lain
Saat ciuman itu berakhir, Asha memeluk erat tubuh Dirga
" Dirga.. "
" Ya ? "
" Aku malu "
Dirga tertawa kecil.
" Sama aku juga "
Perlahan Asha melepaskan pelukannya
" Aku ke kamar dulu ya "
" Iyah "
Asha segera naik ke kamarnya, begitu masuk kedalam kamar Asha memegangi bibirnya sambil tersenyum
Begitu juga dengan Dirga, di ruang tamu ia duduk sambil memegangi bibirnya
" Mantan katanya "
" Mantan ko ciuman "
Ucap Dirga yang kemudian naik menuju kamarnya