NovelToon NovelToon
Luka Terdalam

Luka Terdalam

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Romansa-Teen school / Chicklit / Tamat
Popularitas:133.7k
Nilai: 5
Nama Author: SpaSi

Kisah perjalanan hidup seorang gadis bernama Anita yang penuh luka dan duka. Di abaikan keluarganya sejak kecil hingga masalah percintaannya yang selalu berakhir dengan kehancuran.

-
-
-
Anita Agustina Aziz

Oh Tuhan...
Ambil ingatan ini walau hanya sebentar agar aku bisa merasakan kedamaian itu lagi.

Aku kembali menangis di dalam tidurku, terbangun di dalam sepinya malam.
Kenangan-kenangan itu seperti film yang sedang di putar ulang.

Senyum tulus adalah senjata ampuh untuk menutupi semua duka. Membaur di keramaian meski tetap saja merasa sendiri dan hampa.

Aku sering menunggu agar lewat tengah malam untuk memejamkan mata berharap terbangun di saat pagi sudah tiba.

Aku tidak pernah mengatakan tentang hal ini pada siapa pun juga. Tapi ku membaginya pada kalian semua agar kalian bisa menilai, sedalam apa luka ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SpaSi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERPEGANGAN TANGAN

"Om, katanya pergi beberapa hari, tapi kok udah kembali?" Aku bertanya dengan mulutku yang masih mengunyah cemilan.

"Atasan Om, udah kelar urusannya. Selain itu Om juga khawatir ninggalin kamu lama-lama. Ternyata ke khawatiran Om itu sangat tidak perlu, karena...--"

Om Wandy menggantung ucapannya sambil melirik ke arahku. Aku menghentikan kunyahanku sambil menatap pada Om Wandy juga. Aku tau Om Wandy melihat Kak Ardi bersamaku tadi. Dan pasti Om Wandy akan meledekku. Aku pun sudah menyiapkan mentalku untuk setiap ledekan dari Om Wandy.

"Apa?" Aku bertanya sambil memperlihatkan wajah jutekku. Kemudian aku kembali mengunyah makanan yang ada di mulutku.

"Nggak apa-apa...." Om Wandy kemudian kembali menyeruput kopinya. Lalu ia beranjak dari kursinya sambil membawa kopinya. "Oiya, jangan lupa eskrim nya di makan. Kalau perlu di habiskan aja."

"Iya, nanti Anita makan eskrimnya. Tapi kalau untuk menghabiskan sepertinya nggak mungkin. Karena Anita nggak boleh banyak-banyak makan eskrim," jawabku.

"Kenapa nggak boleh? Bukannya itu bagus,ya? Anita tenang aja, Om sudah tau harus bawa Anita berobat kemana nanti."

"Om...!!" Aku berteriak karena kesal. Sementara Om Wandy langsung pergi ke teras membawa kopinya. Dan aku yakin, Om Wandy pasti sudah tergelak di sana.

-

-

-

Setelah sudah siap dengan seragam sekolahku, aku pun langsung pergi ke teras dan mengenakan sepatu ku sambil duduk di bangku. Ku lihat Om Wandy sudah menungguku di dekat mobilnya sambil berbicara melalui ponselnya.

Saat aku menghampiri Om Wandy, tiba-tiba ada motor yang berhenti di depan rumah, di dekat mobil Om Wandy yang juga sedang terparkir di sana.

"Selamat pagi,Om," Kak Ardi turun dari motornya lalu menyapa Om Wandy yang baru saja mematikan HPnya.

"Selamat pagi. Mau jemput Anita?" Tanya Om Wandy.

"Apa boleh, Om?" Tanya kak Ardi kembali. Sambil kak Ardi tersenyum padaku.

"Boleh, tapi hati-hati, ya. Jangan ngebut," pesan Om Wandy. "Anita, nggak apa-apa kan pergi ke sekolah bareng temannya dulu. Kebetulan Om ada urusan mendadak." Aku pun menjawab dengan mengangguk saja.

"Ayo," ajak Kak Ardi.

Aku pun naik ke motor Kak Ardi, sementara Om Wandy sudah pergi lebih dulu meninggalkan halaman rumah.

"Kenapa nggak bilang dulu kalau mau menjemputku?" Protesku pada kak Ardi.

"Kenapa? Apa, Om kamu marah? Tapi sepertinya nggak." Kata Kak Ardi sambil fokus menyetir.

"Bukan itu..., tapi aku nggak mau kalau Om Wandy semakin ngeledekin," jelasku.

"Kalau Om kamu ngeledekin, itu artinya dia nggak ada masalah dengan hubungan kita?"

Aku hanya bergumam. Tapi Kak Ardi sepertinya sudah tau jawabannya.

"Kak, cepetan dikit," kataku, ketika mulai memasuki gang menuju sekolah kami.

"Aku sudah janji sama Om kamu, untuk hati-hati. Keselamatan kamu kamu saat ini tanggung jawab aku."

"Iya, iyaa...." Sebetulnya aku malu ketika harus berpapasan dengan teman-teman lamaku yang kemarin sempat mengejekku. Untungnya mereka tidak melihatku. Mungkin karena ramainya murid-murid yang juga melewati jalan itu, sehingga mereka tidak begitu fokus ke arahku.

Tidak lama aku dan kak Ardi sudah sampai di sekolah. Kami berjalan menuju ke kelas, dan Kak Ardi tiba-tiba menggegam tangan ku, membuat tangan kami saling bertautan.

"Kak...." Aku berusaha melepaskan. "Malu di lihat yang lain," kataku.

Udah..., nggak apa-apa," kata Kak Ardi.

Aku malu, tapi juga merasa senang karena dengan seperti ini, orang-orang akan tau hubungan kami berdua. Terutama untuk para teman-teman perempuan Kak Ardi.

Saat berjalan menuju kelas, beberapa murid terlihat ramai, bahkan ada yang sampai bersorak melihat kami yang masih saja berpegangan tangan.

"Ckckck...,nambah lagi nih korban si Ardi," ucap salah satu murid laki-laki yang tak lain adalah teman Kak Ardi sendiri.

Sampai lah di depan kelasku. Ku lihat Kak Dewi berdiri di sana dan sepertinya sedang menunggu kami berdua.

"Kak Dewi...," sapa ku.

"Sebentar, kalian ini pacaran?" Tanya kak Dewi, langsung ke intinya.

"Menurut kamu sendiri gimana, Wi?" Kak Ardi malah mengembalikan pertanyaan kak Dewi. Aku hanya diam saja.

"Nggak masalah kalau emang kalian jadian. Tapi tolong jangan berlebihan seperti ini ketika berada di sekolah. Kalian udah kayak mau nyebrang jalan, tau nggak!?" Kata Kak Dewi sambil memandang tangan kami yang masih bertautan.

Buru-buru aku melepaskan tanganku. Sementara kak Ardi hanya nyengir saja.

"Jangan cemari nama baik sekolah kita, dengan sikap kalian seperti tadi. Kalau di luar terserah kalian, tapi tidak saat berada di sekolah atau di dalam kelas," tegas Kak Dewi.

"Iya, Kak," jawabku.

"Iya, Bu Ustadzah...." Kak Ardi malah menjawab dengan ledekan saja nasihat dari Kak Dewi. Sepertinya mereka sudah biasa adu mulut dan saling ledek.

"Anita masuk dulu, Kakak mau bicara sama dia," titah Kak Dewi sambil melirik Kak Ardi yang masih saja cengengesan.

Aku mengangguk lalu masuk ke kelasku. Tapi sebelumnya aku sempat mendengar Kak Dewi berbicara pada Kak Ardi dengan nada mengancam. Aku hanya tersenyum saja mendengar kata-kata Kak Dewi.

-

-

-

Tibalah di hari penerimaan raport bagi murid-murid di sekolahku. Satu persatu nama juara kelas di panggil untuk maju ke depan. Aku senang saat namaku juga di panggil. Tapi targetku meleset untuk memenangkan tantangan dari Om Wandy. Aku hanya mendapatkan peringkat ketiga di kelasku. Aku kurang di bidang agama.

Saat keluar dari kelas ku lihat Kak Ardi berbicara dengan dua orang murid perempuan. Sepertinya mereka menanyakan sesuatu pada Kak Ardi. Kak Ardi langsung mengakhiri obrolannya ketika melihatku sudah berjalan meninggalkan kelas.

"Anita...!"

Aku mendengar Kak Ardi memanggilku. Tanpa menoleh aku melanjutkan langkahku. Namun tidak secepat sebelumnya.

"Kakak masih di sini. Kenapa belum pulang?" Tanyaku.

"Ya, aku nungguin kamu, An...."

"Sambil ngobrol sama cewek-cewek tadi?" Kataku.

"Mereka itu teman aku, dan mereka juga udah tau kalau aku adalah milik kamu. Bukan hanya mereka, bahkan satu sekolah juga udah tau. Kecuali para guru, mungkin ada beberapa. Hehe...."

"Oh," kataku.

"Terimakasih, udah cemburu."

"Siapa yang cemburu? Kepedean!" Aku mempercepat langkahku mendahului kak Ardi. Semoga Kak Ardi tidak melihat wajahku yang mungkin sudah memerah.

Kak Ardi menghentikan motornya ketika sudah sampai di depan rumahku.

"Apa kamu sudah punya rencana, akan pergi kemana liburan ini?" Tanya Kak Ardi.

"Belum," jawabku.

"Hm..., apa kamu akan pulang ke kampung?"

"Aku belum tau, Kak."

"Aku nggak berhak untuk melarang kamu pergi. Tapi jika boleh meminta, aku mau kamu tetap di sini." Kak Ardi tertunduk sendu setelah berkata seperti itu.

"Aku juga nggak mau pulang. Tapi aku juga belum tau bagaimana nanti. Kalau Ayah dan Bunda memintaku untuk pulang, aku nggak mungkin menolak. Nanti aku kabari Kakak, ya," ucapku.

"Harus." Kak Ardi membalas dengan senyuman. Tapi senyumannya berbeda dari biasanya. Senyum ketidakrelaan.

1
Yenz_Azzahra
Kangen cerita ini 👀
Anne Gularti
hadohhh...nyesek bangett 😭😭😭
Andik Subiyanti
thor...aku tunggu part extra nya...kenapa akunya yg nangis bombay ya..kenapa hatiku yg sakit...ada yg mirip dgn kisah ini
S͟p͟a͟S͟i͟: Dari awal buat, konsepnya emang sdh seperti ini walau bnyak yg di potong agar ceritanya cepat tamat 😂😅 terimakasih atas dukungannya, semoga sesegera mungkin Anita ketemu jodohnya dan othor bisa melanjutkan ceritanya 😂🤗
total 1 replies
Yenz_Azzahra
Ka Asi lanjutin dong cerita ini! Bikin Anita balikan ma Ka Ardi donk. Nanggung banget nih akh ... Berasa nonton film Ashiqui si Shradaa kapoor itu, kagak jelas jujutannya jodonya ama siapa. Hihhh, Ayo donk aku tunggu dech mumpung msh stay dimari 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Yenz_Azzahra: 😅😅 Dah kayak puasa aja nunggu senen kamis 😅. Aku nyoba2 aja dulu, udah lolos tinggl nunggu email kontrak. Bertahan disini juga menyakitkan 🤧🤧😅🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 4 replies
𝑳 𝑪
termasuk aku! aku juga tidak pernah membencimu😌 malahan sebaliknya.......

nanti di lanjut lagi, 🤗 S
Yenz_Azzahra: 😥 Ada Ka Yun itu. Kaburrr 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️😥😥😥😥
total 19 replies
𝑳 𝑪
apakah aku masih kebagian? 🥺
𝑳 𝑪
aisshhh... untungnya lukanya itu tidak berada dalam hati, 🤧
𝑳 𝑪: iya-iya, waktu senggangnya cuma sedikit kakak🤭 jadi belum sempat lanjut lagi...
total 4 replies
𝑳 𝑪
jujur saja, ini mirip dengan kehidupanku sampai saat ini...
𝑳 𝑪: ini mah kenyataan, gk mengada-ngada... 😅
total 3 replies
Dian Anggraeni
tujuh jempol mendarat toor 👏👏👏👏👏 mampir ya ke The CRIMINAL 💕💕💕
Neti Jalia
selesaikan like yang tertinggal🤗🙏
no name
semangat dalam berkarya nya thor 💪


ditunggu karya terbarunya 💪
W⃠areshaᵃⁿⁿᵃ💯
lanjut yun semangat
Nanik Purnomo
Anita nya mana thorrrrr
TK
ehhh end
🌴 ńõñã bëhëĺ
semangat trus kak yun
.
di tnggu yg baru🤣
nurul aryani
lanjut thor. ganti judul baru. yg menceritakan kebahagian anita.
Yenz_Azzahra
Nah kan bener endingnya gantung 🤧
Tidak ada salahnya memilih yang terbaik untuk pasangan hidup kita. Tapi jgn mencari yg sempurna, krn sejatinya tdk ada manusia yg sempurna, ada kelebihan pasti ada jg kekurangannya. Semua kmbli pada takdir dan jodoh, sejauh apapun kita mnghindar, jika sdh jodohnya psti akan bersatu. Sekuat apapun kita mngejar, jika tdk berjodoh tetap tak akan bersama.
Terimakasih untuk cerita yg indah ini, kisah sederhana tp bnyk pljrn yg bisa kita petik didalamnya. Mgkn orang2 yg prnh mengalaminya yg bisa menghayati isi cerita ini.
10 bunga untuk Othornya sbgai slm prpisahan dicerita ini ⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Trimakasih untuk bbrp kalimat indah yg udah aku comot 😂🙏
Satu kata trahir, Ka Ardii aku kangen 🤣🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Yenz_Azzahra
Bisa jadi Dani kembali pada kebiasaan lamanya karena frustasi ditinggal Anita tanpa kabar. Ada sisi salahnya juga Anita karena pergi tnp mninggalkan kbr apa2, jika dari awal Anita jujur jika dia sakit, mungkin ceritanya akan berbeda. Dani jg pasti akan berada disaat saat terberat Anita saat itu. Tapi cerita ini sdh ditata seapik mungkin, Intinya Anita blm berjodoh. Aku yakin endingnya pasti gantung🤣.
Yenz_Azzahra
Yeee Akhirnya up juga.
Spintas lht judul Bab udah End, tapi kok tebakanku cerita ini endingnya pasti gantung 😁. Ini 4 Bab sblm End juga blm ada tanda2 Anita dapat jodoh yg diinginkannya. Kcuali tamat paksa dipertemukan tiba2 dgn pangeran berkuda 🤣
Yihaa jadi pengen joget sama pak de kudus, Tarik mang 💃💃💃💃🤣
Viv 💐
Anita berbakti sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!