Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan
Sepertinya pertunangan Tria dan Rio kali ini, digelar dengan begitu meriah. Sudah seperti sebuah pesta pernikahan. Dekorasinya simple tapi tetap memperlihatkan sisi mewahnya.
"Ayo mas, aku kenalin sama Tria dan Rio!" ajakku saat melihat Tria dan Rio dari kejauhan.
Mas Rud hanya mengikuti apa mauku. Karena memang sedari awal dia berniat menemaniku.Tolong garis bawahi ya! Menemaniku! Namanya menemani berarti ya harus menurutlah sama yang ngajak. But, aku gak ngajak sepertinya. Aahh ... ya sudahlah!
"Tria selamat ya! Kamu cantik sekali malam ini!" ucapku sambil cipika-cipiki dan memeluk Tria.
"Kamu juga cantik sekali! Makasih ya udah dateng," balas Tria terharu.
" Aku gak diselametin?" Rio merajuk karena melihat kami terlalu lama berpelukan.
"Selamat ya Yo! Jaga baik-baik sahabatku ini! Jangan dibuat menangis!" pesanku sok galak sambil menjabat tangannya.
"Kok aku gak dipeluk, Sa?" Rio menggoda dan kemudian meringis karena Tria mencubit perutnya.
"Awas ya ganjen!" ancam Tria.
"Kamu sama siapa, Sa?" Rio mengalihkan pembicaraan.
" Ohya ... ini kenalin, Mas Rud!" kenalku pada Tria dan Rio.
Mereka pun berkenalan dan terlibat obrolan yang gak aku dengarkan sepenuhnya.
"Mas Rud, ngobrol dulu sama Rio, ya! aku ada perlu bentar sama Rosa," pinta Tria.
"Jangan lama-lama ya, yang! nanti aku kangen." Rio berulah.
"Rio, jangan lebay!" jawabku kesal.
*****
"Sa, siapa tuh Mas Rud?" Tria mulai kepo.
"Atasanku di kantor," jawabku.
" Gila kamu, bisa gaet bos!"
" Gaet apaan, temen!" tegasku.
"Aku melihatnya gak gitu," analisa Tria.
"Terserah!"
"Aku setuju kamu sama dia," celetuk Tria.
"Doain aja," ucapku mengiyakan Tria.
"Nah, 'tu kan? kamu ngarep!"
"Biar kamu cepet diem," alasanku.
"Sa, kamu makan dulu ya! Aku dipanggil mama."
Tria pun meninggalkanku dan menemui mamanya. Sesuai perintah Tria, aku berjalan hendak mengambil potongan buah.
*****
Rio PoV
" Mas Rud, kalian ...?" Aku menggantung kalimatku.
" Panggil Rud aja! Umur kita gak beda jauh kok," pinta mas Rud.
"Aku dan Rosa? Ya ... Seperti yang kalian lihat," mas Rud menjelaskan.
"Wah, kamu hebat mas, bisa naklukin hati Rosa," pujiku.
"Begitukah?" mas Rud tersenyum.
" Iya ... tuh bucinnya Rosa 10 tahun, tapi ujung-ujungnya ditolak juga," tunjukku pada Dion yang berjalan ke arah kami.
Mas Rud seolah biasa aja mendengar perkataanku. Padahal sebenarnya aku tahu, kalau dia pengen tahu juga seperti apa orang yang ku katakan barusan.
" Bro, selamet ya! Akhirnya lo laku juga," Dion memelukku.
" Semoga lo juga cepet nyusul!" doaku.
" Pasti itu, bro," yakin Dion.
"Ohya ... ini kenalin, Rud!" Aku mengucap.
Mas Rud dan Dion saling berjabat tangan untuk berkenalan.
"Aku kesana dulu, ya!" izin Dion untuk meninggalkanku dan mas Rud.
*****
"Sudah lama kita gak ketemu," ucap seseorang dari belakangku.
Aku pun menoleh. Mendapati Dion yang tengah tersenyum di belakangku.
"Anting itu manis di telingamu," puji Dion kemudian yang membuatku semakin bingung untuk berbicara apa.
"Kamu!" aku terbata.
"Terimakasih, karena kamu sudah memakainya," kata Dion setengah berbisik di telingaku.
Aku memalingkan pandanganku. Entah kenapa, suara Dion seolah membuatku merinding. Kata-katanya dalam dan menusuk.
"Dengan siapa, kamu kesini?" selidik Dion.
"Temen," jawabku.
"Mana Ara?" tanyaku mengalihkan.
" Kenalkan aku sama temenmu!" pinta Dion.
" Lain kali saja, ya," tolakku sambil berjalan menjauhinya.
Dion mengejarku dan meraih lenganku lembut, namun juga penuh tenaga hingga aku tak bisa melepasnya.
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍