Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Badai Ekstraksi dan Kelahiran Tubuh Pedang
"Ekstraksi Area Mode Penyedot Debu?" Alis Ye Xuan terangkat. Ia belum pernah melihat fitur ini sebelumnya.
[Menjawab Inang: Fitur ini terbuka saat Inang mencapai Alam Pondasi Spiritual. Memungkinkan Inang mengekstrak objek mati (non-makhluk hidup) dalam radius 1 kilometer secara serentak. Biaya aktivasi: 1.000 Poin Qi per menit.]
"Seribu poin Qi per menit? Harga yang sangat murah untuk menguras lautan harta ini," seringai Ye Xuan melebar.
Ia tidak langsung masuk ke bagian lebih dalam dari makam. Tempat ia berdiri saat ini adalah area pinggiran, di mana jutaan pedang rendahan milik para prajurit kuno yang gugur menancap di tanah. Bagi para jenius dari sekte besar, area ini hanyalah ladang sampah tak berharga. Target mereka adalah pusat makam.
Tapi bagi Ye Xuan, tidak ada yang namanya sampah. Yang ada hanyalah angka statistik yang belum dipanen!
Ye Xuan duduk bersila di atas sebuah tengkorak monster raksasa yang tertimbun debu logam. Ia memejamkan mata dan merentangkan kedua tangannya.
"Sistem. Aktifkan Ekstraksi Area. Telan semuanya!"
[Ding! Mode Ekstraksi Area Diaktifkan!]
[Memindai radius 1 Kilometer... Target terkunci!]
[Memulai ekstraksi pada 14.500 Pedang Besi Patah, 8.200 Pedang Spiritual Rusak, 3.400 Sisa Tulang Kultivator Kuno...]
WUUUUUSSSSHHH!
Sebuah fenomena mengerikan terjadi. Di mata kultivator biasa, udara mungkin terlihat diam, namun dengan Kesadaran Spiritual, seseorang bisa melihat badai pusaran energi berbentuk corong raksasa berpusat pada tubuh Ye Xuan!
Pedang-pedang berkarat yang tertancap di tanah mulai bergetar hebat. Satu per satu, senjata-senjata kuno itu berubah menjadi abu abu-abu, melepaskan untaian energi berwarna putih, perak, dan emas yang melesat ke arah Ye Xuan bagaikan ribuan sungai yang bermuara ke lautan.
Suara dentingan mekanis di dalam kepala Ye Xuan meledak bak petasan yang tak kunjung padam.
[Mengekstrak... Memperoleh: 50.000 Poin Qi Ketajaman!]
[Mengekstrak... Memperoleh: 120.000 Poin Qi Murni!]
[Mengekstrak... Memperoleh: 8.000 Pecahan Niat Pedang Berbagai Elemen!]
[Mengekstrak... Memperoleh: 500 Poin Esensi Tulang Kuno!]
Energi yang masuk terlalu besar dan terlalu buas! Jutaan kultivator kuno meninggalkan sedikit demi sedikit kehendak pedang mereka di senjata ini. Jika kultivator biasa mencoba menyerap ini, otak dan Dantian mereka akan tercabik-cabik oleh jutaan emosi dan Niat Pedang yang saling bertabrakan.
Namun, Ye Xuan memiliki Akar Spiritual Melahap Surga!
Akar spiritual tingkat tinggi itu berputar ganas, menggilas semua energi buas, menyaring kotorannya, dan mengubahnya menjadi cairan spiritual murni yang langsung menetes deras ke dalam danau Dantian Ye Xuan.
[Sintesis Otomatis Diaktifkan!]
[Menggabungkan 8.000 Pecahan Niat Pedang!]
[Selamat! 'Niat Pedang Pembantaian (Tingkat Menengah)' milik Inang telah berevolusi dan menyatu menjadi: Niat Pedang Kehancuran (Tingkat Surga - Dasar)!]
[Menggabungkan Esensi Tulang Kuno dan Qi Ketajaman ke dalam fisik Inang!]
[Selamat! Inang membangkitkan konstitusi pasif sekunder: Tubuh Pedang Nirwana! (Membuat Inang kebal terhadap tebasan pedang di bawah Tingkat Bumi dan menggandakan daya serang segala teknik pedang).]
KRAAAK! BOOOM!
Aura Ye Xuan meledak menembus langit-langit batas kultivasinya.
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Alam Pondasi Spiritual Lapis Kedua!]
[Kultivasi Inang menerobos ke Alam Pondasi Spiritual Lapis Ketiga!]
Proses itu berlangsung selama lima menit penuh sebelum area dalam radius satu kilometer di sekitar Ye Xuan benar-benar botak. Tidak ada satu pun pedang yang tersisa, tidak ada tulang yang tertinggal. Tanah abu-abu itu kini rata dan bersih seolah baru disapu oleh dewa kebersihan.
Ye Xuan membuka matanya. Sepasang pupilnya berkedip dengan cahaya pedang yang mematikan, begitu tajam hingga memotong sehelai daun kering yang melayang di depannya tanpa ia perlu bergerak.
"Lapis Ketiga Pondasi Spiritual. Dan tubuhku... terasa seolah setiap pori-poriku bisa menembakkan Qi Pedang," Ye Xuan mengepalkan tangannya dengan puas.
Saat debu ekstraksi mereda, Ye Xuan menyadari satu anomali. Di tengah tanah yang telah rata tersebut, tepat sepuluh meter di depannya, menancap sebilah pedang ramping yang memancarkan cahaya biru es.
Pedang itu tidak hancur oleh ekstraksi area Sistem!
"Oh? Pedang yang utuh?" Ye Xuan melangkah mendekat.
[Ding! Menemukan 'Pedang Embun Beku' (Senjata Spiritual Tingkat Bumi - Menengah)!]
[Catatan: Karena senjata ini masih utuh dan memiliki roh pedang pasif, Sistem Area tidak mengekstraknya secara paksa. Apakah Inang ingin mengekstraknya secara manual?]
"Tidak perlu," batin Ye Xuan.
Dia saat ini kekurangan senjata yang layak. Bertarung menggunakan jari terus-menerus memang keren, namun menghabiskan lebih banyak Qi dibandingkan menggunakan media senjata asli. Pedang Tingkat Bumi ini sangat cocok untuk menyalurkan Niat Pedang Kehancuran miliknya.
Ye Xuan baru saja akan mengulurkan tangan untuk mencabut pedang itu, ketika tiga siluet melesat dari arah langit dan mendarat dengan keras tak jauh darinya.
"Berhenti di sana, semut kotor! Jauhkan tangan sucimu dari pedang itu!" teriak sebuah suara angkuh.
Ye Xuan menoleh. Tiga pemuda berpakaian jubah sutra biru muda dengan sulaman awan putih di dada mereka berdiri menatapnya. Dari seragam mereka, Ye Xuan tahu mereka adalah murid elit dari Paviliun Awan Hijau, salah satu sekte besar yang setara dengan Sekte Pedang Berkabut.
Pemuda yang berdiri di depan memegang kipas lipat. Kultivasinya memancarkan aura Pondasi Spiritual Lapis Pertama, sementara dua pengikutnya di belakang berada di Puncak Pembentukan Qi Lapis Kesembilan.
Mereka baru saja diteleportasi secara acak ke dekat area ini oleh gerbang makam, dan langsung tertarik oleh cahaya biru dari Pedang Embun Beku setelah semua pedang rongsokan di sekitarnya lenyap (meski mereka tidak tahu Ye Xuan yang melenyapkannya).
"Hahaha! Kakak Senior Lin, keberuntungan kita sangat bagus! Baru saja masuk, kita sudah menemukan Senjata Spiritual Tingkat Bumi!" puji salah satu pengikut itu dengan mata serakah.
Lin Hao, sang Kakak Senior, mengibaskan kipasnya dengan elegan, menatap Ye Xuan yang masih mempertahankan penyamaran wajah desa dan aura kultivasi Lapis Ketiganya.
"Hei, pengembara gembel," panggil Lin Hao dengan nada memerintah. "Aku sedang dalam suasana hati yang baik hari ini. Tinggalkan pedang itu, patahkan kedua kakimu sendiri sebagai hukuman karena hampir menodai harta Paviliun Awan Hijau, lalu merangkaklah pergi dari sini. Aku akan mengampuni nyawamu."
Ye Xuan menurunkan tangannya yang setengah terulur ke arah pedang. Ia menatap ketiga murid sekte besar itu dengan ekspresi datar yang tidak bisa dibaca.
"Mengapa selalu ada lalat bodoh yang terburu-buru mencari jalan ke neraka setiap kali aku menemukan sesuatu?" desah Ye Xuan pelan.
"Apa katamu, keparat?!" Wajah pengikut di belakang Lin Hao memerah marah. "Beraninya seorang kultivator pengembara Lapis Ketiga sepertimu menghina Kakak Senior Lin! Biar aku yang memenggal lidahmu!"
Pengikut itu menghunus pedangnya dan melesat ke depan. Teknik Awan Membelah Angin! Pedangnya memancarkan Qi yang tajam, mengincar langsung mulut Ye Xuan dengan niat membunuh yang jelas.
Ye Xuan bahkan tidak berkedip. Ia tidak menghindar, tidak mundur, dan tidak mengeluarkan senjata. Ia hanya berdiri diam, membiarkan tebasan pedang bertenaga Puncak Lapis Kesembilan itu mendarat tepat di lehernya.
"Mati kau, semut!" teriak pengikut itu.
TRAAANG!
Suara dentingan logam yang sangat keras bergema, diikuti oleh percikan bunga api.
Mata pengikut itu melotot hingga hampir keluar dari rongganya. Pedang spiritual miliknya—senjata tingkat menengah yang bisa membelah batu besar—terhenti total di leher Ye Xuan. Tidak ada segores luka pun di kulit pemuda desa itu. Alih-alih, bilah pedang pengikut itu merintih, bergetar hebat, lalu...
KRAK! PRANG!
Pedang itu hancur berkeping-keping akibat pantulan kekuatan dari Tubuh Pedang Nirwana berpadu dengan Tubuh Tirani Tulang Emas milik Ye Xuan!
"B-Bagaimana mungk—"
Kata-kata pengikut itu terputus selamanya.
Ye Xuan hanya mengangkat tangan kanannya dengan santai, jari telunjuk dan tengahnya merapat, menunjuk ke arah dahi pengikut tersebut. Secercah cahaya hitam pekat—Niat Pedang Kehancuran—berkedip di ujung jarinya.
Pft!
Sebuah lubang seukuran kelereng tembus lurus menembus dahi pengikut itu, menghancurkan lautan kesadarannya seketika. Mayatnya ambruk ke tanah dengan suara debuk yang berat.
Hening.
Angin makam berhembus, membawa bau anyir darah.
Lin Hao dan satu pengikutnya yang tersisa membeku di tempat. Kipas elegan di tangan Lin Hao tergelincir jatuh ke tanah. Wajah arogan sang Kakak Senior kini pucat pasi bak mayat hidup.
Tubuh fisik yang menghancurkan pedang tingkat menengah tanpa tergores? Serangan energi tak terlihat yang membunuh kultivator Lapis Kesembilan dalam satu kedipan mata?
Lin Hao bukanlah orang bodoh. Ia langsung menyadari bahwa pemuda berpenampilan udik di depannya ini sama sekali bukan kultivator Lapis Ketiga! Ini adalah monster tua atau jenius iblis yang menyembunyikan kekuatannya!
"T-Tuan! Senior!" Lin Hao tiba-tiba berlutut di tanah, wajahnya memancarkan teror absolut. Kesombongannya hancur berkeping-keping. "Mata buta saya tidak mengenali Gunung Tai! Mohon ampuni nyawa anjing ini! Pedang Tingkat Bumi itu milik Anda! Semua yang saya miliki di cincin saya adalah milik Anda!"
Pengikut di sebelahnya pun ikut berlutut, gemetar hebat hingga membasahi celananya.
Ye Xuan melangkah maju secara perlahan. Sepatu botnya menginjak kerikil tajam, menghasilkan suara yang terdengar seperti ketukan malaikat maut di telinga Lin Hao.
"Kau menyuruhku mematahkan kakiku dan merangkak pergi, bukan?" suara Ye Xuan terdengar sangat jernih dan tenang.
"S-Saya salah! Saya pantas mati! Biar saya yang mematahkan kaki saya sendiri!"
KRAK! KRAK!
Lin Hao tanpa ragu memukul kedua tempurung lututnya sendiri dengan Qi-nya hingga hancur. Darah merembes dari celananya, namun ia menahan jeritannya demi bertahan hidup.
"Lihat, Senior? Saya sudah cacat! Tolong, Paviliun Awan Hijau akan memberikan apa pun—"
Langkah Ye Xuan terhenti tepat di depan Lin Hao.
"Kau salah paham," ucap Ye Xuan sambil menempelkan telapak tangannya ke atas ubun-ubun Lin Hao. "Aku tidak pernah memaafkan musuh yang sudah berniat membunuhku. Tapi aku akan dengan senang hati menerima semua asetmu."
"Ekstrak."
"TIDAAAAAAK—"
[Ding! Menemukan 2 entitas kultivator. Memulai ekstraksi paksa...]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 12.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Teknik Gerak Langkah Awan (Tingkat Menengah)!]
[Memperoleh: Ingatan Spesifik (Peta Jalur Aman Menuju Pusat Makam Pedang)!]
Kedua murid Paviliun Awan Hijau itu hancur menjadi debu, menyisakan dua cincin spasial yang melayang langsung ke tangan Ye Xuan.
Ye Xuan memejamkan matanya sejenak, menyortir ingatan yang baru saja ia curi dari Lin Hao.
"Jadi begitu. Para tetua Paviliun Awan Hijau telah memetakan sebagian rute ini puluhan tahun lalu. Pusat Makam Pedang, tempat Istana Pewarisan Kaisar, dikelilingi oleh lautan ilusi dan Boneka Pedang Penjaga."
Ye Xuan menoleh ke arah Pedang Embun Beku yang menancap di tanah. Ia mengulurkan tangannya, dan pedang Tingkat Bumi itu terbang dengan sendirinya, mendarat mulus di genggamannya. Berkat Tubuh Pedang Nirwana, pedang itu tidak melawan sedikit pun, justru merendahkan dirinya, meresonansi dengan Qi milik Ye Xuan secara sempurna.
Sambil memanggul Pedang Embun Beku di pundaknya, Ye Xuan menatap ke arah pusat langit merah senja, di mana pilar cahaya raksasa masih menjulang tinggi.
"Sekte Pedang Berkabut pasti menggunakan jalur rahasia mereka sendiri untuk mencapai Istana Pewarisan lebih cepat," mata Ye Xuan memancarkan kilau pembantaian yang dingin. "Mari kita lihat, siapa yang akan mewarisi makam ini. Zhao Wu... akan kupastikan kau menerima kotak kayu berisi kepala murid-murid kebanggaanmu."