NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. I hurt you

Jangan lupa like dan komennya ya..

ini hari senin, jangan lupa berikan vote juga di cerita ini. makasih😘❤

Hila masih menunduk lesu, tubuhnya benar-benar kaku. Ia masih belum bisa menerima kenyataan, bahwa takdir telah mempertemukannya kembali dengan lelaki yang menjadi Ayah dari bayinya. Perasaan sedih, senang, dan khawatir bercampur menjadi satu. Hila bisa merasakan, bahwa kehadiran Gara saat ini, dan pertemuan dengannya, pasti tak akan lepas dari masalah.

Gara duduk disebelah Hila, ia terus menatap Hila tiada henti. Rasa rindu itu mencuat lagi, ketika Gara kini menatapnya dan berada di samping Hila. Perasaan Gara jadi bimbang dan campur aduk, di satu sisi, ia telah ikhlas melupakan Hila dan mencoba menjalin hubungan dekat dengan Bianka, di sisi lain, ketika kini ia bertemu lagi dengan Hila, perasaan rindu dan rasa bersalah itu muncul lagi. Gara telah mencoba mencintai Bianka, tapi Hila? Bagaimana nasibnya?

"Katakan padaku, dan jelaskan dengan jujur, kenapa kamu bisa menjadi office girl di kantorku, Hil? Kamu sedang hamil, kenapa kamu mengambil resiko bekerja berat seperti ini? Apa yang terjadi denganmu?" tanya Gara.

Hila tersenyum getir, "Kamu sudah terlihat baik-baik saja, syukurlah ... kukira, luka tembak saat itu, akan membuatmu kesulitan. Tapi, aku senang melihat kau telah kembali seperti sedia kala."

"Kau tak perlu memikirkan aku, Hil. Katakan padaku, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau bisa bekerja disini dengan kondisi hamil, ha? Aku tak mungkin membiarkan ini terjadi. Maafkan aku, yang tak berdaya menemukanmu. Dulu, aku benar-benar percaya bahwa kau telah tiada. Dulu, delapan bulan lalu, ketika aku sempat mengunjungi kantor ini, aku merasa melihatmu sedang berjalan. Dan aku begitu yakin itu dirimu, tapi semua aku tepis, karena aku tahu, kamu telah meninggal. Kenyataan berada di sampingmu saat ini, sungguh membuatku tak menyangka," ujar Gara.

Hila menghela napasnya, ia berat untuk jujur pada Gara, karena jika Hila jujur, Gara pasti akan emosi dan marah besar. Hila tak mungkin memberi tahu Gara, bahwa keluarganya membuangnya. Ia harus tetap tegar, dan menyembunyikan semua masalahnya.

"Aku meninggalkan rumah, untuk menghindari perjodohan itu. Karena aku tahu aku hamil, aku tak mungkin mencoreng nama baik keluargaku, sudahlah, tak perlu membahas masa lalu. Aku tak ingin membahasnya." Ujar Hila.

"Apa Elang tahu semua ini? Berarti, selama ini, Elang membohongiku, tentang kematianmu, begitu?" selidik Gara.

"Gara, kau mengenal Elang?" Hila mengernyitkan dahinya,

"Tentu saja, karena Elang dan keluarganya sejak dulu sudah menjadi bagian dari keluarga Raharsya." Jelas Gara.

"Raharsya? Ja-jadi, kau adalah pewaris keluarga Raharsya juga? Iya?" Hila tak percaya.

"Cukup, Hila. Kau jangan banyak bicara! Katakan padaku, kenapa kau harus bekerja disini, dengan kehamilan ini? Dia adalah anakku! Harusnya kau menjaganya, bukan membawanya bekerja seperti ini!" Gara terlihat emosi.

"Aku butuh biaya untuk menghidupinya. Aku tak berniat membuangnya, dan aku akan mengurusnya! Karena itulah, aku mencari kerja dan pindah ke kota ini. Apa salahku? Wanita yang hamil diluar nikah sepertiku, mungkinkah akan bisa hidup tenang? Apakah orang tuaku tak akan membenciku? Karena itulah, aku memutuskan jalan hidupku, untuk hidup sendiri, bersamanya," Hila memegangi perutnya,

"Terima kasih telah menjaganya! Itu juga anakku, dan aku berhak atas bayi yang kau kandung, Hila. Akan aku pastikan, semua biaya hidupmu dan bayiku, aku yang menanggungnya, karena aku telah disini bersamamu!" Tegas Gara.

Mungkinkah? Batin Hila ....

Tiba-tiba, ponsel Gara berdering, seketika Gara pun mengeluarkan ponsel dari sakunya. Gara terlihat tak nyaman, ketika ia melihat layar ponselnya. Ya, hati Gara telah terbagi, kini ada Bianka yang mengisi hidupnya. Gara menyesali semua ini.Jika saja, Hila tak dikabarkan meninggal, mungkin saja Gara bisa sabar menantinya. Tapi, karena Gara tahunya bahwa Hila meninggal, Gara pun mencoba membuka hati yang lain.

"Maaf, ada telepon, aku harus mengangkatnya," ucap Gara.

"Silahkan,"

Gara berdiri, lalu sedikit menghindar dari Hila. Hila merasa Gara sedikit tak nyaman ketika akan mengangkat telepon tersebut. Hila cukup mengerti, karena waktu delapan bulan itu lama, dan entah apa yang terjadi dalam kehidupan Gara selama delapan bulan lalu.

📲 Gara

"Halo, Bi ... ada apa?"

📲 Bianka

"Aku terbangun dari tidurku, Gar ... aku mimpi buruk, aku sedih sekali," terdengar suara Bianka yang menangis.

📲 Gara

"Mimpi apa, Bi? Tenang, minumlah dulu. Itu hanya mimpi, kamu tak boleh terbawa suasana. Tarik napas dalam-dalam, Bi ...."

📲 Bianka

"That's nightmare, Gar! I'm so afraid ... In that dream, I saw you with another girl. You're go with her so far ... I'm so sad,"

(Itu mimpi buruk, Gar! Aku sangat takut ... dalam mimpi itu, aku melihatmu bersama wanita lain. Kamu pergi dengannya sangat jauh ... aku sangat sedih)

DEG. Jantung Gara memacu lebih cepat. Ia merasa, mimpi Bianka ada benarnya. Setelah ada Hila, hati Gara jadi bertaut lagi pada Hila. Dan Bianka? Gara pun tak tega dengannya. Kenapa Hila kembali setelah Gara dekat dengan Bianka?

📲 Gara

"Dont be afraid, Bi ... I'm always here with you! Sudah, jangan diingat-ingat. Its just a dream, right? Di sana pasti masih pukul tiga pagi, bukan? Tidurlah lagi, jangan dipikirkan. Okay?"

📲 Bianka

"Aku merindukanmu, Gara ...."

Gara terlihat semakin tak nyaman. Ia melirik Hila dengan bingung. Hila merasa, dirinya menjadi pengganggu Gara. Hila sadar, sepertinya wanita dalam telepon itu adalah kekasih Gara. Ya, Hila tahu ... bisa dilihat dari ekspresi Gara yang terlihat sedikit cemas. Hila pun berdiri dari duduknya, dan ia melebarkan senyumnya pada Gara. Hila berjalan cepat dan berlalu dari ruangan Gara.

Hila membuka pintu ruangan itu, dan menutupnya dengan segera. Hal itu membuat Gara kaget, Gara tak ingin Hila pergi dari ruangannya. Pembicaraan dengan Hila, belum selesai ... tapi, kini Gara pun tak bisa begitu saja mengabaikan Bianka.

"Hila ...." Gara refleks memanggil nama Hila.

Padahal, ponselnya masih terhubung dengan Bianka,

📲 Bianka

"What? Hila? Who is that, Sagara?" suara Bianka terdengar kesal.

(Apa, Hila? Siapa itu, Sagara?)

Astaga ... aku lupa, padahal aku sedang menelepon Bianka. Hila, maafkan aku. Batin Gara.

📲 Gara

"I'm so sorry, Bi ... itu, office girl-ku. Aku memanggilnya, karena aku ingin teh. Tapi, dia tak mendengar ku. Sudah dulu ya, aku haus sekali Bi, aku ingin minum Bye, aku akan menelepon mu kembali nanti, see u, Bi ..."

📲 Bianka

"Gar, Gara, wait! Tunggu ...."

Tut, tut, tut ....

Gara terpaksa mematikan ponselnya. Ia akan segera mencari Hila. Gara menuju meja kerjanya, untuk mengambil jas nya. Setelah memakai jas miliknya, tiba-tiba kejadian tak terduga menimpa Gara, Gara terpeleset di lantainya yang licin karena teh yang Hila bawa tadi terjatuh. Tangan Gara pun menahan tubuhnya, hingga tangannya terkena serpihan gelas yang pecah.

"Aww, sialan. Sakit sekali," Gara mengibaskan tangannya yang mulai bercucuran darah.

Gara mengeluarkan pecahan kaca yang menancap di tangannya. Ia mengaduh kesakitan, tapi ia memaksakan kaca itu keluar dari tangannya, karena ia tak punya waktu, ia harus segera menemukan Hila. Setelah beberapa lama, akhirnya pecahan kaca yang sedikit besar itu berhasil keluar dari tangan Gara.

Gara pun terpaksa menarik dasinya, dan melilitkan dasi itu pada tangan yang terkena pecahan gelas tersebut. Ia pun segera berlari mengejar Hila. Ia berlari menuju lantai tiga, tempat pantry sekaligus tempat kerja Hila. Sesampainya di pantry, Gara langsung membuka pintunya, dan beberapa karyawan terlihat sangat kaget.

"Ya ampun, Pak Direktur! Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu, Pak?" tanya Pak Ardi segera berdiri ketika melihat Gara membuka pintu.

Gara ngos-ngosan, "Maaf, Hila mana?"

"Hila?" Pak Ardi heran,

"Ya, Hila, si Office girl yang sedang hamil itu mana?"

Pak Ardi pun menatap Fitri yang sedang menyapu ruangan pantry,

"Fit, Hila kemana?" tanya Pak Ardi.

"Gak tahu, Pak. Kan Fitri tadi habis mengantarkan minuman untuk departemen HRD."

"Kalian tak ada yang tahu, ha? Cepat beritahu aku, dimana tempat tinggal Hila!" Ujar Gara.

"Sa-saya teman satu kontrakan dengan Teh Hila, alamatnya di ...."

Fitri memberi tahu alamat kontrakan Hila pada Gara. Gara pun segera berlari keluar dan mengambil kunci mobil yang ada didalam jas miliknya. Ia tak ingin Hila sakit hati, ia sangat merindukan Hila, hanya saja, Gara sudah terlanjur dekat dengan Bianka. Gara merasa bersalah. Entah mengapa, Gara dan Hila seperti sudah ada ikatan, padahal mereka berdua tak pernah saling mencintai.

Maafkan aku, Hila ... Aku akan segera menemui mu. Maafkan aku, yang tak sengaja mengangkat telepon Bianka di hadapanmu. Aku bingung, karena aku dan Bianka sudah dekat. Tapi, setelah kamu kembali, aku harus bagaimana? Apalagi, Bianka dan Bunda sudah sangat dekat sekali. Ya Tuhan, tolong aku ....

*Bersambung*

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!