Sebuah Kerajaan di Dunia Fantasia melakukan pemanggilan 10 Pahlawan dari dunia lain untuk membantu Kerajaan itu menghadapi serangan Raja Iblis.
Upacara pemanggilan Pahlawan berjalan dengan lancar. Tapi karena energi yang berlebih saat upacara pemanggilan, tanpa sengaja ada seseorang dari dunia lain yang ikut terseret pergi ke dunia Fantasia.
Rein Alexander, seorang murid SMA yang tengah menikmati sensasi penggelontoran kotoran dari dalam perutnya, tiba-tiba dia tersedot masuk sebuah lubang sihir, dan sialnya dia terlempar tepat di tengah-tengah sebuah sungai.
“Bang**t, apa sebenarnya yang terjadi?.”
****
[Mau tahu kelanjutannya? silahkan di baca....]
[Update setiap hari, kecuali hari Minggu. Satu hari minimal satu BAB, tapi bisa dua atau sekaligus tiga BAB, tergantung kesibukan]
[Jangan lupa dukung Author dengan memberikan :]
[✓Like]
[✓Komen]
[✓Rate [5]]
[Vote [Seikhlasnya]]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMULAI SEBELUM DIMULAI
Sebeluk membaca, jangan lupa selalu dukung Author dengan cara :]
[✓ Like]
[✓ Komen]
[✓ Rate [5] dan....]
[✓ Vote [seikhlasnya]]
[Silahkan sampaikan kritik jika ada yang kurang baik dari cerita ini 😊😊🙏🙏....]
[Selamat membaca....]
*****
Kelompok jubah merah berjumlah 30.000 orang yang di pimpin seorang Pria bertumbuh tinggi besar bernama Carlos Bertnard, saat ini sedang menanti kelompok lainnya yang memiliki tujuan yang sama.
Dari kejauhan, terlihat 30.000 orang dengan menggunakan jubah hitam berjalan mendekat kearah kelompok jubah merah. Kelompok berjubah Hitam di pimpin oleh dua orang Pria yang penampilannya begitu identik.
Ethnan dan Evans, nama kedua pemimpin pasukan berjubah hitam.
Tidak ada percakapan saat kedua kelompok ini bertemu, yang ada hanya seringaian kejam sebelum mereka menghilang dan bergerak kearah yang sama.
*****
Di Luar gerbang Ibukota Kekaisaran Nazelda, Rein dan dua wanita yang menemaninya, saat ini mereka sedang ikut menganti untuk memasuki Ibukota Kekaisaran Nazelda.
Setelah cukup lama mengantri, kini giliran Rein yang akan di periksa sebelum memasuki Ibukota Kekaisaran Nazelda.
Saat sedang di periksa, Fifi memperingatkan akan datangnya dua kekuatan yang begitu besar dan kuat sedang bergerak menuju Istana Kekaisaran Nazelda.
[Tuan, lebih baik tuan segera masuk dan mencari tempat untuk mengamati]
“Apa mereka benar-benar kuat?.”
[Satu orang memiliki level 1550 dan ada dua orang lainnya memiliki level 1500. Selain mereka ada 60.000 orang lainnya yang kekuatannya hampir menyentuh level 1000]
“Sangat kuat dan juga banyak. Apa mungkin mereka pasukan rahasia Kekaisaran?.”
[Menurutku mereka bukan bagian dari Kekaisaran, dan lagi aku merasakan hawa membunuh yang begitu pekat saat mereka semakin dekat ke Istana Kekaisaran]
“Sepertinya aku harus secepatnya mencari tempat untuk mengamati.”
Melewati tempat pemeriksaan setelah membayar 30 keping emas, akhirnya Rein, Sally, dan Ellie dapat masuk ke Ibukota Kekaisaran Nazelda.
Tak ada sesuatu yang aneh dengan keadaan Ibukota Kekaisaran Nazelda.
Seluruh aktivitas penduduk berjalan begitu lancar. Tak sedikitpun ada sesuatu yang salah dengan keadaan Ibukota Kekaisaran Nazelda.
Rein yang berjalan mendekat ke Istana Kekaisaran, dia bahkan sempat mengagumi dan memuji keindahan dan kemegahan bangunan di Ibukota Kekaisaran Nazelda.
Namun suasana tenang yang begitu damai segera berganti dengan teriakan histeris saat terjadi rentetan ledakan besar tepat di Istana Kekaisaran.
Rein yang mendengar suara ledakan, dia segera mengajak Sally dan Ellie untuk mendekat ke Istana Kekaisaran dan melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.
*****
Halaman Istana Kekaisaran.
BOOOMMM...
BOOOMMM...
BOOOMMM...
BOOOMMM...
BOOOMMM...
Ribuan ledak kecil maupun besar terjadi hampir di seluruh bagian Istana Kekaisaran.
Benteng pertahanan terakhir Kekaisaran bahkan telah hancur setelah menerima ribuan serangan.
Pasukan penjaga Kekaisaran yang tak siap dengan serangan yang begitu mendadak, banyak diantara mereka mati terkubur dalam reruntuhan benteng.
Selain terkubur dalam benteng, banyak diantara pasukan penjaga Kekaisaran yang mati setelah menerima serangan tanpa henti dari sekelompok orang yang secara tiba-tiba menyerang Istana Kekaisaran.
“Apa sebenarnya yang sedang terjadi?.” teriak Lord Dominic saat dia melihat kehancuran yang terjadi pada Istana kebanggaannya.
Ratusan Jenderal Kekaisaran Nazelda terlihat tercengang saat melihat separuh bagian Istana Kekaisaran telah menjadi reruntuhan.
Tanpa diberikan komando dari Lord Dominic, ratusan Jenderal Kekaisaran Nazelda yang kekuatannya setara dengan Petualang Rank SS, melesat kearah kelompok yang menyerang Istana Kekaisaran.
“Sekumpulan semut rendahan mencoba menghentikan sekumpulan semut neraka? Sungguh kekuatan Kekaisaran yang begitu menyedihkan.” gumam Carlos yang begitu santainya memenggal kepala musuh yang mendekatinya.
Di tengah kekacauan yang sedang terjadi, ada tiga orang yang dengan santainya mengamati dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Tiga orang itu tak lain adalah Rein, Sally dan Ellie. Mereka bertiga bersembunyi di sebuah menara yang yang ada di tengah-tengah bangunan Istana Kekaisaran.
Berkat Skill teleportasi milik Rein, mereka bertiga bisa sampai di menara itu tanpa ada yang mengetahui.
“Sepertinya Kekaisaran Nazelda telah menyinggung orang yang salah.” ucap Rein.
“Aku bahkan tak akan mampu mengalahkan satu orangpun dari sekumpulan orang-orang yang sedang menyerang Kekaisaran.” ungkap Sally
“Tuan, lebih baik kita tetap sembunyi. Kekuatan kita tak akan sebanding jika harus melawan mereka.” tutur Ellie.
Rein setuju dengan kedua wanita di sampingnya, dan karena itu dia lebih memilih untuk sembunyi dan sesekali mengamati kekacauan yang sedang terjadi.
BOOOMMM...
BOOOMMM...
BOOOMMM...
Rentetan ledakan terjadi tak begitu jauh dari tempat Rein.
Saat Rein mencoba melihat ke sumber ledakan, dia bisa melihat puluhan orang yang penampilannya terlihat layaknya seorang Jenderal tengah menjerit kesakitan sebelum akhirnya mereka mati dengan beberapa anggota tubuh tak lengkap.
“Kejam dan sadis, tapi aku menyukainya.” gumam Rein.
[Dua orang bergerak mendekat kearah tuan, tapi mereka bukan musuh]
Seusai Fifi memberi peringatan, dari arah utara muncul dua orang berjubah hitam dan dalam satu kedipan mata, mereka berdua sudah berdiri di hadapan Rein.
Tidak merasakan niatan buruk dari dua orang di hadapannya, Rein tak terlalu waspada dan dia bersikap sebiasa mungkin.
“Tuan dan nona lebih baik tetap di sini sambil melihat kami menghancurkan Istana ini.” kata salah seorang yang menggunakan jubah hitam.
Selesai berucap, dua orang berjubah hitam begitu saja pergi tanpa menunggu balasan Rein.
“Sepertinya kita memang cuma harus menjadi penonton, dan Kerajaan Bradford sepertinya tak perlu mengerahkan pasukan.” ucap Rein saat Istana Kekaisaran Nazelda benar-benar hancur.
*****
Di Halaman Istana Kekaisaran Nazelda.
BRAAAKKK... “Uhuk....” Lord Dominic memuntahkan darah segar dari mulutnya saat Carlos menendang telat mengenai dada Lord Dominic.
“Sangat kuat, bahkan aku yang sudah mencapai level 500 bukanlah lawan sepadan baginya.” gumam Lord Dominic sambil menahan sakit di dadanya.
“Siapa kalian sebenarnya? dan kenapa kalian menyerang Istana ku?.” tanya Lord Dominic dengan suara yang terdengar begitu lemah.
“Seharusnya kamu bertanya sebelum menyerangku. Tapi aku akan menjawab pertanyaan mu, supaya kamu tidak mati penasaran.” Carlos berjalan mendekat kearah Lord Dominic sambil menenteng sebuah pedang yang sudah bermandikan darah.
“Aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawa orang tak berguna sepertimu, dan karena kamu berani mengganggu pondasi yang sedang Tuan Muda ku dirikan, maka aku akan memberikan siksaan yang begitu menyenangkan sebelum kematian mu.”
“Sriiinggg....”
“Aaaaarrrggghhhhh....” teriakan keras Lord Dominic saat kedua kakinya terpotong sampai sebatas lutut.
Wajah Lord Dominic terlihat memucat saat darah keluar begitu banyak dari lukanya.
“Kau tahu, Tuan Muda ku adalah kekuatan di balik kekuatan Kerajaan Bradford, dan kamu telah berani menyinggung Kerajaan yang mendapatkan perlindungan dari Tuan Muda ku. Menyinggung Kerajaan Bradford, artinya kamu hanya mencari mati.”
“Tuu.. tuu... tuan, tolong ammpuni aku dan aku berjanji tak akan mengusik Kerajaan Bradford, uhuukk....” ucap Lord Dominic sambil terbatuk dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
“Aku akan memberikan pengampunan, tapi setelah kematian mu.”
BUGH....
Tubuh Lord Dominic terjatuh, dengan kepala lebih dulu jatuh menggelinding.
Bersamaan dengan tumbangnya Lord Dominic, Istana Kekaisaran Nazelda juga telah rata dengan tanah.
Tak ada satupun yang tersisa dari Istana Kekaisaran Nazelda, kecuali sebuah menara tempat Rein bersembunyi.
“Mereka benar-benar menghancurkan Istana Kekaisaran. Bahkan mereka tak menyisakan satu pun penghuninya.” ucap Rein yang masih mencoba percaya dengan apa yang dia lihat.
Ratusan ribu pasukan penjaga Kekaisaran Nazelda mati sia-sia karena melawan kekuatan yang tak sebanding dengan mereka.
Seluruh Jenderal dan para petinggi Kekaisaran juga menjadi korban dari serangan brutal yang baru saja terjadi.
Sang Lord Dominic pun harus rela kehilangan nyawa karena salah memilih lawan, bahkan seluruh anggota keluarganya memiliki nasib yang sama dengan nasib Lord Dominic.
“Lebih baik kita kembali dan melaporkan peristiwa ini pada King Rainhard.”
Rein yang melihat kehancuran Kekaisaran Nazelda, dia segera membawa Sally dan Ellie kembali ke Kerajaan Bradford.
Begitu Rein dan dua wanitanya pergi, tower yang sebelumnya mereka pakai bersembunyi tiba-tiba roboh dan melengkapi kehancuran total Kekaisaran Nazelda.
“Semuanya, kita kembali ke Istana Kegelapan.” teriak Ethnan dan Evans.
Di sisi lain, Carlos juga membawa seluruh pasukannya kembali ke Istana neraka.
Tapi sebelum pergi meninggalkan Istana Kekaisaran Nazelda, Carlos lebih dulu menyuruh 5 bawahannya untuk mengantarkan hadiah besar ke Kerajaan Bradford.
Selain itu, Carlos juga menyuruh bawahannya untuk menyerahkan hadiah pada Rein, Tuan Muda yang begitu dia rindukan.
Carlos adalah pengawal Rein saat baru lahir, sampai akhirnya mereka terpisah saat Rein di titipkan pada Dewa Agung.
“Pedang perkasa ku menjadi kotor oleh sampah, setidaknya butuh satu bulan untuk membersihkannya.” gumam Carlos sambil mengelus pedang kesayangannya yang begitu dia sayangi, layaknya seorang suami yang menyayangi istrinya.
*****
[Bersambung....]
[Hari ini langsung 3 Part karena besok tidak bisa up 🙏🙏🙏🙏😊....]
[Lanjut hari sabtu....]
dengan jentikan jari musuh mokat, dengan lambayan tangan auto rata.