ketika keluarga belum dikaruniai keturunan dan memilih poligami sebagai solusi, bagaimana kisah keluarganya? Bagaimana sekitar bisa memahami kondisinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#chapter 18, back to normal.
Para karyawan Bakulan Bunda datang ke rumah Nayara tepat jam tiga sore, mereka kumpul di saung samping rumah yang sengaja dibuat oleh Maulana untuk santai dan kumpul-kumpul. Daripada lahannya dibuat kolam renang yang jarang terpakai, lebih bermanfaat dijadikan taman plus saung dan kolam ikan yang kecil. Tanamannya pun tidak banyak bunga, Maulana lebih senang menanam tanaman obat-obatan keluarga (toga) dan buah-buahan standar seperti pepaya, rambutan dan mangga.
Tidak jarang para warga sekitar meminta rempah-rempah yang unik seperti bangle, kumis kucing, daun saga ke rumah mereka.
"Bun ... bulan depan saya mau dilamar, kemungkinan tiga bulan kemudian saya akan resign dari Bakulan Bunda" ucap Harti, salah satu karyawan Bakulan Bunda.
"Ya ... sebenarnya berat ya Harti ... kamu sudah ikut dari Bakulan Bunda masih merintis. Makasih ya udah mau ikut berjuang bareng. Jangan lupa undang kita semua" jawab Nayara.
"Insyaa Allah Bun, tapi rumah saya di Kampung, daerahnya masih sepi" kata Harti merendah.
"Sekarang mah ... ga ada yang namanya Kampung sepi, semua daerah hampir merata pembangunannya, ga kaya jaman dulu. Pasti udah ada ojek pangkalan atau angkutan umum kan ke Kampung kamu?" ujar Nayara.
"Alhamdulillah sudah Bun ... emang berat juga saya Bun ... Empat tahun yang lalu kita mulai dari bikin medsos buat dagang sayur sampai hari ini Alhamdulillah makin banyak pelanggannya" jawab Harti.
"Bunda ga akan lupa sama semua jasa kamu Harti ... tapi kan kamu juga harus menata masa depan, semoga samawa ya..." kata Nayara dengan tulus.
"Aamiin" jawab Harti.
.
Malam hari di rumah, Nayara merasa kesepian, semua sudah tidur. Dia masih menonton TV sendirian. Dari awal nikah memang punya komitmen sama Maulana, TV tidak boleh ada di kamar, karena ingin keluarga bisa kumpul nonton bareng.
Dilihatnya jam dinding jarum pendeknya diangka sebelas dan jarum panjangnya di angka lima. Hampir tengah malam dan Maulana sama sekali tidak menanyakan kabarnya sejak tadi pagi bertemu.
🤍
Maulana benar-benar sedang dimabuk asmara. Dia mulai mencintai Atikah sejak resmi menikah kemarin. Ternyata pola pikir Maulana pun sedikit tergelitik dengan kehadiran Atikah yang terpaut dua puluh tiga tahun dengannya. Benar kata banyak artikel jika wanita muda lebih menarik dan fresh, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa pria melihat wanita dari segi fisik terlebih dahulu. Selain itu Maulana juga merasa tertantang untuk mengerti generasi dengan era yang berbeda dari dirinya. Pastinya mereka akan memiliki perbedaan sudut pandang dan hal ini akan mewarnai hubungan mereka kedepannya.
Terkadang wanita seumuran atau hanya berbeda sekitar tiga tahunan punya ego yang masih sama-sama tinggi, sama seperti dia dan Nayara, namun Atikah ini memiliki pemikiran yang berbeda sehingga sebagai laki-laki pastinya Maulana tertantang, seperti masalah hubungan suami istri kemarin, baginya dulu tabu seorang wanita yang lebih aktif duluan bahkan mampu mengeksplorasi seluruh lekuk tubuhnya hingga membuat Maulana ketagihan. Walaupun tetap Maulana yang mendominasi karena sebagai anak kemarin sore pastinya Atikah juga belum banyak pengalaman.
"A' ... kok kita ga bulan madu kemana gitu ... Tikah kan belum pernah pergi-pergi jauh" ungkap Atikah dengan gaya manjanya.
"Mau kemana emangnya?" tanya Maulana sambil memeluk istri mudanya.
"Bali ... kata orang tempatnya romantis, tempat orang bulan madu" kata Atikah semangat.
"Tapi Aa' lagi banyak kesibukan, bulan depan aja ya" janji Maulana.
"Aa' mah yang dipikirin kerjaan mulu, orang kalo abis nikah pada bisa ijin kerja, masa Aa' ga bisa ... Aa' kan Boss" ucap Atikah spontan.
"Ya karena Aa' Boss nya jadi harus kerja lebih keras lagi. Apalagi kan sekarang ada dua wanita yang harus Aa' nafkahi" jelas Maulana bijak.
"Apa karena Teh Nay ga bolehin kita pergi? jadi Aa' ga mau pergi?" ucap Atikah dengan memonyongkan bibirnya.
"Sayang ... ini ga ada hubungannya sama Nay. Aa' ini kepala rumah tangga, ucapan Aa' lah yang harus kalian patuhi, bukan kebalikannya" jawab Maulana.
"Aa' mah ga cinta sama Tikah" balas Atikah lalu membalikkan badannya.
"Sayang ... jangan ngambek ya, Aa' janji nanti bulan depan dijadwalin buat bulan madu ya" rayu Maulana sambil mencium rambut Atikah dari belakang.
"Aa'....." Atikah membalikkan tubuhnya dan memegang pipi suaminya, bibirnya pun bergerak seksi.
"Sayang ...Aa' ga kuat deh liat kamu begini, kita mulai lagi yuk" ajak Maulana dengan genitnya.
"Sayang ... nanti kalo di rumah Bogor kan kata Teh Nay harus giliran hari ... kalo kangen gimana?" tanya Atikah manja.
"Ya tinggal Aa' ke kamar kamu" jawab Maulana.
"Kalo ketauan sama Teh Nay gimana?" tanya Atikah lagi.
"Udahlah ... itu kita pikirin nanti, yang penting malam ini kita habiskan waktu berdua, tau ga sayang ...Aa' ga pernah sepuas ini" bisik Maulana nakal.
"Emang Teh Nay ga bisa buat Aa' seromantis ini?" tanya Atikah lagi.
"Ga usah bahas Nay ya ... semoga kamu cepat hamil ya sayang" kata Maulana.
"Kalo Tikah hamil, Aa' harus perhatian pokoknya" pinta Atikah sambil melepaskan pakaiannya satu persatu.
"Tentu dong sayang" kata Maulana sambil langsung menarik tangan Atikah.
💠
"Aa' udah tidur belum ya? tadi pagi keliatan kurang tidur banget, apa telpon Tikah aja ya biar Aa' diingetin buat istirahat. Tau sendiri kalo udah sibuk kerja pasti begadang" ucap Nayara dalam hati dan mulai mengetik sesuatu di HP nya.
🍄
Maulana terlelap tidur disampingnya Atikah. Wajahnya tampak santai dan tenang. Tapi Atikah tidak bisa tidur, berasa kurang nyaman aja daerah intimnya karena serangan dari suaminya yang bak singa kelaparan. Sebenarnya ini bukan murni hasratnya Maulana aja, tapi emang saudaranya nyaranin ke Atikah buat ngasih "air pengasih" dari salah satu "orang pintar", biar Maulana maunya nempel terus ke Atikah. Dengan segala kepolosan dan desakan dari saudaranya, Atikah pun mendatangi orang pintar tersebut dan dikasih air buat dicampur ke minumannya Maulana. Ditambah pula hasutan kalo sebagai istri kedua mau disayang harus bisa buat suami tekuk lutut.
.
#Assalamualaikum Tikah ... besok pulangnya jangan malam-malam ya, soalnya Selasa pagi Aa' ada janjian sama orang di Kelapa Gading. Kamar kamu udah Teh Nay siapin, sesuai kesepakatan kita ya. Titip Aa' tolong diurusin, jangan lupa tiap pagi Aa' itu minum madu#
#waalaikumsalam...ya Teh#
"Ngapain sih Teh Nay sampe ingetin jangan pulang malam, apa dia kangen sama Aa'? harusnya Teh Nay kasih kita waktu berduaan lebih lama. Kan ini juga biar gw cepet hamil" protes Atikah dalam hati.
"Sayang ... kenapa belum tidur?" tanya Maulana yang terbangun karena mau buang air kecil.
"Kebangun A' .. haus" jawab Atikah bohong, padahal dia abis nonton Drakor terbaru yang menceritakan tentang Boss yang bucin sama penjual bunga, tapi ceweknya sudah punya pacar.
membuka wawasan, tau gimana kita harus mengerti orang lain gak berkutat pada diri sendiri.
keluar dari zona nyaman itu berat
Alhamdulillah Zay banyak anak jadi penerus nya juga ada
mbokya sekali kali selesaikan masalah sendiri gitu