VALENSIA DOHARE adalah seorang mahasisiswi lulusan terbaik di salah satu fakultas di jakarta jurusan keperawatan anak terpandang dari keluarga kaya. namun tetap bekerja keras memenuhi keperluan nya di rumah sakit terbesar di kota nya dan mengambil sift penuh untuk menunjang isi tabungan. pekerjaan itulah yang membuatnya melupakan duka hatinya yang dalam setelah di tinggal mati oleh seorang polisi yang sudah menjadi tunangan nya dan di jodohkan kembali oleh keluarganya dengan VARISMAN HUL seorang tentara pasukan khusus berpangkat tinggi yang bertugas jauh di luar kota. yang tidak lain adik kandung dari mantan tunangan nya.
Apakah ini awal yang baik untuk memulai sebuah hubungan yang baru?
Akankah perjodohan mereka berujung bahagia? ataukah menjadi petaka?
Akankah pekerjaan Varisman Hulu sebagai tentara pasukan khusus diluar kota membuat hidup dan pekerjaan Valensia terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochiecookies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
V & V 18
HAPPY NEW YEARS PARA THOR & READERS SEMOGA DI HARI DAN TANGGAL AWAL INI KITA PUNYA TARGET DAN TUJUAN YANG PASTI.!
MENJEMPUT
Tiga hari berlalu di mess.! di tempat tidur Valensia dan mahasiswa PKLY lain nya, terdengar suara ketokan pintu berkali-kali dari depan, jam dinding menunjukkan pukul 04:00.
Valensia yang gelisah dan tidak bisa menutup mata semalaman langsung membuka pintu dengan mata sayup nya dan langkah kaki yang gontai.
"astaga.!!"
Valensia terkejut melihat sosok pria gagah dengan seragam lengkap dan senjata api miliknya.
"selamat pagi dek, kamu sudah siap.?"
suara bass yang tegas tidak ada kelembutan dari nada bicaranya.! ternyata yang datang sepagi ini Valrisman si pak tentara tanpa senyum.
"pagi bang, ayo masuk dulu silahkan duduk"
"abang sudah lama menunggu diluar.?"
tanya Valensia yang langsung gugup.
"tidak, abang baru saja sampai dan langsung mengetok pintu"
jawab Valrisman dengan tatapan yang aduhaii namun masih dengan nada bass nya😂
"astaga SIAP GRAKK.!! tatapan matanya subuh ini, cukup untuk jadi sarapan ku." ucap Valensia membathin hanya dia dan hatinya yang mampu mendengar.
"Valen buatin minum dulu ya bang.?"
tawar Valensia
"tidak usah dek, kita langsung pergi saja abang tunggu 5 menit.!"
tegas Valrisman
"haaaaa.!!!! 5 menit.? astaga iya..iya.!
Valensia segera berlari mengganti pakaian nya dan membawa tas selempang berisi keperluan nya tanpa membawa pakaian ganti.
7 menit berlalu, Valensia keluar dari kamar dengan memakai rok jeans pendek dan kemeja berkerah warna hitam dengan sepatu flat hitamnya.
"telat 2 menit, biasakan sa'at bersamaku adek tepat waktu.!"
tegas Valrisman.
"ma'af bang Valen tidak terbiasa buru-buru"
jawab Valensia sambil menundukkan kepalanya karna takut dengan tatapan tajam Valrisman.
"yasudah ayo berangkat kita bisa ketinggalan pesawat"
sambung Valrisman.
"dasar siap grakkk.!!!! kamu kira aku anggota militer mu.!! tidak salah aku memberimu nama siap grakk.!!!!".
Valensia terus membathin dan menggerutu sendiri.
diperjalanan menuju bandara XXX Valrisman dan Valensia berbicara seputar pekerja'an keduanya sambil sesekali di penuhi rasa penasaran yang tinggi dengan beberapa tugas tersulit yang sudah mereka lalui..
Valensia yang kaku dan Valrisman yang datar sa'at bicara membuat ke duanya seperti bolu kukus dan roti ketawa 😊 satunya lembut dan satunya lagi keras.
"astaga.!!!!"
Valensia tiba-tiba saja tepok jidat karna baru teringat sesuatu..
"ada apa.?"
tanya Valrisman.
"bang, Valen lupa minta izin dan memberitahu teman Valen..!"
jawab Valensia mulai takut mana tau kena hukuman dari pihak penanggung jawab PKLY RSUD.
"kemarin orang tuamu sudah minta izin pada mereka"
jawab Valrisman datar tanpa menoleh.
"oh begitu"
sambung Valensia yang mengikuti kedataran Valrisman.
setibanya di bandara mereka langsung menaiki pesawat dengan bangku yang bersebelahan, di butuhkan waktu beberapa jam untuk sampai di bandara Binaka kota gunungsitoli.
di dalam pesawat terlihat Valrisman sedikit risih dengan penampakan paha putih Valensia karna memakai rok jeans mini dan memutuskan untuk mengeluarkan jaket di dalam ranselnya yang selalu ia bawa-bawa kemanapun kemudian menyelimuti paha hingga lutut Valensia.
Valensia yang sadar betul akan perlakuan itu tidak melakukan penolakan atau terkejut dan tidak juga memberi reaksi apapun. karna sedari awal ia lebih menampakkan kegugupan dan rasa takut terhadap Valrisman yang selalu berwajah dingin dengan ekspresi dan nada bicara yang datar..