NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersadar

“HAH!!”

Seketika mata Nino terbuka. Pandangannya langsung melihat ke sekeliling. Tidak ada makhluk halus yang sedari tadi terus mengikuti dan mengejarnya. Pemuda itu sedikit tenang saat tahu apa yang dialami barusan hanyalah sebuah mimpi.

Sebuah ruang serba putih dengan bau disinfektan khas menyapa indra penciumannya. Ditambah lagi telinganya menangkap suara peralatan medis yang terletak tidak jauh darinya. Di tangannya juga tertancap jarum infus. Tanpa harus bertanya, Nino tahu kalau dirinya berada di rumah sakit.

Di dekat ranjangnya berdiri seorang pria mengenakan jas snelli dengan masker menutupi wajahnya. Dokter itu mendekat saat tahu Nino sudah tersadar dari komanya.

“Nino, apa kamu baik-baik saja?” tanya sang dokter.

“Iya, dok. Saya kenapa?”

“Kamu mengalami kecelakaan motor. Apa kamu lupa?”

“Kecelakaan motor?”

Sejenak Nino berusaha mengingat apa yang terjadi padanya. Terakhir yang diingatnya dia tengah melaju di jalan raya dengan sepeda motornya. Sesaat kemudian dia merasakan benturan keras dan tubuhnya terpental ke aspal.

Tepat ketika matanya hendak menutup, dia melihat seorang wanita berada di dekat lokasi kecelakaan. Setelahnya pemuda itu tidak ingat apa-apa lagi.

“Apa yang kamu rasakan sekarang, Nino? Apa ada bagian tubuh mu yang terasa sakit?”

“Tidak ada, dok.”

“Bagaimana dengan kepala mu?”

“Tidak sakit juga, dok.”

“Baguslah. Kalau begitu kamu bisa ikut dengan ku sekarang.”

“Ke mana dok?”

“Ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi.”

Perlahan sang dokter melepas maskernya. Mata Nino membelalak ketika melihat wajah sang dokter dari mata ke bawah rata, tidak ada hidung dan mulut. Seketika Nino langsung berteriak kencang.

“AAAAAAAAA!!!!!”

“Dokter!! Dokter!!”

Weni, Ibu Nino yang sedang menunggui anaknya di ruang ICU langsung berteriak ketika melihat tubuh anaknya mengejang disusul dengan suara alat medis yang menandakan ada masalah dengan organ vital sang anak.

Bergegas seorang dokter dan dua orang suster memasuki ruang ICU. Sang dokter langsung menangani Nino yang masih kejang-kejang.

Kepanikan terlihat di wajah Weni. Wanita it uterus memanggil nama Nino sambil menangis. Suster segera meminta Weni meninggalkan ruangan. Dari balik kaca ruangan ICU, Weni terus mengawasi dokter yang masih menangani anaknya.

Kejang yang dialami Nino berhenti bertepatan dengan jantungnya yang berhenti berdetak. Sang dokter segera naik ke atas ranjang untuk melakukan RJP. Suster segera mengambil defibrillator. Dengan cepat dia memasangkan bantalan ke tubuh Nino.

Dokter menghentikan RJP, kemudian turun dari ranjang. Ketika defibrillator dinyalakan, tubuh Nino terlonjak ke atas. Kedua jari dokter menempel di leher Nino, denyut nadi pemuda itu masih belum kembali.

“Epi!”

Sang dokter kembali naik ke atas ranjang. Kembali dokter tersebut memberikan kompresi pada Nino. Sementara salah satu suster menyiapkan defibrillator kembali dan satu lagi menyuntikkan epinephrine. Setelah siap, kembali Nino mendapat kejutan.

Berhubung detak jantung Nino masih belum kembali, dokter meminta suster menyuntikkan kembali epinephrine dan menaikkan volume defibrillator. Dan untuk ketiga kalinya dokter itu naik ke ranjang untuk melakukan RJP.

Di percobaan ketiga, barulah ketiganya bisa bernafas lega. Denyut nadi dan detak jantung Nino kembali. Pemuda itu akhirnya bisa keluar dari masa kritis. Weni yang melihat dari luar ruangan juga merasa lega, sang anak berhasil keluar dari maut.

***

Keesokan harinya Nino membuka matanya. Dokter langsung memeriksa keadaan pemuda itu. Walau masih lemah dan belum bisa menggerakkan anggota tubuhnya, namun Nino sudah keluar dari masa kritis. Nino pun bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa.

Kedua orang tua Nino dan dua Kakaknya sudah berkumpul di ruang rawat salah satu rumah sakit swasta di kota Bandung. Nino adalah anak bungsu dari pasangan Weni dan Rojali. Nino mempunyai satu kakak perempuan yang sudah berkeluarga, dan satu kakak laki-laki. Semua keluarganya tinggal di Depok. Sementara Nino merantau ke Bandung untuk kuliah.

“Ya Allah Nino, akhirnya kamu sadar juga, Nak. Kamu sudah bikin Mami takut.”

“No.. No.. Lo udah bikin babe jantungan, tahu kaga Lo?” sambung Rojali dengan logat Betawi yang kental.

Nino memang keturunan blasteran. Ayahnya orang Depok asli yang memiliki darah Betawi. Sementara Ibunya keturunan Janda alias Jawa Sunda. Dan Nino adalah hasil kolaborasi alias blasteran Jawa, Sunda dan Depok.

Ibu Nino yang bernama Weni berkulit putih dan wajahnya juga cantik. Makanya Nino memanggil Ibunya dengan sebutan Mami. Sementara Ayahnya, walau wajahnya lumayan ganteng, tapi karena logat Betawinya yang kental, membuat Nino memanggilnya dengan sebutan Babe.

“Maaf Mami, Babe.”

“Lo tuh kemarin sempat henti jantung, tahu ngga Lo? Hampir mati berdiri emak lo lihat dokter nyetrum Lo,” cerocos Rojali.

“Yang benar, Be?”

“Iye.”

“Lo kenapa bisa kecelakaan sih?” tanya Valen, Kakak kedua Nino. Mereka hanya berbeda dua tahun saja.

“Ngga tahu, Bang. Yang gue tahu, gue lagi bawa motor. Tiba-tiba ada yang nabrak gue terus gue mental gitu.”

“Yang nabrak Elo kabur kayaknya.”

“Oh iya, selain Nino, apa ada korban lain, Be?” tanya Nino penasaran. Pasalnya dia terus teringat pada wanita yang ada di lokasi kecelakaan. Dia melihat wanita itu terbaring tidak jauh darinya dengan mata yang menatap ke arahnya.

“Kaga ade. Cuman Elo doang di sane. Lo bisa tanya temen Lo, si Asep.”

“Emangnya kenapa?” tanya Friska, Kakak pertama Nino.

“Pas sebelum Nino pingsan, Nino lihat ada perempuan ngga jauh dari Nino. Dia juga tergeletak di aspal. Kepalanya berdarah. Matanya lihat ke Nino kaya minta tolong gitu.”

Terang Nino pada Friska. Cara bicara Nino pada Friska memang lebih sopan. Selain jarak usia mereka yang cukup jauh, sebanyak delapan tahun. Friska juga cukup galak, jadi Nino sedikit segan padanya.

“Ngga ada perempuan. Menurut laporan polisi, Cuma kamu yang ada di TKP. Di rekaman cctv juga ngga ada korban lain, cuma kamu aja. Mobil yang nabrak kamu langsung kabur. Kamu mimpi kali.”

“Masa sih? Tapi Nino yakin lihat perempuan itu.”

“Sudahlah, jangan dipikirkan. Yang penting kamu selamat. Kamu itu koma seminggu, dan sempat henti jantung. Tolong jangan buat Mami takut lagi.”

“Iya, Mami.”

Nino pun memilih tidak membahas perempuan misterius itu lagi. Walau dia yakin kalau perempuan itu nyata, namun semua keterangan yang diberikan Friska bertolak belakang.

“Mami mending balik ke penginapan. Istirahat, Mami kan sudah dari kemarin tidur di rumah sakit. Biar Valen aja yang jaga. Kak Friska temani Mami, Babe juga.”

“Ya sudah, Mami, Babe dan Kak Friska pulang dulu ke penginapan. Besok Mami ke sini lagi.”

Weni mencium kening Nino sebelum meninggalkan anak bungsunya itu. Sepeninggal semua keluarganya, Valen menarik kursi di dekat ranjang anaknya.

“Bang, ini kamar kelas berapa?”

“Kelas dua. semuanya penuh. Di samping Elo, pasien Kakek-kakek, kayanya kondisinya udah payah banget. Depan Elo, yang satu Bapak-bapak, satu lagi seumuran Elo, tapi dia tulang lunak kayanya,” suara Valen terdengar pelan. Jangan sampai ucapannya terdengar oleh pasien yang lain.

“Bang, telponin si Asep dong. Suruh dia ke sini.”

Valen segera menghubungi Asep. Sahabat dekat Nino. Sejak masuk ke perguruan tinggi keduanya sudah akrab sampai sekarang. Saking dekatnya, teman-teman sekelasnya sering menyebut mereka duo cetet, Upin Ipin atau duo maut. Asep berjanji akan datang malam hari nanti.

***

Hari sudah mulai menggelap. Valen berpamitan pada Nino untuk keluar mencari makan. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, tapi Asep belum juga muncul. Karena bosan, Nino memutuskan turun dari ranjang. Tubuhnya sudah mulai bisa digerakkan walau harus pelan-pelan.

Dengan tertatih Nino turun dari ranjang. Dilihatnya semua pasien yang satu ruangan dengannya sudah beristirahat di atas ranjang. Semuanya ada yang menunggui, kecuali dirinya karena Valen sedang mencari makan.

Selangkah demi selangkah Nino keluar dari kamar perawatan. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri. Walau baru pukul delapan, tapi suasana di lantai ini sudah sangat sepi. Hanya ada satu suster yang berjaga di nurse station.

Ketika Nino hampir sampai di dekat nurse station, kepala suster yang sedang menunduk langsung terangkat. Matanya langsung melihat pada Nino yang berjalan ke arahnya. Dengan cepat suster itu mendekati Nino.

“Mau kemana Mas?”

“Mau jalan-jalan aja, Sus. Bosan di kamar terus.”

“Mau saya temani?”

Suster tersebut memandangi Nino tanpa berkedip. Tiba-tiba saja dari kedua matanya keluar darah. Bersamaan dengan keluarnya darah, salah satu matanya copot dan menggantung sampai ke dekat hidung.

“AAAAAAAA!!!”

Nino berteriak kencang. Saking kencangnya, dia yakin kalau suara teriakannya akan terdengar oleh seluruh penghuni kamar di lantai ini. Namun nyatanya, tidak ada seorang pun yang keluar untuk menolongnya.

Pemuda itu berusaha menjauh dari suster tersebut. Namun karena tubuhnya yang masih lemas, dia tidak bisa berjalan jauh. Bahkan Nino terjatuh karena tersandung kakinya sendiri. Dia melihat ke belakang. Sekarang sang suster sudah dalam posisi merayap di lantai. Dia menjulurkan tangannya, mencoba meraih kaki Nino.

***

Hai.. Hai.. Aku datang dengan novel baru. Aku kangen bikin novel horor, tapi tetap ya ada komedinya. Karena kalau serius, aku ikutan takut juga😂

Jangan lupa like, komen, rate bintang 5 dan masukkan ke daftar pustaka alias favorit biar bisa terus dapat notifnya setiap up date.

Selamat menikmati karya baru ku dan jangan lupa, jangan nabung bab🙏🏻

1
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dikiranya bakal bisa menutupi kejahatannya gak tau aja Serapi dan serapat apapun suatu kejahatan pasti terkuak juga
Zuhril Witanto
yah lolos ..ayo Miko semangat
tehNci
Iya ih..lama gak nongol tuh duo kancing cetet Upin ipin😂
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!