NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Complicated Couple (10) Dia Istriku

Poppy sedang membereskan laporan keuangan untuk bulan ini ketika Wiranto masuk ke dalam ruangan. Dengan membawa sebuah amplop dia menghampirinya.

“Pop, kamu harus ketemu klien buat tanda tangan kontrak.”

“Kenapa saya pak? Itu kan bukan job desk saya,” protes Poppy.

“Mira dan Donna sedang keluar bertemu klien. Ini proyek besar dan harus segera ditanda tangani sebelum dia berubah pikiran. Kliennya Valen Anggara. Dia cuma punya waktu hari ini jam 5 sore. Makanya kamu yang harus pergi, tempatnya di hotel Grand Cempaka. Kalau sampai gagal, kamu saya pecat,” ancam Wiranto. Poppy menghela nafas kesal, berarti dia harus lembur lagi.

“Ngga pa pa Pop, aku temenin kamu,” Ratih menawarkan diri.

“Urus urusan kamu sendiri Ratih! Selesaikan rekap penjualan bulan lalu!”

“Loh kan udah saya kasih ke bapak tadi pagi.”

“Masih banyak yang salah, perbaiki! Kerja yang bener makanya,” ucap Wiranto seraya meninggalkan ruangan.

Poppy dan Ratih saling berpandangan. Keduanya benar-benar sudah muak dengan sikap Wiranto. Ratih berdiri, hendak ke ruangan Wiranto mengambil berkas yang tadi pagi diserahkannya. Poppy melihat jam di dinding, sudah pukul lima kurang dua puluh menit. Berarti dia harus berangkat sekarang. Untung saja letak hotel Grand Cempaka tidak terlalu jauh dari kantornya. Sebelum pergi dia mengirim pesan pada Irzal kalau harus keluar kantor mengantarkan berkas ke klien.

Ratih baru saja akan masuk ke dalam ruangan Wiranto, ketika dia mendengar bosnya sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

“Tenang aja mas Valen, semuanya sudah diurus. Sesuai permintaan, Poppy nanti yang akan mengantar berkas. Sisanya saya serahkan sama mas Valen. Mas bisa bersenang-senang sepuasnya sama dia. Mas tau sendiri kan dia karyawan paling cantik di kantor ini. Tapi jangan lupa tolong yakinkan semua kolega mas Valen supaya membeli mobil di dealer saya.”

Ratih terkejut mendengar percakapan Wiranto hingga tak jadi masuk. Dia bergegas kembali ke ruangannya, ingin mencegah Poppy agar tak jadi pergi. Ratih berlari menuju ruangannya. Tapi terlambat, Poppy sudah tidak ada. Ratih segera keluar ruangan, buru-buru keluar. berharap Poppy masih ada di depan kantor. Sesampainya di sana, Poppy sudah tidak ada. Lalu dia menghampiri pak Bowo.

“Pak lihat Poppy ga?” tanya Ratih panik.

“Barusan pergi naik taksi mba.”

Ratih bertambah panik. Dia mencoba menelpon ponsel Poppy tapi tak ada jawaban. Ratih kembali masuk ke dalam, menuju ruangannya lagi.

Sementara itu Irzal baru saja selesai memberikan pengarahan pada anggota timnya tentang proyek yang akan dilaksanakan bulan depan. Dia menuju meja kerjanya lalu mengambil ponselnya, ada pesan masuk dari Poppy. Sedikit kecewa membaca pesan itu. Berarti dia harus menunggu lagi agar bisa bertemu Poppy.

Baru saja Irzal akan membereskan berkas-berkas di mejanya ketika sebuah panggilan masuk ke ponselnya, panggilan dari mama Dewi.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam, Zal.. kamu lagi sama Poppy ngga?”

“Ngga ma, tadi Poppy kirim pesan katanya ada tugas keluar kantor dulu jadi agak terlambat pulangnya. Ada apa ma?”

“Dari tadi mama telpon Poppy tapi ngga diangkat aja, mama khawatir. Perasaan mama ngga enak Zal, mama takut terjadi apa-apa sama Poppy.”

“Mama ngga usah khawatir. Poppy baik-baik aja kok,” Irzal mencoba menenangkan mertuanya.

“Tapi perasaan mama bener-bener ngga enak Zal. Dari siang mama kepikiran Poppy terus, takut terjadi apa-apa sama dia. Kamu bisa tolong cek ke kantornya sekarang?” suara mama benar-benar terdengar cemas, tak seperti biasanya.

“Iya ma, Irzal pergi sekarang jemput Poppy.”

Setelah mama mengakhiri panggilan, Irzal mencoba menelpon Poppy. Namun tak ada jawaban. Irzal pun bergegas pergi. Sebelumnya dia meminta Chepi untuk membereskan berkas dan menaruhnya di laci mejanya.

Di kantor Poppy, Ratih masih mencoba menelpon Poppy. Namun tetap tidak ada jawaban. Ratih segera mengambil tasnya, bergegas keluar ruangan, bermaksud menyusul Poppy ke hotel. Sesampainya di luar kantor, dia meminta pak Bowo untuk mencarikan ojeg untuknya. Di saat yang bersamaan Irzal sampai. Melihat Irzal, Ratih langsung berlari menghampirinya.

“Mas, ayo kita ke hotel Grand Cempaka. Poppy ada di sana, ayo mas.”

Ratih langsung menarik Irzal kembali ke mobil. Irzal yang bingung dengan sikap Ratih tak punya pilihan selain mengikutinya. Mereka masuk ke dalam mobil dan segera meluncur menuju hotel Grand Cempaka.

Di perjalanan Ratih menceritakan percakapan yang dia dengar antara Wiranto dengan seseorang. Dia yakin yang berbicara dengan Wiranto adalah Valen Anggara. Orang yang akan Poppy temui di hotel. Mendengar cerita Ratih, Irzal langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ratih masih terus menghubungi Poppy.

❤️❤️❤️

Poppy masuk ke dalam lobby hotel Grand Cempaka. Sesaat dia melihat sekeliling mencari sosok Valen Anggara. Bintang sinetron yang sedang naik daun saat ini. Tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilnya.

“Poppy.”

Poppy menengok dan melihat Valen Anggara sudah ada di belakangnya. Dia bersalaman memperkenalkan diri.

“Kita ke resto dulu ya, aku tanda tangan di sana,” ajak Valen.

Poppy mengikutinya. Mereka berjalan menuju sebuah restoran yang terletak di lantai dua. Valen memesan minuman untuknya juga Poppy. Dia mengedipkan mata pada pelayan yang menerima pesanannya. Valen lalu membuka amplop dan membaca berkas kontrak di tangannya. Tak berapa lama minuman pesanan datang, Valen mempersilahkan Poppy untuk minum.

Poppy mengambil lalu meminumnya sedikit, kemudian menaruh kembali gelasnya di meja.

“Bagaimana pak Valen, setuju dengan isi kontraknya?” tanya Poppy.

“Jangan panggil pak, panggil Valen aja. Kita kan seumuran,” Valen sambil tersenyum pada Poppy.

Dia memandangi Poppy dari atas sampai bawah. Tak salah penilaian Wiranto. Poppy memang cantik. Tubuhnya mungil tapi bodynya sungguh menggoda iman, walaupun mengenakan pakaian tertutup. Poppy merasa risih dengan cara Valen memandang dirinya.

“Kalau tidak ada masalah dengan kontraknya, bisa segera ditanda tangani?” pinta Poppy dengan sopan sambil menyodorkan pulpen. Valen setuju. Dia mengambil pulpen dari tangan Poppy dan segera menanda tanganinya. Lalu memberikan kembali berkas kontrak pada Poppy.

“Terima kasih.”

“Ayo diminum lagi dong.”

Poppy kembali mengambil gelasnya. Meminumnya sedikit lebih banyak lalu menaruhnya ke meja. Setelah itu berdiri, pamit pada Valen.

“Terima kasih buat minumannya, saya permisi.”

Poppy segera beranjak pergi. Valen pun ikut berdiri lalu mengikuti dari belakang. Poppy berjalan ke arah tangga, tapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing. Dia terdiam sebentar sambil berpegangan pada tangga. Pandangannya menjadi kabur, lama kelamaan menjadi gelap. Sedetik kemudian tubuh Poppy terjatuh. Valen segera menangkap tubuhnya. Dia lalu membopong Poppy berjalan ke arah lift. Pelayan yang tadi memberi minuman pada Valen mengikutinya masuk ke dalam lift.

Pintu lift terbuka, Valen keluar dari sambil membopong Poppy diikuti pelayan tadi. Mereka menuju sebuah kamar yang telah dipesan oleh Valen sebelumnya. Pelayan tersebut membukakan pintu. Valen masuk ke dalam kamar, merebahkan tubuh Poppy di atas ranjang. Lalu dia mengeluarkan dompetnya, memberikan sejumlah uang pada pelayan tersebut. Selesai menerima uang, dia segera keluar kamar.

Valen memandangi Poppy yang masih tergeletak tak sadarkan diri. Lalu berjalan menuju kursi tak jauh dari ranjang. Di meja sudah terlihat dua paket sabu, alat penghisap sabu, air mineral dan es. Valen memasukkan air ke dalam bong, memasukkan es batu, setelah itu menuangkan butiran sabu ke dalam bowl. Valen meletakkan bibirnya pada chamber bong, menghirup asap yang keluar. Dia terus melakukan itu sampai beberapa kali.

Mobil yang dikendarai Irzal sampai di hotel Grand Cempaka. Bergegas mereka turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam lobi. Ratih memeriksa seluruh lobby, sedang Irzal menuju lantai dua ke arah restoran. Irzal tak menemukan Poppy di sana. Saat akan turun kakinya menginjak sesuatu. Dia melihat ke bawah sepatunya, menemukan sebuah anting. Irzal mengambil anting itu.

Ini anting Poppy.

Perasaan Irzal langsung tak enak. Dia mengambil ponselnya lalu menelpon Agung.

Ratih yang tak menemukan Poppy segera menuju ke meja resepsionis.

“Maaf mba, lihat teman saya ngga? Kayanya belum lama dia sampai. Kulitnya putih, rambutnya sebahu memakai blouse warna mustard dan celana panjang hitam. Dia bertemu dengan Valen Anggara di sini.”

“Maaf mba, saya kurang memperhatikan karena banyak tamu yang harus kami tangani tadi.”

“Kalau Valen Anggara booking kamar di sini ngga?” tanya Ratih lagi.

“Aduh maaf mba, kita ngga bisa buka data soal customer.”

“Tapi ini penting mba.”

Ratih bersikeras tapi resepsionis itu tetap tak bersedia memberitahu. Tak lama Irzal datang menghampirinya.

“Gimana mas, ketemu ngga?”

Irzal hanya menggeleng. Lalu menunjukkan anting yang ditemukannya di dekat tangga di lantai dua. Ratih membenarkan kalau itu adalah anting Poppy.

“Aku yakin Poppy dibawa ke kamar sama Valen, tapi resepsionisnya..”

Ratih tak melanjutkan kalimatnya dan hanya menatap resepsionis itu dengan kesal. Irzal menghampiri resepsionis tadi.

“Mba, tolong kasih tahu saya Valen Anggara ada di kamar berapa?”

“Maaf pak, kami tidak bisa membuka data customer. Silahkan bapak hubungi pak Valennya terlebih dahulu.”

Resepsionis itu tetap memberikan jawaban yang sama. Irzal mulai kesal, dia menggebrak meja resepsionis dengan keras. semua staf yang berada di ruang resepsionis terkejut.

“Istri saya sedang dalam bahaya! Valen Anggara sudah membawa istri saya. Saya yakin dia ada di hotel ini. Kalau terjadi sesuatu pada istri saya, akan saya tuntut kamu dan semua karyawan di sini. Kalau perlu saya akan bikin hotel ini ditutup selamanya!” ancam Irzal sambil berteriak.

Semua tamu yang sedang berada di lobby langsung melihat ke arahnya. Tak lama muncul Manager on Duty menghampiri Irzal.

“Permisi pak, perkenalkan saya Fajar, Manager on Duty hari ini. Maaf sebenarnya ada masalah apa?” tanya manager itu pada Irzal.

“Saya sedang mencari istri saya, dia bertemu dengan Valen Anggara di sini. Saya yakin dia booking kamar di sini dan membawa istri saya. Jadi cepat beritahu saya dia berada di kamar berapa!” Irzal menjelaskan masih dengan nada emosi.

“Maaf pak, itu kan baru asumsi bapak. Sebaiknya bapak telepon pak Valen terlebih dahulu. Kebetulan pak Valen itu klien VIP kami dan kami yakin pak Valen tidak akan berbuat hal-hal yang merugikan dirinya. Bapak tahu kan dia seorang artis,” Fajar mencoba menenangkan Irzal.

“Saya ngga perduli dia artis atau presiden sekalipun! Saya cuma cari istri saya! Kalau terjadi sesuatu sama istri saya, anda mau bertanggung jawab? Kalau perlu anda dan semua karyawan di sini akan saya jebloskan ke penjara!”

Irzal tak main-main dengan ancamannya, dia sudah menghubungi Agung untuk segera datang ke lokasi. Fajar terdiam sebentar, kemudian mendatangi resepsionis tadi. Setelah berbicara sebentar, resepsionis itu memberikan key card padanya.

“Mari pak saya antar ke kamar.”

Fajar berjalan menuju lift, diikuti oleh Irzal dan Ratih.

❤️❤️❤️

Sementara itu di dalam kamar. Setelah puas menghisap sabu, Valen berdiri. Dengan langkah sempoyongan berjalan ke arah ranjang. Dia duduk di sisi ranjang, memperhatikan Poppy. Lalu mendekatkan tubuhnya pada perempuan yang belum sadarkan diri. Membelai rambutnya, mengelus pipinya dan tangannya mulai menggerayangi tubuh Poppy.

Poppy merasakan ada sesuatu yang menyentuh tubuhnya. Kelopak matanya bergerak-gerak. Dia mulai sadar, perlahan membuka matanya. Pandangannya masih kabur, samar-samar dia melihat ada seorang lelaki di hadapannya.

“A Irzal,” gumamnya.

Valen hanya tersenyum sambil membuka kancing blouse Poppy satu per satu. Sedikit demi sedikit pandangan Poppy menjadi jelas. Dia terkesiap saat menyadari sosok lelaki di hadapannya bukanlah Irzal. Spontan dia mendorong tubuh Valen sekuat tenaga.

Valen langsung terjungkal. Dengan cepat Poppy bangun dan segera berlari menuju pintu. Baru akan membuka pintu, tangan Valen menarik rambutnya, menyeret tubuhnya menjauhi pintu. Poppy menjerit kesakitan. Sekuat tenaga mencoba memberontak. Tangannya mencakar lengan Valen.

Valen berteriak kesakitan, refleks dia melepaskan Poppy. Dengan marah Valen menarik tubuh Poppy lalu menamparnya dengan keras hingga jatuh tersungkur. Darah segar langsung mengalir dari sudut bibirnya. Valen berjalan menuju ke arahnya. Poppy yang masih merasakan sakit di tubuhnya hanya mampu merangkak menjauhi Valen.

Pria itu berhasil mendapatkan Poppy lagi, dan menyeretnya kembali. Poppy kembali berontak tetapi tenaga Valen begitu kuat. Dengan cepat pria itu menghempaskan tubuh Poppy ke atas ranjang. Setelah itu dia naik ke atas ranjang mendekatinya. Poppy terus melawan, memukul dan menendang ke arahnya. Lagi-lagi Valen menamparnya. Lalu dengan cepat dia memegang kedua tangan Poppy, menekan dan mengcengkeramnya dengan kuat hingga tak bisa bergerak. Kini Poppy berada di bawah kungkungan Valen. Penuh nafsu pria itu mulai menciuminya. Poppy berteriak histeris sambil terus berusaha melepaskan diri.

Pintu lift terbuka, dengan cepat Irzal keluar. Hatinya semakin tak tenang. Bergegas mereka menuju kamar Valen. Fajar segera menempelkan key card, pintu terbuka. Irzal menerobos masuk ke dalam kamar. Mendidih darah Irzal melihat pemandangan di depannya. Dengan cepat menghampiri Valen, menariknya menjauh dari Poppy. Setelah itu sebuah pukulan mendarat di tubuh Valen. Tak ayal tubuh Valen langsung jatuh tersungkur.

Ratih segera berlari menghampiri Poppy.

“Ya Allah Poppy, kamu ngga apa-apa?”

Poppy tampak ketakutan, nafasnya tak berarturan. Tubuhnya bergetar hebat. Ratih segera melepas blazernya lalu memakaikannya pada Poppy. Dipeluknya sahabatnya ini, berusaha untuk menenangkannya.

Irzal kembali menghampiri Valen, menarik kerah bajunya kemudian menghajarnya lagi. Fajar menghampiri Irzal, berusaha menghentikannya. Dia memegangi tubuh Irzal. Valen yang masih dalam pengaruh narkoba dengan marah berteriak ke arah Irzal.

“Siapa lo!”

Valen mendekat pada Irzal, hendak memukulnya. Namun sebelum itu terjadi, Irzal menendangnya dengan keras. Tubuh Valen terpental menabrak lemari di belakangnya. Dia mengerang kesakitan sambil terbatuk-batuk. Irzal segera melepaskan pegangan Fajar, berjalan ke arah Valen dan kembali menghajarnya.

“Berani-beraninya kamu menyentuh istriku, bangsat!”

Irzal terus saja menghajar Valen yang sudah tak berdaya. Dua orang security masuk ke dalam kamar dan segera menarik Irzal menjauh. Valen yang kesakitan sehabis dihajar, terbaring tak berdaya di lantai.

“Tenang pak.. tenang..”

Salah satu security mencoba menenangkan Irzal yang kalap. Irzal melepaskan pegangan kedua security itu dari tubuhnya.

“Amankan orang itu, jangan sampai dia kabur!”

Keduanya segera menghampiri Valen, mendudukkannya dengan bersandar pada lemari. Valen menyeringai pada Irzal, menambah kegusaran Irzal. Dia menghampiri Valen dan akan menghajarnya lagi tetapi ditahan oleh security.

“Tenang pak.. sudah cukup, dia sudah tak berdaya.”

Irzal mengurungkan niatnya. Lalu melihat ke arah Poppy yang terduduk di atas ranjang dengan wajah ketakutan sambil dipeluk Ratih. Irzal segera menghampiri.

“Poppy.. kamu ngga apa-apa?”

Dilihatnya pipi istrinya ini tampak bengkak, bibir bawahnya terluka dan mengeluarkan darah. Irzal mengepalkan tangannya menahan amarah. Poppy melihat ke arah Irzal, airmatanya mengalir membasahi pipinya. Dengan suara bergetar dia memanggil suaminya.

“A Irzal.”

“Iya sayang. Jangan takut, aku di sini.”

Irzal memeluk Poppy. Tangis Poppy pecah dalam pelukannya. Dia memeluk Irzal erat-erat sambil menangis sejadi-jadinya.

“Sekarang kamu aman, ada aku,” Irzal kembali menenangkan Poppy.

Tak berapa lama Agung ditemani dua anak buahnya masuk ke dalam kamar. Dia melihat pada Valen yang babak belur, lalu melihat ke arah Irzal yang sedang memeluk Poppy.

“Zal,” panggil Agung.

Irzal menengok. Melihat kedatangan Agung, dia menyerahkan Poppy pada Ratih. Lalu beranjak menghampiri Agung.

“Ada apa ini?”

“Si brengsek itu mau memperkosa Poppy!”

Agung terkejut mendengarnya, dia melihat ke arah Valen.

“Wah cari mati nih orang. Tapi Poppy ngga apa-apa?”

“Alhamdulillah mas, aku datang tepat waktu.”

“Syukurlah.”

Agung menoleh ke meja dekat ranjang, melihat barang-barang yang tergeletak di sana. Satu paket sabu yang masih utuh beserta alat penghisap sabu. Kemudian dia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengamankan barang bukti, dan yang satunya lagi memborgol tangan Valen.

“Aku bawa orang itu ke kantor sekarang, sepertinya dia juga menggunakan narkoba. Kamu antar Poppy pulang dulu. Aku tunggu di kantor nanti”

Setelah itu Agung pergi meninggalkan kamar sambil membawa Valen. Irzal segera membopong Poppy keluar dari kamar diikuti oleh Ratih. Irzal mendudukkan Poppy di jok belakang, Ratih ikut duduk dengan Poppy. Tak berapa lama Irzal memacu mobilnya pulang ke rumah.

❤️❤️❤️

Hai pembaca setia, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Ditunggu like, comment dan vote nya.

Penasaran dengan kisah Irzal dan Poppy? Ikuti terus kelanjutannya ya. Aku bakalan up tiap hari😉

1
Sri Mulyati
pelaku utama mamanya ega karna ega bkn anak kandungnya
aurora
otw sah ini🤭🤭
aurora
kalau yang muncul part Ega udah auto cengar cengir 🤣🤣
Lina Suwanti
keren Poppy,anaknya nakal lsg bicara ma orang tuanya
Lina Suwanti
tuh kan part ini tentang kepergian ummi😭😭
Lina Suwanti
iyalah bukan Ega,,kayaknya Ega dikasih obat tidur nah klo Soraya baru dikasih obat perangsang
Lina Suwanti
kak author bikin laper iih bahas nasi liwet dkk😁
Lina Suwanti
pasti Sarah yg kena,,ya Allah kak author jgn pisahkan Regan dgn Sarah baru jg mereka menikah kembali
Lina Suwanti
Alhamdulillah.....ga perlu buka google translate 🤣
Lina Suwanti
akhirnya Ega n Alea akan segera menikah dgn restu para ayah
Lina Suwanti
ternyata Adit n Rizal orang yg sama😁
Lina Suwanti
secret admirer Debby itu bisa jd Adit atau Afrizal....
Lina Suwanti
dibikin penasaran sm author tentang siapa pelaku sebenarnya 🤔
Lina Suwanti
klo menurut saya bagus kok kak alurnya,,nyambung....jd tau kisah awal persahabatan antara Regan,Irzal n Ega jg Sarah,Poppy,Alea n yg lain walau suka greget klo ada couple yg mist komunikasi jd salah faham
Lina Suwanti
apakah orang yg sama yg modus merampok Sarah?
Lina Suwanti
kurang deh kayaknya kak🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Lina Suwanti
beginilah klo blm kenal maka jd salah faham antara Poppy n Alea😄
Lina Suwanti
awal hubungan persahabatan ya kak
Lina Suwanti
awal mula pertemanan antara Regan,Irzal n Ega nih karena seringnya pertemuan tak sengaja
Lina Suwanti
lah kenapa pada berpisah ini kak....😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!