NovelToon NovelToon
Cemara Juga Punya Luka

Cemara Juga Punya Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Teen / Balas Dendam
Popularitas:425
Nilai: 5
Nama Author: Sifanursiami

Di balik rumah yang hangat, semua orang memakai topeng paling rapi
Bagi dunia luar, Haseena adalah remaja berprestasi kebanggaan Abah. Namun di balik tawanya, Haseena menderita gangguan kecemasan dan terpaksa meminum obat penenang secara sembunyi-sembunyi selama lima tahun lalu.
Haseena mengira hanya dia yang punya rahasia. Sampai suatu malam, dia menemukan botol obat misterius di saku jaket abangnya, melihat kode lampu senter berkedip tiga kali di kegelapan sawah belakang rumah, dan kakak perempuannya yang bersikeras ingin pergi jauh
"Kini, Haseena terjebak dalam sandiwara sempurnanya. Berpura-pura menjadi gadis ceria untuk menutupi paranoia, sambil diam-diam mengumpulkan kepingan teka-teki yang mungkin akan menghancurkan hidupnya selamanya. Haseena harus memilih: tetap menjadi 'Ahli Ngeles' yang dicintai publik, atau membuka kotak Pandora tentang hilangnya sang kakak—meskipun itu berarti ia harus kehilangan segalanya, termasuk pria yang baru saja ia percayai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifanursiami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

buku merah tua

Pukul sembilan pagi.

Hari pertama bekerja.

Seorang pria berdiri cukup lama di depan gedung klinik itu sebelum akhirnya menghela napas pelan.

Ia tersenyum kecil sambil merapikan jas putih yang masih terasa asing di tubuhnya.

> "Hari pertama... jangan bikin malu diri sendiri." suaranya terdengar sangat antusias

Haseenaa yang sedang duduk di ruang tunggu melihatnya dari kejauhan.

kemudian pria itu masuk, Disambut beberapa perawat. haseenaa melihat dari kaca bening yang transparan, sekilas dia melihat Dokter Delia memperkenalkan pria itu kepada seluruh staf.

> "Mulai hari ini dia akan membantu di sini." suaranya terdengar samar dari luar

Semua menyambut ramah.

Ada yang bercanda.

Ada yang menjelaskan ruangan.

Ada pula yang menitipkan pasien.

Pria itu hanya mengangguk sambil sesekali mencatat.

'Nomor antrean kosong-dua-empat (024), silakan menuju ke Ruang Konsultasi Satu.'

haseenaa melihat kertas yang dipegangnya

"ah giliran ku" dia segera berdiri menyusuri lorong rumah sakit

Langkah Haseena berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih.

Di sampingnya terpasang papan nama kecil bertuliskan,

dr. Delia, Sp.KJ

Ia menarik napas panjang sebelum mengetuk pelan.

"Silakan masuk."

"maaf agak telat hari ini" ucap dokter Delia

haseenaa terseyum. seprti biasa dia hanya memaklumi kesalahan orang tapi menghakimi kesalahan nya sendiri.

Ruangan itu selalu terasa sama.

Wangi lavender yang lembut.

Rak buku memenuhi salah satu sisi dinding.

Beberapa tanaman kecil menghiasi dekat jendela.

Entah mengapa, tempat itu selalu berhasil membuat dadanya sedikit lebih ringan.

Ruangan ini adalah opsi kedua tempat haseenaa mencari solusi selain buku

"Bagaimana kabarnya minggu ini, Haseena?"

Dr. Delia menutup map pasien di hadapannya lalu menatap Haseena dengan senyum yang menenangkan.

Haseena membalas senyum tipis.

"Alhamdulillah... lumayan, Dok."

"Lumayan?"

Dr. Delia mengulang pelan.

"Itu berarti masih ada yang ingin diceritakan."

Haseena menunduk.

Jemarinya saling menggenggam.

Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia mulai bercerita.

Tentang Abah yang kini tak lagi ke sawah.

Tentang Zafran yang belum benar-benar kembali.

Tentang rumah yang setiap sudutnya dipenuhi kenangan.

Tentang dirinya yang selalu berkata "aku baik-baik saja", padahal semakin sulit mempercayai kalimat itu.

Dr. Delia tidak banyak menyela.

Sesekali beliau hanya mengangguk, mencatat beberapa hal, lalu memberi pertanyaan sederhana yang membuat Haseena terus bercerita.

Setelah sesi selesai, dokter menutup buku catatannya.

"Kamu sudah melakukan banyak hal untuk keluarga."

Beliau tersenyum.

"Tapi jangan lupa... seseorang yang terus menguatkan orang lain juga berhak merasa lelah."

Haseena hanya mengangguk pelan.

"Silakan tunggu sebentar di luar, ya. Dokter ambilkan resep yang baru."

"Baik, Dok."

Haseena keluar dari ruangan.

Lorong klinik siang itu cukup lengang.

Ia duduk di bangku dekat pintu sambil memainkan ujung lengan bajunya.

Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki terdengar tergesa dari ujung lorong.

Seorang pria keluar dari ruangan di seberang. Di tangannya terdapat beberapa map dan sebuah buku bersampul merah tua.

"spertinya itu pria yang aku lihat tadi" gumamnya dalam hati

Saat pria itu mendorong pintu, buku itu perlahan meluncur dari sela map.

Buk.

Buku itu jatuh tepat di depan bangku tempat Haseena duduk.

Pria itu tetap berjalan.

Seolah tidak menyadari ada sesuatu yang tertinggal.

"Mas..."

Haseena berdiri, dia berusaha menghampiri pria itu, Namun ia sudah berbelok dan menghilang di ujung koridor.

Ia menghilang begitu saja tanpa jejak dan tanpa suara

Haseena menunduk mengambil buku itu.

Tangannya mendadak berhenti.

Sampul merah tua.

Sudut-sudutnya dibungkus kain.

Di bagian tengah terdapat gambar bunga matahari kecil.

Pada pembatas bukunya tergantung gantungan rajut berbentuk bunga matahari.

Napas Haseena tercekat.

Buku itu...

Hampir sama persis dengan buku harian milik ibunya yang masih tersimpan rapi di dalam laci kamar.

Ia membolak-balik bagian depannya.

Tak ada nama.

Tak ada identitas.

Hanya sebuah kalimat kecil yang ditulis menggunakan tinta hitam.

> "Untuk seseorang yang sedang belajar bertahan."

Entah mengapa...

Kalimat sederhana itu membuat Haseena mematung cukup lama.

"Haseena?"

Suara Dr. Delia membuyarkan lamunannya.

Haseena buru-buru menoleh.

"Dok... tadi ada orang yang bukunya ketinggalan."

Dr. Delia menerima buku itu.

"Nanti dokter coba titipkan ke bagian resepsionis. Kalau pemiliknya kembali, pasti akan dicari."

Haseena mengangguk.

Namun sebelum melepaskan buku itu, pandangannya kembali jatuh pada bunga matahari kecil di sampulnya.

Ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan.

Seolah...

Buku itu bukan sekadar buku yang tertinggal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!