NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:176k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Maira dan Arini langsung pergi ke rumah nya Arini, mereka ingin mengambil mobil nya Maira untuk di bawa pada calon pembeli nya. Maira sengaja menjual mobil nya agar Azam dan keluarga nya tidak bisa lagi mengakui mobil itu sebagai milik mereka.

Maira tidak mau lagi di manfaatkan oleh mereka, apalagi besok adalah tanggal di mana cicilan rumah harus di bayar. Maira sudah tidak perduli lagi, biarlah Azam yang mengurus nya. Dia adalah kepala keluarga, dan semua itu tanggung jawab nya.

"Selamat siang dengan bapak Aldo?" Tanya Maira ramah.

"Selamat siang bu, iya saya Aldo. Silahkan duduk bu Maira!" Laki - laki bernama Aldo itu mempersilahkan Maira duduk.

"Terima kasih pak!" Maira dan Arini segera duduk di hadapan Aldo.

Aldo tidak begitu tua, kira - kira usia nya 6 atau 7 tahun di atas Maira. Dia tertarik membeli mobil nya Maira, setelah melihat Maira mempromosikan nya di grup jual beli.

"Saya melihat mobil bu Maira yang ingin di jual di grup jual beli, saya tertarik dengan harga yang di tawarkan oleh bu Maira!" Aldo berkata langsung pada inti nya.

"Boleh pak, bapak bisa cek langsung kondisi barang nya dan semua surat menyurat nya lengkap sudah saya bawa semua!" Maira mengeluarkan semua amplop besar dari tas nya.

Amplop itu berisi semua surat menyurat dati STNK, BPKB dan lain nya.

"Tidak perlu bu Maira, saya percaya dengan bu Maira!" Jawab Aldo lagi.

"Agar kita sama - sama enak, mari pak Aldo ikut kami melihat spesifikasi mobil nya!" Ajak Arini.

"Iya pak, mari!" Maira pun melangkah keluar mengikuti langkah kaki Arini.

Begitu pun dengan Aldo, awal nya dia menolak untuk melihat nya. Tapi sekarang dia akhir nya mengikuti langkah kaki ke dua wanita itu.

Maira membuka pintu mobil dan dia mempersilahkan Aldo mengecek semua nya sendiri, hingga ke mesin nya.

"Bagus, saya suka dan saya setuju dengan harga yang di tawarkan oleh bu Maira!" Jawab Aldo dengan yakin.

"Terima kasih pak Aldo!" Maira senang sekali karena kini mobil nya sudah terjual.

"Ayo kita masuk lagi, dan kita bicarakan semua nya sambil makan!" Ajak Aldo pada kedua nya.

"Mari pak!" Ketiga orang itu kembali masuk ke dalam Kafe dan duduk di tempat tadi.

"Maaf bu Maira, kalau saya boleh tahu kenapa ibu mau menjual mobil ini?" Tanya Aldo sambil memperhatikan BPKB mobil atas nama Maira.

"Saya hanya bosan dan ingin ganti mobil lain pak!" Jawab Maira asal.

Tidak mungkin juga Maira memberi tahu alasan nya, itu kan sama saja dengan membuka aib rumah tangga nya sendiri.

"Oh, maaf bu Maira jika ibu tersinggung. Dulu saya kira mobil ini milik pak Azam, karena dia yang selalu membawa mobil ini ke kantor. Dan semua orang tahu nya ini mobil nya pak Azam, tapi setelah melihat semua surat kepemilikan ini atas nama bu Maira, saya tahu ini bukan mobil nya pak Azam!" Aldo berkata lagi.

Maira dan Arini kaget mendengar nya, bagai mana orang ini bisa mengenal Azam. Padahal sejak tadi tidak ada dari kedua nya menyebut nama Azam, Maira dan Arini saling pandang.

"Bagai mana bapak bisa tahu jika selama ini mobil ini di bawa oleh pak Azam?" Tanya Arini dengan heran.

"Karena saya adalah atasan nya Azam di kantor!" Jawab Aldo.

Maira kaget mendengar nya, wajar saja jika dia sering melihat Azam membawa mobil ini. Karena dia adalah atasan nya Azam.

"Pak, mobil ini adalah mobil yang saya beli sebelum saya menikah dengan mas Azam. Dan bapak bisa melihat sendiri kan, mobil ini murni milik saya, bukan mas Azam!" Maira berkata lagi.

"Iya bu Maira, sekarang saya tahu!" Jawab Aldo sambil tersenyum.

Ketiga orang itu langsung makan bersama, dan pembayaran nya di sepakati dengan cara transfer. Aldo tidak ingin menunda lagi, dia langsung membayar uang nya sekarang juga.

"Terima kasih oak Aldo, kami pamit dulu!" Maira mengulurkan tangan nya pada Aldo.

"Sama - sama bu Maira!" Aldo menjawab uluran tangan Maira dan Arini.

Kedua sahabat itu langsung pergi dari tempat itu, Maira bisa bernafas lega karena mobil nya sudah laku terjual.

"Rin, kita ke mall yuk. Kali ini aku yang traktir!" Ajak Maira.

"Cie, cie yang lagi dapet duit banyak!" Goda Arini.

"Sesekali nyenengin diri sendiri kan gak papa!" Jawab Maira santai.

"Iya ayo!" Arini pun setuju.

Kedua nya langsung menuju ke mall dengan dengan menggunakan mobil nya Arini, Maira senang sekali karena hari ini beberapa urusan nya sudah kelar. Dari memasang cctv di rumah, hingga menjual mobil nya. Kini dia bisa dengan leluasa memantau para pengkhianat itu dari mana pun dan kapan pun dia mau.

Arini segera memarkirkan mobil nya, dan kedua sahabat itu berjalan memasuki mall. Mereka berencana untuk belanja baju, tas dan sepatu. Apalagi Maira sudah cukup lama tidak berbelanja, semenjak dia harus ikut menanggung semua kebutuhan keluarga suami nya, termasuk Nia dan Ayu.

Kini Maira bisa menyenangkan diri nya sendiri, tidak perlu lagi memikir kan kehidupan mereka semua. Toh saat ini dia sudah mengembalikan semua tanggung jawab itu pada Azam, biarlah Azam yang memenuhi semua kebutuhan keluarga nya.

"Mai, itu kan suami mu kan?" Arini menunjuk ke suatu tempat.

Maira mengikuti arah telunjuk nya Arini, dan benar saja apa yang mereka lihat. Azam dan Nia tampak sedang berpelukan mesra, layak nya sepasang suami istri. Tapi mereka tidak melihat keberadaan Mama Wina Lara dan juga Ayu. Entah di mana mereka berada saat ini.

Maira segera mengeluarkan ponsel nya, dia tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan itu. Dia langsung merekam semua kejadian itu, semua rekaman itu bisa dia jadikan bukti perselingkuhan Azam dan Nia di pengadilan nanti.

"Mai, kamu gak papa kan?" Tanya Arini khawatir.

"Aku gak papa Rin!" Jawab Maira sambil tersenyum.

"Kalau kamu gak kuat lihat mereka, sebaik nya kita pergi saja dari tempat ini!" Ajak Arini pada sahabat nya.

"Udah kamu tenang saja, aku gak papa kok. Justru aku ingin mendengar langsung percakapan mereka, siapa tahu akan mendapatkan bukti yang lebih bagus lagi. Ayo kita dekati mereka!" Ajak Maira sambil menarik tangan Arini.

"Kami yakin mai?" Tanya Arini lagi.

"Yakin banget malah,,,, Apa kamu melihat kesedihan di mata ku?" Tanya Maira pada Arini.

"Ya udah deh, kalau gitu. Aku akan bantu kamu, supaya dapet bukti yang lebih banyak!" Arini pun tersenyum pada Maira.

Kedua sahabat itu perlahan berjalan mendekati 2 orang yang sedang berpelukan itu dari arah belakang, mereka ingin mendengar sendiri apa yang sedang mereka bicarakan.

1
JasmineA
heh tolol...khianati lo aja dia tega...apa la hanya sempret motor lo Kasi lo celaka...demi fulus apapun dia lakuin...tolol jg ya lo lama2...benar2 bego
dewi rofiqoh
Azam dan keluarga berkesempatan memperbaiki diri setelah menyadari semua kesalahannya dimasa lalu.
Lee Mba Young
penulis e pelakor juga mkne pro banget ma Nia. gk dpt karma ttp hidup enak ma Azam.
naudzubillah semoga di hidup nyata bukan pelakor ya penulis e atau nnti laki nya di rebut pelakor.

pokok e Aku pling gk suka ma penulis yg pro pelakor.
Thewie: pelakornya sudah dapat hidayah Bun. Mereka kan sudah dapat karma, bukti hidup mrk pas2an. tapi mereka menyadari nya bun🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
Penulis e pro sm pelakor. pelakor hidup e enak gk ngrasain sakit hati. nggilani.
Lee Mba Young
kok enak men nasib pelakor Nia 🤣.
kl bgitu mnding jd pelakor.
Penulis e pro pelakor naudzubillah mindalik.
Sri Widiyarti
terima kasih atas karyanya Thor 🙏 sukses selalu 🥰
Sri Supriatin
Tka karyanya thor ditunggu karya barunu... 🙏🙏🙏😍😍😍
Anonim
GOBLOK lu ANYING...
LO GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
Siti Zaid
Penyesalan memang selalu datang terlambat..tetapi menyesal kesalahan dan perbuatan salah diri sendiri dan berusaha utk menjadi kan diri lebih baik tidak pernah ada kata terlambat..🤭
Eka Haslinda
typo nya parah thor 🙏🙏
Lee Mba Young
kl Penulis nya gk ngasih karma ke Nia berarti Penulis e pro dng pelakor. mungkin pelakor juga dlm kehidupan nyata 🤣🤣
Lee Mba Young
semoga viral kl Nia pelakor biar di pecat 🤣. pokok nya hrs dpt karma mnderita SMP nangis darah. kl pelakor hidup enak ntar semua jd pelakor
Lee Mba Young
Nunggu karma pelakor Nia pokok nya. kok enak men gk dpt karma.
nyesel tp ttp menikmati jd istri Azam menjijikkan.
Anonim: AWOKAWOK BETUL... LAKNATULLAH SEPERTI DIA GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
total 1 replies
Lee Mba Young
mbelgedes kl nyesel tu cerai ma azam. nyesel tp menikmati ttp tinggal di situ.
kl nyesel ya pergi Dr situ, nyesel tp mnikmati to jd pelakor.
Titien Prawiro
Banyak tulisan yg salah bingung untuk dibaca.
Titien Prawiro
Saling menyalahkan, mbok ya sdh memang kalian tuh hatinya jahat dan licik, daripada saling menyalahkan, mendingan sana pada cari pekerjaan biar bisa mendapatkan uang untuk sesuap nasi biar tdp pada kelaparan.
Titien Prawiro
Ke kantor bawa mobil Maira, Azam masih mengincarmu
Titien Prawiro
Gk malu banget mantan mertua, makanya kalau hidup sdh enak, jangan banyak tingkah, giliran kismin bingung dah
dewi rofiqoh
Nah gitu dong nia, jadi ibu yang bertanggung jawab untuk ayu
Lee Mba Young
nunggu karma Nia blm dpt balasan dia 🤣. enak bner nglakor kok blm dpt balasan blas.
haruse jd janda terhormat krn laki nya meninggal ini mlh jadi janda murahan nikah ma laki orang iuhhh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!