NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulu

Apa kau bertambah tinggi? atau mataku yang juring?"

Saat ini Olivia dan Rey sedang saling berhadapan, Olivia merasa gugup dan menatap hati-hati ke arah Rey, yang di tatap terlihat bosan karena lawan bicaranya begitu lama dalam berpikir.

"Apa aku masih cebol?" tanya Rey dengan percaya diri. "Perhatikan baik-baik"

Olivia masih belum menjawabnya, ia masih memandang Rey dari atas ke bawah. Memang benar setidaknya Rey tidak secebol dulu, tinggi badannya hampir sama dengan tinggi badan Olivia.

"Se-sejak kapan kau bertambah tinggi?" pertanyaan tersebut membuat Rey mendengus dan membuang wajahnya sesaat.

"Kau kira tubuhku tidak bisa memanjang lagi?" Olivia menganggukan kepalanya polos.

"Bagaimana kau bisa tumbuh dengan cepat?"

"Asal tahu saja di keluarga Hutomo tidak ada yang bertubuh kerdil, semua memiliki keturunan tubuh yang besar dan tinggi. Apa sekarang kau puas? masih mau memanggilku cebol?" Rey kembali mendekatkan wajahnya, begitu pamer karena sekarang leluasa bisa menatap Olivia dengan setara. Gadis itu mengangguk.

"Ba-bagiku kau tetap cebol!"

"Tetap cebol? apa maksudmu?" tanya Rey heran, sepertinya berolahraga dan kerja kerasnya untuk menumbuhkan badan seketika menjadi sia-sia.

"Ti-tinggimu masih tetap berada di bawahku! tentu saja itu namanya masih cebol!" Olivia mengangkat punggung tangannya dan mengukur tinggi badan mereka, tinggi kepala Rey hanya sebatas dahi Olivia. Lelaki itu menjadi gemas di buatnya.

"Baik, terserahlah menurutmu bagaimana, aku menyerah" Rey menjauhkan tubuhnya dan mundur teratur menuju sofa, dia kembali membaringkan tubuhnya di sana.

"Jika makanan sudah siap nanti bangunkan aku" lanjutnya kemudian menutup mata.

"Cih, kau kira aku pelayanmu!" Olivia mengerucutkan bibirnya kini ia merasa kesal, namun Rey tak lagi membalas perkataannya seperti tadi, nampaknya dia terlelap, perjalanan yang jauh membuatnya sangat lelah dan mengantuk.

Olivia berjinjit dan melangkahkan kakinya mendekati Rey sebelum tadinya ia sempat melirik untuk memeriksa keadaannya. Olivia berjongkok mendekatkan indera pendengarannya pada wajah tunangannya, suara dengkuran kecil cukup terdengar di sana.

"Si cebol ini tiba-tiba datang dan membuat kejutan! beruntung saat perjalanan kemari tidak ada orang yang berpikir akan menculikmu, kau anak kecil yang mulai tumbuh besar" lirih Olivia pelan sambil menyunggingkan senyuman, dengan lembut ia menyentuh-nyentuh rambut anak remaja di hadapannya berusaha agar tidak membangunkannya, dalam hati Olivia sangat senang, sejujurnya beberapa bulan ini ia amat merindukan lelaki kecil pengganggu yang akan menjadi calon suaminya kelak.

Olivia benar-benar terjaga semalaman, kehadiran Rey membuatnya tidak merasakan kantuk, ia memilih untuk merapikan rumahnya, Olivia ingat bahwa Rey sangat menyukai kebersihan, tentunya ia tidak ingin di komentari lebih lanjut dan di cap sebagai perempuan yang jorok.

Cuaca hari itu cukup cerah, entah mengapa meski hanya tinggal sendirian, pakaian kotor milik Olivia selalu banyak dan menumpuk. Pakaian yang tadinya tergantung asal-asalan itu pun beruntung karena sudah kering jadi ia bisa menjemur pakaiannya yang baru di cuci. Ia juga sudah mandi dan berdandan juga berpakaian rapi, Olivia ingin terlihat sedikit istimewa di hadapan Rey. Meski mulai aneh tetapi Olivia belum menyadari perasaannya, saat ini ia hanya merasa nyaman dan senang bertemu lelaki yang di pilih oleh ayahnya tersebut, selain kedua orangtuanya belum pernah ada seorang pun yang datang untuk mengunjunginya dengan sengaja, tentu kedatangan Rey kali ini mendapat tempat spesial di hati Olivia.

Gadis berambut panjang tersebut tengah sibuk menggibas-gibaskan pakaiannya yang basah, membariskannya untuk di jemur di depan balkon apartemen. Rupanya bunyi perasan air dari pakaian Olivia membangunkan Rey yang tengah tertidur.

Rey membuka matanya perlahan, silau. Cahaya matahari dari luar membuatnya menyipitkan mata karena sulit untuk terbuka dengan sempurna. Dia dapat melihat bayangan Olivia yang berdiri di antara gorden putih yang melayang-layang terkena angin, gadis itu tersenyum ke arahnya. Tunangannya itu nampak seperti bercahaya, dia terlihat seperti sebuah bintang yang memancarkan cahayanya sendiri.

"Cantik seperti bidadari, bidadari yang menor" komentar Rey pelan karena melihat dandanannya, mungkin Olivia tidak mendengarnya, ia tetap melanjutkan kembali kegiatan menjemurnya.

Swing Swing Swing

Angin mulai berhembus kencang, menerbangkan gorden hingga melayang ke atas juga. .

Swiiiinngggg

Angin yang menerpa mulai mengangkat mini dress yang di kenakan Olivia, gadis itu terkadang memegang dan menahannya untuk tidak terangkat lebih tinggi namun ia juga masih harus menyelesaikan kegiatan memeras jemurannya. Rey sedikit membangunkan dirinya, pemandangan bidadari menor ini tambah menarik bukan, pikirnya menunggu hembusan angin itu datang kembali dan benar saja.

Swiiiiiiinggggggg

Mini dress itu kembali terangkat kali ini lebih tinggi dari pada yang tadi, Olivia membiarkannya karena tidak tahu bahwa Rey sedang memperhatikannya. Pakaian yang harus di jemurnya ini seakan tidak ada habisnya.

Sssswwwiiiinnnggggg

Angin nakal itu mengangkat dress Olivia sampai ke bagian bokongnya tapi tidak sampai, hanya memperlihatkan bagian pahanya.

"Akkhhh!! padahal sedikit lagi!" Rey kecewa, dia sangat menanti kedatangan angin yang lain, lelaki itu bahkan menelan salivanya dan feelingnya membuatnya mulai berhitung untuk mengukur arah kedatangan angin yang akan menyibak pakaian bidadarinya tersebut.

"Satu dua tiiii. ." perhitungannya benar dan tepat kala itu angin yang paling kencang menerpa.

ZZZWWWIIIINNNGGGGG

"Hhuuuwaaaa" teriak Olivia terkaget, mini dressnya berkibar sangat tinggi bagai bendera yang menampakkan kain segitiga biru mudanya.

"Yesss!!" teriak Rey merasa senang dan terpesona, dengan refleks dia menutup mulutnya memakai kedua tangannya, Olivia dengan jelas mendengar suara selebrasi itu dan menoleh.

"Cebol apa kau sudah bangun dari tadi?" tanya Olivia menyelidik. Rey menggelengkan kepalanya sembari membuang wajahnya terlihat canggung.

"Ti-tidak aku baru saju bangun" jawabnya sambil berpura-pura menguap namun Olivia tidak mempercayainya.

"Bohong!! kau pasti sudah bangun dari tadi dan memperhatikanku!" Olivia meninggalkan pekerjaannya ia mulai mendekati Rey, lelaki itu membangunkan dirinya dan berjalan mundur.

"Sungguh aku baru saja bangun, kau tidak melihat belekku? ini lihat mataku banyak kotorannya, aku bahkan belum membersihkannya" Rey menyelipkan tangannya pada sela-sela matanya, dia masih menghindari Olivia. Kini mereka sudah sampai di dapur memainkan drama pengejaran.

"Katakan apa warna celana dalam yang aku pakai?"

"Aku tidak tahu" kilah Rey, mereka memutari meja dengan berjalan cepat dan Olivia belum berhasil menangkapnya.

"Merah atau biru muda?"

"Merah" Rey menjawabnya langsung dia masih mengelak dengan apa yang di katakannya.

"Motif garis atau bunga-bunga?"

"Aku tidak tahu yang jelas aku hanya melihat sebuah tahi lalat yang cukup besar di bokongmu dan di luarnya tumbuh bulu-bulu, hap!!" Rey keceplosan, dia sadar sepertinya tidak ada waktu lagi untuknya bersantai-santai, Rey berlari dan di kejar oleh Olivia hingga ke sudut-sudut rumah dan atas sofa.

"Dasar kau anak nakal!! beraninya mengintip celana dalam dan bokongku!!" peringatan Olivia murka.

"Bukan aku, salahkan angin yang meniup pakaianmu, aku lelaki normal tentu akan senang melihat pemandangan seperti itu"

"Kau bisa menutup mata saat melihatnya!"

"Aku tidak mau!!"

"Kau!! kalau begitu aku tidak akan memberimu ampun!!" tenaga Olivia membesar ia berlari dan berhasil menyergap tunangan kecilnya.

"Rasakaaannnn tenaga dalam gadis dengan tahi lalat yang berbulu ini!!"

"Kyaaaaaa!! Ibuuuuu!!!" teriak Rey meminta tolong, Olivia menggigit bahunya.

***

Maafkan author yang gaje ✌

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!