NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Detik yang Sunyi

"Sombong! Bunuh mahluk aneh ini!"

Teriakan pemimpin penyamun memecah ketakutan anak buahnya. Lima orang penyamun terdekat langsung melompat maju secara bersamaan. Pedang-pedang mereka dialiri oleh Qi kuning yang kasar, menebas dari berbagai sudut dengan maksud memotong tubuh Ethan menjadi beberapa bagian.

Ethan bahkan tidak berkedip. Di dalam visors, penghitung waktu mundur digital dimulai:

00:30.

00:27.

Ethan melangkah maju ke dalam jangkauan tebasan pertama. Dengan gerakan yang terlampau efisien, ia memiringkan kepalanya sedikit. Mata pedang lawan lewat beberapa sentimeter dari pelindung telinganya. Bersamaan dengan itu, tangan kiri Ethan bergerak seperti kilat, menghantamkan tinju bajunya tepat ke dada penyamun tersebut.

Krak!

Bukan sekadar pukulan biasa, pemicu kinetik pada sarung tangan Exo-Suit miliknya melepaskan gelombang kejut instan yang menghancurkan tulang rusuk dan menghentikan jantung lawan seketika.

00:22.

Tanpa menunggu tubuh pertama tumbang, Ethan berputar di atas tumit kakinya. Dua penyamun berikutnya menyerang dari samping. Bilah frekuensi tinggi di pergelangan tangannya menebas membentuk lingkaran horizontal. Bunyi bzzzt yang halus kembali terdengar, dan dua pedang besi milik penyamun itu terpotong rapi seperti sebatang lilin, diikuti oleh garis merah yang muncul di tenggorokan mereka. Keduanya tumbang tanpa sempat mengerang.

00:15.

Sisa penyamun yang menyerang langsung menghentikan langkah mereka, wajah mereka memucat hebat. Ini bukan pertarungan; ini adalah pembantaian yang mekanis dan terukur. Pemuda di hadapan mereka bergerak tanpa emosi, tanpa hawa membunuh yang menggebu-gebu, seolah-olah ia hanya sedang membersihkan debu dari pakaiannya.

"Monster... dia monster!" salah satu dari mereka berteriak, menjatuhkan senjatanya dan berbalik untuk lari.

"Melarikan diri dari seorang Assassin adalah kalkulasi yang buruk," suara mekanis Ethan bergema dingin.

Dari kompartemen bahu Exo-Suit-nya, sepasang micro-dart (panah mikro) berdiameter beberapa milimeter melesat keluar dengan dorongan gas elektromagnetik.

Puff! Puff!

Dua penyamun yang mencoba kabur langsung roboh dengan lubang kecil di belakang kepala mereka.

00:03.

Kini, hanya tersisa sang pemimpin penyamun. Pria kekar itu gemetar hebat, pedang besinya yang tadinya bersinar penuh Qi kini bergetar tak terkendali di tangannya. Ia menatap Ethan yang berjalan mendekat dengan langkah konstan yang mengerikan.

"T-tunggu! Siapa sebenarnya kau?! Aku adalah anggota dari Geng Serigala Hitam! Jika kau membunuhku, Ketua kami yang berada di Ranah Pemurnian Qi Tingkat 2 tidak akan—"

Sleb.

Ethan tidak membiarkannya menyelesaikan kalimatnya. Bilah siber di tangan kanannya telah menembus tepat di tengah jantung sang pemimpin. Visor mata Ethan berkedip, menampilkan angka 00:00 tepat saat tubuh pria kekar itu merosot tak bernyawa ke atas tanah.

Ethan menarik pisaunya kembali ke dalam armor. Suasana di pinggir hutan itu seketika menjadi sunyi senyap, hanya menyisakan deru angin dan napas terengah-engah dari Tetua Lin serta Mu Rong yang masih terpaku di tempat mereka.

 ---

Mu Rong menatap sosok hitam di depannya dengan perasaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Sebagai putri dari keluarga kultivator yang cukup terpandang di wilayah perbatasan, ia telah melihat banyak ahli dan jenius muda. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki aura seperti pria ini.

Pakaian besinya yang aneh, senjata yang keluar dari tubuhnya tanpa perlu cincin penyimpanan, dan cara bertarungnya yang tidak menggunakan jurus bela diri kuno melainkan gerakan yang sangat efisien dan mematikan. Semuanya begitu... asing, namun di saat yang sama terlihat sangat pintar dan keren.

[ Misi Selesai. ]

[ Mendapatkan: 300 Poin Sistem, Teknik Langkah Bayangan, dan Peta Wilayah Kerajaan Langit Bawah. ]

[ Mengunduh data peta ke dalam memori visual... Selesai. ]

Di dalam benak Ethan, sebuah peta tiga dimensi yang sangat detail langsung terbuka, memperlihatkan kota-kota, sekte-sekte kultivasi, hingga pembagian wilayah dari yang terendah hingga tertinggi di kerajaan ini. Sesuai dugaannya, tempatnya berada sekarang hanyalah sebuah sudut kecil di ranah terbawah dari dunia yang sangat luas ini.

Ethan berbalik, berniat untuk langsung pergi. Ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan dari Sistem.

"T-tunggu, Tuan Senior!"

Sebuah suara yang lembut dan merdu menghentikan langkahnya. Mu Rong dengan susah payah berdiri, menopang tubuh Tetua Lin yang masih lemah. Gadis itu membungkuk dalam-dalam, memberikan penghormatan khas para kultivator.

"Saya Mu Rong dari Keluarga Mu di Kota Angin Puyuh. Ini adalah Tetua Lin, pelindung saya. Terima kasih atas bantuan Tuan Senior yang telah menyelamatkan nyawa kami dari para bajingan ini. Jika boleh tahu... siapakah nama agung Tuan Senior? Dan dari sekte manakah Anda berasal?"

Ethan tetap memunggungi mereka sesaat. Melalui sensor belakang helmnya, ia bisa melihat ketulusan dan rasa ingin tahu yang besar di mata gadis itu. Wajah cantik Mu Rong yang mulai kembali merona, dipadukan dengan gaun sutranya yang sedikit berantakan, memberikan pemandangan dramatis yang kontras dengan mayat-mayat di sekeliling mereka.

Ethan perlahan memutar tubuhnya. Ia menekan sensor di samping lehernya, membuat topeng fraktal canggihnya melipat secara mekanis dan terbuka, masuk ke dalam kerah baju besinya.

Ketika wajah Ethan terekspos sepenuhnya di bawah sinar matahari ganda benua Longyuan, Mu Rong menahan napasnya sesaat.

Pria itu memiliki wajah yang teramat tampan, dengan kulit bersih yang kontras dengan pakaian hitamnya. Namun, yang paling memikat sekaligus mengintimidasi adalah sepasang matanya—mata hitam yang begitu dalam, dingin, dan dipenuhi oleh kedewasaan yang melampaui usianya, seolah ia telah melihat hancurnya sebuah dunia. Tidak ada sedikit pun ekspresi kenaifan atau kesombongan di wajah itu. Hanya ketenangan yang mutlak.

"Aku tidak memiliki sekte," jawab Ethan, suaranya kini terdengar alami, berat dan tenang tanpa modulator robotik. "Dan aku bukan 'Senior' siapapun."

Tetua Lin, yang sejak tadi mengamati dengan sisa tenaganya, terkejut mendengar suara itu. "Anda... Anda masih sangat muda? Tapi bagaimana bisa kekuatan dan senjata aneh Anda..." Kalimat Tetua Lin menggantung, ia terlalu heran melihat baju besi modern milik Ethan yang sama sekali tidak melepaskan hawa Qi layaknya artefak kultivasi pada umumnya. Pakaian itu tetap melekat erat di tubuh Ethan, tampak menyatu seperti kulit kedua yang misterius.

"Ke mana arah Kota Angin Puyuh?" tanya Ethan langsung tanpa memedulikan keheranan mereka. Peta digitalnya memang akurat, namun ia membutuhkan konfirmasi sosial untuk memahami situasi politik di kota terdekat.

Mu Rong berkedip, lalu buru-buru menjawab, "Jika berjalan menyusuri jalan setapak ini ke arah barat, sekitar setengah hari perjalanan, Tuan akan sampai di gerbang kota. Keluarga Mu kami adalah salah satu penguasa di sana. Jika Tuan sudi, maukah Tuan melakukan perjalanan bersama kami? Kami akan sangat terhormat untuk menjamu Tuan sebagai bentuk balas budi."

Ethan menatap Mu Rong dengan pandangan menilai yang tajam. Logika taktisnya berpikir cepat. Masuk ke kota besar bersama orang lokal yang memiliki pengaruh akan memudahkannya untuk menyelinap dan mengumpulkan informasi tanpa memicu kecurigaan berlebih dari para kultivator kuat lainnya. Lagipula, ia butuh tempat yang stabil untuk mulai mempelajari 'Sistem' barunya ini secara bertahap.

"Baiklah," ucap Ethan pendek. Ia kembali mengaktifkan topengnya. Srek, dalam satu detik, wajah tampannya kembali tersembunyi di balik visor biru yang dingin dan penuh teka-teki. "Aku akan ikut dengan kalian."

Mu Rong tersenyum tipis, sebuah perasaan aman yang aneh tiba-tiba merayap di hatinya saat menatap punggung tegap pria berbaju besi cyborg tersebut. Ia tidak tahu bahwa pria yang berjalan di sampingnya ini adalah seorang pembunuh dari dimensi lain yang sedang mencari arti hidup di tengah dunia yang baru. Petualangan panjang yang penuh dengan konspirasi, pertaruhan nyawa, dan takdir yang besar, baru saja dimulai.

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!