Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesuaian
"Wah kamarnya cukup luas ya bu tiwi",ujarnya pada ibu pemilik rumah sewa itu atau kostan.
"Semoga betah ya nak disini,wifi nya juga gratis untuk pasword nya ada disebelah TV ya",ucap bu tiwi.
"Baik bu terimakasih banyak ya sekali lagi",ariana senang sekali akhirnya mendapatkan tempat tinggal yang harganya ramah dikantong.
Ibu tiwi meninggalkan ariana,"Ah waktunya untuk membereskan semua ini".
Ariana mulai menata kembali barang bawaan nya,sesekali dia terduduk ditepi ranjang karna merasa lelah.
Banyak debu yang menempel namun tak terlihat,mungkin karena kamarnya sudah lama kosong.
"Lumayan capek juga.."
Perut ariana berbunyi seperti sedang berdemo,dia lupa bahwa tadi dirumah alveric tidak sempat makan.
"Aku tidak mungkin meminjam dapur bu tiwi untuk memasak,apa pesan online saja ya"
Akhirnya ariana memutuskan untuk memesan makanan secara online,sembari menunggu pesanan nya ariana melanjutkan bersih bersihnya.
Di kantor alveric,kala itu banyak sekali file dokumen yang harus dia urus.
Alveric memang tipe orang yang mengerjakan sesuatu harus butuh ketenangan namun kala itu dia malah diganggu terus menerus oleh bella.
Bella datang dengan membawa secangkir americano untuk alveric,"Silahkan pak".
"Terimakasih",singkat alveric.
Bukannya setelah memberikan kopi langsung pergi,bella justru duduk di soffa ruangan kerja alveric.
Bella memperhatikan bagaimana ada manusia setampan alveric dimuka bumi ini,hidung mancung,rambut berwarna silver gelap ditambah kulitnya yang putih dan berbadan sixpack.
Sadar dirinya tengah menjadi pusat perhatian,alveric merasa risih,"Jika tidak ada kepentingan lain,keluar".
Bella tidak ingin pergi dari sana,dia mencari alasan untuk tetap tinggal lebih lama diruangan alveric.
"Saya ingin disini sebentar,kepala saya rasanya pusing pak",bohong bella yang acting berpura pura sakit.
"Beristirahatlah di tempat kerja khusus pegawai,jangan disini kamu membuat saya tidak nyaman",jelas alveric.
"Tapi saya ingin disini pak",jawab bella dengan manja.
Alveric yang pusing menghadapi bella,menelpon pegawai lain untuk membawa bella keluar dari ruangan nya.
Tak berselang lama,dua orang laki laki datang dan satu wanita datang.
"Tolong bawa dia ke ruang istirahat khusus pegawai",titah alveric yang fokus pada layar laptopnya.
"Jahat,padahal aku ingin disini bersamamu",timpal bella.
"Saya tidak bisa fokus bella,kamu mau saya pecat?"
Mendengar itu pegawai lain yang mendengarnya tercengang,mereka berspekulasi bahwa siapapun yang mengganggu ketenangan bos nya (Alveric) akan langsung disingkirkan.
"Cepat bawa dia keluar,Se-ka-rang!",alveric kesal.
"Baik Pak",ucap semua pegawainya.
Mereka pergi membawa bella keluar dari situ,alveric melanjutkan kerjanya agar segera selesai.
Bagian dari bekerja yang sangat alveric tunggu adalah pulang kerumah dan bertemu dengan ariana.
Namun bagaiama jika alveric tahu jika ariana sudah tidak tinggal lagi di rumahnya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"
Rupanya itu haruto alias aru,memang alveric,ariana dan aru berteman sejak mereka masih kecil.
"Hallo bestfriend,jadi dimana ariana?",tanya aru to the point.
Alveric menatap malas aru,"Untuk apa aku menjaga nya 24 jam dia bukan anak kecil lagi".
Aru mengangguk,"Benar juga, jadi dimana ya dia?".
Alveric menghela nafas,"Mungkin sedang bekerja di caffe".
"Aku sudah kesana dan kata karyawan lain ariana izin libur,apa dia sedang tidak enak badan?",tanya aru cemas.
"Mungkin,bisa jadi"
"Jadi mana aku minta alamat rumahmu",ucap aru.
Malam sebelumnya setelah alveric pulang,seperti biasa alveric pulang waktu tengah malam.
Alveric menyimpan pesanan ariana pada freezer,"Anak itu kenapa suka sekali makanan manis".
Alveric mengambil gelas,dituangkan nya air putih dingin lalu di teguk sampai habis.
Melihat rumah yang tak biasanya sunyi dan hening,seperti ada sesuatu yang berbeda.
"Hawa dirumah ini tidak seperti biasanya",ujarnya.
Alveric menyusuri setiap ruangan di rumahnya,satu persatu dari setiap ruangan dia cek,hingga tinggal satu tempat lagi yaitu kamar ariana.
Tok
Tok
Tok
"Ariana apa kamu sudah tidur",tanya alveric pelan.
Namun tidak ada jawaban,alveric menyimpulkan bahwa bisa saja ariana sudah terlelap.
Alveric berjalan menuju kamarnya dan bersiap untuk membersihkan diri sebelum beranjak tidur di ranjang kingsize miliknya.
Berbeda dengan aru yang kala itu mendapati pesan dari ariana,dia merasa sangat cemas dan kwatir saat membaca pesan tersebut.
"Ada saja gebrakan ini anak,dia tidak tahu apa jika alveric mengetahui ini",aru melemparkan ponselnya ke samping ranjang nya.
Dia menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya karna saat itu angin berhembus dengan sangat kencang.
"Hari ini kenapa begitu dingin sekali ya,AC juga sudah aku matikan tapi masih terasa dinginnya"
Malam berganti menjadi pagi,seperti biasa keluarga alveric melakukan sarapan bersama namun saat itu semuanya menanyakan keberadaan ariana.
"Tumben ariana tidak ada, biasanya dia yang selalu bangun lebih awal",tanya vivian.
"Benar juga,dimana dia?apa masih tidur?",timpal willy.
"Bi..bibi",panggil vivian.
"Iya nyonya kenapa?ada yang bisa saya bantu?",tanya bibi.
"Ariana kemana ya?saya tidak melihat dia,apa dia masih tidur atau kurang enak badan?",tanya vivian.
"Saya akan cek ke kamarnya non ariana ya bu",bibi mengangguk dan pergi ke kamar ariana.
Sampai didepan pintu kamarnya di ketuklah pintu namun tidak ada jawaban sama sekali.
Alveric menyusul asisten rumah tangganya itu ke kamar ariana,"Bagaimana bi ada?".
"Tidak ada jawaban tuan,mungkin nona ariana masih tidur",jawab nya.
Alveric mengetuk kembali kamar ariana,"Ariana bangun sudah pagi,ariana..".
Merasa tidak ada jawaban alveric menjadi khwatir tidak biasanya ariana seperti ini,akhirnya dia dobrak pintunya namun yang dia dapati hanya kamar yang sudah kosong.
"Bi ariana tidak ada",ucap alveric panik.
Asisten rumah tangganya menemukan surat lalu diberikan nya pada alveric,"Sepertinya ini tulisan tangan nona ariana".
"Ariana,ada ada saja anak itu",alveric membuka dan membaca surat itu.
Setelah membaca suratnya alveric merasa kesal dan menahan emosinya.
Alveric mengambil ponsel miliknya lalu ditelpon dan dikirimi pesan banyak kepada ariana.
"Bi saya mau cari ariana dulu,tolong sampaikan pada ibu dan ayah",ucap alveric.
"Baik tuan,semoga nona ariana segera diketemukan"
Alveric bergegas pergi mengendarai mobil lamborghini maroon miliknya,"Ariana ariana sudah kubilang untuk tetap dirumah anak itu malah nekat.."
"Apa aru mengetahui sesuatu ya?",alveric mengambil ponselnya lalu dia menelpon aru.
Tidak lama kemudian aru mengangkat telpon nya setelah banyak percobaan beberapa kali.
"Hallo,apa kamu tahu dimana ariana?",tanya alveric to the point.
Nada bicara aru memang seperti orang yang masih mengantuk,"Kenapa bertanya padaku,aku sama sekali tidak tahu".
"Bohong pasti kau tahu sesuatu",alveric menekan aru untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Wah wah wah ternyata insting mu kuat sekali ya alveric"
Alveric paling tidak suka dibohongi,dia terus menekan aru sampai terpojok,"Ariana memang mengatakan padaku supaya tidak memberitahumu tapi dia tidak mengatakan lokasinya dimana",jelas aru.
"Apa benar semua yang kamu katakan itu aru!"
Sementara itu di kediaman daren,"Zein sepertinya kamu harus mensurvay kesana sekarang,ayah ada urusan".
"Apa?sekarang?lihatlah hujan sedang deras sekali",jawab zein malas.
Daren terus saja memaksa zein supaya mau untuk melihat situasi di bisnis sampingan keluarganya.
Zein selalu berasalan bukan karena dia tak mau untuk mematuhi perkataan ayahnya,namun karena dirinya sangat membenci hujan.
Mengingat kejadian dimana hujan yang menjadi saksi bisu pembantaian keluarga ariana.
Zein menggelengkan kepalanya,menepuk pipinya,dia tidak ingin mengingat kejadian pilu itu lagi.
Melihat anaknya yang bertingkah aneh daren menepuk pundak zein perlahan,"Kenapa?".
"Aku benci hujan", jawab zein singkat.
Namun daren yang sangat membenci penolak terus menekan zein,"Adi temani dia melihat keadaan rumah sewa itu".
"Baik tuan,mari tuan muda zein",ajak adi.
Saat hendak pergi zein menatap wajah sinis ayahnya,"Hm".
"Kenapa sangat menurut sekali padanya?",tanya zein pada adi saat akan memasuki area mobil pribadi miliknya.
"Mau bagaimana lagi tuan,jika tidak begitu gajih saya tidak akan cair",jawab adi pesimis.
"Mau sampai kapan paman akan menuruti perintah ayah?paman bisa masuk penjara jika semua orang tahu rahasia itu",ancam zein.
"Saya mohon tuan muda, jangan seperti itu",mohon adi pada zein.
Zein memang tahu semuanya bahwa adi juga membantu melenyapkan keluarga ariana.Namun zein merasa iba terhadap adi.
"Tapi ada syaratnya..",ucapan zein menggantung.
"Apa itu tuan muda?",tanya adi.
Zein menghela nafas,"Paman harus mengatakan semua rahasia ayah padaku".
Adi kaget sekaligus tercengang,"Apa?bagaimana jika tuan daren mengetahui ini?".
"Aku akan menyimpan rahasia ini sendiri jadi tenang saja ya paman",ucap zein pada adi.
Selang beberapa jam akhirnya mereka sampai.
"Wah cukup luas juga ya",ucap zein pada adi.
"Iya tuan,tuan daren sengaja memilih nya supaya nantinya bisa dia jadikan pabrik lagi",jelas adi.
Zein menyuruh adi untuk menunggu saja,lalu adi mengangguk dan zein masuk ke pekarangan rumahnya.
Dia mencari pemilik rumah sewa itu yaitu bu tiwi,dia berjalan mengitari lorong mencari keberadaan bu tiwi.
Namun zein tak sengaja melihat ariana sedang di jendela kamarnya,dia melihat ariana tengah kebingungan dan panik seperti takut akan sesuatu.
"Kenapa dia ada disini?",zein bertanya-tanya lalu dia memberanikan diri menghampiri ariana.
Zein mengetuk pintu kamar ariana,"Hallo,permisi?"
Ariana segera membukakan pintu,"Eh kamu kenapa disini?".
Zein gelagapan,"Aku penyewa disini juga,iya benar penyewa disini hehe".
"Silahkan masuk dulu kak kalau mau,tapi jangan berbuat aneh aneh ya",ucap ariana pada zein.
Zein masuk dan duduk di kursi sebrang jendela kamar ariana,"Kamu kenapa?sepertinya tampak kebingungan dari tadi? ".
"Iya soalnya kakak angkatku mencari,karna aku kabur dari rumah hehe",jelasnya pada zein.
"Memang kenapa kamu harus kabur segala?",tanya zein penasaran.
Ariana mulai menceritakan mengapa dia memilih kabur dari rumah alveric.
"Jangan mengatakan ini pada siapapun ya kak,jujur saja aku malu berada disana terus karena mereka terlalu baik padaku.Ayah dan ibu kak alveric yang menolongku saat keluargaku dijahati sama orang",ungkapnya.
Zein yang sudah tahu hanya pura pura tidak tahu apa apa," Terus bagaimana nasib keluarga mu?".
"Ayah hilang,ibu dan adiku meninggal..", ucapannya menggantung ariana menangis.
Zein mencoba menenangkan dia mengelus pundak ariana,namun ariana reflek memeluk zein.
"Maaf aku menceritakan ini padamu,padahal seharusnya aku diam saja dan tidak menceritakan ini pada siapapun",jelasnya dengan nada terbata.
"Tidak apa apa kamu tenang ya,aku akan mencoba mencarikan alasan untuk kakak angkatmu supaya dia tidak mencarimu sampai kesini",jelas zein.
"Terimakasih ya kak",ucap ariana sambil menyeka air matanya.
"Sudah jangan menangis lagi ya",jawab zein.
"Tolong jaga rahasia itu ya kak"
"Iya tenang saja,kamu jangan memanggilku kakak"
"Baiklah akan aku panggil zein?tapi sopan kah aku memanggilmu begitu?",ucap ariana pada zein.
"Sopan sekali,lagipula aku bukan kakakmu lantas mengapa kamu harus memanggilku kakak?",jawab zein.
"Baiklah zein,ada keperluan apa kamu kemari?",tanya ariana penasaran.
Zein mulai menjelaskan,tapi bukan hal yang sebenarnya,"Aku ingin mencari kamar kosong untuk disewa".
Ariana terkekeh,"Padahal kamu seperti CEO kenapa mau tinggal disini".
"Kamu sendiri kenapa ada disini?oh iya kabur haha",jawab zein mengeledek ariana.
Zein ingin lebih lama mengobrol dengan ariana namun tidak bisa dilakukan karna kepentingannya disana hanya sebentar.
"Maafkan aku,aku harus pergi ada beberapa hal yang harus di urus",ucapnya pada ariana.
Ariana mengangguk,"Baiklah hati hati ya,soal yang tadi jangan di ceritakan pada orang lain".
"Untuk apa aku menceritakan itu pada orang lain tidak ada manfaatnya",jawab zein.
"Aku hanya takut jika ada yang mengetahui bahwa aku masih hidup,aku tidak ingin orang itu mencariku lagi dan justru malah akan membunuhku",jelas ariana.
DEG
Zein seperti terhantam benda yang sangat kuat kala mendengar pernyataan ariana.
Bagaimana jika ariana mengetahui yang sebenarnya?bahwa ternyata ayahnya yang menjadi dalang dibalik meninggalnya Ibu dan adiknya.
Zein mencoba untuk mengontrol dirinya,"Tenang saja selama kamu tidak membuka akses lebih pada orang lain mungkin akan selamat".
Ariana menaikan alisnya,"Maksudmu?".
"Ariana yang cantik dan pendek,menurutku kamu jangan banyak mengobrol atau terlalu terbuka soal masa lalu mu itu apalagi soal keluargamu ya.. "
"Setiap orang itu berbeda,ada yang mendengarkan cerita kita lalu dia merespon nya dan ada yang justru menjadikan ceritamu itu sebagai senjata untuk seseorang mengadu kepada orang yang tega mencelakai keluargamu,mengerti?",jelas zein.
Ariana tersenyum pada zein,senyum tulus itu mampu membuat zein salah tingkah,"Baik aku mengerti terimakasih ya zein".
"Hm mana ponselmu",tanya zein gugup.
Ariana mengeluarkan ponselnya,"Untuk apa?".
Zein mengambilnya diketik lah sesuatu di ponsel itu,"Tentu saja menyimpan nomer ponselku,jadi jika terjadi sesuatu kamu boleh meminta tolong padaku",ucap zein lalu memberikan kembali ponsel ariana.
"Terimakasih sekali lagi ya kak,eh zein",ucap ariana.
Zein tersenyum lalu bersiap pergi meninggalkan ariana,"Diamlah disini jangan kemana mana diluar hujan sangat deras,ngomong ngomong apa kamu tidak bekerja?".
Ariana menghampiri zein yang berada di ambang pintu kamarnya,"Sebenarnya aku malas untuk bekerja hari ini,lihat hujan seperti menyuruhku untuk kembali tidur".
Zein tertawa,"Haha asal kamu tahu saja aku juga tidak mau sebenarnya kesini tapi ayahku terus saja memaksa.."
Zein yang reflek mengatakan yang sebenarnya segera menutup mulutnya dengan tangannya,"Eh sudah jangan dipikirkan".
"Apa ayahmu jahat?",tanya ariana.
Mata zein terbelalak,kenapa insting ariana begitu kuat sekali.
"Ayahku seorang pribadi yang pendiam,yasudah aku pergi dulu ya sampai jumpa",ucapnya melambaikan tangan lalu menutup pintu kamar ariana.
Lain halnya dengan alveric yang juga belum menemukan titik keberadaan ariana.
Alveric memang susah untuk mengontrol emosinya,disetiap perjalanan nya mencari ariana,dia terus saja memikirkan kemana lagi harus mencari.
Akhirnya setelah kegelisahan yang terlalu lama alveric memutuskan untuk ke caffe tempat ariana bekerja.
Sesampainya di caffe alveric melihat mobil aru telah diparkir disana,"Sial aru beraninya dia menyembunyikan ariana".
Alveric berjalan terburu-buru dan masuk begitu saja kedalam caffe,"ARU!".
Orang yang tengah menikmati hidangan disana merasa tidak nyaman karna kehadiran alveric.Namun bagi sebagian wanita itu tidak jadi masalah terlebih alveric memang tampan.
Aru beranjak dari duduknya dan menatap tajam alveric,"Ada apa?sopan sedikit alveric".
Alveric mengangkat kerah baju milik aru,"Katakan dimana ariana,mana ariana aru!".
Aru menggaruk kepalanya,"Jika aku tahu sudah aku katakan padamu alveric".