NovelToon NovelToon
Perjodohan Pembunuh Naga Dan Putri Naga

Perjodohan Pembunuh Naga Dan Putri Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: EMPIRE RAJA

**Perjodohan Pembunuh Naga dan Putri Naga**

Veronica, seorang naga setengah manusia, harus menikah dengan Altres Vanguard, kesatria terkenal yang dijuluki pembunuh naga. Pernikahan mereka merupakan syarat perdamaian antara bangsa naga dan manusia yang telah lama bermusuhan. Namun, menyatukan dua makhluk dari ras berbeda bukanlah perkara mudah. Veronica yang tidak memahami kehidupan manusia sering berselisih dengan Altres, sementara Altres sulit menerima kenyataan bahwa wanita yang menjadi istrinya adalah seekor naga.

Di balik pertentangan mereka, tersimpan luka masa lalu yang perlahan terungkap. Veronica kehilangan ibunya yang seorang manusia, menyaksikan bagaimana usia singkat sang ibu memisahkan mereka untuk selamanya. Sementara itu, Altres kehilangan ayah dan kedua kakaknya dalam perang melawan bangsa naga, meninggalkan kebencian yang sulit dihapuskan.

Seiring waktu, keduanya mulai memahami kesedihan dan ketakutan masing-masing. Di antara perbedaan, dendam, dan luka masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMPIRE RAJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 alasan pernikahan keduanya

Sepanjang perjalanan, kereta kuda itu terasa begitu sunyi karena tidak ada satu pun dari kedua penumpangnya yang membuka suara. Altres duduk dengan punggung tegak dan pandangan yang terpaku ke lantai kereta, padahal ibunya sempat bercerita bahwa Veronica sangat ingin pergi ke ibu kota. Ia sama sekali tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Cuaca? Perbatasan? Setiap topik yang terlintas terasa konyol begitu ia bayangkan keluar dari mulutnya, dan ia pun kembali mengatupkan rahang sambil mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Di seberangnya, Veronica sebenarnya sedang sibuk menempelkan pandangan ke jendela. Berbagai tempat yang melintas di luar membuatnya penasaran, mulai dari deretan kedai makan yang mengepulkan aroma harum hingga sebuah bangunan besar yang tampaknya tempat pertunjukan. Beberapa kali bibirnya terbuka hendak bertanya, tetapi setiap kali ia melirik Altres yang membeku di tempatnya, ia menelan kembali pertanyaannya dan kembali menatap ke luar. Ia bahkan sempat mengira Altres akan menjelaskan sesuatu, tetapi pria itu tetap bungkam. Keduanya hanya diam seperti itu, ditemani derit roda, hingga dinding kastil istana Kekaisaran Uddine menjulang di depan mereka.

Para prajurit penjaga gerbang menyambut mereka dengan hormat, tetapi sorot mata mereka tampak waspada begitu menangkap sosok Veronica yang turun dari kereta. Bagaimanapun, wanita anggun bergaun abu-abu itu adalah seekor naga. Altres menyadari tatapan itu dan rahangnya mengeras. Ia langsung melangkah setengah maju untuk menutupi Veronica dari pandangan mereka, seakan tubuhnya sendiri adalah perisai. "Aku dan istriku datang untuk menghadap Kaisar Cassius Kedua."

Beberapa kesatria saling melirik dengan ragu. Salah satu dari mereka berdeham pelan. "Tuan Duke, kehadiran seekor naga di dalam istana bisa dianggap ancaman bagi..."

"Kalau aku masuk tanpa istriku, aku menolak bertemu Kaisar," potong Altres dengan suara datar yang tidak memberi ruang untuk tawar-menawar. "Dan kalian semua yang akan menanggung akibatnya di hadapan beliau."

Para kesatria itu terdiam dan wajah mereka menegang. Nama Altres sebagai pembantai naga sudah cukup untuk membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum membantahnya. Tak ada satu pun yang berani mengambil risiko mendapat masalah dengan Kaisar, dan akhirnya mereka minggir sambil memberi jalan. Altres menoleh kepada Veronica dan mengulurkan lengannya dengan canggung. "Gandeng tanganku sampai kita bertemu Kaisar."

Veronica terkejut sejenak dan mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu dengan wajah memerah ia meletakkan tangannya di lengan Altres, begitu pelan seolah takut lengan itu akan menolaknya. Mereka berjalan beriringan menyusuri lorong istana yang megah, dipandu oleh seorang prajurit yang melangkah di depan mereka. Langkah Altres terasa kaku dan Veronica bisa merasakan otot lengan pria itu menegang di bawah jemarinya. Ia ingin bertanya apakah pria itu baik-baik saja, tetapi lidahnya terasa kelu, dan para pelayan yang berpapasan di lorong hanya menunduk sambil sesekali mencuri pandang pada pasangan itu.

Begitu pintu ruangan besar itu terbuka, tampak Kaisar muda Cassius Kedua yang duduk di singgasananya. Wajahnya langsung berseri melihat keduanya akhirnya datang menemuinya. Altres berlutut di hadapan sang Kaisar, dan Veronica menyusul dengan gerakan anggun. Ia sudah belajar bagaimana memberi hormat, dan ia juga tahu betul siapa yang pantas menerima penghormatan darinya.

"Yang Mulia, izinkan saya memperkenalkan istri saya, Veronica Vanguard, putri Raja Naga Roten," ujar Altres dengan kepala tertunduk.

"Kalian berdua terlihat begitu akur," sahut Cassius dengan senyum lebar sambil menatap keduanya bergantian. "Sudah lama aku menunggu kalian datang bersama, dan aku senang sekali melihat kalian baik-baik saja."

"Saya senang bisa bertemu dengan Kaisar muda yang bijaksana," ucap Veronica sambil menegakkan kepala dengan hormat, suaranya jernih dan tenang di tengah ruangan yang luas itu.

"Aku berharap kau mendapatkan semua yang kau inginkan di negeri manusia ini, Duchess. Bila ada yang kurang, katakan saja kepadaku."

Veronica tersenyum tipis, sebuah senyum yang membuat Altres melirik meski ia berusaha menyembunyikannya. "Saya sudah mendapatkannya, Yang Mulia. Kehidupan bersama manusia ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang pernah saya bayangkan."

Cassius tertawa senang dan bersandar di singgasananya, lalu menoleh pada Altres dengan mata berbinar. "Kau sungguh beruntung memiliki istri yang begitu baik, Altres."

"Saya hanya menjalankan tugas, Yang Mulia," jawab Altres cepat dengan wajah kaku, seakan sedang membaca laporan di depan para jenderal. "Saya dipercaya untuk mengawasi Veronica yang merupakan naga yang sangat kuat. Dan sebagai salah satu dari empat kesatria pembunuh naga terkuat, sayalah yang dipercaya untuk itu."

Alis sang Kaisar terangkat dan ia tampak sedikit kaget. Matanya melirik Veronica sekilas sebelum kembali menatap Altres dengan senyum penuh arti. "Padahal aku sempat mendengar rumor tentang kemesraan kalian. Katanya kalian kabur dari rumah untuk menikmati waktu berdua, dan saat pulang kau menggendong istrimu ke kamar dengan penuh cinta."

"Itu hanya salah paham, Yang Mulia," sahut Altres tanpa berpikir, nyaris terburu-buru. "Kami hanya menjalankan tugas untuk menjaga hubungan aliansi tetap terjaga."

Ucapan itu meluncur begitu saja dari bibirnya, dan seketika ia merasakan suasana di sekelilingnya berubah, seolah udara di ruangan itu mendadak menipis. Kaisar menatapnya dengan pandangan sulit ditebak, sementara Veronica tetap berlutut tanpa mengucapkan sepatah kata pun, jemarinya mencengkeram lipatan gaun di pangkuannya hingga buku-bukunya memutih. Setelah merasa cukup membahas pasangan itu, dan tampaknya cukup menikmati kegugupan Altres, Cassius bertepuk tangan pelan lalu memanggil seorang pelayan. "Antarkan Duchess untuk minum teh bersama Ratu. Aku ingin berbicara empat mata dengan suaminya."

Altres menoleh pada Veronica dan terkejut saat melihat wajahnya, sebab ekspresi yang tersisa di sana bukan lagi kesal ataupun canggung. Di dalam kereta tadi wajah wanita itu memang tampak canggung, tetapi kini tatapannya seperti seseorang yang terluka. Namun Veronica hanya menunduk memberi hormat kepada Kaisar dengan senyum yang terlalu rapi untuk dianggap tulus, lalu mengikuti pelayan itu keluar menuju taman milik Ratu tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Pintu besar tertutup pelan di belakangnya, menyisakan gema langkah yang semakin lama semakin menjauh di lorong istana.

Altres terpaku menatap pintu itu dengan kening berkerut dalam, bayangan wajah Veronica yang tadi masih membekas jelas di benaknya. Apakah Veronica tidak pernah tahu alasan sebenarnya mengapa mereka dinikahkan? Pikiran itu mengusiknya dan menusuk dadanya dengan perasaan bersalah yang tak ia pahami, tetapi ia belum sempat menemukan jawabannya ketika Kaisar bangkit dari singgasana dan berjalan menghampirinya, langkahnya santai tetapi tatapannya serius.

"Katakan padaku, Altres. Apakah benar pasukan naga akan masuk ke dalam wilayah kekaisaranku?"

"Itu tujuan utama aliansi ini, Yang Mulia, yaitu hidup berdampingan dengan para naga," jawab Altres mantap sambil kembali berdiri tegak. "Pasukan mereka tidak akan masuk sebagai penjajah, melainkan sebagai sekutu."

Cassius menghela napas panjang, menyilangkan tangan di belakang punggung, dan memandangi jendela besar di sisi ruangan, tempat cahaya siang jatuh menyinari lantai marmer. "Aku khawatir itu akan sangat sulit. Dendam antara manusia dan naga sudah mengakar terlalu dalam. Aku ragu hal itu bisa terwujud, meski pamanku, Grand Duke Floyen, bersikeras bahwa ia bisa melihat masa depan."

"Saya yakin itu bisa terwujud, Yang Mulia, asalkan manusia dan naga mau saling mengerti."

Mendengar itu, Cassius justru tertawa terbahak-bahak hingga bahunya bergetar dan gema tawanya memenuhi ruangan yang luas itu. Ia menepuk bahu Altres lalu menatapnya dengan mata yang berkilat jenaka. "Kalau begitu jawab aku dengan jujur. Apakah kau sendiri memahami istrimu?"

Altres membuka mulut hendak menjawab dengan yakin, tetapi tak ada satu kata pun yang keluar. Ia mencoba mengingat apa yang ia ketahui tentang Veronica, namun yang muncul hanyalah deretan hal sepele dan tatapan terluka yang baru saja ia lihat. Ia terdiam dengan dada yang terasa dingin, dan pertanyaan Kaisar bergema di kepalanya tanpa jawaban. Ia menyadari dengan jelas, untuk pertama kalinya sejak hari pernikahan itu, bahwa ia sama sekali tidak memahami wanita yang telah menjadi istrinya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!