NovelToon NovelToon
CINTA BEDA 12 TAHUN: Kapten Vs Gadis Bunga

CINTA BEDA 12 TAHUN: Kapten Vs Gadis Bunga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Action / Komedi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Aksi heroik Kapten Fikri Rafisqy ditengah perampokan swalayan berujung duka. Berusaha menyelamatkan seorang anak kecil, Fikri tak sadar peluru maut mengincar nyawanya. Naas, seorang kakek justru mengorbankan diri demi menyelamatkannya. Dalam kondisi kritis dirumah sakit, sang kakek menyampaikan wasiat terakhir: Fikri harus menikahi cucu tunggalnya, Seruni Shafira, gadis penjual bunga kini sebatang kara.

Seruni menolak tegas. Bagaimana mungkin ia harus menikah disaat impian sekolahnya masih membumbung tinggi? Namun demi melunasi utang nyawa dan amanah terakhir, Fikri menerimanya. Didepan ruang ICU, ijab kabul terucap sebelum sang kakek mengembuskan napas terakhirnya.

Kini, kehidupan mereka berubah total. Bisakah Seruni menerima takdir pernikahannya bersama pria yang terpaut jarak usia 12 tahun darinya? Apalagi, Seruni masih bersikeras memanggil suami dengan sebutan "Paman"!

Saksikan kisah cinta penuh liku, aksi menegangkan dan kepolosan Seruni yang meluluhkan hati dingin Kapten Fikri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amukan Cemburu Sang Kapten

Hari Minggu pagi di kota kediaman Kapten Fikri dan Seruni dimulai dengan suasana yang cerah. Mentari hangat menyinari halaman rumah dinas, memantul indah di sela-sela jendela kaca. Namun, ketenangan pagi itu tidak berlangsung lama bagi Fikri.

Sejak subuh, Fikri sudah mondar-mandir di ruang tengah dengan seragam santai. Luka di perut dan pahanya memang sudah berangsur menutup, tetapi pikirannya justru sedang kusut. Hari ini adalah hari libur, yang seharusnya bisa ia habiskan dengan mengawasi Seruni merangkai bunga atau sekadar beristirahat tenang. Sialnya, pagi-pagi sekali ia mendapat telepon dari markas, ada urusan secara mendadak yang harus ia selesaikan langsung di kantor divisi dalam waktu satu jam.

Fikri menghela napas panjang, lalu melangkah ke kamar utama tempat Seruni masih meringkuk di balik selimut tebal.

"Seruni," panggil Fikri pelan sambil menepuk pelan bahu istrinya. "Bangun. Saya ada urusan mendadak ke markas pagi ini. Kamu sarapan dulu di rumah, jangan langsung kabur ke toko bunga sebelum saya pulang, mengerti?"

Seruni mengerjap-ngerjapkan matanya yang masih lengket, lalu menguap lebar tanpa malu-malu di depan suaminya. "Iya, iya, Paman Kapten cerewet... Runi mau mandi dulu," jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.

Setelah memastikan Seruni bangun dan menyiapkan sarapan sederhana di meja makan, Fikri akhirnya terpaksa meninggalkan rumah dinas lebih dulu dengan mobil jipnya.

Sementara itu, di depan gerbang perumahan dinas, seorang pria muda berambut klimis dengan jaket kulit hitam tampak berjalan mondar-mandir sambil memegang sebuket bunga mawar merah yang agak layu.

Dia adalah Bagas.

Berkat informasi dari teman sekelas Seruni dan sedikit usaha penyelidikan di media sosial, Bagas berhasil mengetahui lokasi kompleks perumahan tempat Seruni tinggal bersama sang paman. Niat Bagas hari ini satu: ia ingin membuktikan bahwa omongan Seruni tentang keluarga pejabat atau paman polisi itu hanyalah gertakan belaka. Jadi Bagas ingin membuktikan sebelum mendekati Seruni secara langsung dan merebut hati gadis itu, agar menjadi jembatan untuknya kelak saat ia memasuki sekolah kepolisian.

Dengan langkah mantap dan sedikit rasa sok tahu, Bagas melenggang melewati pos penjagaan karena kebetulan petugas satpam sedang pergi ke warung kopi sejenak. Ia berjalan mencari nomor rumah dinas Fikri.

Tinggin... Tongg!

Bel rumah dinas Kapten Fikri berbunyi nyaring.

Seruni, yang baru saja selesai mengenakan kaos santai berukuran longgar dan celana training rumahan, mengerutkan dahi heran. Ia berjalan ke arah pintu depan sambil membawa segelas susu hangat.

Begitu pintu dibuka lebar, mata bulat Seruni membelalak kaget.

"Kamu?!" pekik Seruni spontan.

Bagas tersenyum miring, menampakkan deretan giginya yang putih, lalu menyodorkan buket mawar merah ke depan dada Seruni. "Hai, Seruni. Kaget ya? Aku nekat datang ke sini buat membuktikan kalau aku benar-benar serius sama kamu. Dan aku juga kenal langsung dengan keluarga kamu Runi. Oh iya mana paman Kamu? Kok sepi banget rumah kamu?"

Seruni melongo tak percaya. Darahnya mendadak mendidih seketika. "Kamu sudah gila ya, Bagas?! Berani-beraninya datang ke rumah dinas polisi tanpa izin! Mau cari mati, hah?!"

Bagas justru tertawa meremehkan. Ia melangkah maju, mencoba menerobos masuk melewati ambang pintu. "Alah, palingan paman kamu itu cuma polisi pangkat rendahan yang menyewa rumah ini. Jangan takut..."

Bruk!

Belum sempat Bagas menyelesaikan kalimatnya, sebuah cengkeraman tangan yang amat kuat dari arah samping tiba-tiba mencengkeram kerah jaket kulitnya dengan kasar!

"Argh! Siapa nih...!" Bagas menjerit kaget saat tubuhnya dihempaskan begitu saja hingga membentur dinding pagar luar rumah.

Degupan jantung Seruni berhenti sedetik. Di hadapannya, berdiri Kapten Fikri dengan seragam dinas lengkap. Wajah sang Kapten tampak sangat pucat karena menahan amarah yang meledak-ledak. Urat-urat di leher Fikri menonjol, dan tatapan mata elangnya menyala tajam bagai harimau yang siap menerkam mangsa.

Fikri yang baru saja kembali dari markas karena mengambil berkas tertinggal mendapati pemandangan seorang remaja tak dikenal tengah lancang merayu istrinya di teras rumah dinas.

"P-Paman..." cicit Seruni pelan, mundur selangkah ke belakang karena ngeri melihat aura membunuh yang mengelilingi suaminya.

Fikri melangkah mendekati Bagas yang terduduk lemas di tanah dengan lutut gemetar. Fikri membungkuk sedikit, mencengkeram rahang Bagas dengan satu tangan.

"Jadi... kamu bocah tengil yang berani mengirim surat alay ke istri saya, lalu sekarang dengan tidak tahu malunya menginjakkan kaki di pekarangan rumah dinas kepolisian?" suara Fikri sangat rendah, dingin, dan menusuk tulang hingga membuat bulu kuduk merinding.

Bagas menelan ludahnya kasar, sekujur tubuhnya basah oleh keringat dingin. Ia baru menyadari bahwa pria di hadapannya bukanlah, paman biasa, melainkan seorang perwira tinggi berbadan tegap yang memancarkan aura bahaya nyata. "S-Saya... saya cuma mau bertamu, dan ingin berkenalan, Komandan... ampun..." cicit Bagas ketakutan setengah mati.

"Bertamu?" Fikri tersenyum sinis, senyuman paling menakutkan yang pernah dilihat Bagas seumur hidupnya. "Di institusi saya, tindakan memasuki area militer, kepolisian tanpa izin dan melecehkan keluarga aparat memiliki sanksi hukum yang berat. Dimas!" panggil Fikri tegas.

Dari balik mobil jip yang baru saja berhenti di ujung jalan, Briptu Dimas berlari kecil menghampiri sambil membawa sepasang borgol besi. "Siap, Kapten!"

"Bawa anak ini ke sel tahanan markas sekarang juga. Proses dengan pasal berlapis atas tindakan penerobosan dan perusakan ketertiban umum," perintah Fikri mutlak.

"Baik, Kapten! Ayo bangun, Adik manis," ujar Dimas sambil menarik paksa tangan Bagas yang merengek histeris meminta ampun.

Setelah Bagas diseret masuk ke dalam mobil patroli dan dibawa pergi, halaman depan rumah dinas kembali hening.

Fikri perlahan membalikkan tubuhnya. Ia menatap tajam ke arah Seruni yang masih berdiri mematung di dekat pintu dengan segelas susu di tangannya.

Seruni menelan ludah susah payah, mencium bahaya besar dari cara Fikri melangkah mendekatinya perlahan.

1
English Lesson
lucu dan bagus❤️❤️
Ariany Sudjana
semangat belajar yah Runi
Pujiastuti
serasa melayang ke awan ya Seruni dicium sama Aa kapten 🤭🤭
Dini Anggraini
Cyndi kan masih ada briptu dimas yang single pokoknya jangan kapten fikri karena dia sudah punya seruni gak boleh kamu gaet lagi. Seruni buktikan bila prestasimu tetap bagus meskipun sudah menikah.
Nur Asiatun
Alhamdulillah...tenang ya seruni,ada mas Fikri yg akan selalu melindungimu
Ariany Sudjana
bagus Fikri, kamu suami yang bijak. harusnya kepala sekolah juga seperti itu, cari dulu kebenarannya seperti apa, jangan mudah terpancing gosip murahan
Nur Asiatun
Alhamdulillah...lanjut Author
Ayu Padi
up yg bnyk Thor...lucu seru sekali
Ariany Sudjana
betul seruni, kamu jangan bodoh, kalian itu suami istri, jadi jangan panggil suami kamu itu paman
Erizani
lanjut habis ceritanya seru banget
Ariany Sudjana
hahaha benar seruni, hantu ganteng namanya Fikri 😂😂🤣🤣
Irni Yusnita
seruni kocak sungguh senang dengan kepolosan dan apa ada tanpa ada yg dibuat"😍
Ariany Sudjana
wah semangat yah seruni 🤣🤣
Nur Asiatun: ceplas ceplos yg bikin sayang
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Fikri, seruni harus belajar kalau Fikri itu suami sah, jadi jangan panggil paman, kan akhirnya Bagas nekat, dasar bodoh seruni
Ariany Sudjana
tapi benar sih kata seruni, bagaimana pun seruni itu perempuan mandiri, jadi lebih nyaman cari uang sendiri, walaupun Fikri memperhatikan semua kebutuhannya
Ariany Sudjana
bagus seruni, kamu tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan pelacur murahan seperti Farida itu 🤣🤣😂😂
tiara
Karya ini bagus dan menghibur,semangat upnya thor sehat selalu
Nur Asiatun
Alhamdulillah...di tunggu updete nya thor
Nur Asiatun
wa'alaikumussalam Author...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alur ceritanya bagus, lucu dan sangat menarik dan selalu ditunggu² up nya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!