NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

"Tapi aku yakin itu hanya intrik para selir. Persaingan antar wanita," kata Zhang melirik Shen Mo. Seperti sengaja.

Shen Mo menghela napas lega lagi.

Bibir Zhang Li tersenyum. Sepertinya ia menemukan sesuatu. Kalimat berubah-ubah tadi seperti ingin melihat reaksi dari tabib muda yang tampan itu.

"Ada apa, Shen Mo?"

"Ya?" tanya Shen mo tanpa sadar. Feng Chuan yang juga menemukan itu menatapnya.

"Kau tampak lega mendengar para selir lolos dari sidak," kata Zhang Li agak curiga.

"Tentu saja lega. Itu artinya para wanita mu itu orang baik-baik semua," jawab Shen Mo tegas. Setelah menguasai emosinya sepenuhnya, Shen Mo kembali memperbaiki posisi duduknya.

"Wanitaku?" Zhang Li mendengus. Seakan tidak setuju menyebut ke empat selir itu wanitanya. Karena itu artinya dia memang menginginkan para perempuan itu. Padahal ia Hanau mengikuti perintah raja.

"Mereka selirmu, tentu saja mereka adalah wanita mu bukan?" Shen mo meluruskan.

"Bukan aku yang menginginkan mereka," kata Zhang Li yakin. Matanya tegas saat mengatakannya.

"Yang mulia hanya mengikuti perintah, Shen Mo," timpal Feng Chuan membela Zhang Li.

Shen mo diam menatap pangeran.

"Kenapa dengan tatapanmu? Iba?" tanya Zhang Li mengejek dirinya sendiri.

"Bukan begitu." Shen Mo mencoba mengalihkan fokus pembicaraan agar atmosfer tegang di ruang baca itu mencair. Rasa penasaran lain mendadak muncul di kepalanya mengingat ada satu nama lagi yang belum disebutkan secara rinci.

Shen Mo memiringkan kepalanya, menatap Zhang Li dengan alis terangkat tipis. "Lalu, bagaimana dengan selir barumu? Selir Xiao Yu di Paviliun Anggrek? Kau membuat sensasi lagi dengan memilihnya."

Zhang Li mendengus pelan, sebuah helaan napas yang menyiratkan kepasrahan sekaligus rasa kecewa.

"Untuk yang satu itu .... ya. Itu sensasi ..." sahut Zhang Li seraya mengetuk-ngetukkan jemarinya di atas meja kayu.

"Kau mengakuinya?" Shen Mo dengan rasa terkejut yang mulai terlihat.

"Itu hukuman untuk raja yang membuatku kesal karena terus memintaku untuk menikah," kata Zhang Li kesal.

"Oh, soal itu." Shen Mo menurunkan bahunya. Tahu persoalan Zhang Li yang bosan yang terus dipaksa untuk menikah.

"Aku hebat kan bisa menjadikan gadis keluarga dari perbatasan yang bodoh menjadi selir?" Sarkas Zhang Li.

"Jangan begitu. Bisa jadi dia akan jadi selir hebat di kemudian hari," nasehat tabib Shen Mo.

"Terserah. Aku tidak peduli."

"Jadi pada akhirnya, pencarianmu di kediaman selir tidak membuahkan hasil," ujar Shen Mo seraya mengumbar senyum tipis, merasa lega karena situasi di dalam sarang selir ternyata tidak segenting yang ia bayangkan.

"Ya," jawab Zhang Li tegas, matanya kembali menatap lurus ke depan dengan pandangan penuh perhitungan. "Penyusup itu pasti mata-mata dari fraksi luar yang sengaja menggunakan wewangian untuk mengacak jejak. Dan aku akan memastikan dia tidak akan meloloskan diri untuk kedua kalinya."

"Sebentar lagi ada acara perburuan. Kamu bisa melihat lagi mungkin ada penyusup itu disana," kata tabib Shen Mo.

"Ah, benar. Sebentar lagi akan ada acara perburuan ya." Zhang Li menghela napas lelah.

"Kenapa?" tanya Shen Mo.

"Itu artinya pangeran harus berkumpul dengan para selir, Tabib." Feng Chuan yang paham langsung menjawab.

"Kau tahu apa yang aku pikirkan, Feng Chuan." Pangeran tersenyum bangga pada pengawal itu. Feng Chuan ikut tersenyum.

Tabib menggelengkan kepala. "Kenapa? Bukankah harusnya kamu senang ada banyak perempuan yang ada di sekitar mu."

"Kau bangga?" tanya Zhang Li balik.

"Aku tidak akan pernah dalam posisi banyak wanita mengelilingiku, Zhang Li. Aku hanya seorang tabib," elak Shen Mo. "Mereka mengerumuni ku pun bukan karena tertarik hatinya, tapi karena butuh pengobatan dariku."

Zhang Li mendengus.

"Lagipula aku lebih bahagia jika satu wanita saja yang mencintai dan aku cintai berada di sampingku," imbuh Shen Mo.

"Tepat," ujar Zhang Li tiba-tiba. Perhatian mereka berpusat pada pangeran. "Aku juga ingin hanya satu orang saja yang bisa berada di sampingku. Bukan beberapa perempuan sperti para selir."

Sesaat hening.

"Aku harap kamu segera mendapatkannya," ucap Tabib Shen Mo tulus.

"Saya juga berharap begitu, Yang Mulia." Feng Chuan ikut bicara.

Zhang Li terkekeh. "Kalian terlihat serius." Mata Zhang Li melihat ke arah lain. Dia tidak ingin menjadikan banyak perempuan pendamping hidupnya.

*

*

*

Pagi itu di aula utama, suasana tampak semarak. Empat selir Pangeran Zhang Li berkumpul dengan mengenakan gaun terbaik dan perhiasan terindah mereka. Harapan tersirat jelas di wajah masing-masing; setiap pengumuman atau titah dari Pangeran bisa menjadi pintu keberuntungan besar yang membawa mereka lebih dekat pada perhatian Yang Mulia atau kenaikan tahta dan pengaruh.

Selir Huo Yan tampil paling memukau dengan gaun merah menyala bersulam emas, memancarkan wibawa selir pertama yang yakin titah ini akan melapangkan jalannya menuju posisi Permaisuri.

Di sisinya, Selir Kui tampak anggun dan dingin dalam balutan sutra ungu tua. Dia yakin bisa jadi yang pertama meski dia bukan selir pertama pangeran.

Selir Lan hadir bersahaja dengan gaun hijau muda yang lembut, sementara Xiao Yu memakai pakaian indahnya namun tetap menunduk patuh, berpura-pura polos meski naluri prajuritnya sibuk menilai situasi.

Keheningan melingkupi aula saat Kasim Kepala masuk membawakan gulungan sutra emas.

"Titah Pangeran Zhang Li tiba!" serunya lantang. Seketika semua selir dan pelayan berlutut khidmat. "Perburuan Agung Musim Gugur di Hutan Selatan dimulai dalam dua hari. Seluruh selir diperintahkan ikut serta dan menunjukkan bakat terbaik di hadapan para menteri."

"Hamba sekalian menerima titah Yang Mulia," sahut para selir serempak, membayangkan kesempatan emas yang menanti di arena perburuan nanti.

Setelah Kasim Kepala mundur, Selir Huo Yan bangkit seraya memandangi gaun mewahnya. "Ini ajang bergengsi. Mari kita tunjukkan kehormatan kediaman ini di hadapan Pangeran."

"Tentu, Kakak Huo. Namun Hutan Selatan itu liar, pastikan tidak ada yang melakukan kecerobohan." Selir Kui melirik Xiao Yu dengan senyum tipis.

Xiao Yu menunduk dalam. Dia sadar rasa permusuhan dari selir Kui padanya. "Hamba yang awam ini tentu akan sepenuhnya mematuhi petunjuk para Kakak senior."

Selir Lan menepuk bahu Xiao Yu lembut. "Jangan cemas, yang terpenting jaga kesehatanmu selama perjalanan."

Selir Kui dan Selir Huo mencibir melihat sikap menenangkan Selir Lan. Dengan hati yang dipenuhi harapan akan keberuntungan masing-masing, para selir pun bubar kembali ke paviliun untuk menyiapkan gaun dan perbekalan terbaik mereka.

*

*

*

Di kamar Xiao Yu.

"Kamu tidak menyiapkan sesuatu, Yu'er?" tanya Bao'er heran.

"Menyiapkan apa?" tanya Xiao Yu heran. Dia tampak santai sambil melakukan kuda-kuda.

"Menyiapkan gaun dan perhiasan yang tepat."

"Gaun? Untuk apa?" Tangannya yang mengepal mengambang di udara.

1
Nia mie
lanjuuttt. semangadd thorrr💪💪
Fauziah Rahma
masih menunggu ketahuan selir xiao
Nia mie
suka ceritanya❤️semangat kk othor🔥💪
Nia mie
menurut saya karya ini luar biasa. . .dengan alur cerita yang runtut dan tidak bertele tele. ceritanya menarik. pemilihan kata dalam kalimatnya jelas dan tepat sasaran.
Pa Muhsid
selir lan kekasih tabib mo mungkin
Nia mie
up 🙏💪
Fauziah Rahma
ini lebih bahaya, diam nusuk dari belakang
Inah Ilham
tak kirain Pangeran milih Xiao Yu karena sudah tau rahasianya eh ternyata gegara dia gadis bodoh🤣🤣🤣🤣
paijo londo: 🤦🤦q juga jadi ikutan salfok dgn pilihan pangeran yg keliru🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!