NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Kota Perbatasan dan Jeak Dua Sahabat

Cahaya portal perlahan memudar, dan sosok Riu Han berdiri tegak di permukaan tanah yang agak berdebu. Di hadapannya terbentang sebuah kota yang tampak berbeda dari Kota Chengdu yang rapi dan megah. Ini adalah Kota Perbatasan — tempat persis di batas antara wilayah manusia dan kawasan Binatang Roh. Bangunan-bangunannya berdiri berdekatan, jalannya lebar namun tidak terawat, dan suasana di sini terasa kasar, bising, serta penuh dengan tatapan yang menilai.

Baru saja melangkah keluar dari area portal, suara bisik-bisik langsung menyusulnya.

"Ck ck ck... lihatlah, betapa cantiknya pemuda ini..."

Suara itu terdengar jelas, meski diucapkan dengan nada yang tidak sopan. Riu Han menoleh dan melihat empat orang berdiri tak jauh dari sana, menatapnya dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan yang meremehkan sekaligus serakah.

Riu Han berhenti sejenak, lalu memberi salam dengan sopan. "Maaf, Tuan... apakah Anda menyapa saya?"

Keempat orang itu tertawa keras.

"Hahahaha! Lihatlah, dia benar-benar lugu! Atau kau pura-pura bodoh?" tanya salah satu dari mereka — pria berusia sekitar tiga puluh tahun, yang auranya paling kuat di antara keempatnya. Ia berada di tingkat akhir ranah Dewa Menengah, sementara tiga temannya baru berada di tingkat awal ranah yang sama.

Riu Han tetap tenang. "Mohon maaf jika saya salah," ucapnya sambil menunduk sedikit. "Kalau begitu, saya permisi duluan, Tuan."

Ia berniat melanjutkan perjalanan, namun keempat orang itu saling berpandangan, bingung sendiri. Apakah pemuda ini benar-benar tidak mengerti ejekan mereka, atau ia hanya berpura-pura takut? Bagi mereka, kesopanan Riu Han dianggap sebagai tanda kelemahan.

Tiba-tiba salah satu dari mereka melesat ke depan, menghadang jalan Riu Han.

"Hehehe... kau lupa sesuatu sebelum pergi, Tuan," ucapnya sambil tersenyum licik.

Riu Han terkejut sejenak, lalu menatapnya. "Sesuatu apa, Tuan?"

Pria itu menyentuh ujung hidungnya sendiri, lalu menunjuk jari ke arah jari Riu Han. "Cincin Ruangmu. Serahkan padaku."

"Oh, benda ini? Masih ada di sini," jawab Riu Han sambil mengangkat tangannya sedikit.

"Hei! Bukan begitu maksudku! Serahkan cincin itu kepadaku!"

Tiga temannya tertawa lebar, seakan sudah melihat harta itu menjadi milik mereka.

Riu Han menarik napas panjang. Ia tidak bermaksud mencari masalah, namun jika orang lain yang memaksanya...

"Baiklah..." ucapnya pelan.

Seketika itu juga sosoknya lenyap dari tempat ia berdiri. Sebelum pria yang menghadangnya sempat mengerjap, Riu Han sudah muncul di sampingnya. Satu gerakan cepat, dan kepala pria itu terlepas dari lehernya, melayang jatuh dengan mata terbelalak tak percaya — ia tewas sebelum sempat memahami apa yang terjadi.

Tawa ketiga orang lainnya mati seketika di tenggorokan mereka. Wajah mereka memucat. Teman mereka adalah ahli ranah Dewa Menengah Awal, dan ia tewas hanya dengan satu gerakan?

Riu Han tidak memberi mereka waktu untuk berteriak atau lari. Dengan teknik Langkah Gerakan Bayangan yang kini telah menyatu dengan pemahamannya tentang tata ruang, ia bergerak bagai bayangan yang hilang dan muncul kembali. Tiga kali perpindahan, dan tiga tubuh lain jatuh ke tanah tanpa nyawa. Ia mengumpulkan keempat Cincin Ruang milik mereka, lalu melanjutkan langkahnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Di hadapan kekuatan yang kini ia miliki, keempat ahli itu tidak berbeda dengan semut.

Kota ini memang layak disebut Kota Perbatasan. Tempat ini menjadi persembunyian para buronan, penjahat, dan mereka yang tidak diterima di tempat lain. Penguasa wilayah mengetahui hal ini, namun memilih membiarkannya — asalkan mereka tidak keluar dari kawasan ini. Satu-satunya jalan keluar adalah melalui portal, dan penjaga gerbang kota ini adalah seorang ahli yang sangat kuat, sehingga tidak ada satu pun yang berani mencoba melarikan diri tanpa izin.

Riu Han berjalan tenang di antara keramaian. Ia tidak berniat menimbulkan keributan, namun ia juga tidak akan membiarkan siapa pun merampas haknya. Tujuannya tetap satu: mencari informasi tentang Genbu dan Bai Wing.

Menurut petunjuk yang diberikan Saudara Long Siu, di kota ini terdapat tempat yang menyimpan segala jenis berita dan kabar — sebuah pasar gelap yang beroperasi di balik kedai minuman biasa. Riu Han menemukan bangunan itu dengan mudah, lalu masuk ke dalamnya. Ruangan itu remang-remang, berbau minuman keras dan asap, namun tidak ada yang berisik. Ia menyebutkan satu nama sandi kepada pelayan yang menyambutnya, dan tak lama kemudian ia dibawa masuk ke ruangan di bagian belakang.

Di sana, di balik meja kayu yang gelap, duduk seorang pemuda berusia sekitar tiga puluh tahun dengan wajah pucat namun mata yang tajam.

"Hehehe... selamat datang, Tuan. Mohon maaf tempat kami agak kotor," sapa pemuda itu sambil tersenyum ramah. "Silakan duduk. Apa yang bisa kami bantu?"

Riu Han mengangguk, lalu mengeluarkan Cincin Ruang dan meletakkannya di meja. Di dalamnya terdapat ratusan batu roh kelas atas. "Saya mencari dua orang," ucapnya tenang. Ia menggerakkan jarinya di udara, membentuk bayangan wajah Genbu dan Bai Wing. "Apakah Anda pernah melihat mereka?"

Pemuda itu — yang menyebut dirinya Mu Ling — menatap bayangan itu sejenak, lalu mengangguk mantap.

"Ya, saya melihat mereka. Tidak bersama — yang satu muncul dua hari yang lalu, yang lainnya baru kemarin. Keduanya melintas di sini."

"Ke mana mereka pergi? Dan apakah mereka baik-baik saja?" tanya Riu Han sambil menambahkan seratus batu roh lagi sebagai imbalan.

Mu Ling tersenyum lebih lebar. "Tenang saja, Tuan. Dua orang itu jauh lebih kuat daripada yang terlihat. Sama sepertimu — meski tingkatannya tampak rendah, mereka mampu mengalahkan lawan yang jauh lebih tinggi. Mereka berdua menuju arah perkampungan Binatang Roh."

Hati Riu Han berdebar lega sekaligus terkejut. Mu Ling sudah tahu apa yang baru saja ia lakukan di depan gerbang kota.

"Terima kasih," ucap Riu Han sambil berdiri. "Jika ada hal lain, saya akan kembali."

"Silakan, Tuan. Kapan pun kau butuh informasi, Mu Ling akan dengan senang hati membantu," jawab pemuda itu sambil melambaikan tangan.

Saat melangkah keluar, Riu Han teringat kata-kata Saudara Long Siu — informasi dari tempat ini dapat dipercaya. Mereka adalah ahli dalam mengumpulkan kabar, namun tetap berhati-hati dan tidak berani melanggar batas dengan pihak penguasa sejati.

Matahari mulai terbenam. Riu Han memutuskan tidak melanjutkan perjalanan hari itu. Ia mencari penginapan — yang tersisa hanyalah kamar-kamar sederhana dan sempit di tempat yang jauh dari mewah. Namun baginya, itu sudah cukup. Setelah menutup pintu, ia menyatu dengan Cincin Ruang, muncul di halaman rumah batu tempat Long Siu berada.

"Kau datang lagi," sapa Long Siu sambil tersenyum. Wajahnya yang tampak berusia tiga puluh tahun terlihat tenang dan ramah.

Riu Han duduk di sampingnya. "Hanya beristirahat. Kau pasti tahu bagaimana keadaan kota itu."

Long Siu mengangguk. Ia pernah mengunjungi tempat ini di masa lalu, sebelum jatuh ke alam bawah. Kota Perbatasan ini adalah salah satu tempat yang tak akan dilupakannya. Sepanjang malam, mereka mengobrol — Riu Han bertanya tentang perkampungan Binatang Roh, tentang kebiasaan mereka, wilayah yang mereka tempati, hingga hal-hal kecil yang perlu diperhatikan. Long Siu menceritakan semuanya dengan sabar, memastikan Riu Han memahami medan dan keadaan sebelum tiba di sana.

Ketika kelelahan mulai terasa, keduanya pun beristirahat. Long Siu masih butuh waktu lama untuk memulihkan kekuatannya, dan Riu Han pun membiarkannya beristirahat.

Keesokan paginya, Riu Han keluar dari penginapan saat fajar baru menyingsing. Ia mampir di kedai kecil untuk sarapan sederhana, lalu berjalan menuju gerbang kota. Di sana tidak ada pemeriksaan ketat, namun biaya keluar-masuknya sangat mahal — puluhan kali lipat dibandingkan kota biasa. Hal ini dimaklumi semua pihak: selain sebagai jalan bagi para buronan, gerbang ini juga menjadi penghubung dagang antara manusia dan Binatang Roh, sehingga pedagang tetap membayar tanpa mengeluh.

Setelah membayar biaya yang ditetapkan, Riu Han melangkah keluar dari Kota Perbatasan. Di hadapannya terbentang jalan yang mengarah ke kawasan yang lebih hijau, lebih lebat, dan penuh dengan kehidupan yang berbeda — tempat di mana Genbu dan Bai Wing menantinya.

1
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han dialam atas makin mantap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!